Tampilkan postingan dengan label rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rahasia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Anas Bakal Bongkar Kebusukan Demokrat, Tapi...






















9F28 ROSIDAH B
Mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek olahraga Hambalang. Anas menyebut, penetapannya sebagai tersangka adalah buah dari tekanan politik. Dia menyebutnya sebagai rekayasa.

“Ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin halaman-halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama,” kata Anas kepada wartawan saat mengundurkan diri.

Menurut pengamat politik AS Hikam, pernyataan Anas tersebut merupakan upaya untuk menggiring opini publik. “Anas tentu akan mengelaborasi semuanya, bisa saja dia akan membongkar hal-hal yang lain, seperti membuka kasus Hambalang,  politik pembusukan,” kata Hikam saat berbincang dengan okezone, Minggu ( 24/2/2013).

Kendati demikian, kata Hikam, Anas saat ini tentunya masih berpikir untuk membongkar semua kebusukan Demokrat. “Anas saat ini hanya mengandalkan opini publik, kekuatan media, dan jejaring dia di HMI. Tentu semuanya tergantung semua itu. Bila Anas menguasai itu, maka dia baru akan membuka semuanya,” kata mantan Menristek itu.

Hikam mengatakan, usai turun dari jabatan Ketua umum, Anas kehilangan kekuatannya, mulai dari DPC-DPC maupun loyalis-loyalisnya. “Bahkan, seorang Gede Pasek saja yang merupakan loyalis Anas, kemarin ngomongnya hanya simple. Anas praktis, hanya mengandalkan kekuatan opini publik, dan jejaring di HMI, serta kekuatan media, kalau dia berhasil mendapatkan kekuatan itu, maka dia akan melawan,” katanya.


SUMBER : okezone.com

Senin, 25 Februari 2013

5 Hal Yang Sering Remaja Di Rahasiakan

9H28 Ratih Purwaasih
Remaja pada umumnya mempunyai sebuah rahasia yang tidak di ceritakan kepada orang tuanya, meski seberapa pun dekatnya hubungan yang mereka jalin namun pastinya ada satu hal yang tidak dapat di ceritakan kepada kedua orang tuanya dengan alasan tertentu.

Dengan adanya perbedaan pendapat tersebut tidak jarang menjadikan seorang remaja menjadi sering menyembunyikan sesuatu terhadap orang tuanya. dan berikut ini hal yang umum sering di rahasiakan oleh para remaja:

 1. Minum minuman keras
    Dalam hal ini kebanyakan di sebabkan karena pergaulan, dan orang tua biasanya percaya akan pergaulan anaknya yang tidak akan melewati batasan tertentu. namun pada kenyataannya si remaja tersebut kerap sekali melebih batasan yang telah di tentunkan sehingga timbul kebohongan kepada orang tua.

2. Tidak Suka Baju Pilihan Orang Tua
    Seorang remaja seperti yang tadi saya katakan memang mempunyi pendapat dan selera masing - masing. dan tentunya anda pernah di belikan berupa pakaian oleh orang tua anda. sebetulnya anda tidak menyukai barang tersebut namun karena dasar menghormati maka tentunya anda menerima barang pemberian orang tua.

3. Bolos Sekolah
Orang tua menaruh kepercayaan yang sangat besar terhadap anaknya untuk pergi ke sekolah dengan tujuan agar si anak menjadi lebih baik lagi, tapi biasanya anak sering membandel atau males untuk mengikuti pelajaran sehingga dia membolos sekolah dan tentunya hal tersebut tanpa sepengatahuan orang tua karena pulangnya anak sama seperti biasanya ketika sekolah.




4. Melakukan Penipuan Biaya
    Jika anda masih dalam masa bersekolah tentunya anda pernah melakukan penipuan tentang biaya baik itu dalam hal administrasi atau apapun juga. anda sebagai seorang remaja tentunya pernah sekali melebihkan dana biaya yang harus di bayar ke sekolah sehingga anda mendapatkan uang jajan lebih.


5. Berpacaran
    Kebanyakan para remaja merasa canggung atau malu untuk mengatakan pergi ke rumah pacar. dan di saat orang tua bertanya mau pergi kemana pastinya seorang remaja mengatakan mau pergi ke rumah teman dengan berbagai alasan agar orang tua merasa yakin.

Sumber:  http://www.soberius.com/2013/02/rahasia-remaja.html

Kamis, 21 Februari 2013

Nazaruddin: Cerita Anas soal Harrier Itu 'Tipu-tipu'






9F28 ROSIDAH B

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin membantah pernyataan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang disampaikan melalui pengacaranya, Firman Wijaya, mengenai pembelian Toyota Harrier. Menurut Nazaruddin, cerita Anas yang mengaku mencicil mobil itu dari Nazaruddin hanyalah omong kosong.

“Mas Anas dengan pengacaranya membuat cerita Mahabarata, tipu-tipu. Kalau penipu itu kan cukup sekali, ini cerita tipu-tipu, dia buat cerita bahwa benar ternyata mobil Harrier itu ada, dia kasih katanya cicil ke saya, itu tipu semua,” kata Nazaruddin di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/2/2013). Belum diketahui terkait apa Nazaruddin dipanggil KPK. Pihak Humas KPK mengaku akan mengeceknya terlebih dahulu ke penyidik.

Kepada wartawan, Nazaruddin kembali mengatakan kalau Harrier itu bukanlah dicicil Anas, melainkan pemberian dari PT Adhi Karya, BUMN pemenang tender proyek Hambalang. PT Adhi Karya, menurut Nazaruddin, membayarkan mobil itu dalam dua kali pembayaran. “Satu cash (tunai), satu pakai cek. Tidak ada yang lain dari Adhi Karya,” ujarnya.

Mantan anggota DPR itu pun menuding ada beberapa pimpinan KPK yang “galau” dalam menetapkan Anas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang. “Sekarang Anas kan mau ditersangkakan, tapi lucunya ada beberapa pimpinan KPK yang galau,” ujar Nazaruddin tanpa menyebut nama pimpinan KPK yang dimaksudnya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anas menjelaskan masalah mobil Harrier ini kepada pers melalui pengacaranya, Firman Wijaya, dan tenaga ahli Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Rahmad, dalam jumpa pers, Selasa (19/2/2013).

Kepada wartawan, Rahmad mengungkapkan kalau Harrier yang sempat dimiliki Anas itu bukanlah gratifikasi terkait Hambalang. Menurutnya, Anas membeli mobil seharga Rp 670 juta itu dengan mencicil kepada Nazaruddin.

Pada akhir Agustus 2009, Anas menyerahkan Rp 200 juta kepada Nazaruddin sebagai uang muka pembayaran mobil. Dalam pemberian tersebut, turut menyaksikan Saan Mustopa, Pasha Ismaya Sukardi, Nazaruddin, dan Maimara Tando. Kemudian pada Februari 2010, Anas membayar cicilan kedua kepada Nazaruddin senilai Rp 75 juta yang disaksikan kembali oleh M Rahmad.

Namun, Anas mengembalikan lagi Harrier itu ke Nazaruddin setelah mendapat berbagai pertanyaan soal mobil itu seusai Kongres Partai Demokrat, Mei 2010. Beredar kabar bahwa mobil itu pemberian Nazaruddin kepada Anas.

Firman Wijaya mengatakan, saat mobil akan dikembalikan, Nazaruddin menolaknya. Nazaruddin, katanya, beralasan rumahnya sudah penuh dengan mobil sehingga tidak dapat menampung Harrier dari Anas. Kemudian, lanjutnya, Nazaruddin meminta Anas mengembalikannya dalam bentuk uang.

Anas pun, menurut Firman, menjual mobil itu dan memperoleh uang Rp 500 juta. Kemudian, Anas memberikan uang Rp 775 juta kepada Nazaruddin, melebihi nilai beli mobil Harrier tersebut.

SUMBER : kompas.com