Tampilkan postingan dengan label smp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smp. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

Dengan Kurikulum 2013, Beban Guru Semakin Ringan


ADE AAN ANIYATI 9C 01

 Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, kembali membantah pernyataan bahwa Kurikulum 2013 yang akan diterapkan pada pertengahan Juli mendatang berpotensi menambah beban guru dan siswa. Pasalnya, beban guru justru makin ringan.

"Guru justru diringankan bebannya karena tak perlu lagi membuat silabus sehingga guru bisa fokus mengajar," kata Musliar di Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Ia juga mengungkapkan saat berkunjung ke daerah-daerah, para guru mengakui bahwa silabus yang dibuat selama ini merupakan hasil salinan saja. Pembuatan silabus ini juga menjadi momok bagi para guru karena mereka tidak pernah dilatih untuk membuat silabus.

"Saat ditanya guru buat silabus apa nggak, mereka jawab nggak dan hanya copy paste aja. Di kurikulum baru ini tidak akan ada lagi buat silabus," jelas Musliar.

Mengenai banyaknya aduan bahwa guru di daerah belum siap menjalankan kurikulum baru, ia meminta pada para guru agar tidak khawatir karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan program pelatihan dan pendampingan bagi para guru untuk kurikulum baru ini.

Sekitar 676.414 guru dari berbagai jenjang baik Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mendapatkan pelatihan dari 41.741 guru inti yang sebelumnya juga dilatih oleh 3.324 instruktur nasional. Pelatihan ini akan berlangsung secara paralel dari April hingga Juni.

Dari pelatihan dan pendampingan tersebut, diharapkan para guru mampu menerapkan pembelajaran tematik integratif dan kontekstual. Kemudian mampu membangun suasana belajar yang aktif, menantang dan menyenangkan bagi para siswa sehingga materi yang diberikan dapat mudah diserap.

"Nantinya juga akan ada evaluasi bagi para guru ini. Mana yang masih kurang akan diperbaiki. Jadi tidak dilepas begitu saja," tandasnya.
Sumber: kompas

Sabtu, 09 Februari 2013

UJIAN NASIONAL TELAH DIDEPAN MATA

9B03 ALDIANSYAH RAMADHANDI

     Apa yang kalian pikirkan setelah melihat kalender pendidikan ini? Tercengangkah? atau Biasa Saja? Kesimpulan dari kalender pendidikan diatas adalah Ujian Nasional untuk tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) telah didepan mata. Ujian Nasional dilaksanakan pada 6-10 Mei 2013. Ujian Nasional sebenarnya dilaksanakan hanya 4 hari. Tetapi dikarenakan pada tanggal 9 Mei terdapat libur nasional jadi ujian nasional akan diundur satu hari. Diharapkan dengan adanya postingan seperti ini, kita lebih bergiat lagi untuk belajar dan meninggalkan segala sesuatu yang tidak perlu. Jangan lupa berdo'a kepada Allah SWT semoga pada saat Ujian Nasional nanti kita diberikan kemudahan dalam menjawab soal-soal yang dihidangkan. Amiiiiinn..

Kamis, 07 Februari 2013

Banyak Siswa SMP yang Bolos Pengayaan

9E06 AYU ZIHAN NABILLAH

Saat sekolah mulai mengadakan pengayaan yang bertujuan mempersiapkan UN, ternyata masih banyak siswa SMP yang membolos dengan alasan capai dan malas sehingga terkesan meremahkan kegiatan tersebut. Bahkan, yang hadir dalam satu kelas hanya beberapa orang saja, seperti yang saya saksikan di sekolah saya sendiri. Padahal, dengan adanya kegiatan ini sangat membantu mereka dalam mempersiapkan menjalani UN.

Hal ini dikarenakan, mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab sebagai seorang pelajar, jadi meremehkan kegiatan yang sebenarnya harus dilakukan. Parahnya lagi, pihak sekolah terkesan membiarkan hal tersebut terjadi, yang akhirnya merekapun tidak jera melakukan hal yang melanggar aturan dan merugikan diri mereka sendiri.



Sabtu, 02 Februari 2013

Pasca Try Out : Bukan selesai,Tapi Mulai

Pasca Try Out : Bukan selesai,Tapi Mulai

9c07 Ayu Titan Damayanti

Setelah usainya Try Out 1  pada akhir Januari (31/01/13), bukan berarti para siswa SMP bisa tenang dan bersantai, tetapi justru mereka harus mempersiapkan diri mereka untuk Try Out selanjutnya. Dengan kata lain perjalanan mereka baru dimulai. Mereka harus terus meningkatkan belajar mereka, seperti yang diungkapkan Afif Nadidah salah satu siswi SMP N 1 Gegesik "Setelah Try Out pertama ini, saya akan lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi UN,disamping mengikuti pengayaan juga dengan cara memanfaatkan waktu luang untuk memperdalam materi yang akan diujiankan."

Tetapi yang disayangkan ada saja sebagian anak yang meremehkan Try Out dan UN, terbukti masih ada saja siswa/siswi yang absen tanpa alasan. Padahal saat menjelang UN membutuhkan semangat , tekad, niat dan kesiapan dari siswa itu sendiri.


Ayu Titan Damayanti

Jumat, 25 Januari 2013

TRY OUT SMP SIAP DILAKSANAKAN





9G14 GUNTUR GALANG SETIAWANINGRUM

Apa yang kita amati di berbagai sekolah terutama berkaitan dengan akan dilaksanakannya Ujian Nasional (UN), di mana sekolah-sekolah mencari berbagai terobosan untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusannya. Oleh karena itu strategi yang dilakukan adalah melakukan gerak cepat, terarah dan hasilnya memuaskan.

Banyak hal yang dilakukan oleh sekolah untuk mendongkrak agar nilai UN lebih baik. Tidak hanya sekolah-sekolah, pemerintah daerah pun baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota melakukan berbagai terobosan, sehingga daerah yang bersangkutan akan memperoleh peringkat terbaik.

Memperhatikan standar kelulusan yang ditentukan Badan Standararisasi Nasional Pendidikan (BSNP) pada UN setiap tahunnya terus meningkat, hal ini dirasa cukup berat. Oleh karena itu, sekolah selaku pengemban tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melakukan berbagai upaya agar siswanya mampu mencapai kriteria kelulusan tersebut.

Upaya yang dilakukan sekolah dalam mempersiapkan siswa antara lain mengadakan bimbingan belajar, les, remedial, try out UN. Bahkan, membagikan standar kompetensi lulusan dan ruang lingkup materi yang diujikan kepada siswanya yang akan menghadapi UN.

Try out UN setiap tahunnya telah dilakukan semua sekolah baik tingkat SMP/sederajat maupun SMA/sederajat. Try out yang dilakukan biasanya pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota dilakukan satu kali hasilnya belum menggembirakan. Kemudian beberapa lembaga kursus dan bimbingan belajar juga tidak kalah geraknya melaksanakan try out bagi siswa-siswa yang mengecap pendidikan di lembaga yang bersangkutan. Demikian pula lembaga-lembaga kursus terkenal juga memberikan kontribusi nyata dengan melaksanakan try out kepada siswa-siswa kelas terakhir untuk mengikuti program try out baik untuk tingkat SD, SLTP maupun SLTA. Mereka melaksanakan program try out ini kadang-kadang atas partisipasinya saja, tanpa memungut biaya.

Belum lagi berbagai organisasi masyarakat dan kalangan organisasi kemahasiswaan melaksanakan progran try out bagi siswa-siswa pada tingkat terakhir, dan kegiatan ini mereka melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah.
Hasil try out UN tahap pertama ini, meskipun belum dapat dikatakan sebagai kemampuan maksimal siswa karena memang sebagian materi pelajaran yang belum diberikan, namun pada dasarnya sebagian besar soal yang di-try out-kan bersumber dari materi yang sudah disajikan. Penyusunan soal diambil dari materi pelajaran kelas I, II dan III, dan tidak menutup kemungkinan soal-soal diperoleh dari berbagai sumber media massa, dan materi tersebut berkait erat dengan kisi-kisi dari materi yang sudah diajarkan oleh guru di sekolah. Tentunya tidak terlepas dari kurikulum yang berlaku, akan tetapi mungkin ada hal-hal baru yang tidak pernah diajarkan oleh guru.
Paling tidak, hasil try out tahap pertama ini memberikan gambaran, sebagian besar siswa belum menyiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh. Tidak menutup kemungkinan, sebagian besar siswa terbiasa belajar santai sehingga tidak begitu siap mengahadapi try out UN yang diselenggarakan dan hasilnya pun cukup menghawatirkan.
Maka dari itu, perlu dilaksanakan try out kali kedua, ketiga dan seterusnya. Karena semakin sering dilaksanakan try out ini, maka akan memberikan dampak perubahan terhadap hasil-hasil selanjutnya, artinya setiap kali dilakukan try out nilai skor akan lebih baik dan meningkat.

Try out ini bisa dilakukan berkali-kali hanya dapat diselenggarakan di setiap sekolah, dan sekolah yang sering melaksanakan try out akan terlihat nyata nilai UN-nya meningkat.

Nilai yang diproleh siswa dari try out UN, sesungguhnya merupakan hasil belajar. Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi dua faktor utama, yaitu dari dalam diri siswa sendiri dan lingkungan. Faktor dari siswa berupa kemampuan, besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar. Clark (1981) mengemukakan, 70 persen hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi kemampuan siswa dan 30 persen oleh lingkungan. Dan, lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah adalah kualitas pengajaran gurunya. Semakin baik kualitas pengajaran guru, maka akan berdampak terhadap kulitas belajar siswanya.

Kiranya try out yang dilakukan oleh sekolah lebih diefektifkan, karena hasil penelitian menyeburkan bahwa try out yang dilaksanakan oleh sekolah, masyarakat, pemerintah telah memberikan dampak memuaskan bagi hasil UN. Mari kita lakukan bersama, semoga.


Sumber: DISDIK RIAU