Tampilkan postingan dengan label kembali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kembali. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

Gerrard-Lampard Bersinar Lagi

9E  33 TITIK APRILLIYANI







Jakarta - Musim ini setidaknya jadi pembuktian bagi dua gelandang gaek Inggris, Steven Gerrard dan Frank Lampard, bahwa mereka memang belum habis dan bisa jadi nyawa permainan tim seperti yang dilakukan sebelumnya.

Gerrard dan Lampard relatif dalam 1-2 musim terakhir memang tak begitu bersinar. Selain karena umur yang kian bertambah (Gerrard 32 tahun, Lampard 34), keduanya juga dihantam cedera yang membuat penampilannya menurun.

Musim lalu Gerrard cuma tampil 18 kali di liga dan membuat lima gol. Di musim sebelumnya perolehan golnya hanya empat dari 21 kali main.

Namun di musim ini bersama Liverpool yang tengah membangun lagi bersama manajer baru, Brendan Rodgers, justru Gerrard bisa jadi "bapak" di antara anak-anak muda di skuat itu. Perannya sentral lagi dan ia jadi satu-satunya pemain Liverpool yang tak pernah absen dan selalu bermain penuh di 25 laga.

Bebas cedera juga membuat Gerrard mampu tampil ciamik dengan menyumbangkan enam gol serta sembilan assist --- jumlah assist terbanyak saat ini di Premier League bersama Lukas Podolski. Total akurasi passing-nya mencapai 86,4 persen: 1.440 sukses dari 1.667 percobaan.

Yang menarik dicermati adalah perubahan posisi Gerrard dalam formasi yang diterapkan Rodgers. Meski beberapa kali masih maju ke depan membantu penyerangan, justru Gerrard lebih banyak bermain ke dalam musim ini.

WhoScored mencatat ia 14 kali tampil sebagai gelandang tengah dengan membuat tiga gol dan tiga assist. Ia juga sempat bermain sebagai gelandang bertahan dan statistiknya justru lebih bagus: tiga gol juga, plus enam assist.

Tak lagi banyak membantu serangan, Gerrard kini lebih berperan menjaga kedalaman tim bersama Lucas Leiva demi menyeimbangkan tim terkait permainan menyerang Rodgers yang mengutamakan penguasaan bola.

Lalu bagaimana Lampard? Tampaknya gelandang senior Chelsea ingin terus memberi bukti kepada manajemen Chelsea bahwa ia masih pantas diberi perpanjangan kontrak dan bersaing dengan gelandang-gelandang muda di tim itu.

Musim ini ia banyak absen karena dibekap cedera namun catatan 10 gol dari 17 laga berlalu tentu tak buruk bagi pemain yang kerap dirotasi itu. Cedera Oriel Romeu plus perginya John Obi Mikel jadi berkah tersendiri baginya.

Bersama Ramires di lini tengah, ia mirip Gerrard di Liverpool, menjaga keseimbangan tim di mana Chelsea punya empat pemain depan yang begitu dahsyat. Sesekali Lampard maju membantu penyerangan. Jumlah golnya pun saat dia menjadi gelandang bertahan lebih bagus dengan delapan gol dan satu assist.

Lampard hanya butuh enam gol lagi untuk menyamai rekor Bobby Tambling (203 gol) sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub asal London Barat itu.

Satu lagi di pekan ke-25 ini baik Gerrard dan Lampard sama-sama bikin gol lewat trademark masing-masing. Lampard membobol gawang Newcastle United lewat sebuah sepakan keras dari luar kotak penalti, meski tidak membawa Chelsea menang -- bahkan kalah 2-3 dari Newcastle United.

Sementara Gerrard di laga kontra Manchester City semalam menaklukkan Joe Hart lewat sepakan voli keras, juga dari luar kotak penalti.

Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Dengan performa kedua pemain saat ini, baik Liverpool maupun Chelsea tentu berharap banyak bisa terangkat performanya lagi plus posisi di klasemen, sama seperti yang selalu Gerrard dan Lampard lakukan sebelumnya.

Satu lagi, kedua pemain juga diikutsertakan dalam skuat Inggris untuk laga friendly kontra Brasil midweek ini sebagai peringatan 150 tahun FA. Lampard sendiri di ambang caps ke-100 bersama The Three Lions.

sumber :
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2013/02/04/113347/2160337/72/gerrard-lampard-bersinar-lagi

Rabu, 23 Januari 2013

Ekonomi Global Segera Pulih

9I27 SRI ANISAH



DAVOS, Keseriusan para pemimpin dunia, politisi, akademisi, dan eksekutif puncak perusahaan mencari solusi untuk menangani krisis di Eropa dan Amerika Serikat mulai melahirkan sikap optimistis. Kondisi perekonomian global diyakini akan segera pulih dalam kuartal pertama tahun 2013.

Demikian hasil jajak pendapat Forum Ekonomi Dunia yang melibatkan 390 ahli berlatar belakang pemerintahan, bisnis, sampai akademisi yang diterima di Davos-Klosters, Swiss, Rabu (23/1/2013), seperti dilaporkan wartawan Kompas Hamzirwan dari Davos, pagi ini.
Forum Ekonomi Dunia merupakan lembaga nirlaba yang didirikan Profesor Clauss Schwab, penyelenggara pertemuan tahunan terkemuka yang melibatkan para pemimpin global.
"Keyakinan pertama hasil Indeks Ekonomi 2013 memberi kita beberapa alasan untuk optimistis walaupun angka tersebut masih di wilayah negatif secara keseluruhan. Kita membutuhkan kepemimpinan yang dinamis untuk mendorong perekonomian ke depan dan mengatasi tantangan," kata Direktur Senior Dewan Agenda Jaringan Global Forum Ekonomi Dunia Martina Gmur.
Indeks Keyakinan Ekonomi naik dari 0,38 menjadi 0,43 dalam skala 0-1. Poin ini mendekati sikap optimistis berkat beberapa sinyal positif dari Zona Eropa dan pengambilan keputusan berkait jurang fiskal di Amerika Serikat.
Responden yang pesimistis terhadap masa depan kondisi perekonomian global berkurang dari 56 persen dalam kuartal terakhir tahun 2012 menjadi 43 persen. Meski masih ada 34 persen responden yang bersikap netral, jumlah responden yang meyakini perekonomian segera pulih meningkat dari 17 persen menjadi 23 persen.
Indeks Keyakinan Global adalah inisiatif penelitian yang menargetkan satu kelompok besar pakar internasional yang fokus pada pemantauan tren kunci, mengidentifikasi risiko global, dan memetakan keterkaitan mereka.
Laporan pertama dirilis September 2011. Indeks ini diluncurkan menjelang pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia 2013 di kota tertinggi di Eropa, Davos-Klosters, yang mengambil tema "Kekenyalan Dinamis (Dinamism Resilience)".
Para peserta akan membahas sejumlah isu seperti tantangan globalisasi, pertumbuhan ekonomi, politik kawasan, hubungan antarwilayah, agenda pembangunan setelah tahun 2015, dan nilai-nilai kepemimpinan. Sedikitnya 2.500 peserta hadir dalam pertemuan tahun ini.
Sedikitnya 50 kepala negara atau pemerintahan juga hadir bersama lebih dari 1.500 pemimpin bisnis terkemuka dunia. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Chatib Basri, dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akan berbicara dalam forum ini.
Kementerian Perdagangan juga memanfaatkan forum yang dihadiri sedikitnya 1.500 pemimpin negara, politisi, perusahaan multinasional, akademisi, dan tokoh sosial ini dengan menyelenggarakan Indonesian Night.
Agenda pameran budaya sekaligus ajang temu bisnis tersebut diselenggarakan pada Kamis malam ini di Hotel Morosani yang berdekatan dengan gedung pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos Klosters.
Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan Arlinda Imbangjaya menjelaskan, Indonesian Night akan menampilkan pertunjukan seni budaya tradisional dan produk kreatif Indonesia.


Sumber:KOMPAS