Tampilkan postingan dengan label alkohol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alkohol. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Ratusan Botol Miras Berbagai Merek Dimusnahkan

9D28 RUKHANIAH ZEN
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 340 botol minuman keras dari berbagai merek lokal maupun impor dimusnahkan oleh aparat dari Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta di Mapolda Yogyakarta, Kamis (28/2/2013).

Direktur Reserse Narkoba Polda DIY Kombes Pol Widjanarko mengatakan minuman keras yang dimusnahkan merupakan hasil operasi pada bulan Februari 2013. "Dari dua tempat hiburan malam, GS dan MT, kita berhasil menyita beberapa minuman keras yang termasuk dalam golongan A dan C. Sekitar 90 persen minuman yang diamankan adalah produk luar negeri," katanya.

Widjanarko menjelaskan, minuman keras impor yang dimusnahkan ada 30 merek, antara lain Jim Beam, Black Label, dan Vodka. Harga per botolnya mulai Rp 700.000 hingga Rp 1,5 juta. Adapun yang lokal rata-rata harganya Rp 300.000 per botol. Rata-rata kadar alkohol tiap-tiap minuman di atas 20 persen.

Yang dimusnahkan termasuk bir Bintang dan Balihai, harganya antara Rp 20.000 - 30.000 per botol. "Pemusnahan dilakukan untuk mengurangi peredaran minuman keras di Yogyakarta. Selain itu, pemusnahan dilakukan agar tidak ada fitnah dalam internal kepolisian atau disalahgunakan," tegas Widjanarko.

Kendati dimusnahkan, dua tersangka peredaran minuman keras itu tidak ditahan, dan hanya mendapat pembinaan. "Mereka menjual minuman keras tanpa mengantongi surat ijin dan melanggar peraturan daerah tentang peredaran minuman keras. Jadi, hanya dilakukan pembinaan saja," ujar Widjanarko.
  
                                                                                                           KOMPAS.COM

Jumat, 15 Februari 2013

Alkohol Sebabkan 1 dari 30 Kematian Kanker


ADE AAN ANIYATI 9C 01

Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol terkait dengan setiap 1 dari 30 kematian akibat kanker di Amerika Serikat. Kaitan tersebut tampak nyata pada kasus kanker payudara.

Sekitar 15 persen kematian akibat kanker payudara diketahui terkait dengan konsumsi alkohol.

"Alkohol sebenarnya merupakan agen penyebab kanker tetapi tidak begitu kentara karena orang tak menyadarinya," kata Dr.David Nelson, direktur Cancer Prevention Fellowship Program.

Orang yang sering mengonsumsi alkohol beresiko tinggi terkena kanker. Meski begitu tidak ada batasan aman untuk menggunakan alkohol, termasuk orang yang minum dalam jumlah sedang yang selama ini dinilai bermanfaat untuk jantung.

"Sebaiknya orang yang memahami mereka beresiko kanker mulai mengurangi konsumsi alkoholnya. Makin sedikit, makin rendah risikonya," kata Nelson.

Untuk mengetahui kaitan antara minum alkohol dan kanker, Nelson dan timnya mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk survei nasional penggunaan alkohol.

Selain kanker payudara pada wanita, kanker mulut, tenggorokan dan esofagus adalah jenis kanker yang dikaitkan dengan konsumsi alkohol pada pria. Tiap tahunnya tercatat 6000 kematian akibat kanker tersebut.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa hobi menenggak alkohol adalah faktor risiko kanker mulut, tenggorokan, esofagus, liver, kolon, rektum, dan kanker payudara pada wanita.

Menurut para ahli dari the American Cancer Society, belum jelas sepenuhnya bagaimana alkohol meningkatkan risiko kanker.

Alkohol diyakini bertindak seperti zat kimia yang iritan pada sel sensitif dan memicu kerusakan DNA. Selain itu alkohol juga bertindak seperti pelarut untuk karsinogen lain, misalnya yang ditemukan dalam rokok, sehingga zat karsinogen itu bisa masuk sel lebih mudah.

Alkohol juga diduga memengaruhi hormon-hormon penting, seperti estrogen sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

"Jika Anda bukan peminum alkohol, jangan memulainya. Namun jika Anda adalah peminum, mulailah membatasi," katanya.

Meski alkohol terbukti terkait dengan kanker, namun tembakau masih menjadi faktor kuat dalam kematian kanker. Setiap tahunnya 100.000 kematian karena kanker dipicu oleh kebiasaan merokok.

Sumber: kompas