Tampilkan postingan dengan label monas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Anas Masih Ingat Janjinya Siap Digantung di Monas

9C28 RACHMAT RAHADI

 Anas Masih Ingat Janjinya Siap Digantung di Monas

 

 Anas Masih Ingat Janjinya Siap Digantung di Monas

















Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, pernah mengeluarkan pernyataan kontroversial, saat namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang.
Ketika itu, Anas menyatakan siap digantung di Monas, jika terbukti ikut korupsi atau menerima suap dalam kasus Hambalang.
Kini, setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus tersebut, masihkah Anas ingat dengan janji digantung di Monas?
"Tentu saja saya ingat," kata Anas, dalam wawancaranya yang disiarkan di Metro TV, Rabu (27/2/2003) malam WIB.
Mantan Ketua Umum PB HMI menuturkan, saat mengeluarkan pernyataan itu, ia sama sekali tidak bercanda atau bermain-main.
Janji digantung di Monas, kata Anas, adalah bentuk keyakinan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dengan proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang.
"Sejak dulu saya diajarkan oleh orangtua untuk berpikir dulu, baru berbicara. Berpikir, yakin, baru bicara. Menurut saya, ajaran itu masih relevan hingga sekarang, bahkan hingga nanti," paparnya. (*)
SUMBER:  tribunnews.com

Anas: 'Gantung Anas di Monas' Bukan Ucapan Spontanitas

 'Gantung Anas di Monas' Bukan Ucapan Spontanitas
 9B 33 SAFRUDIN
Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum masih ingat dengan ucapannya, siap digantung di Monumen Nasional (Monas) jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek Hambalang. Dia pun menyatakan kata-kata itu bukan ungkapan spontan, melainkan sudah dipikirkan secara matang sebelum dilontarkan ke publik.

"Saya yakin betul, saya diajarkan begitu. Pasti Mas Aiman (wartawan Kompas TV) juga diajarkan, berpikir dulu baru bicara, yakin dulu baru bicara. Karena itu, ya saya berpikir dulu dan saya yakin itu didasarkan pada keyakinan," ujar Anas pada menit terakhir wawancara dengan Kompas TV di kediamannya, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (28/2/2013) siang.

Anas kembali menegaskan, ucapan itu dikatakannya sebab ia yakin tidak terlibat dalam kasus Hambalang. "Tetapi, ya kalau mau dicari-cari, dihubung-hubungkan silakan saja. Tapi, saya yakin betul tidak ada kaitan apa-apa dengan apa yang disebut sebagai proyek Hambalang," tegasnya.

Berkali-kali pernyataan ini dipertanyakan, Anas tetap kukuh dengan jawabannya. Mantan Ketua PB HMI itu terus menjawab "yakin" dengan singkat.

Anas juga menyatakan siap menerima konsekuensi hukum. "Oh, tentu. Tentu harus siap. Tugas, profesi, dan tindakan-tindakan apa pun, Anda harus siap dengan risiko dan konsekuensi. Harus bisa dipertanggungjawabkan dan mempertanggungjawabkannya. Itu prinsip hidup yang harus dipegang," ujar dia.

SUMBER:kompas.com