Tampilkan postingan dengan label tenggelam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tenggelam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Uji Nyali, Risman Tewas Tenggelam



9F22 NOORHAYATI

TERISI - Seorang pemuda asal Bok Tarikolot RT 03 RW 07, Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Risman Chandra (19), ditemukan tewas tenggelam di sungai Cipanas Desa Jatimunggul Kecamatan Terisi, Jumat (15/2).
Korban sebelumnya dinyatakan hilang, setelah hanyut akibat tersapu derasnya air sungai tersebut, saat berenang bersama dua rekannya, Kamis (14/2) sekitar pukul 17.00 di sekitar bendungan Sumur Watu Desa Jatimunggul.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar, peristiwa itu terjadi ketika korban bersama dua rekannya berenang dan melakukan uji nyali. Namun nahas, dalam uji nyali tersebut terjadi malapetaka.
Kedua rekannya ketika melihat kejadian itu mencoba melakukan pertolongan dengan menarik tubuh korban ke darat. Namun sia-sia, karena derasnya sungai korban tidak bisa diselamatkan. Kejadian tersebut kemudian  dilaporkan ke keluarganya.
Orang tua korban yang menerima kabar anaknya tenggelam, saat itu juga mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pencarian. Sementara petugas Polsek Terisi setelah menerima laporan, ketika tiba di lokasi kejadian langsung terjun mencari korban bersama warga serta pamong desa Jatimunggul dan Cikedung Lor.
Guna membantu pencarian, sejumlah orang pintar (ahli spiritual, red) ikut dilibatkan. Petugas maupun warga selain mencari di lokasi kejadian, juga menyisir sepanjang sungai Cipanas. Hasilnya, Jumat (15/2) sekitar pukul 18.00 korban akhirnya ditemukan.
Kapolres Indramayu AKBP G Pangarso Raharjo Winarsadi SIK SH MH melalui Kapolsek Terisi AKP H Abdullah Zahri membenarkan kejadian itu. Menurutnya, korban tenggelam akibat terseret air sungai Cipanas saat berenang dengan rekan–rekannya.
“Setelah dilakukan pencarian korban akhirnya berhasil ditemukan. Tubuhnya ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Kondisinya sudah meninggal dunia, karena lebih dari 24 jam tenggelam. Korban kemudian langsung dibawa pulang, karena permintaan dari pihak keluarganya,” ujar kapolsek. (kom)

Jumat, 15 Februari 2013

Ariyanti Tak Bisa Dipidana Jika Sakit Jiwa

9B37 TIKHA KANIA


Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto

TERKAIT:

    Motif Ibu Tenggelamkan Bayi di Toilet Masih Didalami
    Ibu Bayi yang Tewas di Toilet Diperiksa Kejiwaannya
    Polisi Akan Rekonstruksi Kasus Bayi Tewas di Toilet Puskesmas
    Ibu Bayi Tewas di Puskesmas Kebon Jeruk Dijadikan Tersangka
    Ibu Bayi Tewas di Puskesmas Pasien RS Jiwa

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memeriksakan Ariyanti (30), ibu yang diduga menenggelamkan bayinya di bak toilet Puskesmas Kebon Jeruk, ke RS Jiwa Grogol untuk mengetahui kondisi kejiwaanya. Jika terbukti bermasalah, maka dia tidak bisa dipidanakan.

"Kalau orang tidak sadar, andaikata dia (Ariyanti) mengalami sakit jiwa dan lain-lain, tentu hukum mengatakan berbeda. Tidak ada konsekuensi hukum," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/2/2013).

Namun, apabila hasil pemeriksaan membuktikan Ariyanti tidak bermasalah kejiwaan, tersangka bisa dijerat dengan sanksi bergantung dari hasil pra-rekonstruksi apakah perbuataanya ada unsur kesengajaan atau memang karena kelalaian.

"Tetapi kalau orang waras tentu ada sanksinya. Tapi kalau bermasalah kejiwaan tidak bisa dipidana secara hukum," ujar Rikwanto.

Ariyanti saat ini menjadi tersangka atas kasus tersebut. Polisi sementara menjeratnya dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian dari kejadian itu. Berdasarkan keterangan mantan suami tersangka dan pemeriksan dokter sebelumnya, ibu bayi tersebut mengalami masalah kejiwaan. Tersangka tercatat sudah dua kali menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Grogol, Jakarta Barat.


Sumber: kompas

Sabtu, 26 Januari 2013

Tak Ada Cuaca Ekstrim, Jakarta Hanya akan Diguyur Hujan Sedang Hari Ini

9C17 INNA FARHANIYAH


Jakarta - Hari ini, Jakarta diisukan akan diguyur hujan lebat sepanjang hari yang bisa mengakibatkan banjir besar kembali terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi hal itu tidak benar.

Kepala BMKG Mulyono Prabowo mengatakan berdasarkan pengamatan lembaganya, hari ini wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi hanya akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Lebih banyak potensi hujan ringan dan sedang di wilayah Jabodetabek. Di sebelah utara diprediksi potensi hujan sedang lebih tinggi karena ada pengumpulan awan," ujar Mulyono saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1/2013).

Mulyono mengatakan BMKG tidak melihat adanya pertumbuhan awan ekstrim di atas Jakarta sebagaimana yang disebutkan dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya. Yang terjadi, lanjut dia, adalah pertumbuhan awan secara normal yang menyebar di wilayah bagian utara dan selatan.

Potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah utara, yakni di atas laut Jawa di Kepulauan Seribu. Potensi hujan sedang ini akan menambah tinggi air rob yang akan menggenangi sebagian wilayah Jakarta Utara. Namun ketinggian air rob ini, menurut Mulyono, tidak akan membuat Jakarta tenggelam.

"Karena kawasan di Jakarta Utara sudah biasa tergenang rob, terutama saat bulan baru, bulan purnama dan bulan mati atau akhir bulan. Dan fenomena ini setiap bulan. Pada saat-saat itu, bulan, bumi dan matahari pada garis sejajar sehingga mendorong air laut pasang lebih tinggi dari biasanya. Tapi pasang air laut hanya di jam 8 hingga 11 pagi. Setelah itu kembali surut," tuturnya.

Wilayah Jakarta di bagian selatan juga berpotensi di guyur hujan dengan intensitas sedang. Sementara di bagian timur dan barat hanya intensitas ringan.

"Namun hujan ini tidak sepanjang hari. Diperkirakan hujan akan turun pada siang dan sore hari," jelas Mulyono.
sumber : detikNews