Rabu, 27 Februari 2013

Holland Village Alami Kelebihan Permintaan 200 Persen

9D28 RUKHANIAH ZEN
JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan terpadu Holland Village yang mengusung konsep Urban Central Living di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, masih terus dikembangkan. Sampai saat ini, program Priority Pass Apartemen Holland Village mengalami oversubscribed 200 persen dari total unit yang ada.
"Kelebihan permintaan itu untuk menara pertama yang terdiri dari 200 unit seharga Rp 20 juta per meter persegi. Jadi, meskipun secara resmi belum diluncurkan, proyek mixed used superblock development ini telah menarik minat calon investor maupun penghuni," kata Ivan Setiawan Budiono, CEO Lippo Homes, di Jakarta, Kamis (28/2/2013).
Permintaan yang melebihi total unit ini, lanjut Budiono, membuktikan Holland Village potensial menjadi sarana baru investasi prospektif bagi para investor yang menginginkan nilai tambah di wilayah Jakarta Pusat. Apalagi, saat ini lahan untuk membangun kawasan terpadu semakin sulit ditemukan di wilayah Jakarta Pusat.
"Kami mengembangkannya sebagai kawasan terpadu yang sesuai dengan gaya hidup modern dengan standar kualitas internasional sebagaimana halnya telah terwujud di Kemang Village," ujar Budiono.
Adapun proyek Holland Village merupakan proyek pengembangan kawasan terpadu yang dirancang oleh DP Architects (Singapura). Kawasan terpadu ini terdiri dari 9 in 1 integrated concept mencakup apartemen residensial, perkantoran grade A, mal, pusat hiburan dan kuliner, rumah sakit, sekolah, ruang terbuka hijau, ballroom, serta helipad.
"Keunggulannya adalah terletak persis di dekat lokasi rencana pembangunan cloverleaf bridge Cempaka Putih yang akan segera dibangun. Rencana pembangunan cloverleaf bridge akan memiliki banyak pilihan akses menuju ke berbagai arah," lanjut Budiono.

                                                                                                                  KOMPAS.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar