Tampilkan postingan dengan label warga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Takut Terjerat Hukum, Warga Puncak Cabuti Tumbuhan Mirip Ghat 'Chatinone'



9F38 ULPIYANA

Bogor - Meski belum jelas benar yang ditanamnya tumbuhan Ghat atau bukan, warga Puncak, Cisarua, Bogor khawatir. Mereka mencabuti tumbuhan yang sudah ditanamnya sejak 10 tahun terakhir karena takut terjerat hukum. Bisa saja, tumbuhan itu bahan baku narkotika jenis Chatinone.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bogor AKBP Asep Safrudin kepada wartawan, Jumat (1/2/2013). Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan atas inisiatif warga sendiri.

"Warga yang mulai mencabuti tumbuhan itu. Ini terjadi setelah adanya pemberitaan yang menyatakan bahwa bahan tersebut terindikiasi mengandung zat sebagai bahan baku narkoba," kata Kapolres.

"Masyarakat khawatir terkena dampak hukum karena menanam pohon itu," tambahnya.

Menurut warga, tumbuhan itu dibawa turis asal Timur Tengah. Warga ikut menanam karena tumbuhan tersebut sangat mudah dikembangbiakkan. Dengan cara stek seperti pada singkong, tumbuhan berdaun kecil itu bisa tumbuh dengan sendirinya.

"Daunnya makanan favorit mereka (turis Arab) untuk dijadikan lalapan setelah makan daging kambing. Kata mereka itu obat untuk menurunkan lemak," kata Bowi, kampung Citamiang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor.
Selain itu, daun juga digunakan untuk menurunkan lemak dan obat diabetes.
Warga menanam untuk keperluan bisnis. Pucuk daun bisa dijual dengan harga tinggi. "Dulunya satu bungkus plastik, harganya bisa sampai 100 dolar. Tapi sekarang sudah banyak yang tanam, harganya jadi lebih murah. Per kilonya cuma 200-300 ribu," kata Hasan (39), warga lainnya.

Hingga kini, belum ada yang bisa memastikan apakah tumbuhan yang tumbuh subur di Puncak itu benar-benar jenis Ghat atau Khat atau Catha Edulis (bahan baku untuk membuat narkotika jenis Chatinone atau Katinona). Chatinone merupakan narkotika golongan I yang hanya boleh dipakai untuk keperluan riset.

SUMBER:.detik.com

Warga Magelang Terima Kartu Sehat

9I22 NURKHOLIFAH



MAGELANG, KOMPAS.com -- Sebagian besar warga Kota Magelang sudah menerima Kartu Magelang Sehat. Dinas Kesehatan Kota Magelang mencatat sebanyak 57.203 kartu telah dicetak dari kuota yang ada sebanyak 60.000 kartu.

"Sementara kartu yang sudah diterima warga sebanyak 37.105 kartu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang Pantja Kuntjara, dalam acara penyerahan Kartu Magelang Sehat kepada warga Kelurahan Wates, Kamis (28/02/2013).

Hingga akhir Januari 2012, sebut Pantja, sudah ada beberapa rumah sakit yang mengajukan klaim biaya perawatan kesehatan. Untuk rumah sakit Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) 2 yakni RSU Tidar, mengklaim biaya sebesar Rp. 332.130.916, sedangkan untuk PPK 2 yaitu RSUP Karyadi Semarang baru mengklaim Rp 451.623.

"Biaya perawatan pemegang kartu ini diambil dari APBD Kota Magelang tahun 2013, yakni sebanyak Rp 7 miliar. Kami berharap anggaran tersebut bisa mencukupi biaya perawatan hingga akhir tahun ini," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta agar kartu itu bisa digunakan dengan bijak dan dimanfaatkan dengan baik. Ia mengatakan, jika penyakitnya tidak terlalu parah, misal ada warga yang terkena penyakit panu atau penyakit ringan lainnya, mereka tidak langsung berobat ke rumah sakit umum, namun disarankan diatasi terlebih dahulu oleh PPK 1 yaitu puskesmas.

"Puskesmas sekarang sudah lengkap fasilitas alatnya, mulai dari tes darah sampai kolesterol, peserta Kartu Magelang Sehat bisa langsung datang ke puskesmas untuk mendapat layanan tersebut," ujarnya

Sumber:KOMPAS.COM

Sabtu, 23 Februari 2013

Warga Desa Bilaporah Bangkalan Digemparkan Penemuan Mayat Bayi






9F12 FERLY PUTRIANY
Bangkalan, Seruu.com - Warga desa Bilapora Timur, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (20/2/2013) digemparkan dengan penemuan mayat bayi lengkap dengan ari-arinya yang sudah dikubur di pemakaman umum setempat.
Namun, bayi yang diperkirakan berumur 4 bulan dalam kandungan tersebut dikubur tidak layaknya bayi yang meninggal secara normal, warga sekitar menduga lahir sembunyi-sembunyi karena hasil hubungan gelap.

"Janin bayi ini sudah dalam keadaan di kubur, karena ada yang janggal warga bersama tokoh masyarakat di sini berunding dan sepakat membongkarnya. Sebab, di desa sini tidak ada warga yang melahirkan dan meninggal," terang salah seorang warga setempat, Rosul, ketika dikonfirmasi di lokasi.

Dijelaskan Rosul, berdasarkan salah satu pengakuan warga. Bahwa, Selasa kemarin sekitar pukul 13.00 wib, ada dua orang dengan mengendarai sepeda motor menggunakan helm tropong yang masuk ke areal pemakaman.

"Warga menduga dua orang itu yang melakukan penguburan janin bayi ini, karena warga di sini tidak ada yang melahirkan," ujarnya.

Menurut Rosul, setelah dibongkar di dalamnya ada dua bungkusan, ada plastik hitam yang berisi ari-arinya, dan kain putih yang berisi janinnya.

"Untuk jenis kelaminnya saya gak bisa liat, soalnya dalam posisi didalam lobang belum diangkat," ungkapnya.

Sementara itu, kapolsek Socah, AKP Sumono, ketika ada di tempat kejadian perkara (TKP) bersama anggotanya, langsung melakukan olah TKP dan mengangkat janin bayi tersebut untuk di bawa ke RSUD Syamrabu.

"Atas informasi dari masyarakat langsung kami datang ke sini, untuk memastikan apakah ini benar janin bayi atau bukan, kami angkat langsung di bawa ke RSUD dan yang ngubur masih dalam lidik," tukasnya.

Sementara pantauan Seruu! ratusan masyarakat desa sekitar yang mendengar informasi tersebut langsung ber duyun-duyun datang ke TKP, untuk melihat secara langsung keberadaan janin bayi malang tersebut.

Nyoblos di Cikeas, SBY Imbau Warga Jabar Jangan Golput



9E 05 ATIKA FAUZIAH





Jakarta - Keluarga besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggunakan hak suaranya di Pilkada Jabar. Usai nyoblos, Ketua Dewan Pembina PD ini berpesan agar warga Jabar tidak golput.

SBY menggunakan hak pilihnya di TPS 05, Sekolah Alam, Cikeas, Jabar, Minggu (24/2/2013), sekitar pukul 10.00 WIB. SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan istrinya Aliya Rajasa.

SBY yang mengenakan safari cokelat mencoblos terlebih dahulu diikuti Ibu Ani yang mengenakan batik cokelat, diikuti Ibas yang mengenakan kemeja biru dan disusul Aliya yang mengenakan blus biru.

Setelah mencoblos, SBY menyampaikan sejumlah pesan penting agar warga Jabar tidak golput. SBY mengingatkan pentingnya menggunakan hak pilih di Pilkada.

"Kita ingatkan Saudara-saudara menggunakan hak pilih kita untuk memilih pemimpin Jawa Barat. Di kesempatan lain seperti pemilihan pemimpin Bogor dan lainnya dan insya Allah Saudara-saudara kita semua akan memilih siapa presiden dan wakil presiden di tahun 2014 mendatang, warga negara harus punya kesadaran menggunakan hak pilihnya," ingat SBY.

SBY menekankan perlunya rakyat memilih pemimpinnya agar para pemimpin yang terpilih benar-benar menjalankan amanah rakyat yang dituangkan dalam pesta demokrasi.

"Jangan sampai kalau golput, nanti tinggal menyalahkan pemimpin saja kalau ada yang tidak diinginkan," katanya.

SBY pun mencontohkan keluarganya yang selalu menggunakan hak pilih dalam setiap pesta demokrasi.

"Sebagai kepala pemerintahan mengajak dengan benar dan penuh kesadaran untuk menggunakan hak pilih. Saya dan keluarga selalu ikut dalam proses seperti ini pemilihan apapun gubernur dan wakil gubernur, DPR, DPD, dan DPRD serta pemilihan presiden dan wakil presiden nanti saya sebagai warga negara ingin berpartisipasi," ungkapnya.

Dalam Pilkada Jabar ini, jago Partai Demokrat adalah Dede Yusuf-Lex Laksamana.


SUMBER;DETIK.COM


Sabtu, 09 Februari 2013

Jokowi usir warga rusun yang punya mobil



9D18 LIDIYANI

Jokowi Usir Warga Rusun Yang Punya Mobil. Kebijakan Gubernur Jakarta Jokowi ini cukup Menarik. Masih Berkaitan dengan Penanggulangan banjir dan tindak Lanjut penanganan Pasca banjir. Kali ini jokowi fokus di penataan rumas Susun. Jokowi Usir Warga Rusun Yang Punya Mobil
Jokowi Usir Warga Rusun Yang Punya Mobil
Setelah kemarin Jokowi memberi Arahan kalau siapa saja Yang Menyulitkan Pembelian Rusun Maka akan Dicopot Jabatanya. Nah Kali ini kebijakan mengenai Rusun jakarta Juga Sangat unik dan terbilang efisien. Siapa Saja Yang Menghuni Rusun Namun Memiliki Mobil Maka akan diusir dari Rusun Itu.

Jokowi menyarankan semua warga yang sudah memiliki mobil ini tidak menghuni rumah susun. Kaena mereka tergolong orang yang sudah Mampu. "Tapi, kalau ada yang tidak mampu menjadi mampu tadi, ya alhamdulillah, senang dong. Masa ingin di situ terus. Jadi, yang sudah bermobil, keluar dari sana, karena memang dia sudah dianggap kaya," kata Jokowi Kemarin

Kebijakan Ini sungguh Unik Namun mengena. Sangat nyeleneh Namun efektive untuk memastikan rusun dimiliki oleh Orang yang benar benar Memerlukan tempat tinggal di jakarta ini .  Semoga semua kebijakan jokowi ini bisa membantu warga jakarta lebih enak dan Nyaman di ibukota negara indonesia

Jumat, 08 Februari 2013

Kapal Pengangkut Puluhan Ton BBM Meledak di Perairan Buton


ADE AAN ANIYATI 9C 01

BUTON - Kapal pengangkut milik Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) meledak di perairan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), usai melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).Tiga orang luka dan satu orang tewas di lokasi kejadian akibat luka bakar.

Berdasarkan keterangan, ledakan terjadi tak lama setelah kapal berlabel KM Satro Jaya berangkat dari Pelabuhan Banabungi menuju Wakatobi, pada Jumat petang. Kapal tersebut memuat 10 ton solar dan 15 ton premium.

Diduga, ledakan dipicu penguapan yang terjadi pada premium. “Mungkin terjadi penguapan pada premium,” kata Andi Zainal, seorang awak kapal yang berhasil selamat.

Dia melanjutkan, karena terbuat dari kayu, badan kapal langsung berserakan begitu terjadi ledakan. Drum dan jeriken berisi bahan bakar bersubsidi juga terapung-apung di laut sekitar tempat kejadian.

Ledakan itupun mengundang perhatian warga karena suaranya terdengar hingga radius empat kilometer. Dalam waktu singkat, lokasi kejadian sudah ramai.

Sebagian warga membantu evakuasi tiga korban luka, sementara satu awak kapal tewas langsung dibawa ke RSUD Buton. Mereka juga menyelamatkan sisa bbm yang terapung di luat.

SUMBER: okezonenews

Jumat, 01 Februari 2013

Takut Terjerat Hukum, Warga Puncak Cabuti Tumbuhan Mirip Ghat 'Chatinone'

9F38 ULPIYANA


Bogor - Meski belum jelas benar yang ditanamnya tumbuhan Ghat atau bukan, warga Puncak, Cisarua, Bogor khawatir. Mereka mencabuti tumbuhan yang sudah ditanamnya sejak 10 tahun terakhir karena takut terjerat hukum. Bisa saja, tumbuhan itu bahan baku narkotika jenis Chatinone.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bogor AKBP Asep Safrudin kepada wartawan, Jumat (1/2/2013). Menurut dia, tindakan tersebut dilakukan atas inisiatif warga sendiri.

"Warga yang mulai mencabuti tumbuhan itu. Ini terjadi setelah adanya pemberitaan yang menyatakan bahwa bahan tersebut terindikiasi mengandung zat sebagai bahan baku narkoba," kata Kapolres.

"Masyarakat khawatir terkena dampak hukum karena menanam pohon itu," tambahnya.

Menurut warga, tumbuhan itu dibawa turis asal Timur Tengah. Warga ikut menanam karena tumbuhan tersebut sangat mudah dikembangbiakkan. Dengan cara stek seperti pada singkong, tumbuhan berdaun kecil itu bisa tumbuh dengan sendirinya.

"Daunnya makanan favorit mereka (turis Arab) untuk dijadikan lalapan setelah makan daging kambing. Kata mereka itu obat untuk menurunkan lemak," kata Bowi, kampung Citamiang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor.

Selain itu, daun juga digunakan untuk menurunkan lemak dan obat diabetes.

Warga menanam untuk keperluan bisnis. Pucuk daun bisa dijual dengan harga tinggi. "Dulunya satu bungkus plastik, harganya bisa sampai 100 dolar. Tapi sekarang sudah banyak yang tanam, harganya jadi lebih murah. Per kilonya cuma 200-300 ribu," kata Hasan (39), warga lainnya.

Hingga kini, belum ada yang bisa memastikan apakah tumbuhan yang tumbuh subur di Puncak itu benar-benar jenis Ghat atau Khat atau Catha Edulis (bahan baku untuk membuat narkotika jenis Chatinone atau Katinona). Chatinone merupakan narkotika golongan I yang hanya boleh dipakai untuk keperluan riset.

SUMBER:http://news.detik.com

Jumat, 25 Januari 2013

TRADISI PANJANG JIMAT: Sedot Perhatian Wisatawan

9F22 NOORHAYATI
CIREBON (bisnis-jabar.com)—Ratusan warga mengunjungi pasaran muludan yang digelar untuk memeriahkan perayaan maulid nabi.

Pasaran muludan rutin digelar setiap tahun oleh 4 keraton yang ada di Kota Cirebon Jawa Barat mulai 18-24 Januari 2013 atau hingga puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan warga dari wilayah III Cirebon memadati sejumlah ruas jalan di sekitar Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Keprabonan.

Kepadatan tampak berbeda dengan hari-hari sebelumnya karena Kamis (24/1/2013) merupakan hari terakhir pasaran muludan dengan acara penutup panjang jimat di tiap keraton dengan pembacaan kitab barjanji.

Terkait pelaksanaan panjang jimat pada puncak peringatan maulid nabi, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat selaku Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon mengatakan pada ritual panjang jimat biasanya dihadiri oleh pengunjung dari luar Cirebon seperti Bogor dan daerah lainnya.

“Pengunjung dari luar daerah Cirebon juga ikut dalam ritual lainnya dalam peringatan maulid nabi,” katanya melalui blackberry messenger, Kamis (24/1/2013).

Jelang ritual panjang jimat sejumlah personil keamanan dari TNI dan Polri akan disiagakan untuk menjaga ketertiban dan pihak keraton menyediakan layar proyektor di luar keraton bagi masyarakat yang ingin menyaksikan proses ritual tersebut.(k3/yri)

SUMBER:bisnis-jabarcom www.bankbjb.co.id