Tampilkan postingan dengan label DPD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

PNS Alih Profesi Jadi Politikus, DPR: Tidak Boleh Coba-Coba

9B12 GIAN RAJU HIDAYATULLAH


Liputan6.com, Jakarta : Pegawai Negeri Sipil (PNS) boleh mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Namun, ada syaratnya.

"Kalau mereka mau beralih dari jabatan mereka dan masuk ke dunia politik, maka peralihan itu tidak boleh coba-coba," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Almuzzammil Yusuf di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Yusuf menegaskan, setiap PNS yang ingin mencalonkan dirinya sebagai anggota DPD, wajib hukumnya untuk mengundurkan dirinya dari statusnya pegawai negerinya.

"Syarat ini mutlak bagi mereka yang mau menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)," ucap Yusuf.
Dia menuturkan, tak ada pelarangan untuk PNS beralih profesi menjadi politikus, misalnya dengan menjadi anggota DPD. Namun, PNS tersebut harus siap dengan berbagai konsekuensi di atas ketika menjabat sebagai anggota DPD.

"Itu pilihan hidup dia. Jadi, sekali lagi jangan coba-coba," tutur dia.

Yusuf menuturkan, syarat undur diri PNS sebelum berangkat ke DPD ini penting untuk mengantisipasi adanya keserakahan yang muncul karena dobel jabatan.

"Ketegasan itulah yang diinginkan dalam undang-undang ini. Orang tidak boleh coba-coba. Jangan nanti kalau tidak terpilih, balik lagi jadi PNS. Kami tidak mau seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, 2 PNS di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), Noorwahidah dan Zainal Ilmi, mengajukan uji materi terhadap Pasal 12 huruf K dan Pasal 68 ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

2 Pasal tersebut mewajibkan seluruh pegawai negeri baik sipil dan militer untuk mengundurkan diri dari jabatannya saat akan mengajukan diri sebagai calon dalam pemilu. (Ndy)

Sumber: Liputan6.com

Minggu, 24 Februari 2013

Presiden Hadir di Perayaan Cap Go Meh

9D28 RUKHANIAH ZEN
Presiden Hadir di Perayaan Cap Go Meh
JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Cap Go Meh dilaksanakan dengan meriah di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (24/2). Acara ini dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Acara ini sudah diadakan sejak tahun 2008. Setiap acara, Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono secara berturut-turut memang selalu hadir," kata Murdaya W Poo, Ketua Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa (FBIT) di tempat acara.
Murdaya mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun ke-6 perayaan Cap Go Meh yang diselenggarakan FBIT. Tema yang diusung pada kegiatan tahun baru Imlek ke 2.564 ini adalah Majulah Indonesiaku. Dalam perayaan Imlek kali ini, penyelenggara akan menampilkan drama musikal bertajuk 'Imlek Turut Berperan Serta Memajukan Indonesia'. Drama ini menggambarkan semangat patriotik, toleransi, dan integrasi suku-suku di Indonesia.
Para tamu undangan yang hadir di antaranya ada sejumlah anggota DPR/MPR, DPD, duta besar negara sahabat, tokoh lintas agama, dan berbagai perwakilan dari masyarakat lintas etnis dan golongan.
Presiden yang mengenakan batik warna unggu datang sekitar pukul 19.30 WIB. Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhamad Nuh, juga tampak hadir pada acara itu.

                                                                                                         KOMPAS.COM

Minggu, 10 Februari 2013

Tak Hadir di Rumah SBY, Ternyata Anas Sakit Flu


9B24 MOHAMMAD NURUDIN

JAKARTA- Politikus Partai Demokrat, Mirwan Amir menjenguk Anas Urbaningrum. Selama dua jam berada di rumah Anas di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Mirwan mengatakan jika koleganya itu sakit flu.

"Pak Anas sakit flu tapi saat ini kondisi Pak Anas sudah agak membaik. Hanya saja Pak Anas membutuhkan istirahat yang banyak," kata Mirwan sambil tergesa-gesa masuk ke dalam mobil Toyota Alfard, Senin (11/10/2013).

Di dalam rumah, Amir mengaku sempat berbicang dengan Anas sambil menonton televisi. Namun, dia enggan menjelaskan isi perbincangan itu. "Kami tadi sudah ngobrol banyak hal. Pak Anas sudah bisa nonton TV juga," tuturnya.

Semalam, 33 ketua DPD Partai Demokrat hadir di rumah Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka berkumpul guna menandatangani pakta integritas. Namun, di sela konfrensi pers, SBY mengatakan, Anas berhalangan hadir karena sedang sakit.
(trk)

Sumber:OKEZONE