Tampilkan postingan dengan label masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masyarakat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Jangan Pernah Remehkan Migran


9H33 SULASTRI

Migrain atau sakit kepala sebelah seringkali dianggap remeh oleh masyarakat. Padahal migrain ini juga bisa menjadi tanda ada sesuatu yang serius di dalam tubuh. Kapan sinyal tersebut patut diketahui?

Migrain adalah sakit kepala berdenyut yang seringkali terjadi hanya pada satu sisi kepala saja. Namun gejala yang muncul bisa bervariasi pada masing-masing orang dan kadang tidak sama antara satu serangan dengan serangan berikutnya.

Biasanya jika orang sudah terbiasa migrain, ia tidak menyadari apabila gejalanya makin memburuk. Jika diamati, perubahan pola atau sakit kepala yang terasa berbeda bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius.

Jika mengalami salah satu dari gejala berikut ini, bisa jadi migrain yang dirasakan sudah serius, sebaiknya segera hubungi dokter, seperti dikutip dari CNNHealth, yaitu:

1. Sakit kepala yang datang secara tiba-tiba (kadang digambarkan seperti petir yang menyambar) dan berbeda dari migrain biasanya, bahkan kadang terasa seperti serangan migrain terburuk yang pernah dirasakan.

2. Migrain dan sakit kepala disertai dengan demam, leher terasa kaku, adanya ruam di kulit, kebingungan, penglihatan menjadi ganda, mati rasa di bagian tubuh atau kesulitan bicara.

3. Migrain yang dialami berhubungan dengan kejang-kejang.

4. Migrain yang terjadi setelah mengalami sakit tenggorokan atau penyakit pernapasan lain. Selama musim dingin dan flu yang mana sakit tenggorokan umum terjadi, migrain kadang lebih sering kambuh. Tanda peringatan biasanya ketika sakit tenggorokan hilang, tapi datang demam, leher kaku atau sakit kepala yang parah.

5. Migrain yang muncul setelah mengalami cedera kepala, terutama jika migrain ini terus memburuk dan intensitasnya makin sering.

6. Migrain kronis yang memburuk dan dipicu saat tubuh mengeluarkan tenaga berlebih seperti ketika batuk atau pindah tempat secara tiba-tiba.

Makanan Tinggi Glikemik Memicu Diabetes

LIA AWALIYAH 9C 20

Meski diabetes melitus oleh awam sering disebut penyakit kencing manis, sebenarnya faktor utama penyakit ini tidak disebabkan oleh kelebihan gula. Menurut riset, makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah biang keladi penyakit diabetes.

Indeks glikemik (IG) merupakan indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Bahan pangan dengan IG rendah lebih aman untuk penderita diabetes dan obesitas.

Hasil analisa terhadap 24 penelitian yang dipublikasikan sejak tahun 1997 dan melacak pola makan125.000 orang dewasa menyimpulkan, orang yang kurang mengonsumsi serat dan sering mengasup makanan yang diproses beresiko tinggi menderita diabetes.

"Makanan yang cepat menaikkan kadar gula itu akan membuat pankreas bekerja keras menghasilkan insulin setelah makan, setiap hari," kata Dr.David Ludwig dari Boston Children's Hospital yang banyak meneliti tentang diabetes.

Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition itu dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas California, Los Angeles dan Universitas Oxford, Inggris. 

Secara umum, para responden dalam penelitian itu mengonsumsi sekitar 139 gram gula. Dalam setiap tambahan gula sebanyak 100 gram per 2000 asupan kalori harian, risiko seseorang untuk terkena penyakit diabetes melitus naik sampai 45 persen.

"Sangat mudah mendapat 100 gram gula, terutama jika kita tidak hati-hati dalam memilih makanan yang tepat," kata Heidi Silver, pakar nutrisi yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Makanan dengan IG rendah, antara lain ikan, daging, sayur dan buah yang tinggi serat, kacang-kacangan, nasi merah, atau produk susu. 

Masyarakat juga mesti mengetahui mana makanan yang memiliki IG tinggi. Misalnya saja pisang matang yang memiliki kandungan gula lebih tinggi dibanding yang masih mengkal. 

Makanan seperti protein batangan atau serat batangan juga perlu diwaspadai karena tidak sama dengan serat dari sayur atau buah. Di negara maju umumnya banyak produk makanan yang sudah dilabeli indeks glikemiknya. 

Sumber: kompas

Jumat, 08 Februari 2013

Trend Gigi Ompong Muda Mudi Afrika



9C34 TASRIFA

- Sebuah tren kadang tercipta dari sebuah tradisi yang sudah dijalani oleh masyarakat. Seperti halnya dengan satu tren yang kini makin digandrungi anak muda di Afrika Selatan. Apa tren tersebut ? Ompong !
Ya, menjadi ompong kini adalah tren fashion di kalangan generasi muda di Afrika Selatan, terutama di kota cape Town. Kedengarannya aneh, kalau anak-anak muda itu justru mengharapkan menjadi ompong tidak memiliki gigi depan. Apalagi jika gigi mereka masih sehat dan kuat. Apa yang membuat mereka justru ingin tampak seperti kakek-kakek yang tidak punya gigi ?


Tren yang disebut “Smile Cape Flats” berasal dari lingkungan yang padat penduduknya dimana didaerah tersebut anak mudanya biasa memodifikasi tubuhnya menjadi aneh. Menurut Friendling Jacqui dari University of Cape Town’s human biology mengatakan tren ini menjadi fashion karena tekanan teman sebaya sehingga mereka mencabut gigi depannya, kemudian alasan medis dan alasan gangster. Walaupun sebenarnya bergigi ompong sudah diterapkan oleh kalangan nelayan Afrika Selatan agar bisa berkomunikasi satu sama lain di kapal dengan bersiul. Dengan tidak ada halangan gigi depan, bersiul makin mudah dilakukan. Sekarang tradisi menjadi tren bahkan berkembang untuk menarik wanita.

Namun menjadi ompong juga kadang menciptakan kesenjangan ketika bersosialisasi. Untuk itu mereka selain mencabut gigi depan, juga membuat gigi palsu yang bisa dikenakan dikala kerja. Tak Cuma laki-laki yang ingin mencabut giginya, bahwan kaum wanitanya juga demikian. Mereka datang ke dokter gigi meminta mencabut gigi sehatnya dan sekaligus membuat gigi palsu. Menurut Rob Barry dari fakultas kedokteran gigi di University of Western Cape, frekuensi pencabutan gigi telah meningkat meskipun dokter gigi berlatih secara etis dilarang menghapus gigi yang sehat. Untuk gigi palsu kadang mereka mengkreasikan dengan menambahkan emas, berlian atau platina untuk menaikkan status sosialnya. Tapi kasus pencurian gigi palsu melalui perkelahian juga meningkat. Cukup aneh kan ?

sumber : http://www.bagusjuga.com/2013/01/trend-ompong-di-kalangan-anak-muda-afrika-selatan/