Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

KPK Siap Periksa Sukotjo Bambang untuk Irjen Djoko Susilo

 9F02 ACEP AFANDI


Liputan6.com, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap memeriksa Sukotjo S Bambang sebagai saksi kasus simulator SIM untuk mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo. Lembaga penegak kasus korupsi ini sudah mendapat izin dari Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru, Bandung, Jawa Barat.

"Kami sudah izin dari Dirjenpas dan Kalapas untuk melakukan pemeriksaan yang bersangkutan di Jakarta. Jadi untuk sementara Sukotjo S Bambang dititipkan di Gedung KPK," ujar Johan saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (26/2/2013).

Dijelaskan Johan, KPK juga telah meminta persetujuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memeriksa Sukotjo selama beberapa hari. Menurutnya, pada dasarnya KPK memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan Sukotjo, baik di rutan atau di Gedung KPK.

"Saya rasa tidak ada yang dilanggar. Memeriksa di sini (KPK) boleh di Bandung juga boleh. Intinya biar pemeriksaan tidak mondar-mandir. Dan supaya lebih lengkap pemeriksaannya," tegas Johan. (Riz)

Sabtu, 26 Januari 2013

Bukit Pengeboran Panas Bumi di Jambi Longsor, 8 Pekerja Tertimbun


9C20 LIA AWALIYAH



Jakarta - Pengeboran panas bumi (geothermal) di bukit Kerinci, Bukit Barisan mengalami longsor semalam. Akibat bencana longsor ini, 8 orang pekerja tertimbun tanah. 


Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Provinsi Jambi, M Dalmanto, mengatakan longsor yang menimbun 8 pekerja tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan bukit Kerinci, Jambi, kemarin. 


"Kejadiannya Sabtu 26 Januari 2013 sekitar pukul 19.30 WIB akibat hujan deras sejak pukul 15.30 WIB sore, menyebabkan longsor di daerah pengeboran panas bumi," ujar Dalmanto saat dihubungi, Minggu (27/1/2013).


Lokasi longsor tepatnya berada di Desa Lempur Tengah, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Jambi. 


Dari 8 pekerja yang tertimbun, Dalmanto mengatakan sudah 4 yang ditemukan. Keempat korban ditemukan dalam keaadaan sudah tewas. Tim evakuasi yang terlibat melakukan pencarian terdiri dari anggota TNI, Polri, Tagana, Kesehatan, dan BPBD Jambi. 


"Seluruhnya ada sekitar 120 orang. Ini karena areanya cukup luas. Jadi cukup banyak yang terlibat," tutur Dalmanto. 


Hingga kini proses pencarian korban yang masih tertimbun masih berlangung. Proses evakuasi agak terkendala karena lokasi longsor berada di dataran tinggi di kawasan Bukit Barisan. Untuk menempuh lokasi juga cukup sulit. Jarak dari kota Jambi ke lokasi sekitar 400 km.



sumber:detikNews

Jumat, 25 Januari 2013

POLRI BELI ANJING DAN KUDA DARI BELANDA

 9F02 ACEP AFANDI



Polri membelanjakan dana lebih dari Rp 16,65 miliar untuk membeli anjing dan kuda dari Belanda. Masing-masing 90 ekor anjing seharga Rp 150 juta per ekor dan 7 ekor kuda seharga Rp 450 juta per ekor.

Kepala Divisi Humas mengatakan, harga ratusan juta tersebut sudah termasuk pajak, biaya pelatihan, hingga transportasi pengiriman dari Belanda. Biaya pembelian diambil dari dana optimalisasi untuk Pengadaan Sarana dan Prasarana anggaran Tahun 2013 yang total sebesar Rp 1,366 triliun.

Suhardi menampik pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang mengatakan, penetapan harga dan manfaat barang maupun hewan tersebut tidak wajar. Suhardi menjelaskan pembelian di Belanda sesuai dengan kualifikasi hewan yang dibutuhkan Polri. Kualifikasinya antara lain hewan yang besar, cerdas, juga sehat.

Sebanyak 90 anjing tersebut, akan disebar di beberapa wilayah untuk Pemilu 2014. Sedangkan 7 ekor kuda akan ditempatkan sebanyak 2 ekor di Polda Bali, 2 ekor di Polda Jawa Tengah, dan 3 ekor di Direktorat Polisi Satwa Polri.

Dana optimalisasi yang didapat Polri sendiri sebesar Rp 2,219 triliun. Selain meliputi Pengadaan Sarana dan Prasarana Rp 1,366 triliun, juga termasuk tunjangan operasional penyelidikan dan penyidikan Tindak Pidana Korupsi sebesar Rp 250 miliar, rekrutmen 15.000 anggota Brigadir Polri Rp 466 miliar, dan PNBP Rp 137 miliar.