Tampilkan postingan dengan label Rieke Diah Pitaloka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rieke Diah Pitaloka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Rieke Tolak Disebut Tak Siap Kalah




Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 5, Rieke Diah Pitaloka menjunjukan surat suara sebelum mencoblos di TPS 20, Beji, Depok, Minggu (24/2/2013). Hari ini masyarakat Jabar secara serempak menggunakan hak pilihnya untuk memilih gubernur periode 2013-2018. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

TERKAIT:
JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur Jawa Barat dari PDI-P, Rieke Diah Pitaloka, menolak tudingan bahwa pihaknya tidak siap menerima kekalahan dalam Pilgub Jabar 2013. Upaya Rieke membeberkan kecurangan Pilgub Jabar tak terkait perkara menang ataupun kalah. Hal ini, sambungnya, upaya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang kehilangan hak pilihnya pada Pilgub Jabar 2013.
Rieke mengatakan hal ini pada konferensi pers terkait pembeberan data tentang sejumlah kecurangan yang terjadi dalam Pilgub Jabar 2013 di kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2013). Rieke menyatakan bahwa perolehan suara yang mereka peroleh murni dukungan dari rakyat dan tidak ada indikasi kecurangan.
"Ini bukan persoalan menang kalah, tapi Pilkada Jawa Barat adalah sebuah pertarungan ideologis. Bahkan jika sampai terjadi putaran kedua, Indonesia akan bergerak untuk Jawa Barat," tegas Rieke.
Sementara ketua tim pemenangan Rieke-Teten, TB Hasanuddin, menyampaikan penegasan bahwa mereka tidak akan memberi tanggapan mengenai pernyataan dari Ketua Dewan Penasihat PDI-P Taufiq Kiemas yang meminta Rieke Diah Pitaloka untuk legawa. "Ketua umum kami hanyalah Ibu Megawati Soekarnoputri," tegas Hasanuddin.
Seperti yang diberitakan, hasil quick count dari Tim Kampanye PATEN memiliki hasil penghitungan yang berbeda dibanding penghitungan quick count beberapa lembaga survei lain. Timnya mencatat ada selisih 1.302 suara untuk kemenangan Rieke-Teten.
Sementara itu, Taufiq Kiemas pada Rabu (27/2/2013) memang telah menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, yang dalam hasil perhitungan cepat versi beberapa lembaga survei telah dinyatakan memenangi Pilgub Jabar 2013, meski hasil resmi dari KPUD Jabar belum keluar.
Taufiq juga menyarankan Rieke untuk mencontoh Fauzi Bowo yang langsung mengucapkan selamat kepada Joko Widodo saat Pilgub DKI Jakarta putaran kedua digelar September tahun lalu.

SUMBER : KOMPAS.COM

Kamis, 28 Februari 2013

PDI-P Tuding Aher Gunakan Dana APBD untuk Pilkada

9D31 SITI NURBAITILLAH





JAKARTA, Tim pemenangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten) menuding pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub/cawagub) Jawa Barat Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar menggunakan dana APBD untuk kampanye Pilkada Jabar.

Tudingan itu disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Paten, Abdy Yuhana, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (28/2/2013) malam. Abdy menyatakan, pihaknya menemukan sejumlah indikasi kecurangan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (Jabar).

Cagub Jabar Ahmad Heryawan, seperti diklaim Paten, berkeliling ke sejumlah daerah dan menjanjikan memberikan bantuan itu. Tak lama kemudian, dana dicairkan. Padahal, Heryawan pernah menyatakan bantuan belum dicairkan. Paten menyatakan memiliki bukti tersebut.

Di sisi lain, lanjut Abdy, indikasi kecurangan itu terlihat lewat adanya dugaan money politic hingga pengarahan untuk memilih pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar (Aher-Demiz) di rumah sakit umum daerah (RSUD) di Cirebon.

"Sejauh ini ada tahapan proses yang tengah kami dalami dan sekarang ini justru muncul bukti-bukti adanya dugaan pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan oleh pasangan Aher-Demiz," kata Abdy Yuhana.

Kecurangan berupa money politic, lanjut Abdy, tecermin dari pemanfaatan dana APBD. Dana rakyat yang ditaksir mencapai angka Rp 4,5 miliar itu digelontorkan secara besar-besaran sepanjang Februari. Bentuknya, kata dia, lewat bantuan desa yang diberikan kepada 45 desa di wilayah Jabar.

"Setiap desa diberikan bantuan Rp 100 juta. Daerah-daerah yang menerima bantuan itu di antaranya tersebar di Tasik, Cianjur, Banjar, Ciamis, sampai Cirebon," katanya.

Selain bantuan desa, Abdy menemukan pula fakta dugaan kecurangan lewat bantuan yang diberikan kepada pesantren ataupun kelompok tani. Bantuan tersebut berbentuk dana hibah.

"Peningkatannya mencapai lebih 100 persen. Jika sebelumnya hanya ada Rp 1,4 triliun, maka jelang pencoblosan ini dana hibah yang diberikan itu mencapai sekitar Rp 4 triliun. Data-data itu sudah kami peroleh."

Hal lainnya lagi, kata Abdy, adanya dugaan mengarahkan para pasien di RSUD untuk memilih pasangan nomor 4 tersebut. Temuan itu didapat di RSUD di Cirebon. Ia mengatakan, temuan ini sangat disesali dalam upaya mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.

Abdy juga mencontohkan bagaimana sikap Panwaslu yang sangat reaktif saat tim Paten memboyong Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terlibat dalam proses kampanye.

"Kecurangan-kecurangan serta adanya sikap yang tak netral dari pihak Panwas sungguh kami sesalkan. Karena seperti dalam hal Jokowi kemarin, Panwas sebenarnya tidak berhak menghukum, tetapi (yang lebih pas) seharusnya adalah KPUD," tandasnya.

Dengan adanya temuan di lapangan ini, Abdy akan terus memantau penghitungan surat suara hingga 3 Maret mendatang. Ia juga tetap yakin bahwa Pilkada Jabar ini akan berlangsung sampai dua putaran.

"Sejauh ini data surat suara C-1 masih belum 100 persen, tapi kami cukup yakin bahwa pemilu ini akan ada dua putaran antara tim Aher dan Paten," pungkasnya.

Sabtu, 23 Februari 2013

Pilgub Jabar Sebelum Nyoblos, Rieke Sungkem Nenek

9D19 LILIS 



Depok - Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka hari ini akan menggunakan hak pilihnya. Sebelum nyoblos Rieke menyempatkan diri sungkeman dengan sang Nenek untuk memohon Restu.

"Mau sungkeman dulu sama Nenek, minta didoain," kata Rieke kepada wartawan di rumahnya, Jalan KH Ahmad Dahlan V, Kukusan, Depok, Minggu (24/2/2013).

Rieke berjalan kaki menuju rumah sang nenek yang hanya berjarak 10 meter dari rumahnya. Saat memasuki rumah, terlihat nenek Rieke yang bernama Ratu Dewi Katini sudah siap memberikan restu.

Rieka yang mengenakan baju hitam langsung menghampiri dan bersujud seraya berbisik kepada Nenek.

Setelah Rieke, sang suami Donni Gahral juga turut sungkem. Tidak lupa Rieke dan keluarga berdoa bersama sebelum berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) No 20.

Sepanjang jalan menuju TPS, Rieke menyalami warga, mulai dari tukang roti bakar, ibu-ibu yang sedang belanja di warung, sampai bapak yang sedang mencuci motor.

"Doain ya Pak, biar menang," ujar Rieke.

Sesampainya di TPS pukul 08.20 WIB, Rieke langsung mengantri dan bersalaman dengan warga. 5 menit menunggu Rieke mendapat giliran memberikan suaranya. Dan blos, kertas suara calon nomer 5 bergambar dirinya dan Teten sudah dicoblos Rieke dengan diiringi senyuman.

"Alhamdulillah sudah menunaikan tugas konstitusi. Mudah-mudahan yang memiliki keyakinan bersama kami makin mantab, yang belum jadi yakin. Dijaga Formulir C1," ucap Rieke usai nyoblos.


Sumber: detikNews