Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Murid SD Teror Polisi lewat SMS




9B02 AKMAD SUGANDI

MAKASSAR, KOMPAS.com — Seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) berinisial MAS (12) di Kabupaten Luwu, Sulsel, terpaksa diamankan polisi lantaran melayangkan teror bom melalui Short Message Service (SMS) kepada Ketua Panitia Sepeda Santai TNI-Polri, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hasmawati. MAS diciduk dikediamannya, Jalan Sungai Pareman, Desa Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Belopa, Luwu, Sulsel, Rabu (28/02/2013).
Aksi teror bom melalui SMS dilakukan pelaku, Minggu (17/02/2013), sekitar jam 14.45 Wita, dan dikirim sebanyak empat kali kepada Ketua Panitia pelaksana. Dalam SMS teror, dia menuliskan "Jangan mengadakan sepeda santai karena anda akan mati satu per satu. Ingat ini".
SMS kedua berbunyi "kita semua akan menerorkan bom molotov seperti di gereja Makassar, ingat ini". SMS ketiga dan keempat di waktu yang berbeda dengan bunyi yang sama "ingat ini".
Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Anwar Hasan mengatakan, pengirim SMS menggunakan nomor ponsel 085342622XXX dan dikirim ke nomor 081342458XXX yang merupakan nomor panitia pelaksana. Nomor yang tertera di salah satu media cetak di Makassar ini tidak lain adalah nomor Humas RS Bhayangkara.
"Korban diancam untuk tidak menyelenggarakan kegiatan tersebut (sepeda santai), karena jika dilakukan, maka peserta akan mati satu per satu. Pelaku saat ini sudah diamankan di markas Polrestabes Makassar, tetapi mengingat pelakunya masih di bawah umur, kita akan lakukan pembinaan saja," kata Anwar, Jumat (01/03/2013).
Sementara itu, MAS yang masih bocah ini dengan polosnya mengatakan, ia melakukannya sendiri tanpa suruhan siapapun dan hanya iseng-iseng. Tindakan ini dilakukan tanpa sepengetahuan orangtuanya.
"Saya SMS hanya iseng-iseng saja dan setelah saya kirim, SMS langsung dihapus supaya tidak diketahui kedua orangtua saya," tutur MAS kepada KOMPAS.com di Polrestabes Makassar.
Orangtua MAS, Aziz Usman, mengatakan baru mengetahui peristiwa itu setelah petugas kepolisian datang ke rumahnya dan menjelaskan bahwa anaknya telah mengirim SMS ancaman bom di Makassar.
"Saya dari orangtua MAS meminta maaf atas kejadian ini kepada semua pihak yang telah merasa dirugikan dengan kelakuan iseng anak kami, dan saya berjanji akan membina anak ini dengan baik dengan tidak memberikannya lagi handphone," katanya.

Sumber:  KOMPAS

Polisi Tangkap Pelaku Perampokan Sadis




9B24 MOHAMMAD NURUDIN

Jakarta Timur - (27/02/2013) Kapolda Metro Jaya, Irjend Polisi Bayuseno, menyatakan, polisi kembali menangkap 2 pelaku perampokan sadis di Ciracas, Jakarta Timur yang telah menewaskan 2 orang dan melukai 6 warga.

Dengan penangkapan ini, berarti, total sudah 3 pelaku yang sudah ditangkap. Karena sebelumnya, polisi sudah menangkap 1 pelaku yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit polri.

Kapolda juga menyatakan, dari keterangan pelaku yang tertangkap, ada komplotan lain yang terlibat dalam perampokan dan menjadi beking pelaku. Polisi kini masih menyelidiki senjata api yang dipakai pelaku untuk membunuh korban.

Peristiwa bermula saat 2 perampok menggunakan sepeda motor mencoba merampas tas milik Norma, seorang pedagang ikan dan baru tiba di rumah di Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, Jakarta Timur. Melihat istri dirampok, Beston dan 2 anaknya mencoba menolong. Namun naas pelaku yang panik memberondong tembakan ke arah korban.

Kriston, anak kedua Norma, tewas tertembus peluru di bagian dada. Norma Heston dan Yogi selamat meski melangami luka tembak di tubuhnya.

Selain menewaskan Kriston, pelaku juga membunuh Jamhari tetangga Kriston yang mencoba menolong korban.(Abdul Haris/Her)

Sumber: detiknews

SOPIR TAKSI TEWAS DI SERET MOBIL POLISI

 9B18 KHOERIYATUL AENI
SOPIR TAKSI TEWAS DI SERET MOBIL POLISI

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Seorang pengemudi taksi di Afrika Selatan tewas setelah diborgol di belakang sebuah mobil polisi sebelum diseret sejauh beberapa puluh meter.

Tim penyelidik independen, Kamis (28/2/2013), tengah menangani kasus tersebut setelah melihat sebuah rekaman video yang menunjukkan aksi penyeretan tersebut.

Laki-laki itu, yang berasal dari Mozambik, akhirnya meninggal dunia di tahanan polisi di Daveyton, Johannesburg, Selasa (26/2/2013).

Sejumlah polisi mengklaim tidak menyeret si pengemudi taksi. Polisi menaruhnya di kursi belakang untuk membawanya ke kantor polisi East Rand. Mereka mengaku tidak tahu apa penyebab kematiannya.

Namun, video yang diperoleh harian Daily Sun berbicara lain. Video itu jelas-jelas menunjukkan polisi bergumul dengan seorang laki-laki, yang diyakini si pengemudi taksi, sebelum memborgol orang itu ke bagian belakang mobil mereka.

Selanjutnya, polisi menjalankan mobil dengan korban masih terikat di bagian belakang.

Pada awalnya, oknum polisi itu mencoba memegangi kaki korban, tetapi saat mobil berjalan semakin kencang, dia melepaskan kaki orang itu.

Video itu kemudian menunjukkan korban berusaha berdiri di atas kakinya sementara mobil terus melaju hingga beberapa ratus meter.

Direktorat Investigasi Independen Kepolisian (IPID) mengatakan, polisi menangkap pengemudi taksi itu karena dia melanggar aturan lalu lintas.

"Kami tengah menyelidiki insiden yang mengakibatkan kematian seorang pria yang tampaknya disebabkan petugas polisi. Kami sangat terkejut melihat video itu," kata juru bicara IPID, Moses Dlamini.

"Situasi seputar kematian pengemudi taksi masih dalam penyelidikan," kata Dlamini.

Polisi Afrika Selatan dikenal keras dalam menangani berbagai kasus. Badan pengawas polisi saat ini tengah bekerja menangani ratusan pengaduan terkait kebrutalan polisi.

sumber : compas.com

Rabu, 27 Februari 2013

Periksa Kejiwaan Retno, Polisi Siap Gunakan Pasal KDRT dan Pembunuhan


9C17 INNA FARHANIYAH 

Jakarta - Retno Purwati (39) tega membunuh anaknya Vicky (7) hanya karena khawatir kemaluan anaknya tidak normal sungguh diluar akal kebanyakan orang. Polisi pun harus memastikan terlebih dahulu kondisi kejiwaan Retno.

"Kita lakukan pemeriksaan psikiater untuk mengetahui kondisi pelaku. Nanti akan diperiksa untuk mengetahui kejiwaannya," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni di Mapolres Jakarta Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013).

Selain pemeriksan kejiwaan, guna melengkapi berkas pemeriksaan, kepolisian juga akan mendatangkan psikolog. "Kami sudah panggil psikolog," kata Mulyadi.

Dia menjelaskan, bila nanti hasil pemeriksaan menyatakan Retno tidak mengalami gangguan secara psikologis, maka retno akan dikenakan pasal kekerasan dalam rumah tangga. Tapi tidak menutup kemungkinan Retno akan dijerat pasal pembunuhan.

"Kalau dia depresi mungkin masih bisa ditahan. Namun kalau nanti dari hasil tes terbukti kondisi mentalnya tidak baik, maka tidak dilakukan penahanan. Kita kenakan UU KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) serta pembunuhan," ujar Mulyadi.

Mulyadi menambahkan jika dikenakan pasal pembunuhan seperti Pasal 338 juncto 340, maka Retno terancam kurungan maksimal hingga 20 tahun penjara.

"Namun masih kita kembangkan dan kita dalami apakah ada unsur perencanaan atau tidak," tutup Mulyadi.

Seperti yang diketahui, Retno membunuh Vicky dengan cara membenamkan anak keduanya di air hingga meregang nyawa pada Selasa (26/2) lalu. Ia pun meninggalkan jasad putranya di kediamannya di Gang Lele RT 05/01 Kampung Baru Klender, Cakung, Jakarta Timur, dan melaporkan tindakannya ke Mapolres Jakarta Timur.


Selasa, 19 Februari 2013




9B24 MOHAMMAD NURUDIN

Jakarta : Tim Buru Sergap Polsek Metro Kebayoran Baru menangkap 4 jambret spesialis pengunjung mall di Jakarta. Keempat penjahat yang dibekuk itu yakni Ridwan Maya (21) warga Kembangan, Fadhil Tommy (21) warga Kebon Jeruk, Rifki Maulana (20) warga Kembangan, dan Wawan Supriyanto (20) warga Kebon Jeruk.
"Keempatnya ditangkap pada Sabtu (16/1) lalu saat gagal menjambret tas korban. Memang para pelaku ini tergolong nekat," kata Kepala Polsek Metro Keb Baru AKBP Adex Yudiswan, Jakarta, Selasa (19/2/2013).
Adex menambahkan, para penjahat itu, saat melakukan aksinya tak segan-segan untuk mencederai korban. Pasalnya saat melakukan aksinya keempat orang ini selalu membawa senjata tajam dan stun gun berkekuatan 5.000 volt.
"Daerah operasi para pelaku ada di Jalan Gandaria, Jalan Bulungan, Jalan Melawai, dan Jalan Damawangsa. Mereka selalu mengintai korban yang baru pulang belanja dan terlihat mudah dijambret," urai dia.
Ia menceritakan, korban yang menjadi mangsa komplotan penjahat muda itu, salah satunya Rubby. Rubby sehabis belanja, bersama temannya tiba-tiba saja didekati dua orang pelaku. Mereka terjatuh, lalu kawan pelaku yang lain menghampiri. Pelaku yang belakangan ini berusaha mengalihkan perhatian.
"Saat korban lengah mereka langsung merampas tas," ucapnya.
Menurut Alex, aksi mereka kali ini gagal karena petugas kepolisian yang sedang lewat memergoki aksi mereka.
Namun, beda dengan korban bernama Salahudin, warga Radio Dalam. Salahudin saat dijambret sempat melawan, akibatnya telinga kirinya dan kepalanya sobek terkena senjata tajam Tak ayal, telinga dan kepalanya pun mesti dijahit sebanyak 35 jahitan.
Alex menjelaskan, aksi pelaku telah dilakukan sebanyak 15 kali. Dari tangan mereka disita puluhan telepon genggam dan belasan kartu ATM. Selain itu polisi menyita motor pelaku yang diduga hasil kejahatan juga.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 juncto Pasal 53 KUHP ancaman penjara di atas 5 tahun penjara. (Mut)

Sumber: Liputan6


Sabtu, 09 Februari 2013

Polisi Amankan Pengedar Narkoba, Mahasiswi, & Pengusaha Minyak


 9F24 NUR FATIKAH

Samarinda, (tvOne)

Polisi menggerebek seorang pengedar narkoba di sebuah kamar di hotel berbintang di Samarinda, Kalimantan Timur. Polisi juga mengamankan dua orang yang berprofesi mahasiswi dan pengusaha minyak.




SUMBER : tvonenews.com

Sabtu, 02 Februari 2013

Angin Puting Beliung Landa Tapanuli Utara, 2 Orang Terluka


LIA AWALIYAH 9C20

Medan, - Bencana angin puting beliung melanda Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (29/1/2013) sore. Dua anak terluka dalam kejadian ini, selain itu sejumlah rumah, mobil, dan pos polisi mengalami kerusakan.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, angin kencang yang disertai hujan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ada tiga desa yang terkena terkena dampak bencana tersebut. Di Desa Pohan Tonga terdapat empat rumah yang rusak, di Desa Lobu Siregar II terdapat satu rumah yang rusak, dan di Desa Siborong-Borong II juga satu rumah yang rusak. Kerusakan terutama di bagian atap.

Angin kencang itu juga menumbangkan baliho Axis yang ada di Jl. Sisingamangaraja, Siborong-borong. Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Utara, Aipda W. Baringbing menyatakan, baliho itu menimpa pos polisi lalu lintas yang ada di bawahnya dan merusak dua mobil, yakni satu mobil sedan milik pribadi dan satu lagi angkutan kota (angkot).

“Ada dua pelajar SMP yang terluka dalam kejadian ini, karena saat itu sedang berdiri menunggu angkot. Korban Jupri mengalami luka di bagian tangan, sedangkan Benni terluka di kepala bagian belakang. Tidak ada korban jiwa,” kata Baringbing kepada wartawan, Selasa malam.

Terkait kejadian ini, kata Baringbing, polisi di lokasi segera melakukan penanganan. Terutama mengatur lalu-lintas yang sempat terganggu karena angin kencang ini.

Angin kencang juga dilaporkan melanda Kabanjahe, Kabupaten Karo. Kuatnya angin menyebabkan sebatang pohon tumbang dan menimpa mobil di Jl. Pala Bangun. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

SUMBER : detikNews

Sabtu, 26 Januari 2013

Berpesta Narkoba, Enam Remaja Putri Dibekuk


TASRIFAH 9C 34

Pekanbaru, Sebanyak enam remaja putri tertangkap basah saat berpesta narkotika dan obat-obatan berbahaya di sebuah kamar di Diskotik Ozon, Pekanbaru, Riau, baru-baru ini. Saat itu, polisi memang tidak menemukan barang bukti. Diduga, narkoba sudah habis dikonsumsi. Para tersangka pun diyakini memakai berbagai jenis narkoba, antara lain ekstasi, shabu-shabu, dan putaw.

Saat diperiksa, tersangka bernama Dewi tampak menderita. Besar dugaan, siswi kelas dua sekolah menengah umum ini ketagihan putaw. Untuk memastikan mereka mengonsumsi narkoba, remaja 17-an tahun ini akan diperiksa tim dokter kepolisian setempat.

Tempat hiburan malam memang kerap dijadikan tempat untuk pesta narkoba. Itulah sebabnya, polisi juga menggerebek lima diskotik di Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lampau [baca: Lima Tempat Hiburan di Pontianak Dirazia]. Dari penggerebekan ditangkap tiga anggota polisi dan seorang anggota TNI.(ZAQ/Yusril Ardanis)
                                                                                                   SUMBER; LIPUTAN 6