WINNE SILVI AYU CINTIKA 9D 39
sebagai manusia kita bertanggung jawab untuk melestarikan hewan langka yang hampir punah dengan cara menyediakan segala kebutuhan hewan tersebut. seperti menyediakan makanan , minuman , tempat tinggal bagi hewan tersebut agar anak cucu kita dapat mengenal dan melihat hewan tersebut di masa depan.
sumber artikel: winne silvi ayu cintika 1 maret 2013
SMP Negeri 1 Gegesik, merupakan sekolah lanjutan tingkat pertama yang berada di pelosok negeri ini, namun tak membuat kami menjadi terbelakang, kami mampu memberikan yang terbaik, walau hanya minoritas...
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 Februari 2013
melestarikan hewan yang hampir punah
WINNE SILVI AYU CINTIKA 9D 39
sebagai manusia kita bertanggung jawab untuk melestarikan hewan langka yang hampir punah. dengan cara menyediakan segala kebutuhan hewan tersebut seperti menyediakan makanan, minuman, tempat tinggal bagi hewan tersebut agar anak cucu kita dapat mengenal dan melihat hewan tersebut dmasa depan.
sumber artikel: winne silvi ayu cintika tanggal 1 maret 2013
sebagai manusia kita bertanggung jawab untuk melestarikan hewan langka yang hampir punah. dengan cara menyediakan segala kebutuhan hewan tersebut seperti menyediakan makanan, minuman, tempat tinggal bagi hewan tersebut agar anak cucu kita dapat mengenal dan melihat hewan tersebut dmasa depan.
sumber artikel: winne silvi ayu cintika tanggal 1 maret 2013
Hobi Nonton TV, Anak Rentan Kegemukan
9C17 INNA FARHANIYAH
Kompas.com - Sudah banyak penelitian yang menunjukkan dampak negatif kebiasaan menonton televisi pada anak-anak. Yang terbaru menyebutkan, durasi menonton televisi berkorelasi dengan lebar lingkar pinggang anak.
Anak-anak seharusnya dibatasi waktu menonton televisinya tak lebih dari dua jam setiap hari. Anak berusia 3-4 tahun yang menonton TV sampai 18 jam dalam seminggu lebih beresiko memiliki ukuran lingkar pinggang lebih lebar di usia 10 tahun.
Studi yang dilakukan di Kanada itu dilakukan dengan cara mengikuti kebiasaan menonton TV 1.314 anak. Makin banyak waktu yang dihabiskan anak di depan TV, makin bertambah berat badannya. Selain itu kemampuan atletik dan kekuatan ototnya.
Selain mengukur lingkar pinggang, dalam penelitian ini juga diukur kekuatan otot anak dalam melompat.
"Menonton TV terlalu sering bukan hanya menggeser kesempatan anak untuk bergerak bebas, tapi juga membuat anak mendapat informasi yang keliru tentang pola makan yang sehat," kata Dr. Linda Pagani, yang melakukan penelitian ini.
Sekolah Berperan Besar Cegah Anak Merokok
9I22 NURKHOLIFAH
JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya angka perokok pada usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah bukan barang baru lagi. Kebiasaan merokok ini sebenarnya ditularkan dari lingkungan anak selama ini berinteraksi baik dari rumah hingga sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa pendidikan dan lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat besar dalam menyebarkan pengetahuan bahwa merokok tersebut tidak baik dan merusak kesehatan. Untuk itu, sekolah harus bisa menumbuhkan kesadaran tersebut.
"Kalau di sekolah anak-anak memang jarang merokok bahkan tidak ada. Tapi di luar sekolah, itu pasti terjadi. Jadi jangan lelah untuk mengingatkan bahaya merokok ini," kata Nuh di Jakarta, Kamis (28/2/2013).
Ia menyadari bahwa merokok tersebut menjadi suatu kebiasaan lantaran zat adiktif yang terkandung di dalamnya. Namun saat masih muda, anak-anak ini akan mencoba mengerti apa yang akan dialaminya beberapa tahun mendatang jika tidak mau menghentikan kebiasaanya merokok tersebut.
"Ada yang bilang kalau tidak merokok tidak bisa mikir. Saya tidak merokok masih bisa mikir kok. Ini kan faktor kebiasaan saja. Kalau anak-anak diedukasi dengan baik maka angka ini bisa ditekan," ujar Nuh.
Berdasarakan survei yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, angka perokok usia anak SMP dan SMA telah mencapai 31,3 persen dari keseluruhan. Sementara untuk wilayah Jakarta saja, jumlah anak perokok aktif mencapai 20,6 persen dari angka keseluruhan di wilayah ibu kota.
Sumber: KOMPAS.COM
Sabtu, 23 Februari 2013
Jenazah Anak Balita Itu Disemen karena Mulai Busuk
9F28 ROSIDAH B
Pembunuh anak balita di Jalan Endrosono VII Surabaya melumuri korbannya dengan semen untuk menghilangkan aroma busuk yang mulai menyebar setelah dua hari digeletakkan di gang sempit di samping rumahnya.
Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Muhammad Solihin (31) mulai resah karena aroma busuk mulai menyebar dari dalam rumahnya. Dia pun akhirnya melumuri jasad Fahri Husaini Romadhon (3,5) dengan semen agar aroma busuknya tidak menyebar.
''Semua alat untuk menyemen korban sudah kami amankan sebagai alat bukti,'' kata Kepala Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKP Henry Umar, Rabu (20/2/2013).
Namun ditemukannya jasad anak balita di rumah Solihin bukan karena aroma busuk, melainkan karena pelaku mengaku telah membunuh putra kelima pasangan Misnawi-Zubaidah yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.
Motif pembunuhan belakangan diketahui karena tersangka memiliki dendam terhadap Misnawi, ayah korban. Dendam itu karena beberapa hari sebelumnya, Misnawi pernah berkata kasar terhadap Solihin.
Tersangka kini diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.
SUMBER : kompas.com
MENDIDIK ANAK CARA ISLAM
Mendidik anak cara islam
9i 18 Muhammad Farid Abdillah
nabi muhammad adalah sebagai panutan bagi seluruh umatnya. karena dengan tingkah lakunya semua uamtnya bisa menirunya dengan bai. nabi muhammad adalah di katakn alqur’an berjalan, karena dengan kelebihannya dia bisa di jadikan contoh oleh para umatnya. nabi mempunyai sopan santun yang baik, dan nabipun terkenal dengan akhlaknya yang mulia.Pertanyaannya adalah, bagaimana cara mendidik anak ala nabi muhammad, sebab kalau kita mendidik anak meniru rosul maka anak menjadikan anak kita menjadi akan mulia adanya.
nabi muhammad mengibaratkan anak sebagai kertas putih yang belum terkotori oleh apapun, sebab anak pada dasarnya di lahirkan secara suci dan tidak ternodai oleh apapun, oleh sebab itu bagi para orang tua yang mempunyai anak, di usahakn untuk meniru tata cara rosul medidik anak. dan bagi orang tua yang tidak mampu maka dilakukan dengan bantuan lembaga-lembaga pendidikan Islam di dalam masyarakat tempat ia tinggal. Dan lembaga pendidikan Islam paling dini adalah orangtua dan keluarga, yang berperan sebagai madrasah pertama dalam kehidupan individu anak.
Sebagai lembaga agama yang berperan mendidik individu dalam meningkatkan kualitas iman kepada Allah SWT dan menumbuhkan perilaku baik di dalam dirinya. Juga sekolah, sebagai lembaga pendidikan yang berperan membekali individu dengan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki dalam kehidupan ini
Seorang anak menjalankan seluruh kehidupannya di dalam lingkungan keluarga, maka keluarga sangat bertanggung jawab dalam mengajari anak tentang berbagai macam perilaku Islami. Keluarga juga bertanggung jawab untuk membekali anak dengan nilai-nilai pendidikan sosial yang baik.
orang tu haru memperhatikan pendidikan aqidah, lalu pendidikan rukun iman, pendidikan ibadah, dan pendidikan akhlaq. Sangat penting diajarkan kepada anak bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempunyai akhlaq yang mulia. Dan itu juga ditopang dengan contoh yang mereka temukan di dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
Setiap anak muslim hendaknya diajari untuk selalu berakhlaq baik, seperti sikap ihsan, amanah, ikhlas, sabar, jujur, tawadhu, malu, saling menasihati, adil, membangun silaturahim, menepati janji, mendahulukan kepentingan orang lain, suci diri, dan pemaaf.
Mendidik anak cara ilsam sangat di perlukan bagi seluruh orang tua, maka dengan pendidikan agama islam maka anak-anak anda akan menjadi lebih baik dan bisa paham tentang agama yang baik, maka cobalah didik anak anda dengan cara islam. dan lebih-lebih orang tua harus berperan penting sebagai pelopo utama akhlak anak.
sumber: ngomel.com
Jumat, 22 Februari 2013
Usai Melahirkan, Kulit Wanita 28 Tahun Ini Keriput Seperti Nenek-nenek
LIA AWALIYAH 9C 20
Usianya baru 28 tahun tapi wajah Hu sudah tampak seperti nenek-nenek, lengkap dengan keriput dan kulit kendur. Kondisi aneh ini terjadi setelah ia melahirkan anak pertama.Seorang wanita muda dari provinsi Henan, China, menjadi berita utama di beberapa media ketika ia tampil di televisi memohon pengobatan untuk kondisinya yang terbilang aneh. Kulitnya kendur dan penuh keriput layaknya wanita tua, padahal usianya baru 28 tahun.
The Zhengzhou Evening News melaporkan bahwa wanita bermarga Hu ini memiliki pernikahan yang bahagia pada usia 21 tahun. Di tahun 2007, ia pun melahirkan seorang putra dengan kondisi sehat.
Namun tak lama kemudian, ia menemukan sesuatu yang aneh terjadi pada kulitnya. Kulit yang tadinya kencang menjadi kendur dan semakin kendur. Enam bulan kemudian, ia sudah tampak seperti wanita berumur 60-an tahun.
"Saya tidak pernah berharap menjadi seorang wanita tua hanya dalam beberapa tahun," kata Hu, seperti dilansir Asiaone, Jumat (22/2/2013).
Hu telah mencari berbagai bantuan medis, tapi dokter yang melihat kondisinya selalu dibuat bingung dan gagal memberikan pengobatan yang efektif.
Menurut laporan, dokter mengatakan Hu menderita penyakit langka, dengan hanya 12 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia. Karena belum diketahui penyebab pastinya, dokter menyarankan hanya operasi plastik yang bisa membantu.
Dengan wajah yang menurutnya mengerikan, Hu kini tidak berani melihat cermin atau jalan-jalan di luar rumah. Namun kondisi tersebut berhasil menarik perhatian media lokal dan akhirnya dua stasiun televisi, Zhengzhou Evening News dan Hunan Television, menawarkan untuk membantunya beriklan untuk mencari penyembuhan.
Sumber:detikNews
Label:
Anak,
China,
dokter.,
keriput kulit,
nenek,
pengobatan,
penyakit,
televisi,
wajah
Jumat, 15 Februari 2013
Misterius! Bayi Hilang di Kamar Saat Pintu Rumah Terkunci
9G29 RINI DEWINI
Liputan6.com, Sukabumi : Bayi bernama Muhammad
Andika Pratama (9 bulan) di Sukabumi, Jawa Barat, tiba-tiba hilang secara
misterius dari tempat tidurnya. Andika hilang saat hendak disusui ibunya, Eva
Nuryana.
Andika menghilang saat Eva dan suaminya, Edo, dan anak pertama mereka tengah tertidur lelap di dalam kamar. Di malam yang sunyi itu, tiba-tiba Andika menangis. Eva pun terbangun untuk mengganti popok Andika. Kemudian Eva bergegas ke dapur dan menyiapkan susu untuk Andika.
"Habis dari dapur, saya terkejut Andika hilang dari tempat tidur," tutur Eva di kediamannya, Sukabumi, Jumat (15/2/2013).
Dengan panik dan cemas, Eva dan Edo mencari Andika di setiap ruangan. Namun anak bungsu dari 2 bersaudara itu tetap tak ditemukan.
Mengetahui Andika menghilang, Eva jatuh pingsan. Tak lama kemudian warga berdatangan ke rumah Eva dan Edo di Kampung Selajambe, Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Warga menggotong Eva ke dalam kamarnya untuk diberikan pertolongan.
Ketika Eva siuman, meski masih terpukul Eva mengungkapkan keheranannya Andika hilang dari rumah. Menurutnya, saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan terkunci, sehingga tak mungkin ada orang lain masuk. Warga meyakini Andika hilang diambil makhluk gaib.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Hari Santoso mengatakan, polisi tengah melakukan penyelidikan terhadap hilangnya Andika. Polisi juga memeriksa beberapa saksi dan meminta keterangan dari Eva dan Edo.
"Kasus hilangnya Andika secara misterius sedang kami selidiki," ucap Hari saat mendatangi rumah Eva. (Frd).
Andika menghilang saat Eva dan suaminya, Edo, dan anak pertama mereka tengah tertidur lelap di dalam kamar. Di malam yang sunyi itu, tiba-tiba Andika menangis. Eva pun terbangun untuk mengganti popok Andika. Kemudian Eva bergegas ke dapur dan menyiapkan susu untuk Andika.
"Habis dari dapur, saya terkejut Andika hilang dari tempat tidur," tutur Eva di kediamannya, Sukabumi, Jumat (15/2/2013).
Dengan panik dan cemas, Eva dan Edo mencari Andika di setiap ruangan. Namun anak bungsu dari 2 bersaudara itu tetap tak ditemukan.
Mengetahui Andika menghilang, Eva jatuh pingsan. Tak lama kemudian warga berdatangan ke rumah Eva dan Edo di Kampung Selajambe, Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Warga menggotong Eva ke dalam kamarnya untuk diberikan pertolongan.
Ketika Eva siuman, meski masih terpukul Eva mengungkapkan keheranannya Andika hilang dari rumah. Menurutnya, saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan terkunci, sehingga tak mungkin ada orang lain masuk. Warga meyakini Andika hilang diambil makhluk gaib.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Hari Santoso mengatakan, polisi tengah melakukan penyelidikan terhadap hilangnya Andika. Polisi juga memeriksa beberapa saksi dan meminta keterangan dari Eva dan Edo.
"Kasus hilangnya Andika secara misterius sedang kami selidiki," ucap Hari saat mendatangi rumah Eva. (Frd).
Sumber: Liputan6.com
Sabtu, 09 Februari 2013
KECELAKAAN di Tegal Gubug
9A30 SAHNAZ TIARA HANNUM
beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan di Tegal Gubug,kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. saat seorang anak punk ingin menyebrang jalan dengan teman-temannya akan tetapi ia tidak menengok keadaan di sekelilingnya tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi, akhirnya si anak punk tersebut tertabrak, beruntung polisi segera datang dan seorang anak punk tersebut tidak mengalami luka yang serius dan langsung membawa korban ke puskesmas terdekat, dan mobil tersebut langsung di amankan oleh polisi.
Selasa, 05 Februari 2013
Anak Sekarang Banyak yang tak Bisa Baca Alquran, Ini Buktinya
9H18 IQBAL MOHAMMAD ABDUL GHONI
Anak Sekarang Banyak yang tak Bisa Baca Alquran, Ini Buktinya
Senin, 28 Januari 2013, 03:06 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU---Banyak siswa di Kabupaten Mamuju
Provinsi Sulawesi Barat tidak bisa membaca Al-quran, sehingga harus
dicarikan solusi pemerintah.
"Ini menjadi keprihatinan kita semua dengan banyaknya siswa yang tidak bisa membaca Al-quran di Mamuju," kata anggota DPRD Mamuju, Hajrul Malik.
Ia mengatakan, berdasarkan data kementerian agama Mamuju dari sekitar 14.000 siswa di Mamuju pada tingkat SD, SMP dan SLTA yang diuji bacaan Alqurannya, hanya sekitar 400 orang siswa yang dinyatakan lulus atau bisa Baca Alquran.
Menurut dia, kondisi itu sangat memprihatinkan sehingga pemerintah di Mamuju harus meningkatkan jumlah taman pengajian Al-quran guna memberikan pelajaran tata cara baca Al-quran bagi peserta didik.
"Ini tak bisa dibiarkan harus ada solusi ini menjadi sebuah kemunduran bagi rasa keagamaan kita, sehingga pemerintah harus melakukan secepatnya program peningkatan jumlah taman pengajian alquran sebagai solusi," katanya.
Ia berharap pemerintah tidak berdiam diri dengan kondisi itu sehingga selain wadah yang disiapkan seperti taman pengajian Al-quran tenaga pendidik membaca Alquran juga harus disiapkan agar tidak ada lagi masyarakat kita yang buta dalam membaca Alquran.
Hajrul juga mengatakan, DPRD Mamuju akan segera membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang baca tulis alquran sebagai regulasi atau aturan dalam rangka menekan jumlah masyarakat yang tidak mau mengaji.
"Tahun ini ranperda tentang baca tulis Alquran tersebut akan kita susun dan diharapkan dapat disahkan menjadi perda tahun ini pula, sehingga dukungan pemerintah sangat dibutuhkan pula dalam penyusunannya," katanya.
"Ini menjadi keprihatinan kita semua dengan banyaknya siswa yang tidak bisa membaca Al-quran di Mamuju," kata anggota DPRD Mamuju, Hajrul Malik.
Ia mengatakan, berdasarkan data kementerian agama Mamuju dari sekitar 14.000 siswa di Mamuju pada tingkat SD, SMP dan SLTA yang diuji bacaan Alqurannya, hanya sekitar 400 orang siswa yang dinyatakan lulus atau bisa Baca Alquran.
Menurut dia, kondisi itu sangat memprihatinkan sehingga pemerintah di Mamuju harus meningkatkan jumlah taman pengajian Al-quran guna memberikan pelajaran tata cara baca Al-quran bagi peserta didik.
"Ini tak bisa dibiarkan harus ada solusi ini menjadi sebuah kemunduran bagi rasa keagamaan kita, sehingga pemerintah harus melakukan secepatnya program peningkatan jumlah taman pengajian alquran sebagai solusi," katanya.
Ia berharap pemerintah tidak berdiam diri dengan kondisi itu sehingga selain wadah yang disiapkan seperti taman pengajian Al-quran tenaga pendidik membaca Alquran juga harus disiapkan agar tidak ada lagi masyarakat kita yang buta dalam membaca Alquran.
Hajrul juga mengatakan, DPRD Mamuju akan segera membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang baca tulis alquran sebagai regulasi atau aturan dalam rangka menekan jumlah masyarakat yang tidak mau mengaji.
"Tahun ini ranperda tentang baca tulis Alquran tersebut akan kita susun dan diharapkan dapat disahkan menjadi perda tahun ini pula, sehingga dukungan pemerintah sangat dibutuhkan pula dalam penyusunannya," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)


