Tampilkan postingan dengan label BUMD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMD. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

SKK Migas Tolak Rencana Pertamina Jual Blok Mahakam

 9D19 LILIS



Liputan6.com, Jakarta : Keinginan PT Pertamina (Persero) mengambilalih Blok Mahakam di Kalimantan Timur secara penuh menuai penolakan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Instansi ini tak berkenan dengan rencana Pertamina menjual pengelolaan Blok Mahakam ke pihak lain jika mendapatkan 100% hak atas sumber energi tersebut.

"Saya menolak dan menyayangkan niat tersebut," kata Sekretaris SKK Migas, Gde Prdyana, dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (22/2/2013).

Menurut Gde, penolakan tersebut karena SKK Migas tidak menginginkan penjualan aset ke tangan kedua. Ini berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Saat ini ditengarai BUMD yang diberikan participating interest (PI) ternyata juga menjual PI tersebut ke
pihak lain.

Dia mengungkapkan, cita-cita SKK Migas memberikan PI sebesar 10% kepada daerah agar bisa menikmati dan memiliki blok migas yang berada di wilayahnya.

Melalui kepemilikan maka pemerintah daerah (pemda) melalui BUMD dapat ikut mengelola dan mengawasi langsung kinerja maupun keuangan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) tersebut.

"Tapi kalau dijual ke pihak lain maka daerah tentu tidak akan mendapatkan manfaat seperti yang diharapkan tadi. Kita tidak ingin hal itu juga dilakukan oleh Pertamina," ungkap Gde.

Vice Presiden PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir, baru-baru ini, mengatakan jika Pertamina kebagian pengelolaan 100% Blok Mahakam, kemudian ada KKKS yang juga ingin mengelola blok tersebut maka Pertamina bersedia menjualnya dan hasilnya akan diberikan ke negara.

"Untuk Mahakam, kita sebenarnya ingin mekanisme tidak diperpanjang kontrak, diberikan 100 %. Kemudian Pertamina sharedown ke Total, atau pihak lain yang berminat," ujar Ali. (Pew/Nur)

Sumber: Liputan6

Kamis, 31 Januari 2013

AHOK INGIN BANGUN HOTEL DI SEKITAR MUSEUM FATAHILLAH

9B08 BRIAN NUR FAHMI


Untuk menarik peningkatan jumlah wisatawan di Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama ingin membangun hotel di sekitar Museum Fatahillah. Pria yang akrab disapa Ahok ini juga tengah menyiapkan rehabilitasi atas bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya.

Demi mendukung langkah itu, Ahok akan memerintahkan jajarannya untuk segera merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan dan minuman yang berdekatan dengan Cafe Batavia. Sementara, khusus PKL non makanan tidak dipindahkan.

"Resto yang ada di sana hanya Cafe Batavia, kalau Batavia sukses, maka akan bangun hotel," kata Ahok saat menggelar rapat dengan Dinas UKM, Dinas Pariwisata, Dinas Energi dan Perindustrian, Dinas Kebersihan, LSM dan perwakilan PKL Museum Fatahillah di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (1/1).

Dalam desain yang disiapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan empat cluster atau zona di kawasan Kota Tua. Khusus cluster II, lokasi ini akan diberikan kepada PKL yang menjual non makanan dan minuman seperti pakaian atau aksesoris.

Tidak hanya itu, Ahok meminta selama penataan juga disediakan jalan khusus kendaraan roda empat untuk menurunkan atau menaikkan penumpang. Pembangunan jalan bisa dibuat dalam bentuk valet, dengan demikian Cafe Batavia mudah dijangkau pengunjung.

"Saya pikir di situ ada jalan mobil, mesti pakai valet atau apa untuk nurunin penumpang. Mesti ada sisi sebelah PKL, kalau ditutup bisa merugi Batavia dan selesai kita," pintanya.

Dalam pelaksanannya nanti, anggaran pembangunan tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013. Pembiayaan akan memakai dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Sumber: merdeka.com
http://www.merdeka.com/jakarta/ahok-ingin-bangun-hotel-di-sekitar-museum-fatahillah.html