Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Pilgub Jabar masih mungkin berlangsung dua putaran






9f18 lucky fazriyani

Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 masih mungkin berlangsung dua putaran. Merujuk pada hasil real count KPU Jabar, kedua pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki masih bersaing.

"Meski cukup sulit, tapi persentase 1 dan 2 sangat mungkin terjadi perubahan sehingga masih bisa saja berlangsung dua putaran," kata Kepala Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Universitas Padjajaran (Unpad) Toni Toharudin di Bandung, Selasa (26/2).

Hasil Hitung Suara KPU Jabar sendiri hingga siang ini menempatkan Aher-Deddy di urutan nomor satu dengan persentase 31,7 persen atau 4,8 juta suara.

Sedangkan Rieke-Teten masih terus menguntit di urutan nomor dua dengan persentase 28,6 persen. Adapun jumlah suaranya adalah 4,3 juta.

Jumlah yang masuk itu sudah 75 persen persentase yang masuk atau sekira 56 ribu dari 74 ribu TPS yang ada di 26 kab/kota di Jawa Barat. Penghitungan masih bergulir hingga KPU merilisnya 3 Maret mendatang.

Dalam ketentuan KPU Jabar sendiri calon dinyatakan menang jika sudah mengantongi 30 persen plus satu.

Dia menambahkan tiga calon yang lainnya untuk meraih suara dengan angka yang cukup signifikan masih dinyatakan berat. Persaingan sepertinya akan menjadi pasangan nomor urut 4 dan 5.

"Meski berat nomor urut 4 untuk menjadi 30 persen, tapi masih memungkinkan," ungkapnya.
Dalam penghitungan yang ada pemilih yang masuk dari 32 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah masuk 15 juta suara.


sumber: merdeka.com

Sabtu, 16 Februari 2013

Tak Mungkin Menolak Pasien RSUD Waled Masih Rawat Beberapa Pasien Di Lorong IGD




9F22 NOORHAYATI
WALED- Karena terbatasnya ruangan, beberapa pasien masih dirawat di lorong IGD RSUD Waled. Hal ini diakui Direktur RSUD Waled, dr J Suwanta Sinarya MKes, kemarin. Suwanta menegaskan, pihaknya tak mungkin menolak pasien yang datang berobat (rawat inap). Meski di lorong, tak lazim seperti di ruangan pada umumnya, tapi Suwanta menjamin pelayanan perawatan tetap diberikan secara maksimal.
Suwanta mengatakan, pihaknya akan memindahkan pasien yang ada di lorong ke ruangan kalau pasien yang ada di ruang perawatan sudah pulang. “Yang pasti bahwa pelayanan medis tetap tidak dibedakan, semuanya akan mendapatkan perawatan medis. Kami tidak boleh melarang pasien yang akan berobat. Jadi hari ini (kemarin, red) masih penuh,” ujar Suwanta.
Berdasarkan pantauan Radar, Kamis (3/1), masih terdapat beberapa pasien yang menghuni lorong ruangan IGD RSUD Waled. Bahkan ada salah satu pasien yang sudah tiga hari menghuni lorong itu. Tapi kondisi demikian tak lantas membuat keluarga pasien kecewa. Mereka menyadari kondisi pasien sudah membeludak, sehingga harus menghuni lorong IGD.
Salah satu keluarga pasien, Dedeh, merasa tidak keberatan. “Ya dari kemarin orang tua masih dirawat di lorong. Ya nggak apa-apa ruangankan penuh, terus mau kemana lagi. Kalau Saya mah yang penting pelayanan ke orang tua Saya”, ujar Dedeh.
Sebelumnya, salah satu keluarga pasien yang tidak tertampung pada ruangan perawatan, Haidar mengatakan, dirinya menunggu orang tuanya yang sedang menjalani perawatan. Sejak datang pada Selasa malam (1/1), orang tuanya sudah tidak mendapatkan ruang perawatan. Meski tetap mendapat pelayanan, dia mengakui suasananya agak berbeda dibandingkan dengan pasein yang mendapatkan ruang perawatan. (den)