Tampilkan postingan dengan label jabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jabar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Tanggapi ribut-ribut Anas, Megawati hanya senyum


9F02 ACEP AFANDI


Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menanggapi dingin rencana mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum membeberkan sejumlah borok di partainya.

Megawati hanya tersenyum menanggapi rencana Anas itu, tanpa mengucapkan sepatah kata, Megawati yang ditemui usai seminar soal migas di DPR, hanya berlalu tanpa mengutarakan pendapat.

Tidak hanya soal Century, Megawati juga membisu ketika ditanya tanggapannya soal kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang akhir-akhir ini lebih fokus mengurus partai ketimbang pemerintahan. Termasuk juga soal doa SBY di depan Kabah.

Sampai di depan pintu mobilnya, Megawati tetap bungkam. Bahkan ketika ditanya kabar gembira soal tingginya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta sekaligus kader PDIP Joko Widodo sebagai calon presiden, Megawati lebih memilih diam.

Sebelumnya, di kesempatan sama, Megawati mengatakan kekalahan PDIP di Pilgub Jabar versi hitung cepat, tidak mempengaruhi Pemilu 2014.

"Ya 2014 masih lama. Masanya kita kan sudah mengatakan hal-hal seperti ini. jangan terjadi dan ini adalah sebuah taruhan bagi KPU sebenarnya," terangnya.

Sumber: merdeka.com

Selasa, 26 Februari 2013

Real Count KPU Jabar Tidak akan Sampai 100 Persen Suara

9B12 GIAN RAJU HIDAYATULLAH


Bandung - KPU Jabar akan tetap meneruskan real count yang tengah dilakukan. Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat memastikan hasil real count akan sama dengan rekapitulasi manual yang dilakukan. Namun menghindari polemik, penghitungan real count tidak akan sampai 100 persen.

Hal itu menanggapi desakan dari parpol pengusung Dede Yusuf-Lex Laksamana yang meminta KPU Jabar menutup hasil real count.

"Real count ini inisiatif kita untuk menjawab rasa penasaran masyarakat yang ingin tahu lebih cepat siapa pemenang pilgub. Ini akan tetap dilakukan," kata Yayat di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (26/2/2013).

Menurutnya hasil real count dipastikan akan sama dengan hasil rekapitulasi KPU pada 3 Maret nanti. Sebab keduanya sama-sama menggunakan formulir C1 atau yang berisi rekapitulasi raihan suara di TPS.

"Ini hasilnya akan sama persis dengan rekapitulasi KPU," tegas Yayat. Tapi untuk menghindari polemik, KPU tidak akan menampilkan hasil real count hingga 100 persen.

"Sejak awal, kita memang merencanakan real count ini, tapi hasilnya tidak akan sampai 100 persen dan akan ditutup sebelum 3 Maret," jelas Yayat.

Ia mengatakan, pemenang pilgub baru bisa diketahui nanti setelah rekapitulasi di KPU Jabar. Sedangkan real count hanya gambaran saja. "Jadi nanti yang valid itu yang hasil rekapitulasi," cetusnya.

Yayat menambahkan, real count digarap tim khusus. Penggarapan datanya dilakukan di Kantor KPU Jabar yang berasal dari raihan suara di tingkat PPK.

"Jadi dari TPS itu hasilnya dilaporkan ke PPS, dari PPS kemudian ke PPK, nah dari PPK dilaporkan ke kita hasilnya, baru dihitung sebagai hasil real count," pungkas Yayat.

Sumber: detikBandung

Mahfud MD: Negara Ini Mau Ambruk!





 9B24 MOHAMMAD NURUDIN

CISARUA- Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sempat  mengunjungi kediaman Anas Urbaningrum di Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mahfud yang juga ketua presidium KAHMI ini bersimpati atas kasus yang menimpa Anas. Tapi, Mahfud membantah bila dirinya akan melindungi Anas.

“Anas itu adik saya, junior saya. Sebab itu saya berempati dan bersimpati. Dan saya melakukan hal yang sama kepada Bachtiar Chamsah ketika di penjara," kata Mahfud di Cisarua, Jawa Barat, Selasa (26/2/2013).

Lebih lanjut, Mahfud mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK dalam mengungkap kasus korupsi di Indonesia.

"Saya tegaskan, urusan hukum Anas itu tetap harus jalan. Saya termasuk orang yang keras. Pokoknya kalau sudah korupsi jangan diampuni. Siapapun dia. Apakah Anas atau bukan. Kalau korupsi sikat saja. Saya mengatakan begitu. Negara ini mau ambruk, jangan kalau teman korupsi kemudian ditutupi, itu tidak  boleh," ucap Mahfud.

Mahfud juga akan memantau perkembangan kasus Anas baik di pengadilan maupun setelah vonis yang dijatuhkan kepada Anas. "Saya akan memantau. Jadi juga pendampingan hukum bukan mendampingi korupsinya, tapi mau meluruskan biar KPK juga tegas. Kalau korupsi sikat saja," pungkas Mahfud.

(ugo) 


Sumber::OKEZONE