WELISAH389D
Sebuah planet baru ditemukan tidak jauh dari bumi .Hal tersebut telah mengguncang dunia astromi .Planet tersebut diberi nama Alpha Centauri Bb .Planet baru itu hanya 4,3 tahun cahaya dari bumi. Ukurannya mirip dg bumi. Suhunya mencapai 1200 derajat celcius . Orbit planet itu 25 kali lebih cepat dari bumi ,sehingga 1thn di planet itu dilewati seperti 3,2 hari di bumi, penemuan planet tersebut juga telah memicu harapan untuk menyelidiki planet yg bisa di huni manusia.01-03-2013
sumber:karya sendiri
SMP Negeri 1 Gegesik, merupakan sekolah lanjutan tingkat pertama yang berada di pelosok negeri ini, namun tak membuat kami menjadi terbelakang, kami mampu memberikan yang terbaik, walau hanya minoritas...
Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label planet. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 Februari 2013
Selasa, 26 Februari 2013
Awas...Serbuan Meteor
9F15 INDAH ENRIANI WULANSARI
Tata Surya bukanlah rumah planet yang bersih. Banyak debu dan batuan asteroid berserakan di Tata Surya.Bahayanya, batuan itu suka menyerbu planet .
Tata Surya adalah tempat di mana Planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus mengelilingi bintang Matahari.Kita sering melihat gambar bola-bola planet mengelilingi Matahari di ruang yang bersih. Ssst, sebenarnya, Tata Surya itu dipenuhi kerikil-kerikil dan batu yang bertebaran, lo. Kerikil dan batuan yang berserakan di Tata Surya itu disebut batuan asteroid . Sama seperti planet-planet di Tata Surya, batuan asteroid juga mengelilingi Matahari.
Sabuk Asteroid
Batuan asteroid ada yang berkumpul di antara Planet Jupiter dan Planet Mars . Batuan asteroid di antara Planet Jupiter dan Mars ini mirip sebuah sabuk. Tidak heran, astronom menamai kumpulan asteroid di antara Planet Jupiter dan Mars sebagai sabuk asteroid .
Serbuan Asteroid
Saat mengelilingi Matahari, planet-planet sering berpapasan dengan batuan asteroid. Wuaah, saat berpapasan, gravitasi planet selalu menyedot batuan asteroid. Akibatnya, planet dihujani batuan asteroid besar dan kecil. Ssst, setiap hari jutaan batuan asteroid sebesar kerikil berjatuhan ke planet, lo. Planet Bumi juga diserbu batuan asteroid!
Hujan Meteor
Untungnya, Planet Bumi mempunyai atmosfer atau udara. Udara melindungi Planet Bumi dari serbuan batuan asteroid. Ya, saat jatuh ke Planet Bumi, batuan asteroid terbakar akibat bergesekan dengan udara Planet Bumi. Batu-batu itu hancur jadi api dan debu. Wuah, kadang kitabisa melihat api itu seperti cahaya yang melesat dari langit. Orang Eropa menyebut leretan cahaya itu sebagai bintang jatuh . Kita sering menyebutnya sebagai meteor . Hmmm, saat cuaca cerah, kita bisa melihat banyak sekali meteor jatuh ke Planet Bumi, seperti hujan.
Bencana Meteor
Namun, udara Planet Bumi kesulitan menghancurkan batu asteroid yang terlalu besar. Contohnya, kejadian di kota Chelyabinsk , Rusia pada tanggal 15 Februari 2013 yang lalu. Udara Planet Bumi tidak sanggup menghancurkan batuan asteroid yang berdiameter 15 meter. Batuan asteroid yang besar menyebabkan udara di Chelyabinsk memuai dan meledak. Wah, ledakannya lebih besar daripada ledakan bom atom Hiroshima, lo. Kaca-kaca hancur dan atap rumah runtuh. Banyak orang yang terluka.
Batuan asteroid yang besar memang berbahaya bagi Planet Bumi. Semoga ilmuwan menemukan cara melindungi Planet Bumi dari serbuan asteroid yang besar.
Sumber : Kidnesia.com
Jumat, 15 Februari 2013
Planet Terpanas Di Jagad Raya
9F24 NUR FATIKAH
Dalam usaha perburuan planet-planet di
luar tata surya kita, para peneliti menemukan planet yang dianggap
paling panas. Planet bernama WASP-12b itu menyala dalam suhu 2.200
derajat Celcius, dan mengorbit bintangnya lebih cepat dan lebih dekat
dibanding planet lain.
Foto: Ilustrasi Planet Asing
Planet tersebut mengitari bintangnya
dalam sehari. Sebagai perbandingan, planet di tata surya kita yang
paling cepat mengorbit Matahari adalah Merkurius, yang mengorbit
Matahari sekali dalam 88 hari.
Untuk mencapai waktu orbit sedemikian
cepat, planet itu berada sangat dekat dengan bintangnya, dengan jarak
sekitar 3,4 juta kilometer atau hanya 2 persen dari jarak Bumi ke
Matahari.
“WASP-12b adalah benda langit yang
menarik karena ia memiliki waktu putar terpendek sekaligus menjadi
planet terpanas,” kata Don Pollacco dari Queen’s University di Irlandia
Utara, yang merupakan salah satu peneliti proyek SuperWASP (Super Wide
Angle Search for Planets).
WASP-12b adalah planet gas, sekitar 1,5
kali massa Jupiter dan ukurannya hampir dua kali lipatnya. Planet yang
mengelilingi sebuah bintang sejauh 870 tahun cahaya dari Bumi ini
penting terutama karena memberi gambaran sedekat apa jarak sebuah planet
dengan tanpa menjadi hancur.
“Ada batasan jarak karena semakin dekat
sebuah planet terhadap bintangnya, pengaruh radiasinya makin kuat dan
dalam satu titik, planet tersebut akan hancur mendidih karena panas
bintangnya,” ujar Pollacco. “Sebelumnya, orang-orang menduga sebagai
sesuatu yang mustahil sebuah planet bisa memutari bintangnya dalam
sehari dan bisa sedekat itu.”
Planet ini juga sedemikian panas sehingga
suhunya mirip dengan suhu beberapa bintang. Walau begitu, ia bukanlah
sebuah bintang karena massanya tidak cukup besar untuk menghasilkan
reaksi panasnuklir yang menjadi ciri sebuah bintang.
Sumber : Kompas
Selasa, 12 Februari 2013
Planet Pink Tampakkan Diri di Bulan Februari
9A24 RANDI RAHARJA
Di bulan Februari alias bulan Februari, Merkurius tampak unik. Planet ini akan tampak dalam warna pink.
Diberitakan Physorg, Senin (11/2/2013), warna pink sama sekali bukan warna asli Merkurius. Manusia di Bumi melihat Merkurius punywa warna merah jambu karena akan tampak berdekatan dengan saat Matahari tenggelam. Di bulan cinta, planet ini akan tampak pink hingga tanggal 21 Februari 2013. mendatang.
Bagi warga Indonesia, Merkurius bisa dilihat sejak tepat Matahari terbenam hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Di tengah semburat cahaya senja, Merkurius akan tampak sebagai titik kecil. Perlu kejelian untuk melihatnya sebab magnitud atau kecerlangannya terbilang rendah. Semburat cahaya Matahari senja malah bisa menjadi gangguan jika tak cermat.
Waktu terbaik untuk mengamati sebenarnya setelah Matahari benar-benar tenggelam. Simulasi aplikasi Stellarium menunjukkan, Merkurius mulai tampak jelas pukul 18.30 WIB. Cari area yang lapang untuk mengamatinya.
Sejak awal Februari 2013, Merkurius sudah menampakkan diri di langit senja. Magnitudnya akan semakin turun hingga 21 Februari 2013 mendatang, berkisar antara -1,03 hingga 0,47. Magnitud menyatakan kecerlangan benda langit, semakin negatif, semakin terang.
Tentunya, pengamatan Merkurius juga bisa dilakukan bila cuaca mendukung. langit yang cerah tanpa awan adalah syarat utama.
Mengamati Merkurius menarik sebab planet ini masih menyimpan banyak misteri. Temuan terbaru, Merkurius yang paling dekat dengan Matahari dan suhunya bisa mencapai 425 derajat Celsius ternyata memiliki es. Diduga, ada bagian Merkurius yang benar-benar tak terpapar Matahari.
Temuan lain, Venus juga memiliki materi organik walaupun sulit mengatakan bahwa planet ini mendukung kehidupan.
Tak cuma yang baru, fakta lama soal Merkurius pun masih terdengar mencengangkan. Salah satunya, satu hari di Merkurius yang lebih lama dari satu tahunnya. Wahana antariksa Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat MESSENGER hingga kini masih terus meneliti Merkurius.
Sumber: KOMPAS.COM
Langganan:
Postingan (Atom)

