Tampilkan postingan dengan label SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Ujian Nasional SD akan Dihapuskan Tahun Ini


9F24 NUR FATIKAH

Jakarta - Akan diberlakukannya kurikulum 2013 dalam dunia pendidikan di Indonesia ternyata berdampak pada keberlangsungan Ujian Nasional (UN). Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, kemungkinan UN akan dihapuskan.

M. Nuh mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu proses evaluasi yang menentukan apakah UN akan dihapus atau hanya akan diubah posisinya.

"Kurikulum baru sudah jelas kami sampaikan, proses evaluasi atau tahap penilaian juga berubah. Oleh karena itu keberadaan UN harus di review kembali. Apakah hasilnya nanti dihapus atau posisinya dirubah," kata M. Nuh usai sosialisasi kurikulum 2013 dan meresmikan Gedung Pascasarjana serta peletakan batu pertama pembangunan Balairung Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Sabtu (23/2/2013).

Meski belum mengetahui hasil evaluasi tersebut, namun kemungkinan besar untuk UN tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dihapuskan. Penghapusan UN SD, lanjut M. Nuh tidak akan dilakukan tahun ini karena pelaksanaan UN yang tidak lama lagi yaitu pada bulan Mei 2013.

"Kemungkinan besar UN SD akan ditiadakan. Yang jelas bukan tahun ini soalnya tahun ini kan mau ujian," tandasnya.

Sementara itu untuk UN yang masih akan dilakukan tahun ini, dalam pengawasannya akan dilakukan sistim silang pengawas yaitu pengawas tidak dari sekolahnya sendiri.

"UN pengawasannya yang penting silang. Silang antar sekolah," tegas M. Nuh.

Selain itu dalam kurikulum 2013 akan ada beberapa perubahan di kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), contohnya pembelajaran agama dan budi pekerti yang akan ditambah jam belajarnya.

"Pelajaran agama yang sebelumnya hanya dua jam, nanti akan menjadi empat jam. Karena, penanaman budi pekerti, tata krama penting dan harus diajarkan agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik," kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.


SUMBER :  http://news.detik.com

Ujian Nasional SD akan Dihapuskan Tahun Ini


9F38 ULPIYANA

Jakarta - Akan diberlakukannya kurikulum 2013 dalam dunia pendidikan di Indonesia ternyata berdampak pada keberlangsungan Ujian Nasional (UN). Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, kemungkinan UN akan dihapuskan.

M. Nuh mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu proses evaluasi yang menentukan apakah UN akan dihapus atau hanya akan diubah posisinya.

"Kurikulum baru sudah jelas kami sampaikan, proses evaluasi atau tahap penilaian juga berubah. Oleh karena itu keberadaan UN harus di review kembali. Apakah hasilnya nanti dihapus atau posisinya dirubah," kata M. Nuh usai sosialisasi kurikulum 2013 dan meresmikan Gedung Pascasarjana serta peletakan batu pertama pembangunan Balairung Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Sabtu (23/2/2013).

Meski belum mengetahui hasil evaluasi tersebut, namun kemungkinan besar untuk UN tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dihapuskan. Penghapusan UN SD, lanjut M. Nuh tidak akan dilakukan tahun ini karena pelaksanaan UN yang tidak lama lagi yaitu pada bulan Mei 2013.

"Kemungkinan besar UN SD akan ditiadakan. Yang jelas bukan tahun ini soalnya tahun ini kan mau ujian," tandasnya.

Sementara itu untuk UN yang masih akan dilakukan tahun ini, dalam pengawasannya akan dilakukan sistim silang pengawas yaitu pengawas tidak dari sekolahnya sendiri.

"UN pengawasannya yang penting silang. Silang antar sekolah," tegas M. Nuh.

Selain itu dalam kurikulum 2013 akan ada beberapa perubahan di kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), contohnya pembelajaran agama dan budi pekerti yang akan ditambah jam belajarnya.

"Pelajaran agama yang sebelumnya hanya dua jam, nanti akan menjadi empat jam. Karena, penanaman budi pekerti, tata krama penting dan harus diajarkan agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik," kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.


SUMBER:.detik.com

Jumat, 22 Februari 2013

Dengan Kurikulum 2013, Beban Guru Semakin Ringan


ADE AAN ANIYATI 9C 01

 Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, kembali membantah pernyataan bahwa Kurikulum 2013 yang akan diterapkan pada pertengahan Juli mendatang berpotensi menambah beban guru dan siswa. Pasalnya, beban guru justru makin ringan.

"Guru justru diringankan bebannya karena tak perlu lagi membuat silabus sehingga guru bisa fokus mengajar," kata Musliar di Jakarta, Jumat (22/2/2013).

Ia juga mengungkapkan saat berkunjung ke daerah-daerah, para guru mengakui bahwa silabus yang dibuat selama ini merupakan hasil salinan saja. Pembuatan silabus ini juga menjadi momok bagi para guru karena mereka tidak pernah dilatih untuk membuat silabus.

"Saat ditanya guru buat silabus apa nggak, mereka jawab nggak dan hanya copy paste aja. Di kurikulum baru ini tidak akan ada lagi buat silabus," jelas Musliar.

Mengenai banyaknya aduan bahwa guru di daerah belum siap menjalankan kurikulum baru, ia meminta pada para guru agar tidak khawatir karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan program pelatihan dan pendampingan bagi para guru untuk kurikulum baru ini.

Sekitar 676.414 guru dari berbagai jenjang baik Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan mendapatkan pelatihan dari 41.741 guru inti yang sebelumnya juga dilatih oleh 3.324 instruktur nasional. Pelatihan ini akan berlangsung secara paralel dari April hingga Juni.

Dari pelatihan dan pendampingan tersebut, diharapkan para guru mampu menerapkan pembelajaran tematik integratif dan kontekstual. Kemudian mampu membangun suasana belajar yang aktif, menantang dan menyenangkan bagi para siswa sehingga materi yang diberikan dapat mudah diserap.

"Nantinya juga akan ada evaluasi bagi para guru ini. Mana yang masih kurang akan diperbaiki. Jadi tidak dilepas begitu saja," tandasnya.
Sumber: kompas