Tampilkan postingan dengan label rumah sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah sakit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

kecelakaan dijalan raya

                                                                          9D18 LIDIYANI


Gegesik,kamis 21 februari 2013.terjadi kecelekaan sepeda motor di jalan raya gegesik.kecelakaan tersebut di akibatkan oleh salah satu pengguna sepeda motor yang menaiki motor secara ugal-ugalan.dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa tetapi kedua pengendara tersebut luka-luka dan mereka segera ditolong oleh para warga yang ada,dan kaduanya dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.dan dikawal oleh polisi untuk dimintai ketarangan.

sumber:warga sekitar

Rabu, 27 Februari 2013

26 Orang Luka Bakar Akibat Ledakan 250 Balon Dirawat di UGD RS

9d27 RIZQI AMALIYAH

Jakarta - Para korban ledakan 250 balon pesta dalam acara penataan PKL di Indosiar dilarikan ke RS Royal Taruma di Jalan Daan Mogot, Grogol, Jakarta Barat. Ruangan gawat darurat rumah sakit ini pun dipenuhi 26 korban yang semuanya terkena luka bakar ringan hingga 40 persen.

"Korban ada 26 orang, sedang penanganan di UGD," kata petugas sekuriti rumah sakit tersebut, Kamis (28/2/2013). Wartawan tidak diperkenankan masuk ke UGD.

Mereka yang terluka mengalami luka bakar di rambut, wajah, tangan, dan punggung. Belum ada keterangan resmi dari Indosiar dan pihak rumah sakit untuk menjelaskan kandungan gas di dalam 250 balon tersebut. Namun ada yang menyebut isinya adalah helium.

Sementara itu, mereka yang masih ditangani di rumah sakit adalah Sudaryanto, Lina, Suranto, Kuswantoro, Bambang Arto, Dedi Supriadi, Made, Vannesa, Sutarjo, Sunarto, Verro, Regina, Bagus, Heidi, Ardi, Jodi, Onno, Martin, Ketut, Yusuf, Erwin, Rahmat, Sherly, Yusa, dan Titi.

250 Balon itu meledak saat hendak dilepas usai acara penataan PKL yang dihadiri oleh Mendagri Gamawan Fauzi, Menkes Nafsiah Mboi, dan Menkop/UKM Syarief Hasan dan Gubernur Joko Widodo. Ledakan ini menyebabkan kepanikan. Api menjulur ke sebuah tenda. Sebelum meledak, balon diikat di tempat yang tidak teduh.
sumber:detik

Jumat, 15 Februari 2013

Makanan Tinggi Glikemik Memicu Diabetes

LIA AWALIYAH 9C 20

Meski diabetes melitus oleh awam sering disebut penyakit kencing manis, sebenarnya faktor utama penyakit ini tidak disebabkan oleh kelebihan gula. Menurut riset, makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah biang keladi penyakit diabetes.

Indeks glikemik (IG) merupakan indikator cepat atau lambatnya unsur karbohidrat dalam bahan pangan dalam meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Bahan pangan dengan IG rendah lebih aman untuk penderita diabetes dan obesitas.

Hasil analisa terhadap 24 penelitian yang dipublikasikan sejak tahun 1997 dan melacak pola makan125.000 orang dewasa menyimpulkan, orang yang kurang mengonsumsi serat dan sering mengasup makanan yang diproses beresiko tinggi menderita diabetes.

"Makanan yang cepat menaikkan kadar gula itu akan membuat pankreas bekerja keras menghasilkan insulin setelah makan, setiap hari," kata Dr.David Ludwig dari Boston Children's Hospital yang banyak meneliti tentang diabetes.

Riset yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition itu dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas California, Los Angeles dan Universitas Oxford, Inggris. 

Secara umum, para responden dalam penelitian itu mengonsumsi sekitar 139 gram gula. Dalam setiap tambahan gula sebanyak 100 gram per 2000 asupan kalori harian, risiko seseorang untuk terkena penyakit diabetes melitus naik sampai 45 persen.

"Sangat mudah mendapat 100 gram gula, terutama jika kita tidak hati-hati dalam memilih makanan yang tepat," kata Heidi Silver, pakar nutrisi yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Makanan dengan IG rendah, antara lain ikan, daging, sayur dan buah yang tinggi serat, kacang-kacangan, nasi merah, atau produk susu. 

Masyarakat juga mesti mengetahui mana makanan yang memiliki IG tinggi. Misalnya saja pisang matang yang memiliki kandungan gula lebih tinggi dibanding yang masih mengkal. 

Makanan seperti protein batangan atau serat batangan juga perlu diwaspadai karena tidak sama dengan serat dari sayur atau buah. Di negara maju umumnya banyak produk makanan yang sudah dilabeli indeks glikemiknya. 

Sumber: kompas