Tampilkan postingan dengan label TPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TPS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Real Count KPU Jabar Tidak akan Sampai 100 Persen Suara

9B12 GIAN RAJU HIDAYATULLAH


Bandung - KPU Jabar akan tetap meneruskan real count yang tengah dilakukan. Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat memastikan hasil real count akan sama dengan rekapitulasi manual yang dilakukan. Namun menghindari polemik, penghitungan real count tidak akan sampai 100 persen.

Hal itu menanggapi desakan dari parpol pengusung Dede Yusuf-Lex Laksamana yang meminta KPU Jabar menutup hasil real count.

"Real count ini inisiatif kita untuk menjawab rasa penasaran masyarakat yang ingin tahu lebih cepat siapa pemenang pilgub. Ini akan tetap dilakukan," kata Yayat di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (26/2/2013).

Menurutnya hasil real count dipastikan akan sama dengan hasil rekapitulasi KPU pada 3 Maret nanti. Sebab keduanya sama-sama menggunakan formulir C1 atau yang berisi rekapitulasi raihan suara di TPS.

"Ini hasilnya akan sama persis dengan rekapitulasi KPU," tegas Yayat. Tapi untuk menghindari polemik, KPU tidak akan menampilkan hasil real count hingga 100 persen.

"Sejak awal, kita memang merencanakan real count ini, tapi hasilnya tidak akan sampai 100 persen dan akan ditutup sebelum 3 Maret," jelas Yayat.

Ia mengatakan, pemenang pilgub baru bisa diketahui nanti setelah rekapitulasi di KPU Jabar. Sedangkan real count hanya gambaran saja. "Jadi nanti yang valid itu yang hasil rekapitulasi," cetusnya.

Yayat menambahkan, real count digarap tim khusus. Penggarapan datanya dilakukan di Kantor KPU Jabar yang berasal dari raihan suara di tingkat PPK.

"Jadi dari TPS itu hasilnya dilaporkan ke PPS, dari PPS kemudian ke PPK, nah dari PPK dilaporkan ke kita hasilnya, baru dihitung sebagai hasil real count," pungkas Yayat.

Sumber: detikBandung

Sabtu, 23 Februari 2013

Bruumm! Kapolres-Dandim Bogor Patroli Pilgub dengan Motor

9B17 ITA RISWATI



Liputan6.com, Bogor : Kepolisian Resor Bogor Kota menggelar patroli pelaksanaan pemilihan calon kepala daerah Jawa Barat bersama dengan jajaran Kodim 0606 berkeliling ke sejumlah TPS. Uniknya, mereka menggunakan sepeda motor.

"Patroli dalam rangka upaya kepolisian dan unsur TNI mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah Jawa Barat, khususnya di Kota Bogor," kata Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama saat ditemui di TPS 3 Kantor RRI Bogor, Minggu (24/2/2013).

Patroli tersebut, lanjut dia, diikuti sekitar 30 orang yang mengendarai sepeda motor. Terdiri dari anggota Polres Bogor Kota, Propam, Propos dan Dandim 0606/Kota Bogor Let Kol Inf Hendi Angkasa.

Patroli diawali dengan mengelilingi Kecamatan Tanah Sareal, lalu Bogor Barat, Bogor Tengah, Bogor Utara, Bogor Timur dan Bogor Selatan. Sekitar 20 TPS menjadi sasaran patroli Bahtiar dan Hendi.

"Patroli sudah dilakukan sejak Sabtu malam, dengan fokus pengamanan persiapan akhir pelaksanaan pencoblosan. Hari ini patroli lanjutan dengan fokus pengamanan massa pencoblosan," kata Bahtiar.

Menurut dia, hasil patroli dan pantau sementara, pelaksanaan pencoblosan di Kota Bogor berlangsung aman, lancar dan kondusif. Hampir setiap TPS melaksanakan pemungutan suara dengan tertib dan aman. Petugas PPS dan PAM Polres juga sudah bertugas di masing-masing TPS.

"Kami menyebar 1.128 personel untuk mengamankan sejumlah TPS yang berjumlah 1.789 unit," urai Bahtiar.

Karena keterbatasan anggota, sambung dia, 1 anggota Polres Bogor mengamankan 4 hingga 6 TPS. Khususnya di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat yang tercatat paling banyak TPS, 1 petugas mengawasi 6 TPS.

"Sasaran hari ini antisipasi gangguan pelaksanaan Pilgub, sebagai tindakan represif jajaran Polri dan TNI. Sejauh ini hasilnya kondusif," kata Bahtiar.

Dijelaskan dia, pihaknya sengaja berpatroli menggunakan sepeda motor untuk memudahkan keliling ke sejumlah daerah, khususnya wilayah yang sempit ruas jalannya sehingga bisa terjangkau.

"Hingga hari pemilihan, kami belum menerima laporan adanya kecurangan atau gangguan keamanan selama pelaksanaan pencoblosan berlangsung," demikian Bahtiar.


Sumber: Liputan6

Pilgub Jabar Sebelum Nyoblos, Rieke Sungkem Nenek

9D19 LILIS 



Depok - Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka hari ini akan menggunakan hak pilihnya. Sebelum nyoblos Rieke menyempatkan diri sungkeman dengan sang Nenek untuk memohon Restu.

"Mau sungkeman dulu sama Nenek, minta didoain," kata Rieke kepada wartawan di rumahnya, Jalan KH Ahmad Dahlan V, Kukusan, Depok, Minggu (24/2/2013).

Rieke berjalan kaki menuju rumah sang nenek yang hanya berjarak 10 meter dari rumahnya. Saat memasuki rumah, terlihat nenek Rieke yang bernama Ratu Dewi Katini sudah siap memberikan restu.

Rieka yang mengenakan baju hitam langsung menghampiri dan bersujud seraya berbisik kepada Nenek.

Setelah Rieke, sang suami Donni Gahral juga turut sungkem. Tidak lupa Rieke dan keluarga berdoa bersama sebelum berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) No 20.

Sepanjang jalan menuju TPS, Rieke menyalami warga, mulai dari tukang roti bakar, ibu-ibu yang sedang belanja di warung, sampai bapak yang sedang mencuci motor.

"Doain ya Pak, biar menang," ujar Rieke.

Sesampainya di TPS pukul 08.20 WIB, Rieke langsung mengantri dan bersalaman dengan warga. 5 menit menunggu Rieke mendapat giliran memberikan suaranya. Dan blos, kertas suara calon nomer 5 bergambar dirinya dan Teten sudah dicoblos Rieke dengan diiringi senyuman.

"Alhamdulillah sudah menunaikan tugas konstitusi. Mudah-mudahan yang memiliki keyakinan bersama kami makin mantab, yang belum jadi yakin. Dijaga Formulir C1," ucap Rieke usai nyoblos.


Sumber: detikNews

PKS DEPOK SEBAR 3 RIBU KADER DI TIAP TPS

9G12 FATIMAH

PKS DEPOK SEBAR 3 RIBU KADER DI TIAP TPS



Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan akan mengetahui hasil Pemilukada Jawa Barat secara cepat pada pukul 14.00 WIB, hari ini. Hal itu diketahui dari hasil hitung nyata atau real count yang bakal digelar PKS.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Depok Suparyono mengatakan sedikitnya terdapat tiga ribu lebih kader disebar untuk menghitung hasil langsung di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Dirinya yakin, hasil real count nanti akan menghasilkan keunggulan bagi pasangan calon gubernur inkumben Ahmad Heryawan dan calon wakil gubernur Deddy Mizwar sebagai pemenang.

"Sebagai ketua DPD PKS Depok, saya yakin Aher-Deddy menang di Depok dan di Jabar tentunya, Real Count ada harapan di Depok dapat 70 persen. real count kita punya petugas per TPS, satu orang," jelasnya, Minggu (24/2/2013).

Suparyono menambahkan pihaknya juga membentuk tim sendiri untuk mengantisipasi adanya serangan fajar. Dia yakin, survei internal yang PKS lakukan, menyebutkan Aher-Deddy tak akan di bawah 40 persen.

"Kami punya survei internal, Kang Aher enggak pernah di bawah 40 persen, di Depok 55 persen. Depok mampu dongkrak. Kita berharap bisa subsidi suara banyak untuk Jabar," tukasnya.

SUMBER: sindonews.com


Pilkada Jabar Nyoblos di TPS 06 Jalan Desa, Dede Yusuf Disambut Antusias Warga

 9D19 LILIS



Jakarta - Calon gubernur nomor urut 3 Dede Yusuf, disambut antusias warga sekitar di TPS Jalan Desa RT 1 RW 3, Kiaracondong Bandung. Dede tiba sekitar pukul 10.15 WIB, Minggu (24/2) dengan menggunakan mobil Land Rover D 1002 PN.

"Bagaimana, sudah nyoblos belum," sapa Dede.

"Sudah Pak, nomor 3!" ujar salah satu ibu-ibu.

Warga yang mayoritas kaum Hawa itu berebut untuk bersalaman dengan Dede. Dede kemudian berjalan menuju TPS 06. Setelah daftar, Dede menerima nomor urut pemilih yakni 288 dan istrinya 289.

Dengan mengikuti prosedur, Dede melewati tahap demi tahap pencoblosan hingga memasukkan tangannya ke dalam tinta.

"Alhamdulillah berjalan dengan baik, lancar. Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada warga Kircon yang sudah mengundang saya, kepada pendukung dan simpatisan yang sudah bekerja," ujarnya.

Usai menggunakan hak suaranya, Dede kemudian diarak warga dan namanya dielu-elukan. "Hidup Dede Yusuf! Hidup Dede Yusuf!" teriak warga.

Dede yang didukung Partai Demokrat dkk lantas mampir ke kediaman Manajer Persib Umuh Muhtar yang lokasinya tak jauh dari TPS.


Sumber: detikNews

Waduh... Pemakaman Ini Disulap Jadi TPS

 9D19 LILIS


SUMEDANG- Minimnya lokasi tanah yang luas untuk dijadikan tempat pemungutan suara (TPS) membuat warga tidak membuat Warga Pasirmalang, Desa Jatimulya Kecamatan Sumedang Utara, Jawa Barat, menyerah.

Demi menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Bupati Sumedang, warga kemudian membuat TPS di pemakaman. Tempat yang dipilih yakni pemakaman khusus warga Tionghoa dan dibuat TPS 09, Minggu (24/2/2013).

Meski bukan di tempat yang umum, seperti lapangan atau sekolah, warga tetap antusias memberikan suaranya untuk memilih salah satu pasangan gubernur dan bupati yang bersamaan digelar hari ini.

Tidak hanya itu, hujan yang mengguyur wilayah tersebut juga tidak membuat warga patah arang. Dengan menggunakan payung sebagai penangkal hujan, warga berbondong-bondong datang ke TPS ini.

Yayat Supriatna, warga setempat, berharap dengan datangnya ke tps membawa sejuta harapan kepada warga dan adanya kesejahteraan dengan sang pemimipin yang terpilih



Sumber: okezone

9i13gita fitri

Jelang Pencoblosan Jawa Barat Siaga Satu


TRIBUNNEWS.COM,BANDUNG--Polda Jabar secara resmi terhitung sejak Kamis (21/2) hingga Senin (25/2) telah menetapkan status keamanan di Jawa Barat menjadi siaga satu.Hal ini menunjukkan bukti keseriusan aparat kepolisian untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013.
"Mulai hari ini (Kamis) sampai hari Senin, kita sudah tetapkan status siaga satu," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Kantor KPU Jabar di Jalan Garut, Kota Bandung, Kamis (21/2).
Menurut Martinus, dengan status siaga satu berarti aparat kepolisian, baik yang berpakaian dinas maupun preman, sudah disebar dan ditempatkan di sejumlah titik di Jawa Barat. Martinus mengatakan, sedikitnya ada 21.000 anggota Polda Jabar yang turun langsung mengamankan pelaksanaan Pilgub Jabar di seluruh Jawa Barat.
"Semua anggota sudah di lapangan. Untuk pengamanan TPS (tempat pemungutan suara), satu anggota polisi ada yang mengamankan satu, dua, tiga hingga enam TPS," kata Martinus.
Menurut Martinus, Polda Jabar beranggapan semua kabupaten/kota di Jawa Barat rawan terjadi kericuhan. Hal ini ditempuh agar polisi senantiasa waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bakal terjadi. "Semua kabupaten/kota kita amankan, tidak ada yang diprioritaskan, semua sama harus diamankan," ujar Martinus.
Mantan kapolres Bandung Timur itu mengatakan, pada masa tenang menjelang pencoblosan sedikitnya ada enam potensi kerawanan. Keenamnya itu adalah kampanye hitam, iming- iming agar mencoblos kandidat tertentu, teror via SMS, perkelahian antar kelompok, bujuk rayu, dan serangan fajar.
Dikatakan, selain pengamanan di TPS, polisi juga bakal disiagakan pada tahapan distribusi logistik. Mulai pengiriman dari percetakan hingga TPS, polisi ikut mengamankan. Agar situasi berjalan kondusif kata Martinus, Polda Jabar akan membangun sebanyak 4.000 Pos Polmas (polisi masyarakat). Pos ini kata Martinus, mirip pos pengamanan saat lebaran.
"Nanti di Pos Polmas itu anggota kami akan dibantu oleh anggota TNI. Prinsipnya semua kita lakukan agar pelaksanaan Pilgub Jabar berjalan aman, lancar, dan damai," kata Martinus.
Polisi akan melakukan penjagaan ekstra terhadap Rumah Tahanan (Rutan) Kebonwaru, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, dan Rutan Banceuy saat berlangsungnya pemungutan suara, Minggu (24/2) lusa.Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso didampingi Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Rosdiana mengungkapkan, meski berada dalam lingkungan sel, narapidana dan tahanan asal Jabar yang mengantongi hak pilih bisa berpartisipasi memilih cagub dan cawagub Jabar.
"Di lapas dan rutan itu ada penjagaan ekstra oleh sejumlah petugas kepolisian. Soal teknis pengamanan, tentu berkoordinasi dengan petugas internal yang bersangkutan di tiga penjara itu. Di lokasi tersebut, ada TPS khusus. Kalau di luar penjara, sudah pasti kita jaga," ujar Kapolres kepada wartawan, kemarin.
Pengamanan Pilgub Jabar 2013, lanjut Kapolrestabes, selain di ketiga penjara tersebut juga memperketat penjagaan dan pengamanan di TPS yang termasuk katagori TPS Rawan Satu.Di Kota Bandung tercatat dari total 4.025 TPS, ada 165 TPS yang masuk katagori Rawan Satu. Setiap TPS dijaga dua anggota Pelindungan masyarakat (Linmas), tapi khusus TPS Rawan I dijaga oleh lima anggota Linmas.
"Wilayah yang masuk katagori rawan satu itu, berdasarkan atas analisis rawan kriminalitas di suatu wilayah. Jajaran Polrestabes Bandung mengerahkan kekuatan 3.075 personel pada pilgub 2013. Kami yakin masyarakat Bandung sudah lebih dewasa dan tetap menjaga kondusifitas agar tetap aman," kata Rakhman. 
Memasuki masa tenang 21 - 23 Februari 2013, sejumlah spanduk, pamfletdan berbagai alamat kampanye masih terpasang di sejumlah jalan Kota Bandung. Pantauan di lapangan menunjukkan, masih banyak baliho dan spanduk lima pasang calon terpasang di pinggir jalan. Bahkan, baliho yang berukuran kecil masih terpaku di pohon.
Ketua Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kota Bandung, Cecep Dudi mengatakan pihaknya sudah menertiban atribut kampanye sejak Kamis (21/2) dini hari.
"Kami sudah mulai menertibkan dan mengimbau kepada pasangan calon dan pendukungnya untuk mencabuti atribut kampanye karena sudah memasuki minggu tenang," ujar Cecep di Balai Kota, kemarin.

Cecep pun mengimbau kepada perusahaan media untuk tidak menerbitkan segala bentuk iklan pasangan calon di masa tenang. Menurut Cecep, dalam pasal 89 ayat (5) UU Pemilu, bahwa media massa dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak peserta pemilu atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu.
"Dalam masa tenang menjelang pelaksanaan pemilu, media massa dan lembaga penyiaran tetap dapat memberitakan berbagai persoalan yang terjadi selama pemilu," ujar Cecep.
Para saksi yang bertugas di tempat pemungutan suara dilarang membawa atribut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Selain itu, para saksi pun dilarang memakai pakaian yang memiliki simbol atau ciri khas para pasangan calon di tempat pemungutan suara.
Saksi untuk pasangan calon Dikdik-Toyib dilarang menggunakan bendo atau tutup kepala khas Sunda, saksi dari pasangan Yance-Tatang dilarang menggunakan baju warna kuning, saksi dari pasangan Dede-Laksamana dilarang menggunakan sal biru.
Sedangkan, saksi pasangan nomor empat Heryawan-Dedi dilarang menggunakan pakaian kancing merah dan saksi pasangan nomor lima Rieke-Teten dilarang menggunakan kemeja kotak-kotak.Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, Ipa Hafsiah, mengatakan penggunaan atribut dan ciri khas pasangan calon di tempat pemilihan suara melanggar peraturan KPU nomor 14 tahun 2010 tentang pemilihan umum.
"Ini bisa dianggap sebagai bentuk penggiringan pemilih untuk mencoblos salah satu pasangan calon. Kami sangat melarang keras penggunaan atribut ini di TPS. Ini pelanggaran administrasi," tutur Ipa, Kamis (21/2).
Menurut Ipa, kebijakan tersebut telah disepakati KPU dan Panitia Pengawas Pemilu dalam rapat yang digelar pada Rabu (20/2). Keputusan tersebut, tuturnya, telah disosialisasikan kepada setiap para saksi dan tim sukses kelima pasangan calon.Ipa mengatakan para saksi dan tim sukses dari kelima pasangan calon telah menyepakati hal tersebut. Karenanya, tidak terdapat alasan bagi para saksi untuk melanggarnya pada saat hari pencoblosan pada 24 Fabruari 2012.

Editor: Rachmat Hidayat  |  Sumber: Tribun Jabar