Tampilkan postingan dengan label bahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Bahaya Dan Pengaruh Makanan Cepat Saji Bagi Tubuh

9B34 Siti Maesaroh

Saat ini makanan cepat saji sangat mudah dijumpai. Tidaklah sulit menemukan makanan-makanan yang langsung bisa dihidangkan di meja makan dalam waktu singkat.  Walaupun sebenarnya ada makanan cepat saji dengan komposisi nutrisi yang baik, namun sangat banyak ditemukan makan cepat saji yang memiliki kandungan nutrisi yang rendah, bahkan tidak ada nutrisi sama sekali.

Mengkonsumsi makanan cepat saji sesekali waktu, dan bukan menjadi kebiasaan, sebenarnya tidak masalah.  Namun terkadang, seseorang mengkomsumsi makanan cepat saji cukup sering bahkan menjadi makanan sehari-sehari. Inilah yang justru menimbulkan masalah di kemudian hari bagi tubuh.

Penelitian mengungkapkan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji, dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
  • Penambahan lemak di dalam tubuh, menimbulkan rasa tidak nyaman.
    Karena makanan cepat saji kebanyakan rendah lemak, maka bisa menimbulkan sembelit. Hal ini bisa diperparah jika dibarengi dengan tubuh yang sedang mengalami dehidrasi.
  • Menimbulkan sakit kepala, karenanya makanan cepat saji dapat meningkatkan aliran darah ke otak.
    Karena asam lambung terdorong naik, sehingga perut terasa mual dan mulas.
  • Perut kembung, pengaruh dari sodium yang berlebihan.
  • Gejala penuaan dini, dengan munculnya keriput sebelum waktunya, karena adanya kandungan di dalam makanan cepat saji.
  • Menimbulkan bad mood. Ini pengaruh dari kondisi tubuh yang kurang nyaman, sehingga akan lebih mudah mengalami depresi

Selain efek diatas, makanan cepat saji juga dapat memicu penyakit-penyakit yang sedang marak saat ini :
  • Beresiko Serangan Jantung.
    Penyumbatan pembuluh darah karena kolesterol pada makanan cepat saji, membuat aliran darah tidak lancar, sehingga bisa mengakibatkan serangan jantung.
  • Obesitas.
    Terlalu banyak lemak dalam tubuh akan mengakibatkan berat badan yang tidak sehat apalagi tidak dibarengi dengan olahraga yang teratur.
  • Beresiko  Kanker.
    Kanker bisa dipicu karena adanya kandungan lemak yang tinggi pada makanan cepat saji.
  • Diabetes.
    Adanya kandungan lemak jenuh dan  kalori yang tinggi dalam makanan cepat saji dapat memicu penyakit diabetes, karena terjadinya resistensi insulin.
  • Hipertensi.
    adanya kandungan garam yang berlebih. Dengan adanya kadar garam tinggi yang tidak bisa dikeluarkan oleh ginjal, sehingga jantung akan bekerja lebih keras mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Hal inilah yang akan menyebabkan tekanan darah tinggi.
Dengan dijabarkannya pengaruh bahaya makanan cepat saji di atas, harapannya akan lebih hati-hati dalam mengkomsumsi makanan cepat saji. Dengan konsumsi makanan yang cermat dan sehat, maka merupakan investasi sehat bagi tubuh di masa yang akan datang.

Sumber : beritaterkinionline.com

Selasa, 26 Februari 2013

SENYAWA KIMIA PADA MAKANAN KALENGAN DAPAT BAHAYAKAN SISTEM SARAF

9B34 SITI MAESAROH
BPA atau bisphenol A, senyawa kimia yang dilaporkan memiliki efek berbahaya terhadap perkembangan sistem saraf anak, demikian menurut penelitian terbaru.
"BPA mengganggu perkembangan sistem saraf tengah. Kami khawatir kalau dampak jangka panjangnya bisa menimbulkan kelainan perkembangan saraf." tutur Dr. Wolfgang Liedtke dari Duke University di Durham, seperti yang dikutip dari CBS News.

Penelitian tersebut memang dilakukan pada tikus percobaan laboratorium. Namun peneliti yakin bahwa dampak dari BPA juga buruk bagi manusia.

BPA sendiri sering digunakan untuk melapisi bungkus makanan. Seperti kaleng demi mencegah korosi dan plastik, baik itu botol, alat makan, maupun kotak makanan.

Senyawa kimia tersebut punya sifat meniru hormon estrogen pada tubuh sehingga mampu mengganggu sistem endokrin. Beberapa penelitian sebelumnya bahkan mengaitkan BPA dengan risiko gangguan jiwa, kanker, masalah sistem imun, dan sistem reproduksi.

Kali ini, peneliti pun kembali menemukan efek samping dari paparan BPA, khususnya terhadap perkembangan sistem saraf anak.

Ketika sistem saraf berkembang, ion klorida diturunkan jumlahnya oleh protein bernama KCC2. Namun paparan BPA mematikan KCC2, sehingga kadar klorida yang terlalu banyak akhirnya menghancurkan perkembangan sistem saraf yang terjadi di otak.

Penemuan ini dianggap penting, karena muncul dugaan kalau BPA bisa saja menjadi pemicu dari beberapa kelainan, salah satunya adalah Sindrom Rett - kelainan genetik yang mempengaruhi perkembangan otak dan hanya dialami oleh anak perempuan.

Peneliti kemudian melaporkan hasil penemuan tersebut dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences."


Sumber  : www.merdeka.com

Minggu, 03 Februari 2013

miras



MIRAS

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3H-ZlfQ2yli-h_oVZWsEgKNQNFWczuWirbn8aJLpTmE8FSR8jk1rparQrouGUhAsywfLiMlv2KQhlu61zF-XZdmJ-RnvrlIwKuacIo1IC05hgCz72DicJDbLtpTLROVAy9O-hF1RwL_Y/s320/alcohol.jpg


9I 18 M.FARID ABDILLAH
 Minuman keras adalah minuman yang mengandung etanol atau juga yang sering disebut sebagai minuman alkohol, Akibat minuman keras ini dapat menyerang tingkat kesadaran orang yang mengkonsuminya akibatnya orang yang mengkonsusi akan mengalami mabuk.

 Sebenarnya masayarakat kita sudah banyak yang tahu tentang bahaya dari akibat minuman keras atau minuman beralkohol ini. Salah satunya adalah menimbulkan kecanduan yang luar biasa, karena minuman keras atau minuman beralkohol ini mengandung zat aditif, yaituzat yang jika masuk ke tubuh manusia walaupun dengan jumlah sedikit akan menimbulkan efek kecanduan yang luar biasa.
Dan juga masyarakat juga telah mengerti bahwa sebenarnya minuman keras ini dapat merusak syaraf secara perlahan. Berikut akibat minuman keras minuman beralkohol , yang dilihat dari kandungannya pasti teman-teman dapat mengira-ngiranya:

 Merusak Syaraf, seperti yang saya sebutkan di atas bahwa minuman keras atau minuman beralkohol mengandung zat aditif yang jika dikonsumsi walaupun sedikit kan mengakibatkan kecanduan yang luar biasa. Dan bila dikonsumsi secra terus-menerus akan menimbulkan kerusakan syaraf otak yang menyebabkan manusia yang mengkonsumsinya mudah hilang akalnya, keseimbangannya dan indra peraba-nya akan semakin berkurang kepekaannya.
 
 sumber:assalsalah