Tampilkan postingan dengan label meteor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meteor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Ekspedisi Antartika Ungkap Meteorit Raksasa Baru


9B27 NITA ANITA.BRUSSELS, KOMPAS.com — Batu luar angkasa ditemukan di Antartika. Ukuran batu meteorit tersebut cukup besar. Beratnya mencapai 18 kg.Tim ilmuwan dari Belgia dan Jepang menemukan meteorit itu saat menjelajahi wilayah dataran tinggi di bagian timur Antartika. Identifikasi awal yang dilakukan menunjukkan bahwa meteorit itu ialah jenis chondrite, jenis meteorit paling umum yang ditemukan.
"Ini adalah meteorit terbesar yang ditemukan di Antartika timur dalam 25 tahun terakhir," kata Vinciane Debaille, geolog dari Universitas Brussels.

"Ini sesuatu yang sangat istimewa. Ketika kau menemukan meteorit di Bumi, ukuran sebenarnya jauh lebih besar saat masih di antariksa," tambahnya seperti dikutip Livescience, Kamis (28/2/2013).

Setiap tahun, banyak ilmuwan mencari meteorit di Antartika. Lingkungan bersalju, dingin, dan ikllim kering membantu mengawetkan batuan antariksa itu.

Ekspedisi Debaille sendiri berhasil menemukan 425 meteorit dalam 40 hari. Total berat meteorit yang berhasil dikumpulkan mencapai 75 kg. Menurut Debaille, timnya mungkin menemukan meteorit Mars dan meteorit pecahan asteroid Vesta.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2013/03/01/14431395/Ekspedisi.Antartika.Ungkap.Meteorit.Raksasa.Baru?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktswp

Selasa, 26 Februari 2013

Awas...Serbuan Meteor



9F15 INDAH ENRIANI WULANSARI

Tata Surya  bukanlah rumah planet yang bersih. Banyak debu dan batuan asteroid  berserakan di Tata Surya.Bahayanya, batuan itu suka menyerbu planet .

Tata Surya adalah tempat di mana Planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus mengelilingi bintang Matahari.Kita sering melihat gambar bola-bola planet mengelilingi Matahari di ruang yang bersih. Ssst, sebenarnya, Tata Surya itu dipenuhi kerikil-kerikil dan batu yang bertebaran, lo. Kerikil dan batuan yang berserakan di Tata Surya itu disebut batuan asteroid . Sama seperti planet-planet di Tata Surya, batuan asteroid juga mengelilingi Matahari.

Sabuk Asteroid
Batuan asteroid ada yang berkumpul di antara Planet Jupiter  dan Planet Mars . Batuan asteroid di antara Planet Jupiter dan Mars ini mirip sebuah sabuk. Tidak heran, astronom menamai kumpulan asteroid di antara Planet Jupiter dan Mars sebagai sabuk asteroid .

Serbuan Asteroid
Saat mengelilingi Matahari, planet-planet sering berpapasan dengan batuan asteroid. Wuaah, saat berpapasan, gravitasi planet  selalu menyedot batuan asteroid. Akibatnya, planet dihujani batuan asteroid besar dan kecil. Ssst, setiap hari jutaan batuan asteroid sebesar kerikil berjatuhan ke planet, lo. Planet Bumi  juga diserbu batuan asteroid!

Hujan Meteor
Untungnya, Planet Bumi mempunyai atmosfer  atau udara. Udara melindungi Planet Bumi dari serbuan batuan asteroid. Ya, saat jatuh ke Planet Bumi, batuan asteroid terbakar akibat bergesekan dengan udara Planet Bumi.  Batu-batu itu hancur jadi api dan debu. Wuah, kadang kitabisa melihat api itu seperti cahaya yang melesat dari langit. Orang Eropa menyebut leretan cahaya itu sebagai bintang jatuh . Kita sering menyebutnya sebagai meteor . Hmmm, saat cuaca cerah, kita bisa melihat banyak sekali meteor jatuh ke Planet Bumi, seperti hujan.

Bencana Meteor
Namun, udara Planet Bumi kesulitan menghancurkan batu asteroid yang terlalu besar. Contohnya, kejadian di kota Chelyabinsk , Rusia  pada tanggal 15 Februari 2013 yang lalu. Udara Planet Bumi tidak sanggup menghancurkan batuan asteroid yang berdiameter 15 meter. Batuan asteroid yang besar menyebabkan udara di Chelyabinsk memuai dan meledak. Wah, ledakannya lebih besar daripada ledakan bom atom Hiroshima, lo. Kaca-kaca hancur dan atap rumah runtuh. Banyak orang yang terluka.
Batuan asteroid yang besar memang berbahaya bagi Planet Bumi. Semoga ilmuwan menemukan cara melindungi Planet Bumi dari serbuan asteroid yang besar.

Sumber : Kidnesia.com

Jumat, 15 Februari 2013

Ledakan Meteor Cederai Ribuan Penduduk Rusia

Meteor di langit Rusia (Foto: Abcnews.go)

9F32 SRI ANI




MOSKWA - Kabar terkini mengungkap ledakan meteor yang terjadi di langit wilayah Chelyabinsk, Rusia telah mengakibatkan ribuan penduduk setempat mengalami cedera atau luka-luka. Akibat gelombang kejut yang dihasilkan ledakan tersebut, tercatat lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

Dilansir Sfgate, Sabtu (16/2/2013), melesatnya meteor di langit Rusia ini memunculkan cahaya bola api dengan kecepatan hipersonik sekira 33.000 mph. Kabarnya, untuk mencegah dampak terburuk dari hantaman meteor, pasukan militer Rusia menggunakan rudal untuk menghancurkan benda luar angkasa tersebut.

Belum diketahui apakah terdapat korban jiwa akibat dampak dari ledakan asteroid tersebut. Hanya saja, ribuan orang mengalami luka-luka akibat pecahan kaca dari jendela serta menimbulkan kepanikan 1 juta penduduk kota.

NASA mengestimasi meteor ini berukuran sebesar satu mobil bus dan memiliki berat 7 ribu ton. Fenomena terjangan meteor ini bersamaan dengan informasi mengenai asteroid 2012 DA14 yang berada dalam posisi terdekatnya di Bumi pada 15 Februari 2013.

European Space Agency (ESA) mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara asteroid selebar 150 kaki yang melintasi pada jarak 28 ribu kilometer dengan meteor yang meluncur di langit Rusia. ESA mengungkapkan bahwa ini hanya fenomena kosmik yang secara kebetulan terjadi.

Meteor yang melesat di langit Siberia bagian barat ini memasuki atmosfer Bumi pada pukul 09:20 a.m waktu setempat (10:20 p.m EST Kamis). Ledakan asteroid menghasilkan kekuatan setara 20 bom atom dan terpecah menjadi puing-puing di ketinggian 30-50 kilometer.

Badan antariksa NASA mengestimasi kecepatan meteor ini 40.000 mph dan meledak di ketinggian 12-15 mil. Ledakan meteor ini mengeluarkan energi sebesar 300-500 kilotons serta meninggalkan jejak gumpalan asap tebal sepanjang 300 mil. (fmh)   


SUMBER : okezone.com

Meteor Terjang Bumi, 400 Orang Luka-Luka

9E30 SITI NURHARISA



 detail berita

MOSKWA - Meteor yang mendarat di Bumi pada Jumat, (15/2/2013) di wilayah Chelyabinsk Russia kabarnya mengakibatkan beberapa ledakan. Ledakan tersebut melukai sedikitnya 400 penduduk setempat.

Meskipun sebagian besar dari korban tidak mengalami cedera serius, tetapi mereka mendapatkan perawatan medis. Luka tersebut akibat pecahan kaca dan beberapa benturan yang kabarnya menyebabkan gegar otak.

Dilansir Softpedia, Jumat (15/2/2013), menurut kabar dari surat kabar setempat, sebelum meteorit tersebut berhasil mendarat dengan utuh, pasukan militer Russia telah menembakkan rudal. Hal ini dilakukan guna menghancurkan benda luar angkasa tersebut di langit pada ketinggian 20 kilometer.

Tindakan tersebut dilakukan untuk menghindari dampak bencana terburuk apabila meteor berhasil menubruk permukaan Bumi. Sekira 20 ribu penyelamat dikirim ke wilayah tersebut dan mengevakuasi para korban.

Pemerintah setempat, gubernur Chelyabinsk mengatakan agar masyarakat tetap tenang. "Jangan panik, ini adalah situasi yang kita dapat menangani dalam beberapa hari," tutur Chelyabinsk.

Meteorit ini jatuh sekitar 900 mil (1448,4 kilometer) di timur Moskwa. Benda luar angkasa ini tiba pada 9.20 a.m waktu setempat. Saksi mata melihat objek besar bercahaya melintasi langit.

sumber:okezone.com
9I05 ANGGITA NURAMALIA

Ada Hujan Meteor di Rusia, Warga Panik!


             Moskow - - Hujan meteor terpantau terjadi di wilayah pegunungan Urals, Rusia. Meteor yang masuk ke atmosfer bumi terbakar dan menimbulkan sejumlah ledakan di langit. Bahkan hingga menimbulkan kerusakan di daratan dan menyebabkan korban luka-luka di wilayah Rusia.

          "Sebuah meteorit meledak di atas wilayah Chelyabinsk (bagian dari Urals). Getarannya merusak jendela di sejumlah lokasi," terang juru bicara Kementerian Urusan Darurat Rusia, seperti dilansir AFP, Jumat (15/2/2013).

"Menurut informasi awal, sebanyak 4 orang luka-luka akibat terkena pecahan kaca," imbuhnya.

             Sejumlah saksi mata yang menyaksikan langsung hujan meteor ini mengaku, mendengar suara ledakan keras yang sempat membuat panik warga setempat, terutama di kawasan Urals.

            Sementara itu, kantor Kementerian Urusan Darurat Rusia memberikan keterangan lebih detail. Menurut mereka, hujan meteor ini terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Saat itu, banyak warga yang panik hingga menelepon layanan darurat. Bahkan ada yang melaporkan terputusnya aliran listrik di wilayah mereka.

               "Meterorit hancur di langit wilayah Urals, sebagian terbakar saat masuk ke atmosfer bumi. Sejumlah fragmen meteorit mampu mencapai bumi, kemudian jatuh secara acak di wilayah yang jarang penduduk di Chelyabinsk," jelas kantor kementerian tersebut.

 SUMBER: detikNews