Tampilkan postingan dengan label Sekolah Standar Nasional.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah Standar Nasional.. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Sampah menumpuk

 

9F21 MOHAMMAD IQBAL FAJAR ARAFAT

17 februari 2013 , sampah sangat menumpuk di sekolah kami yaitu SMPN 1 GEGESIK , sudah sekian lama sampah tersebut menumpuk tetapi pihak berwajib belum juga mengangkut sampah keluar dari sekolah kami, setiap hari sampah- sampah kelas terus membuang ke panampungan sampah tersebut.

misal siswa membuang sampah kelas di tempat penampungan sampah tersebut akan menciun bau tak sedap yang berasal dari sampah tersebut.

apalagi penampungan sampah itu berada di samping gerbang sekolah kami , setiap kami siswa siswi masuk slalu melihat sampah menumpuk , dan sampah tersebut bisa menjadi bibit - bibit penyakit.

  sering kali siwa dan siswi membuang sampah tidak pada tempatnya ,maka dari itu kesadaran siswa dan siswi untuk membuang sampah pada tempatnya, siapa lagi yang menjaga sekolah SMPN 1GEGESIK kalau bukan siswa - siswi dari sekolah tersebut, karena  semua itu yang dikatakan pepatah "kebersihan sebagian dari iman" . alangkah indahnya bila sekolah kita bersih , muridnya santun dan ramah.

seharusnya siswa - siswi sekolah tersebut lebih berfikir untuk melakukan daur ulang sampah sekaligus menjaga kebersihan dan dapat meningkatkan kreatifitas bangsa indonesia.

maka dari itu butuh kesadaran terhadap pihak sekolah maupun masyarakat sekitar & siswa - siswi SMPN 1GEGESIK untuk membantu sekolah kami untuk mewujudkan sekolah bersih dalam hal bak panampungan sampah yang sudah menumpuk itu , karena tidak pantas dilihat dan dapat menyebabkan penyakit- penyakit bagi para siswa - siswi SMPN 1GEGESK dan masyarakat sekitarnya

Sabtu, 09 Februari 2013

MINIATUR GUNUNG DI SEKOLAH


Miniatur Gunung Berapi di sekolah



9C MUTHIA DIENA RAHMAH

SMP NEGERI 1 GEGESIK, merupakan salah satu “Sekolah Standar Nasional” yang sudah diakui prestasi – prestasinya. Bangunan sekolah yang terlihat gagah di samping ruang Lab. Komputer. Sekilas memang tampak sangat baik, tapi, coba lihat lebih dekat.

Yap!! Setelah melewati gerbang utama, hanya butuh beberapa langkah saja dan Anda akan disuguhkan dengan sebuah pemandangan unik. Sampah – sampah yang menggunduk, bahkan luber dari bak penampungnya. Gundukan itu sudah mirip seperti sebuah Miniatur Gunung Berapi yang siap memuntahkan berjuta penyakit.

Sangat disayangkan memang, kalau menyadari SMP ini mempunyai sekitar 1.080 siswa yang berpendidikan. Bayangkan kalau nanti sampai Gedung Perpustakaan sudah selesai di bangun, haruskah bangunan baru yang megah itu disandingkan dengan miniatur sampah? Tidakkah terfikit itu akan sangat mengganggu?
Karena itu, cobalah peka terhadap lingkungan. Sampah bukan hanya sekedar tugas Mang Bono dan Mang Eye, tapi ini juga tugas kita sebagai penghuni dan pemakai gedung sekolah. Sampah itu sebenarnya bisa diatasi. Bisa dengan cara mengurangi jumlah sampah plastic. Cara ini setidaknya dapat mengurangi sedikit demi sedikit sampah plastic.

Jangan sampai prestasi – prestasi SMP yang sudah sangat susah payah dicapai harus tercoreng hanya karena Miniatur Gunung ini. sebuah masalah yang biasa dianggap spele, tapi sebenarnya berdampak besar bagi sekolah itu sendiri.