9C21 LINDA PURNAMASARI
Madrid - Dalam sebulan terakhir
pemberitaan mengenai Real Madrid lebih mengarah pada masa depan Jose
Mourinho. Benarkah para pemain mulai tak percaya lagi pada pelatihnya
itu?
Isu pemain mulai tak menyukai Mourinho mulai terdengar
ketika Iker Casillas dibangkucadangkan dalam pertandingan liga melawan
Malaga pada 23 Desember. Sejak itu media-media di Spanyol terus
memanas-manasi
The Special One, terlebih karena Madrid telah kedodoran untuk bersaing dengan Barcelona.
Di awal minggu ini muncul lagi rumor yang tidak enak didengar
Madridista
--- apalagi Mourinho. Disebutkan bahwa Casillas dan Sergio Ramos
menghadap presiden klub Florentino Perez untuk mengutarakan
ketidakpuasan pemain pada sang pelatih.
Tak lama setelah kabar
itu beredar, Perez menggelar konferensi pers dan menyangkal semua rumor
itu. Ia juga menegaskan bahwa manajemen klub tetap memercayai dan
mendukung Morinho. Casillas dan Ramos juga membantah apa yang
diberitakan harian
Marca itu.
Akan tetapi
Marca bersikeras
dengan pemberitaannya itu. Editornya, Oscar Campollo, sampai melakukan
hal yang tidak lumrah: ia membuat pernyataan terbuka untuk membela
medianya itu.
"Semua yang kami klaim itu adalah, para pemain
mengatakan: 'Presiden, kami lebih kompak dari sebelum-sebelumnya, kami
akan habis-habisan di Liga Champions dan Piala Spanyol. Meski demikian,
beberapa tindakan pelatih telah membuat kami bingung. Dan jika dia
bertahan musim depan, sejumlah pemain akan mempertimbangkan masa
depannya'. Itulah informasi yang kami dapat, dan itulah yang kami
laporkan," demikian penjelasan sang editor, seperti dilansir situs
ESPNSTAR.Mantan
pemain dan kapten Madrid, Guti, mengungkapkan ketidakyakinannya atas
konflik interen tersebut. Di mata dia, sulit dibayangkan bahwa
pemain-pemain Madrid sampai bertindak sendiri untuk mencoba mempengaruhi
sebuah keputusan penting tentang masa depan seorang pelatihnya.
"Tidaklah
mungkin seorang kapten (Ramos atau Casillas) memberitahu Florentino apa
yang harus ia lakukan terhadap seorang pelatih," tutur Guti kepada
Cadena Cope. "Masa depan bos pasti ditentukan oleh klub, ukannya oleh pemain."
“Aku
tak pernah mengatakan hal-hal seperti itu kepada presiden. Itu tidak
hormat. Presiden selalu cukup pintar untuk membuat keputusannya sendiri.
"Wajar
apabila ada masalah dengan seseorang di dalam sebuah kelompok 25
pemain. Tapi kepentingan kelompok harus nomor satu, di atas segala
rivalitas.
"Jika mereka tak bisa memahami Mourinho, pasti akan
ada waktu untuk menyelesaikannya, apalagi Liga Champions tinggal
beberapa minggu lalu."
Bahkan bek muda yang jarang dimainkan,
Raphael Varane, ikut berbicara guna membela Mourinho dan menyangkal
semua gosip tak enak di
dressing room Madrid.
"Mourinho pelatih terbaik dunia dan kami semua di belakang dia. Pers terlalu kasar pada dia,” cetus Varane.
"Kami
semua mengayuh dalam arah yang sama. Untuk ulang tahunnya yang ke-50
kemarin, kami memberi dia foto kemenangan tahun lalu dengan tanda tangan
semua pemain.
"Dia melakukan pekerjaannya di Madrid dengan baik dan dia pantas mendapatkan pujian dan penghargaan untuk itu."
Malam ini (27/1) Madrid akan menghadapi Getafe di Santiago Bernabeu dalam lanjutan La Liga.
Sumber: DETIK.COM