Tampilkan postingan dengan label zat kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zat kimia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Alkohol Sebabkan 1 dari 30 Kematian Kanker


ADE AAN ANIYATI 9C 01

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol terkait dengan setiap 1 dari 30 kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Kaitan tersebut tampak nyata pada kasus kanker payudara.

Sekitar 15 persen kematian akibat kanker payudara diketahui terkait dengan konsumsi alkohol.

"Alkohol sebenarnya merupakan agen penyebab kanker tetapi tidak begitu kentara karena orang tak menyadarinya," kata Dr.David Nelson, direktur Cancer Prevention Fellowship Program.

Orang yang sering mengonsumsi alkohol beresiko tinggi terkena kanker. Meski begitu tidak ada batasan aman untuk menggunakan alkohol, termasuk orang yang minum dalam jumlah sedang yang selama ini dinilai bermanfaat untuk jantung.

"Sebaiknya orang yang memahami mereka beresiko kanker mulai mengurangi konsumsi alkoholnya. Makin sedikit, makin rendah risikonya," kata Nelson.

Untuk mengetahui kaitan antara minum alkohol dan kanker, Nelson dan timnya mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk survei nasional penggunaan alkohol.

Selain kanker payudara pada wanita, kanker mulut, tenggorokan dan esofagus adalah jenis kanker yang dikaitkan dengan konsumsi alkohol pada pria. Tiap tahunnya tercatat 6000 kematian akibat kanker tersebut.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa hobi menenggak alkohol adalah faktor risiko kanker mulut, tenggorokan, esofagus, liver, kolon, rektum, dan kanker payudara pada wanita.

Menurut para ahli dari the American Cancer Society, belum jelas sepenuhnya bagaimana alkohol meningkatkan risiko kanker.

Alkohol diyakini bertindak seperti zat kimia yang iritan pada sel sensitif dan memicu kerusakan DNA. Selain itu alkohol juga bertindak seperti pelarut untuk karsinogen lain, misalnya yang ditemukan dalam rokok, sehingga zat karsinogen itu bisa masuk sel lebih mudah.

Alkohol juga diduga memengaruhi hormon-hormon penting, seperti estrogen sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

"Jika Anda bukan peminum alkohol, jangan memulainya. Namun jika Anda adalah peminum, mulailah membatasi," katanya.

Meski alkohol terbukti terkait dengan kanker, namun tembakau masih menjadi faktor kuat dalam kematian kanker. Setiap tahunnya 100.000 kematian karena kanker dipicu oleh kebiasaan merokok.

Sumber: kompas

Jumat, 25 Januari 2013

PENCEMARAN LINGKUNGAN

9G06 ARIYANTI


Pencemaran ditandai dengan adanya bahan pencemar dalam suatu lingkungan yang berlebihan sehingga mengganggu kesehatan manusia. Bahan-bahan pencemar bisa dari sampah, zat kimia, virus, dan lain-lain. Pencemaran itu terjadi secera alami atau akibat ulah manusia.

Pencemaran sendiri terdiri dari pencemaran air, udara, dan tanah. Pencemaran air terjadi bila air terdapat bahan pencemar sehingga kualitas air tidak bisa di manfaatkan lagi. Syarat air yang layak untuk di konsumsi adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak mengandung zat yang berbahaya. Pencemaran udara terjadi bisa dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan peristiwa kebakaran. Pencemaran tanah bisa dari sampah terutama plastik, sisa botol, dan pecahan keramik.

Penyebab dari pencemaran ini akan berdampak pada manusia, tumbuhan, dan hewan. Cara mencegahnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, dan melakukan penghijauan. 

Cara agar lingkungan kita tidak tercemar dengan mengolahnya terlebih dahulu. Contoh: mengolah sampah plastik menjadi benda yang bermanfaat seperti menjadi tas, payung, dll, mengolah limbah pabrik sebelum di buang ke sungai, menam pohon atau tamanan kecil di pot.