Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Pascabanjir, Sampah di Kalibata Mulai Dikeruk

9B27 NITA ANITA.JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mulai mengeruk dan mengangkat sampah yang tersangkut di bawah jembatan di kolong fly over Kalibata. Sampah yang terbawa banjir luapan Sungai Ciliwung itu menyebar di wilayah Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Prasetyo, Pelaksana Lapangan Dinas PU DKI Jakarta menuturkan, beberapa alat berat dan sejumlah truk dikerahkan untuk membersihkan sampah tersebut. "Kita menggunakan excavator long arm. Kemudian ada armada dump truck," kata Prasetyo di Rawajati, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013).

Menurutnya, pembersihan sampah itu sudah dilangsungkan sejak Kamis (24/1/2013). Namun mengingat volume sampah yang sangat banyak, hingga hari ini proses pembersihan masih dilakukan. Ia memprediksi pengerjaan masih akan berlangsung paling lama dua hari lagi apabila kondisi sampah yang hanyut tidak bertambah banyak.

"Ini juga sudah beberapa pulu kali rit ya (diangkut truk). Kita secepatnya pembersihannya. Kalau enggak ada kiriman lagi (sampah hanyut), dua hari ke depan selesai. Karena memang sampahnya tebal jadi agak sulit," ujar Prasetyo.

Tujuh dump truck yang digunakan untuk proses pembersihan itu, per-truknya bisa mengangkut sampah sebanyak 10 meter kubik hingga 20 meter kubik. Dari Kamis hingga hari ini Prasetyo mengatakan puluhan rit sampah sudah diangkut menggunakan truk. Sampah tersebut selanjutnya dibuang di Bantar Gebang.

Pantauan Kompas.com, volume sampah saat ini tidak sebanyak banjir yang menerjang kawasan itu beberapa waktu lalu. Proses pembersihan sampah sedikit mengalami kesulitan lantaran terdapat kabel listrik milik PLN yang melintangi di atas sungai dan berdekatan dengan jembatan. Excavator yang bekerja tidak bisa menjangkau jauh akibat hal itu. 

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/26/20494872/Pascabanjir.Sampah.di.Kalibata.Mulai.Dikeruk

Kamis, 28 Februari 2013

BERBAGAI PERISTIWA ALAM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL



9H19 IZZUL ISLAMI  BERBAGAI PERISTIWA ALAM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL
Peristiwa alam yang umum terjadi adalah gempa buni, banjir, letusan gunung berapi, dan angin topan. Peristiwa alam tersebutmengakibatkan bencana bagi manusia dan menimbulkan kerugian. Berikut pemaparan bencana alam tersebut:
1.       Gempa bumi
Gempa bumi terjadi karena pergeseran atau pergerakan lapisan tanah dalam maupun permukaan bumi.gempa bumi dapat dibedakan menjadi 3 macam:
a.       Gempa bumi tektonik, adalah gempa bumi yang terjadi akibat pergeseran kulit bumi.
b.      Gempa vulkanik, terjadi karena letusan gunung berapi
c.       Gempa bumi runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhan gua atau tambang. Kerugian akibat gempa yaitu rusaknya bangunan jalan, tanah longsor, dan korban manusia.
Daerah gempa bumi di indonesia diantaranya aceh, padang, bengkulu bagian barat sumatra pantai selatan jawa, sulawesi, kepulauan nusa tenggara, maluku dan papua.
2.       Banjir
Banjir biasa terjadi pada musim hujan. Luapan air yang melebihi batas, curah hujan yang berkepanjangan, hutan hutan yang gundul, bangunan yang menutupi tanah merupakan beberapa penyebab terjadinya banjir.
Daerah yang terkena banjir rawan timbul wabah penyakit, kegiatan perokonomian terhenti, rusaknya lahan pertaian, hanyutnya harta benda, dan endapan lumpur yang kotor.
3.       Gunung meletus
Gunung neletus terjadi karena adanya penerobosan magma dari perut bumi ke permukaan bumi. Apa yang dikeluarkan saatgunung meletus diantaranya adalah magma, pasir, abu abuan, batu batuan, dan gas panas. Adanya letusan gunung berapi sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Mereka harus meninggalkan harta bendanya, rumah, sawah, ladang, dan ternak. Bahan bahan letusan gunung berapi yang sudah mengendap mengandung unsur penyubur tanah. Oleh karena itu, daerah daerah yang terkena letusan gunung berapi mempunyai tanah yang subur.
4.       Angin topan
Angin topan dapat menghancurkan apa saja yang dilaluinya, pohon besar tumbang, bangunan hancur, bahkan tiang listrik juga roboh. Angin topan terjadi karena pergerakan udara yang tinggi ke tekanan udara yang rendah. Untuk menghindari bahaya angin topan, orang biasanya membuat ruang bawah tanah untuk perlindungan. Kita tidak mungkin berlindung di di bawah pohon atau di dalam rumah, karena akan membahayakan diri sendiri.


Sumber: izzul islami

Banjir Jakarta, Jumlah Penderita DBD Menurun

9D31 SITI NURBAITILLAH




JAKARTA, - Banjir yang melanda Jakarta pada Januari lalu rupanya membawa dampak positif dalam hal lain, yaitu menurunnya jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD). Data yang ada di bulan Januari 2013 memperlihatkan, jumlah penderita DBD menurun dibanding Januari 2012. Ini dikarenakan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa tempat banjir.

Hal tersebut disampaikan Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Kurnianto Amien, di Jakarta, Kamis (21/2/2013).

"Ada 199 orang Januari 2013, turun dibanding Januari 2012 yang 290 orang. Karena telur-telur mereka (nyamuk Aedes Aegepti) banyak yang hanyut terbawa banjir," kata Kurnianto.

Kurnianto mengingatkan masyarakat akan segera datangnya musim pancaroba pada Februari-Maret yang biasanya disertai menurunnya intensitas hujan dan seringkali pada periode tersebut rawan akan maraknya penyakit DBD. Untuk itu masyarakat diimbau untuk mewaspadai genangan air di lingkungan sekitar tempat tinggal yang biasa menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

"Karena setelah hujan yang langsung panas biasanya akan timbul genangan-genangan tempat untuk nyamuk itu berkembang biak. Mulai waspada akhir Februari-Maret ini," ujar Kurnianto.

Untuk itu, kata Kurnianto, langkah antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat adalah dimulai dengan langkah pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kegiatan ini harus dilaksanakan secara bersamaan agar nyamuk dan jentiknya tidak pindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Jentik dan nyamuk hanya hilang jika dibuang dengan menggunakan bubuk Abate.

Jikaada warga yang terkena gejala demam disertai bintik merah, kata Kurnianto, maka harus segera dibawa ke Puskesmas.

Untuk langkah pemberantasan, pihak Puskesmas nantinya akan menerjunkan tim petugas di lingkungan permukiman warga untuk meneliti adanya potensi perkembangbiakan jentik dan nyamuk aedes aegypti. Jika memang ditemukan potensinya akan dilakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk dewasa.

"Biasanya radius yang akan dicek dari rumah penderita lima rumah kiri, kanan, depan, belakang, atau radius 100 meter sekelilingnya. Masyarakat perlu tahu bahwa pengasapan itu bukan bagian dari pencegahan tetapi tindak lanjut apabila sudah ada kasus," kata Kurnianto.

sumber:KOMPAS.COM

Sabtu, 23 Februari 2013

Gresik Dikepung Banjir Bengawan Solo dan Kali Lamong





9F12 FERLYN PUTRIANY
Banjir mulai merendam beberapa kawasan di kabupaten Gresik. Selain banjir karena luapan bengawan solo banjir juga telah menyerang masyarakat di wilayah Gresik selatan setelah tanggul Kali Lamong jebol.Peristiwa banjir ini terjadi hampir tiap tahun ketika terjadi musim hujan.
Di wilayah Gresik utara, seperti banjir yang terjadi di Dusun Nongkokerep Desa Bungah Kecamatan Bungah. Beberapa rumah warga yang dekat dengan di bantaran Bengawan Solo sudah tergenang banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo. Sebab, debit air meningkat yang dipicu curah hujan yang semakin tinggi.
Sementara itu, puluhan rumah warga Desa Tirem, Kecamatan Dukun telah terendam banjir sejak Sabtu (5/1) lalu. Sebelumnya luapan air sungai terpanjang di Pulau Jawa ini telah merendam beberapa desa di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.
Selain merendam puluhan rumah, air deras Bengawan Solo juga dikhawatirkan menggerus tanah di sekitar bantaran sungai. Akibatnya belasan rumah warga di tepi sungai rawan runtuh akibat longsor.
Kepala Desa Tirem Enggal, Kecamatan Dukun Tosikin, mengatakan, luapan banjir Bengawan Solo sejak Sabtu pekan lalu sudah merendam 27 rumah warganya. “Jumlah tersebut bisa terus bertambah jika air susulan dari hulu sungai Bengawan Solo naik,” jelas Tosikin.
Ditambahkan kades, selain 27 rumah warga yang tergenang luapan air, ada sekitar 13 rumah warga yang terancam longsor karena berada di sepanjang bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Sebagian besar rumah-rumah di bantaran ini sudah ditinggal penghuninya karena takut sewaktu-waktu bisa terkena longsor.
“Arus air begitu deras hingga menggerus bantaran sungai, saya khawatir akan terjadi longsor,” ucap Kades Tirem Enggal was-was. Dia berharap, bagi warganya yang tinggal di bantaran sungai segera mengungsi dan semua pihak bergotong royong mewaspadai banjir susulan dari daerah hulu sungai.
Dari pantauan di lapangan kemarin, luapan air Bengawan Solo sudah mulai memasuki rumah-rumah warga, kurang lebih setinggi lutut pria dewasa. Sementara akses jalan transportasi yang menghubungkan Desa Tirem Enggal dengan wilayah sekitarnya sudah mulai terganggu karena terendam banjir.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Hari Sucipto, menyatakan, pihaknya sudah siaga menyalurkan berbagai jenis bantuan kepada korban banjir.
“Perlengkapan logistik mulai bahan selimut, pakaian anak-anak, makanan siap saji hingga karung plastik untuk tanggul sudah kami siapkan. Kami tinggal menunggu permintaan dari camat yang terdampak banjir,” ucap Hari. Hingga pekan lalu, tambah Hari, permintaan logistik banjir itu hanya datang dari Pemerintahan Desa Ngampel, Kecamatan Dukun, yakni berupa 2.000 karung untuk tanggul penahan air.

sumber: gresik.co

kebiasaan membuang sampah sembarangan




9F21 MOHAMMAD IQBAL FAJAR ARAFAT

GEGESIK, 23 Februari 2013 . di wilayah desa PANUNGGUL masyrakat masih membuang sampah di saluran air, bukuan hanya di desa Panunggul, masyarakat Desa GEGESIK pun masih membuang sampah pada saluran air ,padahal mereka tau akibat dari ulah mereka.

akibat dari membuang sampah di saluran air sudah jelas sampah menjadi banyak air ang mengalir menjadi terhambat karena sampah - sampah sehingga lama kelama'an air menjadi banyak dan timbulah bencana " banjir" .

tetapi masyarakat menghiraukan akan dampak membuang sampah , seolah mereka ringan membuang sampah ada saluran air, padahal mereka tau bagaimana rasanya di timpah banjir seperti ibu kota kita.

padahal masyarakat bisa membuang sampah pada tempat penampungan sampah di wilayah sekitarnya, tetapi mereka enggan membuang sampah di tempat tersebut malah membuang sampah di saluran air.

bagaimana misalkan musim hujan datang tiba sementara masyarakat berkebiasaan membuang sampah pada saluran air? tentunya akan menimbulkan banjir dan air akan masuk ke pemukiman warga bersama sampah mereka yang membuang sampah di hari sebelumnya dan akan menimbulkan bibit - bibit penyakit dari sampah yang terbawa banjir .

Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan warga yang sering membuang sampah sebarangan,  dan setiap hari sampah yang melewati sungai sangat banyak.

“Ini membuktikan bahwa kesadaran membuang sampah masyarakat masih rendah dan menjadi salah satu penyebab banjir. “Kondisi sungai juga sudah terjadi pendangkalan ditambah dengan sebagian warga sekitar tepi sungai marak membangun keramba sehingga mempersempit alur jalannya air sungai ketika hujan tiba,” tambahnya.

Minggu, 17 Februari 2013

Rumah Kebanjiran, Pasangan Pengantin Ini Menikah di Rumah Tetangga


9A30 SUNIPAH

Bojonegoro - Banjir yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro tidak menyurutkan niat tulus pasangan calon pengantin di kelurahan Ledok Kulon. Meski rumah milik orang tua pengantin wanita di kepung banjir, keduanya tetap melangsungkan akad nikah dengan menumpang di rumah tetangga.

Akad nikah pasangan pengantin Wida dengan Budiono, berlangsung hikmad dan sederhana. Acara akad yang semula akan dihadiri para tetangga, kini hanya diikuti oleh sanak keluarga. Sebab, tetangga yang diundang untuk menyaksikan akad nikah batal hadir karena rumahnya banyak yang tergenang banjir.

Wida (30), sang pengantin wanita saat dikonfirmasi detiksurabaya,com, Minggu (17/2/2013) mengaku terharu, karena acara yang semestinya digelar di rumahnya mendadak kebanjiran sejak tadi malam.

"Meski senang bisa terlaksana akad nikah di pagi ini, tapi saya bersedih rumah orang tua dan tetangga kebanjiran," kata Wida didampingi suaminya, setelah melangsungkan akad nikah.

Sebelum acara digelar satu jam sebelumnya, para keluarga pengantin perempuan dibantu warga sekitar sibuk mengevakuasi makanan dan kue tasyakuran untuk dipindah ke rumah tetangga.



Sabtu, 02 Februari 2013

BANJIR DI JAKARTA


9i13gita fitri

BANJIR JAKARTA 2013: AHOK di Mana, Kok Tidak Muncul Saat Banjir?

Oleh: BISNIS - 19 January 2013 | 3:17 pm

Newswire
JAKARTA— Pakar politik Saleh Partaonan Daulay mempertanyakan peran Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam penanganan banjir yang melanda Ibu Kota.
“Langkah sigap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam melakukan koordinasi penanganan musibah banjir perlu diapresiasi dan didukung. Namun sangat disayangkan, sikap sigap Jokowi tersebut tidak diikuti oleh Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama,” kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (18/1).
Pengajar FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan sejak Kamis Jokowi dikabarkan ikut memantau dan memberikan bantuan langsung kepada para korban. Bahkan, dilaporkan ikut terlibat langsung dalam upaya perbaikan tanggul yang jebol di jalan Latuharhary.
Namun, hingga Jumat, dia mengatakan bahwa Ahok belum terlihat dalam upaya tanggap darurat yang dilakukan pemerintah. Padahal, banjir yang terjadi di Jakarta sudah jadi perhatian nasional, bahkan dunia internasional.
“Sikap Ahok itu sangat jauh berbeda ketika dia melakukan sidak dan rapat-rapat dengan para pejabat Pemerintah Provinsi DKI. Sidak dan rapat-rapat itu sering sekali diberitakan oleh media massa, bahkan beberapa videonya juga diunggah di situs YouTube,” tuturnya.
Saleh mengatakan bahwa ada kesan Ahok tidak siap menghadapi musibah banjir di Jakarta. Padahal, banjir seperti itu adalah rutinitas tahunan yang dihadapi masyarakat Jakarta yang tentu sudah diketahui dan dipersiapkan Ahok sejak sebelum menjadi wakil gubernur.
“Saya khawatir masyarakat menganggap Ahok lari dari tanggung jawab. Kalau memang tidak siap dengan musibah seperti ini, semestinya jangan mau menjadi wakil gubernur DKI karena masih banyak wilayah lain yang jarang menghadapi musibah banjir,” katanya.
Kalaupun Ahok ada tugas lain, kata dia, sebaiknya publik diberi tahu tugas apa yang sedang dikerjakan. Menurut Saleh, saat rapat koordinasi dengan Menkokesra Ahok juga tidak hadir.
“Hal itu tentu tidak elok dipandangan awam jika dalam suasana darurat seperti ini dia tidak muncul di publik,” ujarnya.
Karena hujan diperkirakan masih terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan, Saleh mengatakan bahwa kehadiran Ahok tentu sangat dibutuhkan. Kehadirannya tidak saja dibutuhkan oleh masyarakat, tetapi juga secara khusus oleh Jokowi.
“Presiden SBY saja sudah siap berkoordinasi dan membantu pemerintah DKI, masa Ahok malah menghilang. Saya yakin, Jokowi juga merasa kehilangan dan membutuhkan kehadirannya,” pungkasnya. (Antara/nj/snd)

Kamis, 31 Januari 2013

Honda Kerahkan 200 Mekanik Bantu Korban Banjir

 9122 NURKHOLIFAH
 

 Jakarta, PT Astra Honda Motor (AHM) mengerahkan lebih dari 200 mekanik untuk memperbaiki sepeda motor korban banjir di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dalam program Honda Peduli Banjir

Untuk itu, AHM mengajak 4 dealer utamanya, yaitu PT Astra International Tbk-Honda Sales Operation Jakarta, PT Wahana Makmur Sejati (Jakarta dan Tangerang), PT Daya Adicipta Mustika (Jawa Barat) dan PT Mitra Sendang Kemakmuran (Banten), mengadakan sevice gratis untuk para korban banjir di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Program digerlar dengan mendirikan Posko Darurat di 12 lokasi 2 sampai 29 Januari di beberapa daerah yang mengalami banjir, seperti Wahana Gedong Panjang, AHASS Karang Mulya, AHASS Indie Jaya Ciledug, AHASS Champion Pondok Gede, Jalan Raya Kalibata, AHASS Wahana Jatinegara, AHASS Arta Istana Bandengan, AHASS Kamal 2 Jalan Raya Kamal dan AHASS Robinson 2, Taman Palem Cengkareng.

Di Jawa Barat dan Banten dilakukan di Perum Pondok Gede Permai, kecatamatan Jatiasih Bekasi, Jalan Raya Telukbango RT04/RW01, kecamatan Batujaya Karawang, Desa Dukuh Kecamatan Kragilan Banten.

Servis Gratis
Program dilanjutkan dengan Servis Gratis di 8 Posko Honda Satu Hati pada 30-31 Januari dan 2-3 Februari di  5 Posko, yaitu di Pulogadung Trade Center, Mangga Dua Square, Jalan Raya Kalibata, SMA 1 Cawang Baru, ITC Cempaka Mas, Desa Wadas, Teluk Jambe, Karawang, Perum Villa Nusa Indah Raya, Jatiasih, Bekasi dan Kampung Picon, Kragilan Banten.

“Untuk Program Peduli Banjir, di setiap Posko Honda Satu Hati kami mengrastiskan penggantian oli, busi dan jasa perawatan. Kami juga memberikan diskon hingga 30 persen jika ada yang ingin mengganti suku cadang. Kami harapkan melalui program ini dapat memperbaiki paling kurang 4.000 unit sepeda motor,” jelas GM Technical Service Division AHM, Wedijanto Widarso.

Juga ada bantuan berupa sembako, obat-obatan dan selimut bagi korban banjir di sekitar Gunung Sahari, Muara Baru, Pluit (Jakarta), Penjaringan, Serang, Pandeglang dan Rangkas (Banten).

Sumber:KOMPAS

Sabtu, 26 Januari 2013

Tak Ada Cuaca Ekstrim, Jakarta Hanya akan Diguyur Hujan Sedang Hari Ini

9C17 INNA FARHANIYAH


Jakarta - Hari ini, Jakarta diisukan akan diguyur hujan lebat sepanjang hari yang bisa mengakibatkan banjir besar kembali terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi hal itu tidak benar.

Kepala BMKG Mulyono Prabowo mengatakan berdasarkan pengamatan lembaganya, hari ini wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Lebih banyak potensi hujan ringan dan sedang di wilayah Jabodetabek. Di sebelah utara diprediksi potensi hujan sedang lebih tinggi karena ada pengumpulan awan," ujar Mulyono saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1/2013).

Mulyono mengatakan BMKG tidak melihat adanya pertumbuhan awan ekstrim di atas Jakarta sebagaimana yang disebutkan dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya. Yang terjadi, lanjut dia, adalah pertumbuhan awan secara normal yang menyebar di wilayah bagian utara dan selatan.

Potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah utara, yakni di atas laut Jawa di Kepulauan Seribu. Potensi hujan sedang ini akan menambah tinggi air rob yang akan menggenangi sebagian wilayah Jakarta Utara. Namun ketinggian air rob ini, menurut Mulyono, tidak akan membuat Jakarta tenggelam.

"Karena kawasan di Jakarta Utara sudah biasa tergenang rob, terutama saat bulan baru, bulan purnama dan bulan mati atau akhir bulan. Dan fenomena ini setiap bulan. Pada saat-saat itu, bulan, bumi dan matahari pada garis sejajar sehingga mendorong air laut pasang lebih tinggi dari biasanya. Tapi pasang air laut hanya di jam 8 hingga 11 pagi. Setelah itu kembali surut," tuturnya.

Wilayah Jakarta di bagian selatan juga berpotensi di guyur hujan dengan intensitas sedang. Sementara di bagian timur dan barat hanya intensitas ringan.

"Namun hujan ini tidak sepanjang hari. Diperkirakan hujan akan turun pada siang dan sore hari," jelas Mulyono.
sumber : detikNews

Jumat, 25 Januari 2013

Katulampa siaga I, banjir di Jakarta pukul 18.00 WIB





9F13 HARTONODININGRAT MANGKUREDJO RANGKUAT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tinggi permukaan air di Bendung Katulampa mencapai 210 cm, Selasa pukul 07.30 WIB, sehingga debit Sungai Ciliwung Hulu dinyatakan Siaga I dan berpotensi menimbulkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

"Batasan Siaga I adalah lebih dari 200 cm. Dengan kondisi level siaga tertinggi itu, maka kewenangan pengendaliannya langsung menjadi kewenangan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Selasa (15/1).

BNPB memperkirakan pada Selasa pukul 18.00-19.00 WIB, banjir akan menggenangi wilayah sekitar Sungai Ciliwung dengan tinggi banjir lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Desember 2012 dan sebelumnya selama 2013.

Daerah yang berpotensi terkena banjir yakni di daerah sekitar bantaran Sungai Ciliwung seperti Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara China, dan Kampung Melayu.

"Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta telah meminta para wali kota dan sembilan Kepala SKPD di DKI Jakarta agar meningkatkan kesiapsiagaan terkait Siaga I untuk memantau dan merespons banjir yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah," ujar dia.

Beberapa wilayah yang berpotensi banjir antara lain Jakarta Timur (Kelurahan Cililitan, Cawang, Bidara China, Kampung Melayu, Kebon Manggis), Jakarta Selatan (Kelurahan Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Kebon Baru, Bukit Duri), Jakarta Pusat (Kelurahan Cikini, Petamburan, Cideng), Jakarta Barat (Kelurahan Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kedoya Utara, Cengkareng).


Rabu, 23 Januari 2013

Pantai Kuta Terus Dibanjiri Sampah Kiriman

9I22 NURKHOLIFAH

 DENPASAR, Pantai Kuta yang merupakan ikon pariwisata Bali terus dibanjiri sampah kiriman dari Tabanan dan Jawa Timur akibat musim angin barat. Ratusan hingga ribuan ton sampah berbagai jenis mulai balok kayu, rumput laut, hingga plastik berserakan di bibir pantai Kuta hingga Seminyak.

"Kemarin sampah banyak, kita kerja lembur sampai jam 10 malam. Hari ini juga kita lembur lagi," ujar Gusti Astawa, Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) DKP Badung di Pantai Kuta, Rabu (23/01/2012) siang tadi.

Dalam dua hari terakhir, puluhan petugas DKP Badung harus bekerja dari pagi hingga malam karena volume sampah yang terus meningkat. Dalam sehari, petugas bisa mengangkut sampah lebih dari 100 truk untuk dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung.

Namun karena jumlah truk terbatas, proses pengangkutan dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju TPA dilakukan secara bertahap.

Seperti diberitakan, sejak hari Minggu (20/01/2013), ratusan hingga ribuan ton sampah kiriman mengotori pantai Kuta. Masalah sampah kiriman dari Tabanan hingga Jawa Timur yang selalu terjadi setiap tahunnya ini disebabkan musim angin barat.

Untuk membersihkan sampah kiriman ini, puluhan petugas DKP Badung didukung 4 alat berat dan 30 truk turun ke pantai mengumpulkan, mengangkut dan membuang sampah ke TPA Suwung sejak pagi hingga malam.

  Sumber:KOMPAS

Senin, 21 Januari 2013

BANJIR SAMPAH DI OTISTA



9C28 ELISAH SAJAH

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir hampir satu pekan yang melanda Jakarta menyisakan sampah-sampah yang menggunung di Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista), Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sampah yang terdiri dari kayu, plastik, gabus, kursi, sofa, kasur, sampai lemari pun tertumpuk di pinggir jalan.

Menurut Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Jatinegara Niman Kaning, sampah-sampah yang terdapat di Jalan Otista ini sejak Minggu (20/1) sore memang dikumpulkan di pinggir jalan untuk mempermudah pengangkutan.

"Dikumpulkan di sini supaya mudah diangkut. Dari kemarin sore pas banjir mulai surut warga gotong royong membersihkan rumah-rumah mereka kemudian mengumpulkannya di sini. Sampah-sampah ini, kan, bukan cuma dari warga, melainkan juga yang hanyut dari misalkan Depok atau Bogor," kata Niman, Senin (21/1/2013) di lokasi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur Apul Silalahi mengatakan, sejak Minggu pihaknya sudah mulai mengangkut sampah yang terbawa genangan air saat banjir melanda Jakarta hampir satu pekan.

"Kemarin sore kami angkat 40 kubik sampah yang bertumpuk di depan Jalan Otista, sedangkan hari ini kami sudah angkut 160 kubik sampah dengan menggunakan 4 truk Sudin Kebersihan, 2 truk tronton, dan 5 pikap kebersihan," ujar Apul.

Dia memaparkan, terkait pengangkutan sampah di kawasan tersebut, pihaknya saat ini menurunkan sekitar 100 pekerja untuk mengangkat sampah. Pembersihan ini rencananya akan dilakukan sampai tuntas dan untuk mempercepat prosesnya akan digunakan alat berat.

"Kemungkinan pengangkutan sampah di Jalan Otista ini bisa mencapai satu minggu sebab sampah yang berada di jalan tersebut belum seluruhnya menumpuk, bisa saja terjadi sampah tambahan karena sebagian tenda darurat bagi pengungsi masih ada, dan juga sampah dari rumah warga," kata Apul.

Editor :Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Sumber: KOMPAS