Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narkoba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

NARKOBA

9B37 TIKHA KANIA


NARKOBA




Narkoba adalah sejenis obat-obatan yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi penyakit,misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri atau sakit. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalah gunakan sehingga menimbulkan ketergantungan.
Menggunakan nrakoba dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. jika sudah terjadi kecanduan atau ketergantungan maka terjadi infeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS),sakau,pengobatan,stres,dan lain-lain.

Banyak generasi muda yang memakai obat terlarang tersebut. penyebab mereka memakai obat tersebut karena gengsi,ikut-ikutan dengan teman,lari dari permasalahan,ketergantungan dan kecanduan,putus asa,lemahnya iman dan bisa saja hanya coba-coba.

Bahaya yang diakibatkan oleh pemakaian narkoba atau obat terlarang dapat bermacam-macam seperti otak,jantung dan paru-paru bahkan viruspun akan lebih mudah masuk kedalam tubuh mereka,seperti virus hepatitis C,virus HIV/AIDS dan juga penyakit menular,mental,emosional dan spiritual.
Cara penanggulangannya yaitu menyadarkan mereka yang memakai bahwa barang itu haram dan berbahaya bagi tubuh mereka yang memakai.







































































Sabtu, 23 Februari 2013

Penyalahgunaan Zat Aditif dan Psikotropika oleh Generasi Muda


9G06 ARIYANTI

Penyalahgunaan Zat Aditif dan Psikotropika oleh Generasi Muda


Zat aditf dan psikotropika adalah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan, sintesis yamg dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan menimbulkan ketergantungan. Zat aditif dan psikotropika banyak terdapat disekitar kita yaitu rokok, minuman berakohol dan narkoba. Beberapa jenis narkoba yang banyak disalah gunakan adalah ganja, ekstansi, shabu-shabu, putauw dan zat/obat berbahaya lainnya.

Penyalahgunaan zat/obat tersebut akan mengakibatkan perubahan pada pikiran, perasaan, tingkah laku dan fungsi pada organ tubuh. Akibat yang timbul pada pemakai narkoba, zat/obat berbahaya adalah kercunan, ketergantungan/kecanduan dan kematian

Ciri-cri perubahan pada pengguna narkoba:
Suka menyendiri
Melalaikan tanggung jawab
Pola tidur tidak teratur, gemar tidur di pagi hari
Malas mengurus penampilan diri dan kondisi tubuh
Berjalan sempoyongan
Prestasi sekolah menurun, suka membolos dan keluar pada jam pelajaran

Penanggulangan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan cara promotif (pembinaan), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan), rehabilitatif (pemulihan) dan represif (pemimdahan).

Kebanyakkan anak yang menggunakan narkoba diawali dari salah pergaulan. Pergaulan dengan teman-teman pengguna narkoba akan menarik kita untuk menggunakannya juga. Berawal dari coba-coba atau karena gengsi dan takut dikatakan pengecut, dan berakhir dengan kecanduan. Jauhi teman-teman yang kamu ketahui menggunakan obat terlarang juga hindari tempat yang rawan pengedar obat terlarang.

Pencegahan terhadap jebakan narkoba bagi generasi muda yang paling efektif adalah keluarga yang harmonis. Dengan adanya keterbukaan dalam keluarga maka takkan ada generasi yang lari dari masalah dan terjerumus dalam narkoba.

Benteng pertahanan yang paling kokoh untuk melindungi generasi muda adalah membangun iman yang kuat. Dengan membangun iman tersebut harus diawali dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Sabtu, 09 Februari 2013

Polisi Amankan Pengedar Narkoba, Mahasiswi, & Pengusaha Minyak


 9F24 NUR FATIKAH

Samarinda, (tvOne)

Polisi menggerebek seorang pengedar narkoba di sebuah kamar di hotel berbintang di Samarinda, Kalimantan Timur. Polisi juga mengamankan dua orang yang berprofesi mahasiswi dan pengusaha minyak.




SUMBER : tvonenews.com

Selasa, 05 Februari 2013

NARKOBA MENGANCAM GENERASI MUDA

9H11 DIAN PAWAKA

NARKOBA MENGANCAM GENERASI MUDA 

Narkoba adalah sejenis obat-obatan yang di gunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi penyakit, misalnya untuk menggunakan rasa nyeri atau sakit. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu di salah gunakan sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi). Narkoba di kelompokkan dalam beberapa jenis yaitu, opiat dan non opiat. 

Banyak generasi muda dan para pengguna narkoba memakai barang terlarang tersebut karena mengalami krisis identitas diri.

Penyebab mereka memakai obat terlarang tersebut :
1. Menganggap sebagai suatu gaya hidup masa modern
2. Ikut-ikutan dengan teman pergaulannya.
3. Lari dari masalah yang ada
4. Lemahnya iman
5. Ketergantungan dan tidak adanya keinginan untuk berhenti
6. Gengsi
7. Putus asa
8. Coba-coba
9. Ketidak harmonisan dalam keluarga
10. Kuatnya jaringan pemasaran narkoba dan masih banyak penyebab lainnya

Secara umum mereka yang terlibat kasus narkoba di Indonesia sebagian besar adalah WNI (98%), dari berbagai profesi termasuk PNS (0,73%), Mahasiswa (4,74%), Pelajar (3,36%), dan pengangguran (32,90%). Bahkan para pelawak pun tidak terjerat kasus narkoba. Dapat kita lihat dalam layar kaca televisi, misalnya Silet, Buser, Sergap, Patroli dan masih banyak lainnya. Akankah kita mengikuti mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba???

 Dengan tegas kita tidak boleh mengikuti langkah dan perbuatan setan yang dilaknat. Barang siapa yang mengikuti berarti ia termasuk ke dalam golongan setan. Maka pantaslah jika orang pecandu narkoba adalah setan. Bukan orangnya yang setan tapi perilakunya yang seperti setan.

Seperti menghirup oksigen selama kita hidup, itulah gambaran jumlah pemakai narkoba di Indonesia, Karena kian hari kian meningkat tidak mau berhenti. Korban terus berjatuhan.

Bahaya yang di akibatkan oleh pemakaian narkoba dapat berpengaruh terhadap otak, jantung, paru-paru bahkan viruspun akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh mereka, seperti virus Hepatitis C, virus HIV/AIDS dan juga penyakit menular, mental, emosional dan spiritual.

# Nulis Sendiri



Jumat, 01 Februari 2013

Yenny "3 Macan" Tak Menyangka Raffi Ahmad Positif Narkoba



ADE AAN ANIYATI 9C 01

Pedangdut Yenny Aggraeni yang tergabung dalam trio dangdut "3 Macan" ikut menyayangkan terkait masalah yang menimpa presenter kondang Raffi Ahmad.

Bagi Yenny, yang pernah shooting sebuah acara bersama mantan kekasih Yuni Shara itu, Raffi adalah sosok yang ceria dan aktif.

Ia sendiri tidak menyangka jika Raffi ditetapkan sebagai tersangka oleh BNN atas kasus dugaan kepemilikan dan penggunaan barang haram itu. "Sangat menyayangkan tentunya. Karena yang saya tahu Raffi memang aktif dan ceria orangnya. Tak menduga aja kalau ternyata dia positif juga," katanya ketika dihubungi wartawan, Jumat (1/2/2013).

Kehidupan artis yang glamor dan dunia malam bahkan diidentikkan dengan narkoba oleh beberapa pihak. Tetapi, bagi pedangdut satu ini, ia memilih membuang jauh barang haram seperti itu. Vitamin dan istirahat jadi kunci baginya.

"Tentu setiap orang punya filter ya. Karenanya, kita jangan salah memilih teman. Untuk mendapatkan stamina, bagi saya cukup minum vitamin, istirahat yang cukup, juga positif thinking. Tak perlu narkoba," tekannya.

Ia juga berharap masalah yang menimpa Raffi tentang narkoba bisa diambil pelajaran bagi semua pihak, khususnya bagi dirinya sendiri. "Stop narkoba sampai Raffi Ahmad saja!" tutupnya.

Sumber : KOMPAS.COM

Minggu, 27 Januari 2013

BAHAYA NARKOBA

9I11 EVON NOVIYANTI
BAHAYA NARKOBA

  Pada saat ini, jumlah pengguna narkoba semakin meningkat. Perkiraan kenaikan jumlah pemakai narkoba dapat dilihat dari jumlah pemakai yang menghuni rumah sakit, termasuk pengunjung RSKO ( Rumah Sakit Ketergantungan Obat) dan tertangkapnya para pengedar narkoba. Sebagai contoh di RSKO Jakarta, tercatat bahwa pengunjung RSKO antara Januari hingga Juni 1999 sebagian besar adalah siswa-siswa SMA dan tamatan SMA. Selain itu, ditemukan juga siswa-siswa SD sebagai pengunjung RSKO tersebut. Pada tahun 1999, sembilan juta orang menjadi pecandu narkoba.
  Meningkatnya jumlah pengguna ini terkait dengan pengedaran narkoba. Di Jawa Barat misalnya, diduga bahwa peredaran-peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang sudah berada pada tingkat mengkhawatirkan. Jaringan dan peredaran narkoba sekarang telah menjarah berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan kelas menengah dan atas, perkotaan hingga kalangan perdesaan.
  Ada 4 hal yang membuat suatu zat tertentu disebut narkoba. Setelah menggunakan zat tersebut maka akan timbul keinginan yang tak tertahankan terhadap zat yang terkandung dalam narkoba, ada kecenderungan untuk menambah dosis, fisik merasa terganggu jika tidak mengkonsumsi zat tersebut (gejala putus zat, sakraw) dan adanya ketergantungan secara psikis (gelisah, emosional).
  Beberapa jenis bentuk narkoba adalah putau, ganja, sbau-sabu dan ekstasi. Putau berisi heroin yang sangat membuat ketergantungan, berbentuk bubuk, warnanya putih sampai coklat tua. Ganja berisi zat kimia (delta -9 tetra hidrokanabinol) yang dapat mempengaruhi cara melihat dan mendengar sesuatu. Bentuknya berupa tanaman ganja yang dikeringkan. Sabu-sabu adalah kristal yang berisi methamphetamine yang membuat tubuh merasa lebih kuat meski sebenarnya tidak. Ekstasi berbentuk tablet atau kapsul berisi tiga sampai empat methylendioxy methamphetamine (MDMA).
  Pemakai putau akan mengalami dampak buruk, berupa penyakit HIV atau AIDS, hepatitis, radang atau gagal ginjal, kerusakan pusat saraf, impotensi, penurunan hormon testosteron, pembengkakan jantung. Sabu-sabu dapat mengakibatkan paranoid, dehidrasi, insomnia, amnesia, tulang menjadi rapuh dan radang ginjal. Akibat dari ganja adalah paranoid, bronkitis, kanker paru-paru, rusaknya sistem saraf dan darah. Akibat buruk ekstasi adalah hiperaktif, apatis (cuek), insomnia, halusinasi, kerusakan sistem saraf dan lain-lain.
  Catatan korban jiwa akibat narkoba di Indonesia pada tahun 1996 adalah 1.759 anak di bawah umur 14 tahun meninggal. Sedangkan pada tahun 1997, 1.563 anak di bawah umur 14 tahun meninggal, dan pada tahun 1998, 228.000 orang meninggal.


TERIMA KASIH :-)

Sabtu, 26 Januari 2013

Berpesta Narkoba, Enam Remaja Putri Dibekuk


TASRIFAH 9C 34

Pekanbaru, Sebanyak enam remaja putri tertangkap basah saat berpesta narkotika dan obat-obatan berbahaya di sebuah kamar di Diskotik Ozon, Pekanbaru, Riau, baru-baru ini. Saat itu, polisi memang tidak menemukan barang bukti. Diduga, narkoba sudah habis dikonsumsi. Para tersangka pun diyakini memakai berbagai jenis narkoba, antara lain ekstasi, shabu-shabu, dan putaw.

Saat diperiksa, tersangka bernama Dewi tampak menderita. Besar dugaan, siswi kelas dua sekolah menengah umum ini ketagihan putaw. Untuk memastikan mereka mengonsumsi narkoba, remaja 17-an tahun ini akan diperiksa tim dokter kepolisian setempat.

Tempat hiburan malam memang kerap dijadikan tempat untuk pesta narkoba. Itulah sebabnya, polisi juga menggerebek lima diskotik di Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lampau [baca: Lima Tempat Hiburan di Pontianak Dirazia]. Dari penggerebekan ditangkap tiga anggota polisi dan seorang anggota TNI.(ZAQ/Yusril Ardanis)
                                                                                                   SUMBER; LIPUTAN 6