Tampilkan postingan dengan label smk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

Diduga karena Mainan HP Sambil Nyetir, Perwitasari Tabrak Pohon


9D31 SITI NURBAITILLAH


Semarang - Kehebohan tiba-tiba terjadi di depan Mapolrestabes Semarang. Seorang anggota kepolisian membopong seorang perempuan yang wajahnya belumuran darah menuju RS Kariadi yang lokasinya tidak jauh dari Mapolrestabes Semarang.

Perempuan tersebut diketahui baru saja mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya. Menurut salah satu saksi mata, Nani Respatiaji (55), perempuan yang diketahui bernama Gagat Perwitasari (18) itu sedang mengendarai motornya, Mio H 3341 FQ, menuju kawasan Tugu Muda Semarang. Namun tiba-tiba perempuan tersebut oleng ke kiri dan menabrak pohon.

"Tadi helmnya seperti hampir terbang kena angin, terus dia berusaha membetulkan helmnya dengan satu tangan tapi dia oleng dan terjatuh," kata Nani di depan Mapolrestabes Semarang, Jl Dr Sutomo, Jumat (22/2/2013).

"Kecepatannya tinggi tadi," imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi pukul 14.10 WIB. Korban menabrak pohon dan motornya masuk ke dalam selokan. Korban berada di pinggir jalan dengan posisi kepala di bahu jalan dan kaki di dekat pohon.

Sejumlah anggota kepolisian yang berada di pos segera memberi pertolongan. Salah seorang petugas kepolisian dibantu rekannya segera membopong Perwita menuju RS Karyadi.

Diduga kecelakaan tersebut, selain disebabkan angin yang cukup kencang, diduga karena Perwita menggunakan handphone saat mengendarai motor. Petugas kepolisian yang mengevakuasi kendaraan menemukan handphone miliknya berada di pinggir jalan dalam keadaan pecah.

Menurut adik kelas korban di SMK Texmaco, Fitrin (17), sebelum kejadian, ia sempat berbalas SMS dengan korban untuk janji bertemu di Tugu Muda. Namun saat dia menghubunginya ternyata seorang polisi yang menjawab.

"Tadi smsan terus habis itu, enggak dibalas. Saya telepon dia yang mengangkat pak polisi, saya langsung ke sini (Mapolrestabes Semarang)," ujar Fitrin.

Akibat kecelakaan tersebut Perwita tidak mengalami luka serius di fisik, namun darah mengalir banyak dari mulut dan hidungnya. Diduga ia mengalami luka dalam karena benturan yang keras. Saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di RS Karyadi.

sumber : detikNews

Kamis, 07 Februari 2013

Siswa SMK Dicekoki Desain 3D dan Animasi


9E34 VEREN ADE MAUDINA





VIVAnews - Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hari ini menandatangani kerja sama dengan Autodesk, perusahaan peranti lunak pembuat desain 3D, arsitek, teknik, dan hiburan.

Buah kerja sama ini menyediakan akses lisensi gratis dan pelatihan penggunaan peranti lunak 3D buatan Autodesk di bidang animasi, teknik, arsitek bangunan, game, dan konstruksi, untuk siswa-siswi SMK di seluruh Indonesia.

Maksud pemerintah menggandeng Autodesk tidak lain adalah menciptakan peluang bagi siswa SMK agar keterampilan dan pengetahuan lebih meningkat, sehingga bisa menciptakan sumber daya yang lebih siap pakai di masa depan.

"Dengan ada pelatihan peranti lunak 3D ini, para siswa diharapkan dapat memiliki keahlian lebih untuk masa depannya," ujar Anang Tjahyono, Direktur Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Tidak hanya akan menjadi karyawan, kami pun berharap para siswa juga berpotensi menjadi seorang pengusaha," tandasnya, saat ditemui di acara Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktorat Pembinaan SMK dan Autodesk, di Jakarta, 7 Februari 2013.

Peranti Lunak Asli Mahal

Mahalnya harga peranti lunak yang asli, diakui Anang, menjadi alasan mengapa pihaknya menunjuk Autodesk sebagai mitra. Saat ini, peranti lunak 3D Autodesk digunakan sebagai alat pada kurikulum SMK jurusan teknik bangunan, teknik arsitektur, dan teknik mesin.

Untuk itu, Direktorat Pembinaan SMK akan berupaya agar peranti lunak 3D ini bisa digunakan di seluruh SMK di Indonesia secara bertahap. 

Untuk tahap awal, Autodesk menghibahkan peranti lunaknya ke 10.000 SMK yang ada di Indonesia. "Secara total, ada 35 produk yang kami bagikan ke sekolah-sekolah menengah kejuruan," kata George Abraham, Head of Education Worldwide Emerging Markets Autodesk.

Dia mengatakan, kebutuhan akan SDM-SDM yang memiliki keahlian 3D dan animasi berkualitas terus bertambah di skala internasional.

Sebab itu, Autodesk sepakat bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan siswa-siswa yang menjadi calon "bintang" di masa depan.

Autodesk juga memberikan pelatihan kepada 33 guru SMK di 33 provinsi terkait penggunaan peranti lunak 3D. "Nantinya, para guru-guru tersebut yang akan mengedukasi siswa-siswa tentang bagaimana menggunakan perangkat lunak ini," jelas Abraham. (umi)