Tampilkan postingan dengan label membangun motivasi siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membangun motivasi siswa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

Membangun Motivasi Siswa

 
 9I25 ROSIDAH
Motivasi terbagi atas dua macam, motivasi dari dalam dan motivasi dari luar. Motivasi dari dalam muncul bila ada pemahaman si anak tentang tujuan dari apa yang akan dicapainya atau sebuah bentuk kesadaran yang timbul dari si anak itu sendiri. Biasanya motivasi ini akan bersifat kekal selama tujuan itu belum tercapai. Sedangkan motivasi dari luar muncul bila ada pancingan dari luar anak untuk melakukan apa yang diinginkan oleh si pemancing. Biasanya motivasi ini tidak bertahan lama, bila umpan-umpan untuk memotivasi masih menarik, maka kegiatan masih tetap berjalan, namun tidak selamanya seorang guru mampu terus mengumpan anak untuk dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Motivasi dapat diberikan kepada siswa dengan memperhatikan bakat dan minatnya. Sebagai contoh, bila seorang anak bercita-cita ingin menjadi pilot. Guru dapat mengatakan kepadanya. Seorang pilot itu pintar berhitung, dia setiap saat harus mampu memperhitungkan, kapan pesawat akan menghindari gunung, berapa kecepatan ideal yang digunakan dan kapan untuk lepas landas, karena keselamatan penumpang ada pada kesiapan si pilot, bila setiap akan melakukan sesuatu dia bertanya, tentu pesawat tersebut dalam keadaan bahaya.
Penelitian-penelitian ilmiah menunjukkan adanya pengaruh yang besar dari motivasi terhadap hasil belajar siswa. Rasa kebosanan dan tidak adanya perhatian siswa terhadap guru merupakan indikasi bahwa siswa tidak memiliki daya penggerak atau motivasi dalam belajar.
Mengingat kontribusi motivasi terhadap hasil belajar cukup besar, para guru diharapkan mampu membangkitkan motivasi dan dapat memanfaatkannya menjadi penggerak kuat para siswa untuk meraih prestasi yang diharapkan. Yang menjadi pertanyaan adalah langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan seorang guru, agar motivasi belajar siswa bangkit. Oleh karena itu, Guru yang profesional harus menyadari bahwa dirinya harus berperan sebagai motivator, yang bertugas memberikan inspirasi atau dorongan supaya proses pembelajaran lebih menyenangkan. Ia harus menolong siswanya supaya memiliki hasrat untuk belajar.
Ada beberapa hal yang dapat diupayakan oleh guru dalam membangkitkan motivasi siswanya.
Pertama, Guru ikut terlibat dalam kehidupan siswa.
Salah satu bukti guru mengasihi siswanya adalah dengan melibatkan dirinya dalam kehidupan mereka. Kerelaan dan ketulusan guru dalam melayani mereka, secara psikhis menimbulkan kedekatan antara guru dan murid. Ini akan memberikan ruang waktu bagi guru untuk siswanya guna mendengarkan keluh kesah mereka. Dengan tindakan ini, guru sudah berhasil merebut hati siswanya sehingga memudahkannya untuk menanamkan motivasi kepada mereka.
Kedua, Guru menjadi idola siswa berkaitan dengan sikapnya di kelas.
Sikap guru harus dapat dijadikan panutan ( teladan ) yang baik bagi siswanya. Guru yang baik akan menjadi idola di mata siswa. Pendapat dan nasihatnya terkadang lebih dipercaya dibandingkan dengan pendapat orang tua. Sikap yang didasari oleh keinginan mendidik siswa agar berkembang lebih baik akan memberikan kesan mendalam di benak mereka. Usaha guru membangun motivasi siswa akan kandas jika sikap yang ditunjukkan guru tidak simpatik.
Ketiga, Ciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Peran guru sebagai motivator tak lepas dari perannya sebagai pengelola kelas. Penciptaan suasana pembelajaran yang menyenangkan tak lepas dari perencanaan pembelajaran yang baik. Untuk itu seorang guru harus membuat persiapan yang matang sebelum tampil dihadapan siswa. Dia harus menyiapkan media belajar, model dan strategi pembelajaran, dan teknik penyampaian yang menarik perhatian sekaligus merangsang siswanya untuk belajar.
Keempat,Teknik mengajar guru harus menarik.
Guru yang hendak tampil di depan siswa harus menguasai materi dan metode penyampaiannya. Hal ini diperlukan agar guru memiliki kebebasan dalam mengembangkan teknik mengajarnya hingga menarik minat siswa. Yang dimaksud teknik mengajar di sini adalah gaya yang ditampilkan oleh masing-masing guru harus menarik minat siswa. Dua orang guru yang menggunakan metode yang sama belum tentu memiliki daya ketertarikan yang sama pula dihadapan siswanya. Metode yang disajikan dan dikemas dengan gaya mengajar yang menarik akan mampu membangkitkan motivasi siswa dalam belajarnya.
Kelima, Hargailah hasil pekerjaan siswa
Kebiasaan guru yang terlalu sering memberi tugas ( PR, Tugas Portopolio dll ) , namun jarang memberikan penilaian akan berdampak tidak baik terhadap motivasi belajar mereka. Siswa akan sekedar mengerjakan tugas dan kurang memperhatikan kualitas pekerjaan. Oleh karena itu, guru jangan enggan menilai hasil kerja siswa, hargailah pekerjaan mereka, dan berikan pujian terhadap prestasi mereka. Jadikanlah penilaian yang kita berikan sebagai alat perangsang motivasi siswa.
Keenam, Ciptakan suasana persaingan yang sehat antar siswa.
Prestasi seorang teman biasanya merangsang teman yang lain untuk berprestasi pula, sehingga dapat memunculkan persaingan antar siswa. Persaingan yang positif akan memunculkan dorongan ( motivasi) siswa untuk giat belajar. Untuk itu guru harus mampu menciptakan suasana persaingan yang sehat di antara mereka. Guru harus menunjukkan obyektivitas dalam setiap evaluasi pembelajaran, demikian juga para siswa harus menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap pengerjaannya.
Ketuju, Lihatlah cara mengajar kita dari kaca mata siswa.
Tak jarang kita selaku guru, merasa sudah maksimal dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan kita. Anak-anak tidak memahami tentang materi yang kita sampaikan, anak-anak tidak menyukai cara mengajar kita, mungkin juga anak-anak merasa bosan dengan metode atau model pembelajaran yang monoton. Untuk itu kita perlu melihat cara mengajar kita dari kaca mata mereka. Misalnya para siswa kita suruh mengisi kuesioner yang telah kita buat guna mengetahui titik kelebihan dan kekurangan cara mengajar kita. Data yang diperoleh bisa kita jadikan refleksi dalam merencanakan pembelajaran berikutnya.
Seorang pakar pedagogik, Richards, juga pernah mengemukakan pandangannya tentang motivasi siswa. Menurutnya untuk membangkitkan motivasi siswa diantaranya sebagaimana berikut ini.
1) Guru harus mengetahui bahwa orang dapat belajar dengan baik sekali apabila pelajarannya disusun menurut pola tertentu sehingga siswa mengetahui apa yang menjadi sasaran pelajarannya. Mereka dapat melihat kemajuan yang harus diperoleh untuk mencapai sasaran itu.
2).Orang dapat belajar dengan baik sekali apabila mereka dapat melihat hubungan antara pelajaran itu dengan dirinya sendiri.
3).Orang dapat belajar dengan baik sekali jika merasa dapat menguasai isi pelajarannya.
4).Orang dapat belajar dengan baik, jika melihat manfaat dalam kehidupan mereka. Dan masih banyak para pakar pendidikan yang mengemukaan pendapatnya tentang hal ini.
Upaya – upaya yang bisa kita lakukan untuk menggairahkan belajar siswa sangatlah variasi, namun hal yang terpenting adalah kita selaku pelaksana pendidikan tidak surut dalam membimbing para siswa. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas yang kita lakukan mudah- mudahan menjadi bingkai indah dalam potret kehidupan mereka. Semoga kita bisa mengantarkan kesuksesan mereka dalam meraih masa depannya.

SUMBER: http://suaraguru.wordpress.com/2011/12/14/membangun-motivasi-siswa/