Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Diet DASH

9D07 DINI LISDAYANTI

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah melalui perubahan pola makan, yaitu dengan cara Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

Umumnya, dokter menyarankan untuk memasukkan DIET DASH ke dalam gaya hidup, yang mana meliputi lebih banyak buah, sayur, produk susu rendah lemak, lebih mengutamakan konsumsi gandum, ikan, kacang-kacangan, serta makanan yang kaya magnesium, kalium dan kalsium.

Meski begitu jumlah porsi untuk makanan ini bervariasi tiap pasien. Berdasarkan studi, pasien yang melakukan Diet DASH mampu mengurangi tekanan darahnya dalam waktu 2 minggu.

Langkah yang dilakukan dalam menerapkan Diet DASH

Untuk pertama kali, mulailah secara perlahan dan membuat perubahan secara bertahap seperti mengonsumsi 1 sendok teh garam per hari. Kemudian setelah tubuh bisa menyesuaikan dengan pola diet yang ada maka asupan garamnya dikurangi lagi.

Jumlah garam yang dikonsumsi ini sudah meliputi semua makanan yang dikonsumsi, jadi termasuk garam dari produk makanan, garam dari makanan yang dimasak atau ditambahkan saat makan.

Berikut ini beberapa tips untuk membantu memulai diet DASH, yaitu:

1. Menambahkan porsi sayuran saat makan siang dan makan malam
2. Menambahkan satu porsi buah-buahan baik sebagai makanan atau cemilan
3. Gunakan setengah porsi mentega atau margarin, dan menggunakan bumbu yang rendah atau bebas lemak
4. Membatasi konsumsi daging hanya 6 ons per hari, cobalah memperbanyak sayuran dan kacang-kacangan kering
5. Sebagai camilan, pilihlah kacang-kacangan, yoghurt rendah atau bebas lemak, popcorn polos tanpa mentega, sayuran seperti baby wortel dan potongan buah
6. Membaca label makanan dengan hati-hati untuk memilih produk yang rendah garam.

sumber: detik

Senin, 21 Januari 2013

BANJIR SAMPAH DI OTISTA



9C28 ELISAH SAJAH

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir hampir satu pekan yang melanda Jakarta menyisakan sampah-sampah yang menggunung di Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista), Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sampah yang terdiri dari kayu, plastik, gabus, kursi, sofa, kasur, sampai lemari pun tertumpuk di pinggir jalan.

Menurut Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Jatinegara Niman Kaning, sampah-sampah yang terdapat di Jalan Otista ini sejak Minggu (20/1) sore memang dikumpulkan di pinggir jalan untuk mempermudah pengangkutan.

"Dikumpulkan di sini supaya mudah diangkut. Dari kemarin sore pas banjir mulai surut warga gotong royong membersihkan rumah-rumah mereka kemudian mengumpulkannya di sini. Sampah-sampah ini, kan, bukan cuma dari warga, melainkan juga yang hanyut dari misalkan Depok atau Bogor," kata Niman, Senin (21/1/2013) di lokasi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur Apul Silalahi mengatakan, sejak Minggu pihaknya sudah mulai mengangkut sampah yang terbawa genangan air saat banjir melanda Jakarta hampir satu pekan.

"Kemarin sore kami angkat 40 kubik sampah yang bertumpuk di depan Jalan Otista, sedangkan hari ini kami sudah angkut 160 kubik sampah dengan menggunakan 4 truk Sudin Kebersihan, 2 truk tronton, dan 5 pikap kebersihan," ujar Apul.

Dia memaparkan, terkait pengangkutan sampah di kawasan tersebut, pihaknya saat ini menurunkan sekitar 100 pekerja untuk mengangkat sampah. Pembersihan ini rencananya akan dilakukan sampai tuntas dan untuk mempercepat prosesnya akan digunakan alat berat.

"Kemungkinan pengangkutan sampah di Jalan Otista ini bisa mencapai satu minggu sebab sampah yang berada di jalan tersebut belum seluruhnya menumpuk, bisa saja terjadi sampah tambahan karena sebagian tenda darurat bagi pengungsi masih ada, dan juga sampah dari rumah warga," kata Apul.

Editor :Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Sumber: KOMPAS