Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Bruumm! Kapolres-Dandim Bogor Patroli Pilgub dengan Motor

9B17 ITA RISWATI



Liputan6.com, Bogor : Kepolisian Resor Bogor Kota menggelar patroli pelaksanaan pemilihan calon kepala daerah Jawa Barat bersama dengan jajaran Kodim 0606 berkeliling ke sejumlah TPS. Uniknya, mereka menggunakan sepeda motor.

"Patroli dalam rangka upaya kepolisian dan unsur TNI mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah Jawa Barat, khususnya di Kota Bogor," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama saat ditemui di TPS 3 Kantor RRI Bogor, Minggu (24/2/2013).

Patroli tersebut, lanjut dia, diikuti sekitar 30 orang yang mengendarai sepeda motor. Terdiri dari anggota Polres Bogor Kota, Propam, Propos dan Dandim 0606/Kota Bogor Let Kol Inf Hendi Angkasa.

Patroli diawali dengan mengelilingi Kecamatan Tanah Sareal, lalu Bogor Barat, Bogor Tengah, Bogor Utara, Bogor Timur dan Bogor Selatan. Sekitar 20 TPS menjadi sasaran patroli Bahtiar dan Hendi.

"Patroli sudah dilakukan sejak Sabtu malam, dengan fokus pengamanan persiapan akhir pelaksanaan pencoblosan. Hari ini patroli lanjutan dengan fokus pengamanan massa pencoblosan," kata Bahtiar.

Menurut dia, hasil patroli dan pantau sementara, pelaksanaan pencoblosan di Kota Bogor berlangsung aman, lancar dan kondusif. Hampir setiap TPS melaksanakan pemungutan suara dengan tertib dan aman. Petugas PPS dan PAM Polres juga sudah bertugas di masing-masing TPS.

"Kami menyebar 1.128 personel untuk mengamankan sejumlah TPS yang berjumlah 1.789 unit," urai Bahtiar.

Karena keterbatasan anggota, sambung dia, 1 anggota Polres Bogor mengamankan 4 hingga 6 TPS. Khususnya di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat yang tercatat paling banyak TPS, 1 petugas mengawasi 6 TPS.

"Sasaran hari ini antisipasi gangguan pelaksanaan Pilgub, sebagai tindakan represif jajaran Polri dan TNI. Sejauh ini hasilnya kondusif," kata Bahtiar.

Dijelaskan dia, pihaknya sengaja berpatroli menggunakan sepeda motor untuk memudahkan keliling ke sejumlah daerah, khususnya wilayah yang sempit ruas jalannya sehingga bisa terjangkau.

"Hingga hari pemilihan, kami belum menerima laporan adanya kecurangan atau gangguan keamanan selama pelaksanaan pencoblosan berlangsung," demikian Bahtiar.


Sumber: Liputan6

11 Jenazah Korban Penyerangan di Sinak Papua Berhasil Dievakuasi

9B17 ITA RISWATI


Sebelas jenazah korban penyerangan bersenjata di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, berhasil dievakuasi hari ini. Lamanya proses evakuasi tersebut karena medan yang cukup berat untuk menuju lokasi.

"Proses evakuasi sudah selesai dilakukan sekitar pukul 08.55 WIT. Saat ini sudah di Jayapura. Medan di sana berat, hutan dan pegunungan," kata Kadispen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/2/2012).

Sebelas jenazah yang dievakuasi tersebut terdiri dari tujuh jenazah personel TNI dan empat warga sipil. TNI mengerahkan dua helikopter untuk mengevakuasi sebelas jenazah tersebut.

"Sebelum dibawa ke daerah masing-masing, jenazah disemayamkan di Makodam (Cendrawasih) di Jayapura. Jenazah ada yang dibawa ke Sukabumi, Makassar, Kupang, dan beberapa daerah lainnya," ujar Iskandar.

Menurut Iskandar, pihaknya saat ini membantu kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan bersenjata yang menewaskan 12 orang, delapan di antaranya personel TNI.

"Sesuai arahan Panglima tertinggi Presiden SBY melalui Panglima TNI, pelaku terus dikejar dan diajukan ke pengadilan," terang Iskandar.

Sebelumnya, di lokasi terpisah, penembakan menimpa helikopter Super Puma TNI AU yang mulanya digunakan untuk evakuasi jenazah pada Jumat (22/2) pagi. Asal tembakan diketahui dari sebuah rumah ketika helikopter tersebut hendak mendarat di Tingginambut.

Menkopolhukam, Djoko Suyanto, menduga dua kelompok bersenjata berada di balik penyerangan terhadap personel TNI. Penyerangan di Pos Satgas TNI di Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, diindikasikan didalangi kelompok pimpinan Goliat Tabuni. Sementara serangan kedua yang terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Murib.


Sumber: detikNews

Kepolisian Bentuk Tim Investigasi Ungkap Penyerangan Personel TNI di Papua

 9D19 LILIS




Jakarta - Kepolisian membentuk tim investigasi guna memburu para pelaku penyerangan kepada personel TNI di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak dan Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

"Sudah dibentuk tim investigasi di bawah pimpinan Direktur Kriminal Umum (Dir Krimum)," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes I Gede Sumerta, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/2/2013).

Selain itu, imbuh Sumerta, guna mengejar para pelaku penyerangan dibentuk tim penindakan bersama antara TNI/Polri. "Dengan tugas pokok melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku penembakan," terangnya.

Dia menambahkan, proses evakuasi 7 jenazah personel TNI yang gugur dan 4 jasad warga sipil berhasil dievakuasi. Usai dievakuasi, jenazah TNI disemayamkan di Markas Kodam Cendrawasih di Jayapura untuk selanjutnya dibawa ke kediaman masing-masing personel.

"Untuk korban sipil kita masih menunggu informasi kemana jenazah akan dibawa," ujar Sumerta.

Menkopolhukam, Djoko Suyanto, menduga dua kelompok bersenjata berada di balik penyerangan terhadap personel TNI, Kamis (21/2) pagi. Penyerangan di Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, diindikasikan didalangi kelompok pimpinan Goliat Tabuni.

Sementara serangan kedua yang terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Murib.


Sumber: detikNews

Jumat, 22 Februari 2013

Korban Tewas di Papua Bertambah Jadi 12 Orang



Jakarta - Korban tewas akibat penembakan kelompok bersenjata di Papua bertambah. Selain menewaskan 8 prajurit TNI, 4 warga sipil juga tewas.

"Korban keseluruhan menjadi 12 orang. 8 Prajurit TNI, 4 masyarakat sipil," kata Kabag Penum Polri Kombes Agus Ruianto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Sedangkan korban luka ada 5 orang yaitu 1 personel TNI dan 4 warga sipil.

Agus menambahkan, korban yang berada di Tinggi Nambut sudah dievakuasi ke Jayapura. Sementara itu, belum ada informasi mengenai korban yang berada di Sinak.

Polda Papua menginformasikan, hari ini dikirimkan satu SSK Brimob dari Jayapura. Namun, hingga kini pasukan masih tertahan di Timika karena cuaca buruk.

"Apabila cuaca memungkinkan mereka akan bergeser ke Puncak," lanjutnya.

Upaya-upaya pengejaran pelaku penembakan masih terus dilakukan oleh personel TNI. "Kita berharap semoga cepat kita ungkap. Dan juga ini menjadi peristiwa terakhir yang tidak terulang lagi di masa mendatang," tutupnya.

Pada Kamis (21/2) delapan anggota TNI tewas setelah diserang kelompok bersenjata di dua lokasi berbeda. Pertama, penembakan terjadi di posko Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya. Satu orang tewas atas nama Pratu Wahyu Prabowo.

Kedua, penembakan terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Ada tujuh orang tewas dalam insiden ini.

Lalu hari ini pukul 08.00 WIB, saat helikopter Super Puma hendak melakukan evakuasi terhadap para korban tak luput dari serangan penembakan. Pukul 13.30 WIB nanti, Presiden SBY akan memimpin rapat terkait situasi keamanan di Papua.

Sabtu, 26 Januari 2013

Berpesta Narkoba, Enam Remaja Putri Dibekuk


TASRIFAH 9C 34

Pekanbaru, Sebanyak enam remaja putri tertangkap basah saat berpesta narkotika dan obat-obatan berbahaya di sebuah kamar di Diskotik Ozon, Pekanbaru, Riau, baru-baru ini. Saat itu, polisi memang tidak menemukan barang bukti. Diduga, narkoba sudah habis dikonsumsi. Para tersangka pun diyakini memakai berbagai jenis narkoba, antara lain ekstasi, shabu-shabu, dan putaw.

Saat diperiksa, tersangka bernama Dewi tampak menderita. Besar dugaan, siswi kelas dua sekolah menengah umum ini ketagihan putaw. Untuk memastikan mereka mengonsumsi narkoba, remaja 17-an tahun ini akan diperiksa tim dokter kepolisian setempat.

Tempat hiburan malam memang kerap dijadikan tempat untuk pesta narkoba. Itulah sebabnya, polisi juga menggerebek lima diskotik di Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lampau [baca: Lima Tempat Hiburan di Pontianak Dirazia]. Dari penggerebekan ditangkap tiga anggota polisi dan seorang anggota TNI.(ZAQ/Yusril Ardanis)
                                                                                                   SUMBER; LIPUTAN 6

Bukit Pengeboran Panas Bumi di Jambi Longsor, 8 Pekerja Tertimbun


9C20 LIA AWALIYAH



Jakarta - Pengeboran panas bumi (geothermal) di bukit Kerinci, Bukit Barisan mengalami longsor semalam. Akibat bencana longsor ini, 8 orang pekerja tertimbun tanah. 


Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Provinsi Jambi, M Dalmanto, mengatakan longsor yang menimbun 8 pekerja tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan bukit Kerinci, Jambi, kemarin. 


"Kejadiannya Sabtu 26 Januari 2013 sekitar pukul 19.30 WIB akibat hujan deras sejak pukul 15.30 WIB sore, menyebabkan longsor di daerah pengeboran panas bumi," ujar Dalmanto saat dihubungi, Minggu (27/1/2013).


Lokasi longsor tepatnya berada di Desa Lempur Tengah, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi. 


Dari 8 pekerja yang tertimbun, Dalmanto mengatakan sudah 4 yang ditemukan. Keempat korban ditemukan dalam keaadaan sudah tewas. Tim evakuasi yang terlibat melakukan pencarian terdiri dari anggota TNI, Polri, Tagana, Kesehatan, dan BPBD Jambi. 


"Seluruhnya ada sekitar 120 orang. Ini karena areanya cukup luas. Jadi cukup banyak yang terlibat," tutur Dalmanto. 


Hingga kini proses pencarian korban yang masih tertimbun masih berlangung. Proses evakuasi agak terkendala karena lokasi longsor berada di dataran tinggi di kawasan Bukit Barisan. Untuk menempuh lokasi juga cukup sulit. Jarak dari kota Jambi ke lokasi sekitar 400 km.



sumber:detikNews