Tampilkan postingan dengan label try out. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label try out. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

PELAKSANAAN TRI OUT DAN UN

9D16 KAROMATUL YUSRO
GEGESIK,Semua sekolah akan melaksanakan try out 3 pada tanggal 8-11 April 2013 dan akan melaksanakan UN pada tanggal 22-25 April 2013 .
semua siswa kelas 9 belajar dengan tekun untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Minggu, 10 Februari 2013

TRY OUT KE DUA SMPN 1 GEGESIK SEGERA DILAKSANAKAN

 
9B03 ALDIANSYAH RAMADHANDI

           SMPN 1 Gegesik adalah sekolah menengah pertama di wilayah Kabupaten Cirebon. Seperti agenda tahunan yang dilaksanakan pada tahun-tahun yang lalu, SMPN 1 Gegesik selalu melaksanakan Try Out untuk siswa kelas 9. Tujuan diadakannya Try Out adalah mengenalkan siswa kepada macam-macam soal yang akan dikerjakan pada saat ujian nasional nanti, mengetahui kemampuan siswa, juga membuat siswa terbiasa untuk mengerjakan soal-soal semacam itu.SMPN 1 Gegesik telah melaksanakan Try Out pertama pada 28-31 Januari lalu. Pelaksanaan Try Out pertama dinilai cukup tentram tetapi ada saja beberapa siswa yang menganggap remeh Try Out. "Banyak siswa yang menganggap remeh Try Out, Sebenarnya Try Out itu gambaran disaat kita Ujian Nasional nanti" ujar salah satu guru SMPN 1 Gegesik. Maka dari itu, pada saat hari ke dua pada Try Out pertama panitia mengatakan bahwa sebelum waktu Try Out selesai selutuh peserta Try Out tidak boleh ada yang pulang. Tujuannya agar siswa lebih teliti dan tidak gegabah dalam mengerjakan soal.

          Try Out ke dua akan dilaksanakan pada 18-21 Februari 2013. Pelaksanaan jadwal pelajaran dan waktu tetap sama dengan Try Out pertama. Pada Try Out yang ke dua ini, diharapkan siswa SMPN 1 Gegesik lebih serius mengerjakan Try Out, Tidak menganggap Try Out remeh, juga dapat mengerjakan soal Try Out dengan benar.

Kamis, 07 Februari 2013

PERSIAPAN MENJELANG UN

9C15 IIN INDAH KOMALASARI






 Bagi siswa-siswi smp kelas IX yang dalam waktu dekat ini yaitu sekitar dua bulan kedepan akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). Dibutuhkan persiapan yang matang, agar mendapat nilai yang bagus. Untuk itu disejumlah sekolah khususnya kecamatan Gegesik diberlakukannya tambahan jam belajar (biasa disebut pengayaan). Khususnya di SMPN 1 Gegesik yang memberlakukan hal tersebut. Yang dimulai dari pukul 13.00-14.00 WIB. 
   Hal tersebut bertujuan untuk membantu siswa dalam mengerjakan soal-soal UN. karena soal UN tidak hanya materi dari kelas IX tetapi juga diambil dari materi kelas VII dan VIII. Didalam pengayaan, selain mengulang materi kelas VII dan VIII juga membahas soal-soal try out yang dilaksanakan pada tanggal 28-31 Januari 2013. 
    Selain mengikuti kegiatan pengayaan  disekolah siswa juga diperbolehkan mengikuti kegiatan bimbingan belajar sendiri di tempat-tempat tertentu. Maksudnya adalah ada siswa yang mengikuti bimbingan belajar diluar sekolah ada pula yang tidak. Semua itu tergantung dari siswa itu sendiri.
   Selain persiapan menjelang UN diatas. Ada juga persiapan yang dilakukan siswa salah satunya adalah mengurangi waktu untuk kegiatan ekstrakulikuler, seperti PMR, Pramuka, Paskibra, Teater, Marching Band dsb. Hal itu dilakukan siswa lebih memperbanyak waktu untuk belajar. Selain itu juga guru-guru menyarankan kepada siswa, agar waktu bermain nya di kurangi untuk belajar. Cara-cara seperti itu dilakukan agar siswa lebih fokus untuk UN.

Sabtu, 02 Februari 2013

Pasca Try Out : Bukan selesai,Tapi Mulai

Pasca Try Out : Bukan selesai,Tapi Mulai

9c07 Ayu Titan Damayanti

Setelah usainya Try Out 1  pada akhir Januari (31/01/13), bukan berarti para siswa SMP bisa tenang dan bersantai, tetapi justru mereka harus mempersiapkan diri mereka untuk Try Out selanjutnya. Dengan kata lain perjalanan mereka baru dimulai. Mereka harus terus meningkatkan belajar mereka, seperti yang diungkapkan Afif Nadidah salah satu siswi SMP N 1 Gegesik "Setelah Try Out pertama ini, saya akan lebih mempersiapkan diri untuk menghadapi UN,disamping mengikuti pengayaan juga dengan cara memanfaatkan waktu luang untuk memperdalam materi yang akan diujiankan."

Tetapi yang disayangkan ada saja sebagian anak yang meremehkan Try Out dan UN, terbukti masih ada saja siswa/siswi yang absen tanpa alasan. Padahal saat menjelang UN membutuhkan semangat , tekad, niat dan kesiapan dari siswa itu sendiri.


Ayu Titan Damayanti

Jumat, 25 Januari 2013

TRY OUT SMP SIAP DILAKSANAKAN





9G14 GUNTUR GALANG SETIAWANINGRUM

Apa yang kita amati di berbagai sekolah terutama berkaitan dengan akan dilaksanakannya Ujian Nasional (UN), di mana sekolah-sekolah mencari berbagai terobosan untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusannya. Oleh karena itu strategi yang dilakukan adalah melakukan gerak cepat, terarah dan hasilnya memuaskan.

Banyak hal yang dilakukan oleh sekolah untuk mendongkrak agar nilai UN lebih baik. Tidak hanya sekolah-sekolah, pemerintah daerah pun baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota melakukan berbagai terobosan, sehingga daerah yang bersangkutan akan memperoleh peringkat terbaik.

Memperhatikan standar kelulusan yang ditentukan Badan Standararisasi Nasional Pendidikan (BSNP) pada UN setiap tahunnya terus meningkat, hal ini dirasa cukup berat. Oleh karena itu, sekolah selaku pengemban tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melakukan berbagai upaya agar siswanya mampu mencapai kriteria kelulusan tersebut.

Upaya yang dilakukan sekolah dalam mempersiapkan siswa antara lain mengadakan bimbingan belajar, les, remedial, try out UN. Bahkan, membagikan standar kompetensi lulusan dan ruang lingkup materi yang diujikan kepada siswanya yang akan menghadapi UN.

Try out UN setiap tahunnya telah dilakukan semua sekolah baik tingkat SMP/sederajat maupun SMA/sederajat. Try out yang dilakukan biasanya pada tingkat provinsi, kabupaten dan kota dilakukan satu kali hasilnya belum menggembirakan. Kemudian beberapa lembaga kursus dan bimbingan belajar juga tidak kalah geraknya melaksanakan try out bagi siswa-siswa yang mengecap pendidikan di lembaga yang bersangkutan. Demikian pula lembaga-lembaga kursus terkenal juga memberikan kontribusi nyata dengan melaksanakan try out kepada siswa-siswa kelas terakhir untuk mengikuti program try out baik untuk tingkat SD, SLTP maupun SLTA. Mereka melaksanakan program try out ini kadang-kadang atas partisipasinya saja, tanpa memungut biaya.

Belum lagi berbagai organisasi masyarakat dan kalangan organisasi kemahasiswaan melaksanakan progran try out bagi siswa-siswa pada tingkat terakhir, dan kegiatan ini mereka melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah.
Hasil try out UN tahap pertama ini, meskipun belum dapat dikatakan sebagai kemampuan maksimal siswa karena memang sebagian materi pelajaran yang belum diberikan, namun pada dasarnya sebagian besar soal yang di-try out-kan bersumber dari materi yang sudah disajikan. Penyusunan soal diambil dari materi pelajaran kelas I, II dan III, dan tidak menutup kemungkinan soal-soal diperoleh dari berbagai sumber media massa, dan materi tersebut berkait erat dengan kisi-kisi dari materi yang sudah diajarkan oleh guru di sekolah. Tentunya tidak terlepas dari kurikulum yang berlaku, akan tetapi mungkin ada hal-hal baru yang tidak pernah diajarkan oleh guru.
Paling tidak, hasil try out tahap pertama ini memberikan gambaran, sebagian besar siswa belum menyiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh. Tidak menutup kemungkinan, sebagian besar siswa terbiasa belajar santai sehingga tidak begitu siap mengahadapi try out UN yang diselenggarakan dan hasilnya pun cukup menghawatirkan.
Maka dari itu, perlu dilaksanakan try out kali kedua, ketiga dan seterusnya. Karena semakin sering dilaksanakan try out ini, maka akan memberikan dampak perubahan terhadap hasil-hasil selanjutnya, artinya setiap kali dilakukan try out nilai skor akan lebih baik dan meningkat.

Try out ini bisa dilakukan berkali-kali hanya dapat diselenggarakan di setiap sekolah, dan sekolah yang sering melaksanakan try out akan terlihat nyata nilai UN-nya meningkat.

Nilai yang diproleh siswa dari try out UN, sesungguhnya merupakan hasil belajar. Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi dua faktor utama, yaitu dari dalam diri siswa sendiri dan lingkungan. Faktor dari siswa berupa kemampuan, besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar. Clark (1981) mengemukakan, 70 persen hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi kemampuan siswa dan 30 persen oleh lingkungan. Dan, lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah adalah kualitas pengajaran gurunya. Semakin baik kualitas pengajaran guru, maka akan berdampak terhadap kulitas belajar siswanya.

Kiranya try out yang dilakukan oleh sekolah lebih diefektifkan, karena hasil penelitian menyeburkan bahwa try out yang dilaksanakan oleh sekolah, masyarakat, pemerintah telah memberikan dampak memuaskan bagi hasil UN. Mari kita lakukan bersama, semoga.


Sumber: DISDIK RIAU