Tampilkan postingan dengan label balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label balita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Jenazah Anak Balita Itu Disemen karena Mulai Busuk






9F28 ROSIDAH B

Pembunuh anak balita di Jalan Endrosono VII Surabaya melumuri korbannya dengan semen untuk menghilangkan aroma busuk yang mulai menyebar setelah dua hari digeletakkan di gang sempit di samping rumahnya.

Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Muhammad Solihin (31) mulai resah karena aroma busuk mulai menyebar dari dalam rumahnya. Dia pun akhirnya melumuri jasad Fahri Husaini Romadhon (3,5) dengan semen agar aroma busuknya tidak menyebar.

''Semua alat untuk menyemen korban sudah kami amankan sebagai alat bukti,'' kata Kepala Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKP Henry Umar, Rabu (20/2/2013).

Namun ditemukannya jasad anak balita di rumah Solihin bukan karena aroma busuk, melainkan karena pelaku mengaku telah membunuh putra kelima pasangan Misnawi-Zubaidah yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.

Motif pembunuhan belakangan diketahui karena tersangka memiliki dendam terhadap Misnawi, ayah korban. Dendam itu karena beberapa hari sebelumnya, Misnawi pernah berkata kasar terhadap Solihin.

Tersangka kini diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

SUMBER : kompas.com

Jumat, 08 Februari 2013

Kiat Aman Turun Berat Badan Anak Kegemukan

RUKHANIA ZEN 9D 28
Kegemukan pada anak balita jangan diabaikan karena akan memicu risiko penyakit jantung, diabetes, hingga kelainan otot. Meningkatkan aktivitas fisik dan membatasi asupan kalori bisa membantu anak mencapai berat badan idealnya.

Meski begitu anak tidak disarankan untuk melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan karena ia masih membutuhkan gizi dari beragam makanan untuk tumbuh kembangnya. Yang terpenting adalah membatasi asupan kalori, lemak, dan gula.

Untuk mengurangi asupan lemak, selain memberikan daging tanpa lemak Anda bisa mengganti susu yang dikonsumsi anak dengan susu rendah lemak. Menurut Astri Kurniati, Manager Nutrition and Health Science Departement Nutrifood Research Centre, susu rendah lemak sebaiknya hanya diberikan untuk anak usia dua tahun ke atas.

Astri menjelaskan, pada dasarnya susu rendah lemak atau susu tanpa lemak memiliki kandungan nutrisi yang sama dengan susu biasa (whole milk). "Yang berbeda hanya kandungan kalori dan lemaknya," katanya dalam acara bertajuk Healthy Habits Since Young di Jakarta, Kamis (7/2/13).

Menurut penelitian terhadap anak di Jakarta diketahui konsumsi lemak anak balit di Jakarta melebihi yang dianjurkan. Idealnya, konsumsi makanan mengandung 50 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 30 persen lemak.

"Pada orang dewasa saja asupan lemak yang dianjurkan tidak lebih dari 55 gram perhari. Untuk anak seharusnya lebih sedikit dari itu. Sementara kandungan lemak dalam satu gelas susu full cream mencapai 8 gram. Kalau sehari ia minum 4 gelas susu berarti sudah 32 gram. Belum lagi dari makanan lain," paparnya.

Untuk mengatasi kegemukan pada balita, orangtua disarankan rutin memantau berat badan anak. Aktivitas fisik anak juga perlu ditambah, selain mengontrol dan menjaga keseimbangan makanan anak.
sumber: kompas