Tampilkan postingan dengan label kpu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kpu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Maret 2013

Rieke Gugat Pilgub Jabar ke MK

Rieke Gugat Pilgub Jabar ke MK

 9B 06 ASEP SAEFULLOH

  Proses penghitungan suara pemilihan gubernur Jawa Barat oleh KPU masih terus berlangsung. Meskipun belum ada hasil final, kubu Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki sudah bersikap menolak segala hasil pilgub yang digelar pada hari Minggu, 24 Februari lalu. Dalam pilgub, keduanya diusung PDIP.

“Kami menolak semua hasil KPU (Jawa Barat, red),” kata TB Hasanuddin, ketua tim pemenangan pasangan Rieke-Teten di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kemarin (1/3).
Mereka menolak hasil pilgub, karena adanya beberapa indikasi penyimpangan. Di antaranya, penggunaan dana bantuan sosial menjelang pilgub, adanya pengalihan suara, dan tidak adanya kebijakan libur pada hari pemungutan suara. Bahkan, banyak ditemukan fakta tidak tersedianya tempat pemungutan suara (TPS) di banyak kawasan industri.
Akibatnya, banyak buruh yang masuk kerja pada hari pemilihan tidak bisa memilih. Padahal, komunitas buruh merupakan salah satu basis pemilih utama duet Rieke-Teten. “KPU (Jawa Barat, red) telah lalai. Ratusan ribu buruh tidak bisa menggunakan haknya,” kata Hasanuddin yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR, itu.
Beberapa jam setelah ditutupnya TPS di hari pemungutan suara dalam pilgub Jabar, tak kurang dari 8 lembaga merilis hasil penghitungan cepat atau quick count. Secara umum hasil antar masing-masing lembaga survei itu tidak berbeda. Pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar berada di posisi teratas dengan rentang perolehan suara 32-33 persen. Sedangkan, duet Rieke-Teten menyusul di urutan kedua dengan rentang perolehan suara berkisar di angka 27 persen.

Kamis, 28 Februari 2013

Megawati Singgung Indikasi Kecurangan dalam Pilgub Jabar

9D31 SITI NURBAITILLAH


JAKARTA,  — Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengatakan ada indikasi kecurangan dalam ajang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013.

"Pilkada Jawa Barat memang berjalan baik. Namun, saya melihat adanya indikasi-indikasi di lapangan, yaitu kemungkinan terjadinya kecurangan," ujar Megawati ketika ditemui di Gedung MPR/DPR di Jakarta, Rabu (27/2/2013).  

Menurut dia, pada dasarnya kecurangan-kecurangan seperti penggunaan politik uang (money politic) dalam suatu pemilu akan membuat demokrasi menjadi timpang karena politik uang membuat orang-orang yang layak menjadi pemimpin ataupun wakil rakyat justru tersingkir.

"Akibatnya, orang-orang yang justru berkompeten dan tidak punya uang selalu tersingkir oleh mereka yang memang di dalam suatu perencanaan sudah ingin mempergunakan uang yang sebenarnya bukan hak dia," katanya.

Selain itu, kata Megawati, dampak lain dari permainan politik uang adalah proses pemberantasan korupsi di Tanah Air akan semakin sulit dilaksanakan.

"Kita katanya sedang ingin memberantas korupsi sampai tuntas, sedangkan di lapangan hal-hal seperti itu masih terus dibiarkan," ujarnya.

Oleh karena itu, Megawati berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat membongkar praktik-praktik "kotor" yang dianggap kerap terjadi dalam pemilihan umum.

"Jadi, tentunya saya sangat berharap KPU dapat menangani kecurangan seperti ini, termasuk tentang IT (teknologi informasi) KPU dalam penghitungan suara," kata Mega.  

Dalam Pilkada Jabar yang diadakan pada tanggal 24 Februari, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki yang diusung PDI-P berada di urutan kedua dari lima pasang kandidat. Pilkada itu untuk sementara dimenangi oleh pasangan Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar.  

Sebelumnya, perusahaan riset Indonesia Political Marketing Research (IPMR) pernah menyatakan bahwa pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur dari PDI-P itu akan sulit memenangi kompetisi dalam Pilkada Jabar 2013.

"Secara keseluruhan, peta kekuatan Rieke hanya mengandalkan popularitas dan daya tarik pribadinya di antara para simpatisannya. Sayangnya, hanya ada 17 persen dari simpatisan Rieke yang memutuskan untuk memberikan suaranya ke Rieke. Dengan demikian, cukup berat bagi Rieke-Teten untuk memenangi kompetisi dengan situasi ini," kata Kepala Pelaksana IPMR, Farid Subkhan.

Farid juga mengatakan, menurut hasil survei, elektabilitas pasangan Rieke-Teten berdasarkan kontribusi dukungan partai pengusungnya, PDI-P, masih relatif rendah, yaitu hanya mencapai 15,7 persen.

"Tingkat elektabilitas pasangan Dede Yusuf dan Lex Laksamana mencapai 35,1 persen, lalu disusul oleh pasangan Ahmad Heryawan

sumber:KOMPAS.COM

Anis Matta: Aher-Deddy Menang di Tengah "Badai"

9D31 SITI NURBAITILLAH


BANDUNG,  -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menyatakan, kemenangan Ahmad Heryawan - Deddy dalam pertarungan Pilkada Jawa Barat 2013 adalah kemenangan di tengah badai. Betapa tidak, pasangan nomor urut 4 tersebut diterjang berbagai serangan selama perjalanan Pilkada Jabar 2013.

Anis menyatakan, kemenangan Aher-Deddy adalah buah konsolidasi di internal partai tingkat nasional yang kompak dan semakin kuat.

"Alhamdulilah kemenangan Aher-Deddy di Jabar ini adalah buah pertama yang kami petik dari hasil konsolidasi nasional yang kami lakukan selama ini. Kami mengerahkan seluruh energi untuk memenangkan Jabar, seluruh kader relawan semua aktif. Ini buah konsolidasi. Ini kemenangan di tengah badai," ujar Anis didampingi Calon Gubernur Ahmad Heryawan saat akan menggelar konsolidasi internal partai, di gedung Wahana Pos, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Kamis, (28/2/2013).

Anis mengakui kendati Aher-Deddy unggul baru berdasarkan hasil quick count lembaga survei dan real count sementara KPU Jabar, namun dia optimis pasangan yang diusung PKS ini dipastikan menang di Pilgub Jabar.

"Saya kira hasilnya sama seperti itu, Aher-Deddy ada di posisi teratas meskipun ada perbedaan 1 persen saja, yang penting kita teratas dan menang, kan begitu," kata Anis.

Sementara itu, hingga Kamis (28/2/2013) pukul 10.30 WIB, berdasarkan data dari 65.019 TPS dan 17/449.180 pemilih, petahana Ahmad Heryawan yang berpasangan dengan Deddy Mizwar masih memimpin tabulasi dengan mendapatkan 5.568.883 suara (31,9 persen).

Menyusul di peringkat kedua perhitungan real count KPU Jawa Barat ialah pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki dengan 5.008.834 suara (28 persen). Dede Yusuf yang berpasangan dengan Lex Laksamana mendapatkan 4.399.893 suara (25,2), Irianto M Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim mendapatkan 2.169.742 (12,4 persen), serta Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib mendapatkan 301.828 suara (1,7 persen).

sumber:KOMPAS.COM

Selasa, 26 Februari 2013

Real Count KPU Jabar Tidak akan Sampai 100 Persen Suara

9B12 GIAN RAJU HIDAYATULLAH


Bandung - KPU Jabar akan tetap meneruskan real count yang tengah dilakukan. Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat memastikan hasil real count akan sama dengan rekapitulasi manual yang dilakukan. Namun menghindari polemik, penghitungan real count tidak akan sampai 100 persen.

Hal itu menanggapi desakan dari parpol pengusung Dede Yusuf-Lex Laksamana yang meminta KPU Jabar menutup hasil real count.

"Real count ini inisiatif kita untuk menjawab rasa penasaran masyarakat yang ingin tahu lebih cepat siapa pemenang pilgub. Ini akan tetap dilakukan," kata Yayat di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (26/2/2013).

Menurutnya hasil real count dipastikan akan sama dengan hasil rekapitulasi KPU pada 3 Maret nanti. Sebab keduanya sama-sama menggunakan formulir C1 atau yang berisi rekapitulasi raihan suara di TPS.

"Ini hasilnya akan sama persis dengan rekapitulasi KPU," tegas Yayat. Tapi untuk menghindari polemik, KPU tidak akan menampilkan hasil real count hingga 100 persen.

"Sejak awal, kita memang merencanakan real count ini, tapi hasilnya tidak akan sampai 100 persen dan akan ditutup sebelum 3 Maret," jelas Yayat.

Ia mengatakan, pemenang pilgub baru bisa diketahui nanti setelah rekapitulasi di KPU Jabar. Sedangkan real count hanya gambaran saja. "Jadi nanti yang valid itu yang hasil rekapitulasi," cetusnya.

Yayat menambahkan, real count digarap tim khusus. Penggarapan datanya dilakukan di Kantor KPU Jabar yang berasal dari raihan suara di tingkat PPK.

"Jadi dari TPS itu hasilnya dilaporkan ke PPS, dari PPS kemudian ke PPK, nah dari PPK dilaporkan ke kita hasilnya, baru dihitung sebagai hasil real count," pungkas Yayat.

Sumber: detikBandung

Sabtu, 23 Februari 2013

Jumlah DPS Pilgub Jawa Barat Menyusut


9D31 SITI NURBAITILLAH


BANDUNG,- Jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 menyusut dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Dari 36.636.312 pemilih di DP4, menjadi 32.346.161 pemilih di DPS yang dikumpulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat dari 26 kabupaten/kota se-Jabar.

"Dari 36 Juta menjadi 32 Juta. Hal ini mungkin disebabkan karena terdapat pemilih ganda, atau ada alih profesi sehingga pemutakhiran data tidak sama dan berubah-ubah," kata Komisioner KPU Jabar Aang Ferdhiman kepada wartawan di kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, Jawa Barat, Jumat, (14/12/2012).

Menurut Aang, pada 26 Desember 2012 mendatang, kemungkinan perubahan DPS masih bisa saja terjadi sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 2-4 Januari 2013. Lalu pada 5 Januari mendatang akan dilanjutkan penetapan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Nanti setelah ditetapkan, KPU akan melakukan perbaikan data satu kali saja, karena sudah menjelang masa kampanye," katanya.

Lanjutnya Aang, pihaknya akan menyerahkan DPS ke setiap pasangan cagub-cawagub pada tanggal 18 Desember mendatang yang bertepatan dengan peluncuran dan pemberian nomor urut pasangan Cagub-Cawagub Jabar periode 2013 - 2018, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat. Hal itu dilakukan agar setiap pasangan calon bisa memeriksa secara teliti hasil DPS.

"Sengaja kita lakukan pada tanggal 18 Desember. Jadi jika pendukung tidak terdaftar dalam DPS, bisa mengadukan ke PPS," katanya.

Pada perhelatan Pilgub Jabar 2013 nanti, ada 5 pasangan cagub dan cawagub yang siap berkompetisi, antara lain pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Dede Yusuf Macan Efendi-Lex Laksamana, Irianto MS. Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim, dan pasangan independen, Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib.

sumber : KOMPAS.COM

Kamis, 14 Februari 2013

Mau Diganti Kunyit, Tinta Pilkada Jabar Dijamin KPU Halal

9H28 Ratih Purwaasih

Khawatir tinta yang digunakan dalam Pilkada Jabar tidak halal, ada upaya menggantinya dengan kunyit di Cirebon. KPU Jabar pun menjamin tinta yang digunakan halal.

"Kepada para pemilih, kami minta jangan khawatir, karena walaupun tidak secara sengaja dibersihkan baru akan hilang 3 hari, tinta yang menempel itu sudah tersertifikasi halal," kata Sekretaris KPU Jawa Barat Heri Suherman di Bandung, Jumat (15/2/2013).

Menurut dia, MUI telah memberikan sertifikat halal pada tinta Pilgub Jabar. Tinta itu sudah diuji laboratorium.

"Selain itu, BPOM juga memastikan 2 botol tinta yang nantinya akan dibagikan pada setiap 1 TPS tersebut tidak merusak kesehatan," ujar Heri.

Menurut dia, MUI telah menegaskan kandungan pada tinta Pilgub Jabar dipastikan tidak mengandung zat-zat haram seperti terindikasi minyak babi dan lainnya.

"Label halal ini sendiri lebih ditekankan kepada pemilih muslim, karena ada upaya di daerah tertentu yang mengganti tinta dengan bahan organik. Contohnya di Kabupaten Cirebon ada yang menggunakan kunyit sebagai pengganti tinta," tutur Heri.

Setiap masyarakat yang menggunakan hak pilih pada Minggu 24 Februari nanti, lanjut dia, usai mencoblos diharuskan salah satu jarinya untuk dinodai tinta ini.

"Hal ini menandakan dia sudah menyumbangkan partisipasinya," jelas Heri.

Hingga kini, sambung dia, pendistribusian logistik Pilgub Jabar 2013 sudah sampai di 26 kabupaten/kota. Logistik yang sudah didistribusikan ialah surat suara, kotak suara, sampul, formulir, hingga tinta.(Ant/Sss)