Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Kapal Pintar Jangkau Pendidikan di Pulau-Pulau Terdepan Indonesia

9B12 GIAN RAJU HIDAYATULLAH


Jika ingin menjadi negara yang kuat, maju, dan disegani dunia internasional, Indonesia harus menjadikan pendidikan sebagai bidang unggulan. Pentingnya sebuah pendidikan berperan besar dalam pembentukan karakter bangsa. Dengan pendidikan, warga negara dapat memiliki kemampuan yang bermanfaat bagi pribadi dan negara.Pendidikan pun tak mengenal perbedaan.Semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan sesuai dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI) 1945 pasal 31.

Oleh sebab itu, Pemerintah RI wajib memfasilitasi berbagai akses demi proses pendidikan bermutu bagi warga negara Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pendidikan yang merata pun menjadi harapan besar bagi seluruh warga negara. Demi menghadirkan pendidikan merata di wilayah-wilayah terpencil RI, beragam cara ditempuh. Salah satunya adalah Program Indonesia Pintar yang diprakarsai olehIbu Negara RI Ani Yudhoyono.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan TNI Angkatan Laut bahu-membahu menyukseskan pengadaan program Kapal Pintar. "Kami menyambut baik program ini, yang merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar, dimana Program Indonesia Pintar menjangkau daerah yang tidak terjangkau (to reach the unreached), yang diimplementasikan dalam aksi nyata di lapangan dalam bentuk Mobil Pintar, Motor Pintar, Kapal Pintar, dan Rumah Pintar," ujar Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir.

Sesuai kerjasama dengan TNI AL, dalam menjangkau pendidikan masyarakat di pulau atau daerah terdepan Indonesia, Kapal Pintar akan dijadikan perpustakaan keliling (mobile library). Bantuan BRI ini sejalan dengan visi Program Bakti TNI AL atas desa tertinggal, terpencil dan terisolasi, pesisir pantai, serta daerah pulau-pulau kecil terdepan Indonesia. TNI AL juga memiliki perhatian yang sama dan bermaksud membangun Kapal Pintar. "Nantinya kapal ini menjadi tempat belajar. Dengan segala perlengkapannya bagi masyarakat pesisir, Kapal Pintar akan menjangkau seluruh masyarakat, terutama anak-anak usia dini dan siswa sekolah," papar Sofyan.

Guna menyukseskan visi ini, ketiga institusi tidak main-main. Kapal Pintar bersistem pembelajaran menggunakan pendekatan Multiple Intelligens dengan metode Joyful Learning dan Integrated Learning. Dilengkapi empat sentra, yaitu Sentra Buku, Sentra Komputer, Sentra Alat Permainan Edukatif, serta Sentra Audio Visual dan Panggung. Kapal Pintar akan dioperasikan secara periodik untuk mengunjungi desa-desa terpencil. "Nantinya Kapal ini akan berkoordinasi dengan instansi-instansi atau dinas yang terkait seperti pemda, kepolisian, Dinas Kependidikan Nasional, dan Dinas Kesehatan sehingga aplikasi kapal pintar ini menjadi komprehensif dengan berbagai macam stakeholder. Harapan kami agar peningkatan taraf pendidikan dan kesejahteraan masyarakat pesisir dan sekitarnya memperoleh hasil yang optimal," pungkas Sofyan.

Selain kapal pintar, BRI menyumbang pembangunan Rumah Pintar beserta Motor Pintar di Pulau Miangas yang merupakan salah satu pulau terdepan di Provinsi Sulawesi Utara. [ACH]

Sumber: merdeka.com

Jumat, 08 Februari 2013

Trend Gigi Ompong Muda Mudi Afrika



9C34 TASRIFA

- Sebuah tren kadang tercipta dari sebuah tradisi yang sudah dijalani oleh masyarakat. Seperti halnya dengan satu tren yang kini makin digandrungi anak muda di Afrika Selatan. Apa tren tersebut ? Ompong !
Ya, menjadi ompong kini adalah tren fashion di kalangan generasi muda di Afrika Selatan, terutama di kota cape Town. Kedengarannya aneh, kalau anak-anak muda itu justru mengharapkan menjadi ompong tidak memiliki gigi depan. Apalagi jika gigi mereka masih sehat dan kuat. Apa yang membuat mereka justru ingin tampak seperti kakek-kakek yang tidak punya gigi ?


Tren yang disebut “Smile Cape Flats” berasal dari lingkungan yang padat penduduknya dimana didaerah tersebut anak mudanya biasa memodifikasi tubuhnya menjadi aneh. Menurut Friendling Jacqui dari University of Cape Town’s human biology mengatakan tren ini menjadi fashion karena tekanan teman sebaya sehingga mereka mencabut gigi depannya, kemudian alasan medis dan alasan gangster. Walaupun sebenarnya bergigi ompong sudah diterapkan oleh kalangan nelayan Afrika Selatan agar bisa berkomunikasi satu sama lain di kapal dengan bersiul. Dengan tidak ada halangan gigi depan, bersiul makin mudah dilakukan. Sekarang tradisi menjadi tren bahkan berkembang untuk menarik wanita.

Namun menjadi ompong juga kadang menciptakan kesenjangan ketika bersosialisasi. Untuk itu mereka selain mencabut gigi depan, juga membuat gigi palsu yang bisa dikenakan dikala kerja. Tak Cuma laki-laki yang ingin mencabut giginya, bahwan kaum wanitanya juga demikian. Mereka datang ke dokter gigi meminta mencabut gigi sehatnya dan sekaligus membuat gigi palsu. Menurut Rob Barry dari fakultas kedokteran gigi di University of Western Cape, frekuensi pencabutan gigi telah meningkat meskipun dokter gigi berlatih secara etis dilarang menghapus gigi yang sehat. Untuk gigi palsu kadang mereka mengkreasikan dengan menambahkan emas, berlian atau platina untuk menaikkan status sosialnya. Tapi kasus pencurian gigi palsu melalui perkelahian juga meningkat. Cukup aneh kan ?

sumber : http://www.bagusjuga.com/2013/01/trend-ompong-di-kalangan-anak-muda-afrika-selatan/

Kapal Pengangkut Puluhan Ton BBM Meledak di Perairan Buton


ADE AAN ANIYATI 9C 01

BUTON - Kapal pengangkut milik Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) meledak di perairan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), usai melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM).Tiga orang luka dan satu orang tewas di lokasi kejadian akibat luka bakar.

Berdasarkan keterangan, ledakan terjadi tak lama setelah kapal berlabel KM Satro Jaya berangkat dari Pelabuhan Banabungi menuju Wakatobi, pada Jumat petang. Kapal tersebut memuat 10 ton solar dan 15 ton premium.

Diduga, ledakan dipicu penguapan yang terjadi pada premium. “Mungkin terjadi penguapan pada premium,” kata Andi Zainal, seorang awak kapal yang berhasil selamat.

Dia melanjutkan, karena terbuat dari kayu, badan kapal langsung berserakan begitu terjadi ledakan. Drum dan jeriken berisi bahan bakar bersubsidi juga terapung-apung di laut sekitar tempat kejadian.

Ledakan itupun mengundang perhatian warga karena suaranya terdengar hingga radius empat kilometer. Dalam waktu singkat, lokasi kejadian sudah ramai.

Sebagian warga membantu evakuasi tiga korban luka, sementara satu awak kapal tewas langsung dibawa ke RSUD Buton. Mereka juga menyelamatkan sisa bbm yang terapung di luat.

SUMBER: okezonenews