Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Terlilit Utang, Nekat Rampok Pedagang Baju Bekas

                                                        9D18 LIDIYANI

SOLO, KOMPAS.com — Seorang pria berinisial S (37) nekat mencuri sebuah tas milik seorang pedagang baju bekas di Jalan S Parman, Solo, yang tengah tertidur di lapaknya.

Pria asal Bawen, Kabupaten Semarang, ini awalnya berhasil menggondol uang Rp 2 juta dari tangan pedagang yang bernama Rodiatun, warga Clolo, Kadipiro, Banjarsari. Namun, tak lama, Rodiatun sadar bahwa tasnya diambil kemudian berteriak "maling". S pun lantas menjadi bulan-bulanan warga.

Di hadapan petugas kepolisian Polsek Banjarsari, Solo, S mengaku ingin mencari modal mengembangkan bisnis telepon genggam miliknya. "Buat cari modal Mas, dan bayar utang," kata tersangka, Kamis (28/2/2013).
"Uang milik korban menurut rencana akan dibuat modal membeli barang dagangan lalu saat korban tengah beristirahat di lapaknya, pelaku menarik tas korban. Diduga pelaku sudah mengintai korbannya," kata Kanitreskrim Polsek Banjarsari Edi Hartono.

Petugas mengamankan S beserta barang bukti berupa satu telepon genggam dan uang tunai Rp 2 juta. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor milik pelaku yang tanpa memiliki pelat nomor.
 
S bakal dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
KOMPAS.COM

Terlilit Utang, Nekat Rampok Pedagang Baju Bekas

                                                        9D18 LIDIYANI

SOLO, KOMPAS.com — Seorang pria berinisial S (37) nekat mencuri sebuah tas milik seorang pedagang baju bekas di Jalan S Parman, Solo, yang tengah tertidur di lapaknya.

Pria asal Bawen, Kabupaten Semarang, ini awalnya berhasil menggondol uang Rp 2 juta dari tangan pedagang yang bernama Rodiatun, warga Clolo, Kadipiro, Banjarsari. Namun, tak lama, Rodiatun sadar bahwa tasnya diambil kemudian berteriak "maling". S pun lantas menjadi bulan-bulanan warga.

Di hadapan petugas kepolisian Polsek Banjarsari, Solo, S mengaku ingin mencari modal mengembangkan bisnis telepon genggam miliknya. "Buat cari modal Mas, dan bayar utang," kata tersangka, Kamis (28/2/2013).
"Uang milik korban menurut rencana akan dibuat modal membeli barang dagangan lalu saat korban tengah beristirahat di lapaknya, pelaku menarik tas korban. Diduga pelaku sudah mengintai korbannya," kata Kanitreskrim Polsek Banjarsari Edi Hartono.

Petugas mengamankan S beserta barang bukti berupa satu telepon genggam dan uang tunai Rp 2 juta. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor milik pelaku yang tanpa memiliki pelat nomor.
 
S bakal dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
KOMPAS.COM

Sabtu, 16 Februari 2013

Banjir Besar Mengancam, Warga Bojonegoro EVakuasi Harta Benda


9F22 NOORHAYATI

Bojonegoro - Banjir kiriman dari hulu kembali menghantui warga yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Malam ini luapan Bengawan Solo sudah hampir merata di permukiman penduduk.

Tepat pukul 21.00 wib, Sabtu(16/2/2013), ketinggian air terus merangkak naik. Status Siaga III ditetapkan karena papan duga telah menyentuh angka 15.00 pielschall. 

Di beberapa titik pemukiman warga diantaranya di Kelurahan Jetak, Banjarjo, Mulyo Agung, Ledok Wetan, Ledok Kulon sudah kebanjiran. Ketinggian air berkisar 30-50 cm.

Luapan Bengawan Solo yang sudah mengkhawatirkan itu memicu Bupati Suyoto meninjau lokasi banjir di Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Politisi PAN ini mengimbau kepada warga untuk selalu waspada. Bahkan Suyoto juga mengintruksikan kepada warga dan pemerintah desa hingga Kabupaten untuk siaga pada malam ini. Karena diperkirakan ketinggian air akan menyentuh level ekstrim pada tengah malam.

"Jika nanti diperkirakan pada kondisi ekstrim, semua tanggul terluar harus ditutup dengan kayu dan kantong pasir," Suyoto saat dikonfirmasi detiksurabaya.com seolah tak ingin Bojonegoro seperti pada akhir tahun 2007 silam.

Sementara itu, warga di beberapa kelurahan telah melakukan evakuasi harta benda termasuk hewan ternaknya ke lokasi yang lebih tinggi dan dirasa aman.

Banjir terbesar di Bojonegoro memang pernah terjadi pada akhir 2007. Hampir dua pekan, kabupaten yang terkenal dengan ladang minyak buminya ini lumpuh karena banjir menerjang dalam kota.

Saat itu, pintu-pintu tanggul jebol dan sengaja dibuka oleh warga yang kampungnya nyaris ditenggelamkan luapan Bengawan Solo. Hampir semua jalan protokol tenggelam. Daerah yang aman saat itu adalah alun-alun dan pendopo kabupaten. 

Bahkan, untuk mendistribusikan bantuan makanan ke desa-desa terpaksa menggunakan helikopter dikarenakan akses terputus semua.
(fat/fat) 

Sabtu, 09 Februari 2013

BATIK KUNO CHINA DI SOLO

9F02 ACEP AFANDI



Batik telah diakui dunia sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Batik pun menjadi daya tarik banyak bangsa di dunia, salah satunya adalah bangsa China. Bangsa yang telah masuk ke Indonesia sejak abad 18 itu telah mengadopsi maha karya batik dan di sesuaikan dengan budaya masyarakat Tionghoa.

Batik China merupakan hasil karya masyarakat China peranakan yang tinggal di Indonesia, dan terjadi akulturasi budaya antara China dan Indonesia.

Meski tak sebanyak ragam motif yang dimiliki oleh batik Indonesia, namun motif batik China memiliki ragam motif yang khas, yaitu batik China didominasi warna merah dan lebih mencolok.

Motif batik China umumnya mengacu pada ornamen binatang-binatang mitos China, seperti naga, burung phoenix, kilin (anjing berkepala singa), dan juga singa. Selain itu terdapat juga motif bunga, tanaman dan kupu-kupu.

Sejumlah motif batik China seperti batik Tiga Negeri dan batik Dua Negeri yang sangat terkenal. Motif batik China lainnya adalah batik Djawa Hokokai yang tersusun ragam motif bernuansa Jepang lengkap dengan bunga sakura, bunga seruni, burung merak, dan kupu-kupu.