Tampilkan postingan dengan label Menkopolhukam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menkopolhukam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

11 Jenazah Korban Penyerangan di Sinak Papua Berhasil Dievakuasi

9B17 ITA RISWATI


Sebelas jenazah korban penyerangan bersenjata di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, berhasil dievakuasi hari ini. Lamanya proses evakuasi tersebut karena medan yang cukup berat untuk menuju lokasi.

"Proses evakuasi sudah selesai dilakukan sekitar pukul 08.55 WIT. Saat ini sudah di Jayapura. Medan di sana berat, hutan dan pegunungan," kata Kadispen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/2/2012).

Sebelas jenazah yang dievakuasi tersebut terdiri dari tujuh jenazah personel TNI dan empat warga sipil. TNI mengerahkan dua helikopter untuk mengevakuasi sebelas jenazah tersebut.

"Sebelum dibawa ke daerah masing-masing, jenazah disemayamkan di Makodam (Cendrawasih) di Jayapura. Jenazah ada yang dibawa ke Sukabumi, Makassar, Kupang, dan beberapa daerah lainnya," ujar Iskandar.

Menurut Iskandar, pihaknya saat ini membantu kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan bersenjata yang menewaskan 12 orang, delapan di antaranya personel TNI.

"Sesuai arahan Panglima tertinggi Presiden SBY melalui Panglima TNI, pelaku terus dikejar dan diajukan ke pengadilan," terang Iskandar.

Sebelumnya, di lokasi terpisah, penembakan menimpa helikopter Super Puma TNI AU yang mulanya digunakan untuk evakuasi jenazah pada Jumat (22/2) pagi. Asal tembakan diketahui dari sebuah rumah ketika helikopter tersebut hendak mendarat di Tingginambut.

Menkopolhukam, Djoko Suyanto, menduga dua kelompok bersenjata berada di balik penyerangan terhadap personel TNI. Penyerangan di Pos Satgas TNI di Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, diindikasikan didalangi kelompok pimpinan Goliat Tabuni. Sementara serangan kedua yang terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Murib.


Sumber: detikNews

Kepolisian Bentuk Tim Investigasi Ungkap Penyerangan Personel TNI di Papua

 9D19 LILIS




Jakarta - Kepolisian membentuk tim investigasi guna memburu para pelaku penyerangan kepada personel TNI di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak dan Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

"Sudah dibentuk tim investigasi di bawah pimpinan Direktur Kriminal Umum (Dir Krimum)," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes I Gede Sumerta, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/2/2013).

Selain itu, imbuh Sumerta, guna mengejar para pelaku penyerangan dibentuk tim penindakan bersama antara TNI/Polri. "Dengan tugas pokok melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku penembakan," terangnya.

Dia menambahkan, proses evakuasi 7 jenazah personel TNI yang gugur dan 4 jasad warga sipil berhasil dievakuasi. Usai dievakuasi, jenazah TNI disemayamkan di Markas Kodam Cendrawasih di Jayapura untuk selanjutnya dibawa ke kediaman masing-masing personel.

"Untuk korban sipil kita masih menunggu informasi kemana jenazah akan dibawa," ujar Sumerta.

Menkopolhukam, Djoko Suyanto, menduga dua kelompok bersenjata berada di balik penyerangan terhadap personel TNI, Kamis (21/2) pagi. Penyerangan di Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, diindikasikan didalangi kelompok pimpinan Goliat Tabuni.

Sementara serangan kedua yang terjadi di Kampung Tangulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Murib.


Sumber: detikNews