Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Mirip Lionel Messi, Modal Jokowi Nyapres 2014

Mirip Lionel Messi, Modal Jokowi Nyapres 2014

9B 36 SAIFUL RIVAI
Ibarat pemain sepak bola, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) diibaratkan seperti Lionel Messi asal klub Barcelona.

Hal itu dikatakan Pengamat politik dari Universitas Indonesia Effendi Ghazali setelah memperhatikan gaya blusukan Jokowi yang mirip dengan Messi saat bermain bola.

"Melihat blusukan Jokowi mirip Messi, kejar bola kemana-mana tapi mencetak tidak. Yang penting blusukannya," ujar Effendi usai peluncuran buku berjudul 'Bola Politik dan Politik Bola Kemana Arah Tendanganya' karya Tjipta Lesmana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Bahkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) nama Jokowi lebih populer dibandingkan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Dengan blusukan dia mengalahkan Megawati dan Prabowo," tuturnya.

Dengan begitu, sambung Effendi, bukan tak mungkin Jokowi bisa masuk dalam bursa capres di Pemilu 2014 mendatang.

Sebelumnya, nama Jokowi sempat digang-gadang untuk maju dalam bursa capres di 2014 mendatang. Namun Jokowi membantah dirinya akan maju sebagai capres.

"Saya ngurus macet dan banjir saja. Enggak mikir-mikir yang lain," ujar Jokowi saat menerima kedatangan SBY dan rombongan dari Timur Tengah di Pangkalan Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (7/2/2013).

SUMBER:OKEZONE.COM

Mirip Lionel Messi, Modal Jokowi Nyapres 2014

Mirip Lionel Messi, Modal Jokowi Nyapres 2014

9B 36 SAIPUL RIVAI

  Ibarat pemain sepak bola, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) diibaratkan seperti Lionel Messi asal klub Barcelona.

Hal itu dikatakan Pengamat politik dari Universitas Indonesia Effendi Ghazali setelah memperhatikan gaya blusukan Jokowi yang mirip dengan Messi saat bermain bola.

"Melihat blusukan Jokowi mirip Messi, kejar bola kemana-mana tapi mencetak tidak. Yang penting blusukannya," ujar Effendi usai peluncuran buku berjudul 'Bola Politik dan Politik Bola Kemana Arah Tendanganya' karya Tjipta Lesmana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Bahkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) nama Jokowi lebih populer dibandingkan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Dengan blusukan dia mengalahkan Megawati dan Prabowo," tuturnya.

Dengan begitu, sambung Effendi, bukan tak mungkin Jokowi bisa masuk dalam bursa capres di Pemilu 2014 mendatang.

Sebelumnya, nama Jokowi sempat digang-gadang untuk maju dalam bursa capres di 2014 mendatang. Namun Jokowi membantah dirinya akan maju sebagai capres.

"Saya ngurus macet dan banjir saja. Enggak mikir-mikir yang lain," ujar Jokowi saat menerima kedatangan SBY dan rombongan dari Timur Tengah di Pangkalan Halim Perdanakusuma JAKARTAIbarat pemain sepak bola, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) diibaratkan seperti Lionel Messi asal klub Barcelona.

Hal itu dikatakan Pengamat politik dari Universitas Indonesia Effendi Ghazali setelah memperhatikan gaya blusukan Jokowi yang mirip dengan Messi saat bermain bola.

"Melihat blusukan Jokowi mirip Messi, kejar bola kemana-mana tapi mencetak tidak. Yang penting blusukannya," ujar Effendi usai peluncuran buku berjudul 'Bola Politik dan Politik Bola Kemana Arah Tendanganya' karya Tjipta Lesmana di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2013).

Bahkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) nama Jokowi lebih populer dibandingkan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Dengan blusukan dia mengalahkan Megawati dan Prabowo," tuturnya.

Dengan begitu, sambung Effendi, bukan tak mungkin Jokowi bisa masuk dalam bursa capres di Pemilu 2014 mendatang.

Sebelumnya, nama Jokowi sempat digang-gadang untuk maju dalam bursa capres di 2014 mendatang. Namun Jokowi membantah dirinya akan maju sebagai capres.

"Saya ngurus macet dan banjir saja. Enggak mikir-mikir yang lain," ujar Jokowi saat menerima kedatangan SBY dan rombongan dari Timur Tengah di Pangkalan Halim Perdanakusuma JAKARTA.

SUMBER:OKEZONE.COM

Kamis, 28 Februari 2013

APBD Cair, Jokowi Datangi Ruang Kerja Basuki



9B24 MOHAMMAD NURUDIN

JAKARTA, KOMPAS.com — Sehari setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2013 dicairkan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo langsung mendatangi ruang kerja Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Ini merupakan kejadian langka karena Jokowi jarang sekali melintas, apalagi berkunjung, ke ruang kerja Basuki selama keduanya berduet memimpin Jakarta. Apa yang dibahas dalam pertemuan itu?

Dijumpai di depan ruang kerja Wakil Gubernur DKI, Jokowi mengaku sengaja mendatangi Basuki di ruang kerjanya untuk membahas pencairan dan distribusi anggaran ke seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD). Jokowi menyampaikan, ia perlu berkoordinasi bersama Basuki untuk menjamin lancarnya aliran dana ke semua SKPD dan UKPD.

Sumber: KOMPAS

Rabu, 27 Februari 2013

Mega Ajak Jokowi Kampanye di Pilgub Sumut


9C17 INNA FARHANIYAH 


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sedang jadi bintang kampanye PDIP. Setelah sukses mendongkrak suara Rieke-Teten di Pilgub Jabar, Jokowi akan dibawa ke Pilgub Sumut.

Pilgub Sumut digelar 7 Maret 2013 mendatang. PDIP mengusung pasangan cagub Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi. PDIP secara resmi telah meminta Jokowi ikut menjadi jurkam.

"Permintaan sudah ada resmi ke Jokowi sebagai kader partai bukan sebagai gubernur. Minggu lalu pun sudah ada tapi Jokowi sakit flu," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Rabu (27/2/2013).

Jokowi akan mendampingi Ketua Umum PDIP kampanye di dua titik di Sumut, kehadiran Jokowi diharapkan bisa mendongkrak suara Efendi. Jokowi gubernur dari PDIP yang paling fenomenal setelah sukses menggulung Fauzi Bowo di putaran dua Pilgub DKI.

"Minggu ini Ibu Megawati kampanye di 2 titik di Sumut bersama Rano Karno dan Rieke Pitaloka, Jokowi juga ikut ditugaskan," kata Tjahjo.

Lalu bagaimana perizinan Jokowi ke Mendagri? "Belum tahu, kan beliau ada proses izin juga, tapi kalau hari Minggu kan hari libur, bisa saja kalau sehat," pungkasnya.

Ada 5 pasang cagub di Pilgub Sumut. Yakni nomor urut 1 Gus Irawan Pasaribu-Soekirman, (2) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi, (3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, (4) Amri Tambunan-RE Nainggolan dan (5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi.









Jumat, 22 Februari 2013

Pekerja di Kawasan Berikat Nusantara Kini Punya Rumah Sakit

9D19 LILIS



Liputan6.com, Jakarta : PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) akan membangun rumah sakit bagi pekerja yang berada di wilayah industri Kawasan Berikat Nusantara. Nilai investasi pembangunan rumah sakit ini mencapai Rp 110 miliar.

Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), Sattar Sabar mengatakan, pembangunan rumah sakit berada di lahan seluas 3,652 meter persegi (m2).

Pembangunan rumah sakit pekerja di Kawasan Berikat Nusantara tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi yang berada di Kantor Pusat PT Berikat Nusantara Cakung, Cilincing Jakarta Utara.

"Ground breaking akan diresmikan langsung Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Gubernur Joko Widodo," kata Sattar, Jumat (22/2/2013).

Dia menuturkan, pembangunan rumah sakit tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pekerja yang berada di Kawasan tersebut.

Pembangunan rumah sakit pekerja ini merupakan sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya antara PT Berikat Nusantara, Jamsostek, Askes, P Bina Karya, P Nindya Karya, dan PT Indrakarya.

Dia mengungkapkan rumah sakit pekerja Berikat Nusantara berdiri di atas lahan seluas 3.652 m2, dengan luas lahan yang dibangun 1.278 m2. Luas lahan terbukanya 2.374 m2 yang meliputi lahan parkir, jalan dan saluran lansekap rumah.

"Jumlah tempat tidur yang tersedia 184 (kelas 2). Luas bangunan 9.000 m2 dengan 8 lantai," ungkap Sattar.

Menurut dia, perancangan rumah sakit pekerja menggunakan konsep Green Hospital, dengan penekanan kepada penggunaan cahaya alam seoptimal mungkin di segala area.

Hijau lansekap yang membantu proses penyembuhan pasien dan penggunaan sistem ventilasi yang menjadi salah satu usaha untuk pencegahan nosokomial pada rumah sakit. (Pew/Nur)

Sumber: Liputan6

Sylviana Murni Siap Jika Diminta Jokowi Jadi Kasatpol PP


9D31 SITI NURBAITILLAH


Jakarta - Sylviana Murni ditunjuk sebagai Plt Kasatpol PP menggantikan Effendi Anas (Effan). Mantan None Jakarta ini mengaku siap jika dirinya benar-benar diminta Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menjadi 'panglima' Satpol PP DKI.

"Saya ini PNS. Kalau PNS itu harus siap ditempatkan di mana saja. Saya hanya menjalankan amanah, kepercayaan, sebagai seorang Muslim. Apa yang dikatakan pimpinan yang penting saya bisa menjalankan amanah," ujar Sylviana usai serah terima jabatan Kasatpol PP Effendi Anas kepada Sekda Fajar Panjaitan di ruang Sekda DKI, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).

Menurut mantan Walikota Jakarta Pusat ini, dia menjadi pejabat pelaksana tugas (plt) karena Kasatpol PP Effendi Anas memasuki masa pensiun. Namun jika Jokowi memintanya menjadi Kasatpol PP definitif, Sylviana tidak mempermasalahkannya.

"Itu hak prerogatif Pak Gubernur," tuturnya.

Selain menjadi Plt Kasatpol, Sylviana juga menyandang jabatan Asisten Pemerintahan. Perempuan ayu ini meminta didoakan agar bisa menjalankan dua jabatan itu.

"Saya akan laksanakan dengan baik," kata wanita berkacamata ini.

Meski sudah ditunjuk menjadi Plt Kasatpol PP, Sylviana belum mendapat pesan dari Jokowi. Dia hanya mendapat pesan dari Sekda DKI.

"Sudah tadi disampaikan (Sekda). Apa yang dijalankan Pak Effan kalau ini baik diteruskan. Kemudian kalau memang perlu dievaluasi ya dievaluasi," ucap Sylviana yang mengenakan baju kebaya encim warna putih dan biru ini.

Effendi Anas menyerahkan tongkat Kasatpol PP pada Sekda DKI karena sudah memasuki usia 60 tahun.

sumber : detikNews

Sylviana Murni Siap Jika Diminta Jokowi Jadi Kasatpol PP


9D31 SITI NURBAITILLAH


Jakarta - Sylviana Murni ditunjuk sebagai Plt Kasatpol PP menggantikan Effendi Anas (Effan). Mantan None Jakarta ini mengaku siap jika dirinya benar-benar diminta Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menjadi 'panglima' Satpol PP DKI.

"Saya ini PNS. Kalau PNS itu harus siap ditempatkan di mana saja. Saya hanya menjalankan amanah, kepercayaan, sebagai seorang Muslim. Apa yang dikatakan pimpinan yang penting saya bisa menjalankan amanah," ujar Sylviana usai serah terima jabatan Kasatpol PP Effendi Anas kepada Sekda Fajar Panjaitan di ruang Sekda DKI, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2013).

Menurut mantan Walikota Jakarta Pusat ini, dia menjadi pejabat pelaksana tugas (plt) karena Kasatpol PP Effendi Anas memasuki masa pensiun. Namun jika Jokowi memintanya menjadi Kasatpol PP definitif, Sylviana tidak mempermasalahkannya.

"Itu hak prerogatif Pak Gubernur," tuturnya.

Selain menjadi Plt Kasatpol, Sylviana juga menyandang jabatan Asisten Pemerintahan. Perempuan ayu ini meminta didoakan agar bisa menjalankan dua jabatan itu.

"Saya akan laksanakan dengan baik," kata wanita berkacamata ini.

Meski sudah ditunjuk menjadi Plt Kasatpol PP, Sylviana belum mendapat pesan dari Jokowi. Dia hanya mendapat pesan dari Sekda DKI.

"Sudah tadi disampaikan (Sekda). Apa yang dijalankan Pak Effan kalau ini baik diteruskan. Kemudian kalau memang perlu dievaluasi ya dievaluasi," ucap Sylviana yang mengenakan baju kebaya encim warna putih dan biru ini.

Effendi Anas menyerahkan tongkat Kasatpol PP pada Sekda DKI karena sudah memasuki usia 60 tahun.

sumber : detikNews

Lagi-lagi, Jokowi 'Juara'-nya


ADE AAN ANIYATI 9C 01

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi kembali menempati peringkat teratas sebagai calon presiden 2014 yang dipilih mayoritas responden dalam survei yang dilakukan Lembaga Survei Jakarta (LSJ). Dalam sejumlah survei lembaga lain, hasil yang didapatkan juga tak jauh berbeda. Jokowi mengungguli sejumlah nama tenar lainnya.

Dalam rilis survei LSJ, Jokowi menempati urutan pertama dengan 18,1 persen, disusul Prabowo Subianto (10,9 persen) dan Wiranto (9,8 persen).
"Jokowi sebagai sosok baru yang diinginkan masyarakat. Hasil survei dia paling tinggi di antara yang lain," ujar Direktur Riset sekaligus peneliti senior LSJ, Rendy Kurnia, dalam jumpa pers hasil survei, Selasa (19/2/2013), di Jakarta.

Di urutan keempat, ada mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (8,9 persen), disusul Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (8,7 persen) dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri (7,2 persen).

Sementara itu, ada sejumlah nama yang dianggap menjadi calon alternatif, yakni Mahfud MD mendapatkan 5,4 persen, Dahlan Iskan 3,6 persen, dan Hatta Rajasa 2,9 persen. Adapun Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh hanya 2,5 persen, disusul Rhoma Irama sebesar 1,7 persen. Perolehan suara terkecil diraih Muhaimin Iskandar sebesar 1,1 persen dan Anas Urbaningrum 0,5 persen.

Survei LSJ dilakukan tanggal 9-15 Februari 2013 di 33 provinsi dengan responden 1.225 orang dan margin of error 2,8 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Pertanyaan yang diajukan kepada para responden adalah "Siapakah calon presiden yang akan dipilih seandainya pemilu dilaksanakan sekarang?"

Sebelumnya, Jokowi juga menempati posisi teratas dalam survei Pusat Data Bersatu yang dirilis pertengahan Januari lalu. Dalam survei tersebut, elektabilitas Jokowi sebesar 21,2 persen. Kemudian, disusul Prabowo Subianto sebesar 18 persen dan Megawati Soekarnoputri 13 persen. Posisi keempat ditempati Rhoma Irama dengan 10,4 persen. Rhoma berhasil mengungguli Aburizal Bakrie (9,3 persen) disusul Jusuf Kalla dengan 7,8 persen.
Sumber: kompas

Kamis, 21 Februari 2013

Jokowi Tunjuk Sylviana Murni Jadi Plt Kepala Satpol PP

9D12 HALIMATUSSA'DIYAH



Jakarta - Effendi Anas resmi serah terima jabatan Kepala Satpol PP. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Sylviana Murni sebagai Plt Kepala Satpol PP.

"Oh iya ya diganti... diganti," kata Jokowi saat dimintai komentar seputar serah terima jabatan Kepala Satpol PP usai acara peringatan Hari Kanker se-Dunia di SMAN 24, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Menurut dia, pergantian Effendi Anas karena yang bersangkutan memasuki masa pensiun. Sang penggantinya belum diputuskan.

"Oh ndak (diganti perempuan). Oh mungkin itu (Sylviana Murni) Plh-nya. Belum," kata Jokowi yang mengenakan baju seragam Betawi ini.

Sylviana Murni saat ini juga menjabat sebagai asisten Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta.

Ada kemungkinan diganti perempuan, Pak? "Belum... belum memang belum kok," jawab Jokowi.

Kepastian soal pergantian jabatan Kasatpol PP terlihat dari lembaran surat undangan yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI nomor 146/0083.12 ke Kepala Satpol PP DKI, perihal serah terima jabatan Kepala Satpol PP DKI. Dalam undangan tersebut acara akan dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Februari 2013 di ruang rapat Sekda Provinsi DKI lantai 4 Blok G, Balaikota DKI Jakarta.


Sumber: detikNews

Sabtu, 09 Februari 2013

Jokowi usir warga rusun yang punya mobil



9D18 LIDIYANI

Jokowi Usir Warga Rusun Yang Punya Mobil. Kebijakan Gubernur Jakarta Jokowi ini cukup Menarik. Masih Berkaitan dengan Penanggulangan banjir dan tindak Lanjut penanganan Pasca banjir. Kali ini jokowi fokus di penataan rumas Susun. Jokowi Usir Warga Rusun Yang Punya Mobil
Jokowi Usir Warga Rusun Yang Punya Mobil
Setelah kemarin Jokowi memberi Arahan kalau siapa saja Yang Menyulitkan Pembelian Rusun Maka akan Dicopot Jabatanya. Nah Kali ini kebijakan mengenai Rusun jakarta Juga Sangat unik dan terbilang efisien. Siapa Saja Yang Menghuni Rusun Namun Memiliki Mobil Maka akan diusir dari Rusun Itu.

Jokowi menyarankan semua warga yang sudah memiliki mobil ini tidak menghuni rumah susun. Kaena mereka tergolong orang yang sudah Mampu. "Tapi, kalau ada yang tidak mampu menjadi mampu tadi, ya alhamdulillah, senang dong. Masa ingin di situ terus. Jadi, yang sudah bermobil, keluar dari sana, karena memang dia sudah dianggap kaya," kata Jokowi Kemarin

Kebijakan Ini sungguh Unik Namun mengena. Sangat nyeleneh Namun efektive untuk memastikan rusun dimiliki oleh Orang yang benar benar Memerlukan tempat tinggal di jakarta ini .  Semoga semua kebijakan jokowi ini bisa membantu warga jakarta lebih enak dan Nyaman di ibukota negara indonesia

Kamis, 07 Februari 2013

Anak Buah Doyan Gosip, Jokowi Ngamuk

9E34 VEREN ADE MAUDINA










JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh jajarannya di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tetap solid dan tidak bergunjing tentang isu-isu yang tidak jelas.

"Jangan lagi ada grup-grup. Saya tidak ingin dengar ada lagi itu gosip-gosip, ada rumor, itu membuat kita seolah tidak ada kerjaan saja," tegas Jokowi saat memberikan pengarahan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku kerap mendengar gunjingan dari perangkatnya soal pejabat tertentu yang akan dicopot dan gosip-gosip lain. "Ada yang gosipin wali kota mau diganti, camat, dan lainnya. Enggak usahlah digosipin. Itu kewenangan saya," tandasnya.

Jokowi khawatir, perilaku tersebut merusak kesolidan organisasi yang dipimpinnya. Terlebih bila gosip seperti itu berkembang kemana-mana. "Kalau enggak solid enggak mungkin kita sampai ke tujuan," tukasnya.

Terkait hal itu, Lurah Penjaringan, Jakarta Utara, Ronny Jarpiko, menilai arahan dari Gubernur sebagai sesuatu yang sudah semestinya dilakukan. Sebab diakuinya, sejauh ini kurang terjalin koordinasi dan komunikasi yang baik di instansi yang dipimpinnya.

"Kami akan kasih arahan buat enggak ngegosip. Nanti dikasih tahu pas kasih briefing. Pokoknya yang penting kerja," ucap Ronny.

Sabtu, 02 Februari 2013

BANJIR DI JAKARTA


9i13gita fitri

BANJIR JAKARTA 2013: AHOK di Mana, Kok Tidak Muncul Saat Banjir?

Oleh: BISNIS - 19 January 2013 | 3:17 pm

Newswire
JAKARTA— Pakar politik Saleh Partaonan Daulay mempertanyakan peran Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam penanganan banjir yang melanda Ibu Kota.
“Langkah sigap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam melakukan koordinasi penanganan musibah banjir perlu diapresiasi dan didukung. Namun sangat disayangkan, sikap sigap Jokowi tersebut tidak diikuti oleh Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama,” kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (18/1).
Pengajar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan sejak Kamis Jokowi dikabarkan ikut memantau dan memberikan bantuan langsung kepada para korban. Bahkan, dilaporkan ikut terlibat langsung dalam upaya perbaikan tanggul yang jebol di jalan Latuharhary.
Namun, hingga Jumat, dia mengatakan bahwa Ahok belum terlihat dalam upaya tanggap darurat yang dilakukan pemerintah. Padahal, banjir yang terjadi di Jakarta sudah jadi perhatian nasional, bahkan dunia internasional.
“Sikap Ahok itu sangat jauh berbeda ketika dia melakukan sidak dan rapat-rapat dengan para pejabat Pemerintah Provinsi DKI. Sidak dan rapat-rapat itu sering sekali diberitakan oleh media massa, bahkan beberapa videonya juga diunggah di situs YouTube,” tuturnya.
Saleh mengatakan bahwa ada kesan Ahok tidak siap menghadapi musibah banjir di Jakarta. Padahal, banjir seperti itu adalah rutinitas tahunan yang dihadapi masyarakat Jakarta yang tentu sudah diketahui dan dipersiapkan Ahok sejak sebelum menjadi wakil gubernur.
“Saya khawatir masyarakat menganggap Ahok lari dari tanggung jawab. Kalau memang tidak siap dengan musibah seperti ini, semestinya jangan mau menjadi wakil gubernur DKI karena masih banyak wilayah lain yang jarang menghadapi musibah banjir,” katanya.
Kalaupun Ahok ada tugas lain, kata dia, sebaiknya publik diberi tahu tugas apa yang sedang dikerjakan. Menurut Saleh, saat rapat koordinasi dengan Menkokesra Ahok juga tidak hadir.
“Hal itu tentu tidak elok dipandangan awam jika dalam suasana darurat seperti ini dia tidak muncul di publik,” ujarnya.
Karena hujan diperkirakan masih terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan, Saleh mengatakan bahwa kehadiran Ahok tentu sangat dibutuhkan. Kehadirannya tidak saja dibutuhkan oleh masyarakat, tetapi juga secara khusus oleh Jokowi.
“Presiden SBY saja sudah siap berkoordinasi dan membantu pemerintah DKI, masa Ahok malah menghilang. Saya yakin, Jokowi juga merasa kehilangan dan membutuhkan kehadirannya,” pungkasnya. (Antara/nj/snd)

Senin, 21 Januari 2013

BANJIR SAMPAH DI OTISTA



9C28 ELISAH SAJAH

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir hampir satu pekan yang melanda Jakarta menyisakan sampah-sampah yang menggunung di Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista), Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sampah yang terdiri dari kayu, plastik, gabus, kursi, sofa, kasur, sampai lemari pun tertumpuk di pinggir jalan.

Menurut Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Jatinegara Niman Kaning, sampah-sampah yang terdapat di Jalan Otista ini sejak Minggu (20/1) sore memang dikumpulkan di pinggir jalan untuk mempermudah pengangkutan.

"Dikumpulkan di sini supaya mudah diangkut. Dari kemarin sore pas banjir mulai surut warga gotong royong membersihkan rumah-rumah mereka kemudian mengumpulkannya di sini. Sampah-sampah ini, kan, bukan cuma dari warga, melainkan juga yang hanyut dari misalkan Depok atau Bogor," kata Niman, Senin (21/1/2013) di lokasi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur Apul Silalahi mengatakan, sejak Minggu pihaknya sudah mulai mengangkut sampah yang terbawa genangan air saat banjir melanda Jakarta hampir satu pekan.

"Kemarin sore kami angkat 40 kubik sampah yang bertumpuk di depan Jalan Otista, sedangkan hari ini kami sudah angkut 160 kubik sampah dengan menggunakan 4 truk Sudin Kebersihan, 2 truk tronton, dan 5 pikap kebersihan," ujar Apul.

Dia memaparkan, terkait pengangkutan sampah di kawasan tersebut, pihaknya saat ini menurunkan sekitar 100 pekerja untuk mengangkat sampah. Pembersihan ini rencananya akan dilakukan sampai tuntas dan untuk mempercepat prosesnya akan digunakan alat berat.

"Kemungkinan pengangkutan sampah di Jalan Otista ini bisa mencapai satu minggu sebab sampah yang berada di jalan tersebut belum seluruhnya menumpuk, bisa saja terjadi sampah tambahan karena sebagian tenda darurat bagi pengungsi masih ada, dan juga sampah dari rumah warga," kata Apul.

Editor :Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Sumber: KOMPAS