Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

siswa yang membersikan kelas sambil menari

9B10 DEWI NADIA

Sabtu,(2/03/13),saat pulang siswa kelas 9b membersihkan kelasnya sambil menari-nari. dikelas, sambil mengenakan helem, smua siswa mengikutinya dengan gaya mereka masing-masing.Ada yang menariala zaskia gotik.dan lain2nya hingga suasana menjadi heboh,lucu.




sumber: www.gawe dewek.com

Wc Baru Sekolah ku Menjadi Alat Komunikasi

 9E23 NIA DUNIATY

Saya bersekolah di SMPN 1 GEGESIK sekolah yang sudah berstandar nasional. akan tetapi peraturan-peraturannya masih banyak yang di langgar para siswa. seperti wc yang seharusnya dijaga dan digunakan dengan baik akan tetapi malah digunakan sebagai media komunikasi antar siswa dengan bahasa yang kasar. sekolah perlu bertindak tegas dengan siswa yang sudah kelewatan melanggar aturan di sekolah.

SUMBER;KARYA SENDIRI

Kamis, 28 Februari 2013

kebersihan dilingkungan sekolah

ZAKIAH RIZKI PUTRI 9C 40
lingkungan sekolah merupakan tempay para siswa belajar dan bermain. lingkungan sekolah mempengaruhi kegiatan belajar siswa. lingkungan sekolah harus selalu terlihat bersih agar siswanya bisa belarjar dan bermain dengan nyaman disekolah tersebut.oleh karena itu para siswa harus dan wajib untuk menjaga kebersihan sekolahnya sendiri dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket dengan baik.
sumber artikel: zakiah rizki putri tanggal 1 maret 2013

Sabtu, 23 Februari 2013

Gedung Baru Kami

Gedung Baru Kami

 9C07 AYU TITAN DAMAYANTI

Kini, pembangunan gedung baru di SMP N 1 Gegesik telah usai. Dan tentu saja kita bisa lihat sendiri kini berdiri gedung baru yang kokoh dan gagah disebelah Lab komputer. Menurut berita yang tersebar gedung tersebut akan digunakan sebagai perpustakaan baru.

Berita ini, tentu membuat siswa-siswi SMP N 1 Gegesik senang,karena bisa dilihat gedung perpustakaan yang lama kurang memadai.
"saya harap gedung yang bagus itu bisa berguna dengan baik dan teman-teman sekalian pun bisa menjaganya" ujar Rafifa salah satu siswi SMP N 1 Gegesik.

Setelah pembangunan selesai, siswa-siswi SMP N 1 Gegesik berharap gaedung tersebut bisa beroperasi secepatnya, agar kelas 9 pun bisa merasakan pelayanan di gedung tersebut.



9c07 AYU TITAN DAMAYANTI

Kamis, 21 Februari 2013

Cara Belajar yang Efektif

9C15 IIN INDAH KOMALASARI
Kita setuju bahwa pembelajaran perlu terjadi seumur hidup dan dalam semua segi kehidupan. Masalahnya kemampuan seseorang untuk menyerap dan memiliki pengetahuan yang baru sebenarnya terbatas. Apalagi dalam jaman information overload seperti sekarang, di mana jumlah pengetahuan yang dapat dipelajari sudah melebihi kapasitas manusia untuk menyerapnya. Artinya dengan keterbatasan waktu, tenaga, ingatan dan kemampuan lainnya, kita perlu memberi prioritas pada strategi pembelajaran yang dapat memberi kita hasil yang maksimal dalam waktu yang terbatas. Artikel berikut yang saya ambil dari About.com: Psychology membahas beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan pembelajaran kita.
  • Pelajari dasar-dasar peningkatan kemampuan ingatan - ada teknik-teknik tertentu yang dapat membantu kita untuk meningkatkan kemampuan mengingat, yang tentu saja akan bergantung pada daya ingat dan cara belajar seseorang. Beberapa hal yang bisa kita pelajari misalnya tehnik mind map, mnemonik dll.

  • Pelajari dan terapkan hal-hal yang baru. Satu cara untuk menjadi pembelajar efektif adalah dengan terus belajar. Dengan mengulangi pembelajaran hal-hal baru dan memprakekkannya, kita sedang membangun jalur jaringan di otak yang akan memperkuat koneksi kita dengan informasi yang baru tersebut
  • Belajar dengan cara yang berbeda. Jelas setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Namun jika kita mau mempelajari cara belajar yang lain (visual, audio, kinestetik) ataupun metode pembelajaran yang lain, otak akan dapat menaruh informasi tersebut di beberapa tempat yang berbeda, yang akan memudahkan pemanggilan informasi tersebut.
  • Ajarkan apa yang sudah kita pelajari pada orang lain - salah satu cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan mengajarkannya pada orang lain. Tentunya setelah melewati proses internalisasi dan translasi, di mana kita akan mengajarkan dengan cara dan metode yang cocok dengan cara kita sendiri dan bukan sekedar menjiplak. Menulis blog adalah salah satu cara untuk mengajarkan sesuatu dengan cara yang berbeda kepada orang lain.
  • Gunakan pembelajaran terdahulu untuk mempelajari hal yang baru. Ini disebut pembelajaran relasional, di mana kita akan melibatkan informasi yang baru pada hal-hal yang sudah kita ketahui.
  • Praktekkan – cari pengalaman. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran adalah dengan mempraktekkannya – dan bukan sekedar mempelajari atau menulis sesuatu tentang informasi tersebut.Praktekkan pengetahuan baru secara rutin!
  • Carilah jawaban dan bukan sekedar mengingat - sebisa mungkin jika kita sedang berusaha mengingat suatu informasi, lebih baik kita melakukan riset untuk mendapatkan jawabannnya. Jika kita terbiasa mengingat suatu informasi, ada kecenderungan kita akan melupakan informasi tersebut di masa depan. Hal ini terjadi karena dengan mengulangi percobaan mengingat, kita sedang merekam aktivitas secara negatif dan bukannya positif dalam ingatan kita.
  • Pahami bagaimana cara terbaik untuk belajar – setiap orang unik, termasuk dalam cara dan strategi pembelajarannya. Semakin kita memahami keunikan, kekuatan dan kelemahan kita, semakin kita dapat belajar secara efektif
  • Gunakan ujian untuk meningkatkan pembelajaran – ujian menolong kita untuk dapat mengingat informasi yang diujikan dalam jangka waktu yang lebih lama

Sabtu, 16 Februari 2013

Siswa Kelas 5 Ingin Bunuh Temannya Dengan Pistol Dan Pisau



Foto : IST
9F22 NOORHAYATI

WASHINGTON - Dua orang siswa di Sekolah Dasar Fort Colville, Washington, Amerika Serikat (AS), didakwa karena merencanakan pembunuhan terhadap enam siswa lainnya. Bocah itu hendak menggunakan pisau sepanjang 7 centimeter dan pistol revolver kaliber.45.

Bocah berusia 10 dan 11 tahun itu mengakui perbuatannya, usai mereka tertangkap karena membawa pistol Remington 1911 semi-otomatis, amunisi, dan pisau di dalam tas sekolahnya. Mereka berniat membunuh seorang gadis yang dianggap menyebalkan olehnya, beserta enam orang siswa lainnya.

Untuk menyelamatkan diri, kedua siswa itu berencana membayar para bocah sekolah lainnya dengan uang sebesar USD80 atau sekira Rp773.600 (Rp9.670 per USD1). Sekolah Dasar Colville langsung gempar usai berita itu muncul.

"Ini merupakan rencana, sebuah rencana pembunuhan. Bagi saya, bocah berusia 10 dan 11 tahun sangat nakal bila mereka melempar batu ke jendela dan menembak pisto mainannya ke mobil orang lain, memukul orang dengan kayu, membakar dan membakar seekor kucing," ujar salah seorang pengacara dari Stevens County, Timothy Rasmussen, seperti dikutip Los Angeles Times, Sabtu (16/2/2013).

"Hal itu adalah kenakalan bocah pada umumnya. Namun yang sekarang terjadi adalah rencana untuk membunuh," tegasnya.

Rasmussen berniat sepakat bila kedua bocah itu diadili dan didakwa atas tindakan konspirasi pembunuhan kelas satu dan menghilangkan barang bukti. Kedua bocah itu akan segera diadili pada 20 Februari mendatang.

sumber: www.okezone.com

Sabtu, 09 Februari 2013

PEMISAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI SMPN 1 GEGESIK YANG TIDAK BERJALAN SEMPURNA

9E30 SITI NURHARISA


Disediakannya 2 tong sampah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik seakan menjadi omongan belaka.Siswa membuang sampah organik dan anorgonik di tempat sampah yang sama.Beberapa kali mencoba dipisahkan antara sampah organik dan anorganik tapi hal itu sia-sia karena ditempat pembuangan sanpah hanya ada satu tempa.Hal itu menyebabkan sampah organik dan anorganik yang telah dipisahkan dibuang di tempat yang sama.



Sumber:pengen sekolah lebih baik.com

Kamis, 07 Februari 2013

Sekolah untuk jalan tol, siswa belajar di balai desa

9A24 RANDI RAHARJA


SEMARANG, KOMPAS.com - Siswa SD Negeri Klepu 1, Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, harus diungsikan dari gedung sekolah mereka. Sebagian siswa harus belajar di balai desa, dan madrasah, karena sekolah akan segera dibongkar untuk pembangunan jalan tol Ungaran-Bawen.

Sekolah itu terkena proyek pembangunan tol Ungaran-Bawen, namun belum juga direlokasi karena bangunan sekolah yang baru belum juga selesai dibangun. Akibatnya selama lebih dari setahun, siswa dan guru bertahan di tengah gangguan debu dan kebisingan.

Jumat (8/2/2013), para siswa kelas III dan IV SD Klepu 01 menempati ruangan PKK dan ruangan bekas SLB di kompleks kantor pemerintahan Desa Klepu. Sedangkan siswa kelas I dan II menempati dua ruangan di Madrasah Diniyah yang berjarak sekitar 500 meter dari SD Klepu 1.

Guru kelas II, Riyanto, mengungkapkan, anak-anak kelas III dan IV mulai dipindah hari ini. Sedangkan anak-anak kelas I dan II sudah pindah sejak Kamis (7/2/2013).

Bagian barat sekolah, yang meliputi perpustakaan, ruang guru dan ruang kepala sekolah, kata Riyanto, akan segera dibongkar. Sementara, bangunan sekolah baru masih belum selesai dibangun. Karena itu, sebagian siswa harus diungsikan.

"Walaupun disini tidak begitu berdebu, ruangannya lebih sempit, sehingga agak sulit untuk keliling kelas," katanya.

Sumber:KOMPAS

PERSIAPAN MENJELANG UN

9C15 IIN INDAH KOMALASARI






 Bagi siswa-siswi smp kelas IX yang dalam waktu dekat ini yaitu sekitar dua bulan kedepan akan melaksanakan Ujian Nasional (UN). Dibutuhkan persiapan yang matang, agar mendapat nilai yang bagus. Untuk itu disejumlah sekolah khususnya kecamatan Gegesik diberlakukannya tambahan jam belajar (biasa disebut pengayaan). Khususnya di SMPN 1 Gegesik yang memberlakukan hal tersebut. Yang dimulai dari pukul 13.00-14.00 WIB. 
   Hal tersebut bertujuan untuk membantu siswa dalam mengerjakan soal-soal UN. karena soal UN tidak hanya materi dari kelas IX tetapi juga diambil dari materi kelas VII dan VIII. Didalam pengayaan, selain mengulang materi kelas VII dan VIII juga membahas soal-soal try out yang dilaksanakan pada tanggal 28-31 Januari 2013. 
    Selain mengikuti kegiatan pengayaan  disekolah siswa juga diperbolehkan mengikuti kegiatan bimbingan belajar sendiri di tempat-tempat tertentu. Maksudnya adalah ada siswa yang mengikuti bimbingan belajar diluar sekolah ada pula yang tidak. Semua itu tergantung dari siswa itu sendiri.
   Selain persiapan menjelang UN diatas. Ada juga persiapan yang dilakukan siswa salah satunya adalah mengurangi waktu untuk kegiatan ekstrakulikuler, seperti PMR, Pramuka, Paskibra, Teater, Marching Band dsb. Hal itu dilakukan siswa lebih memperbanyak waktu untuk belajar. Selain itu juga guru-guru menyarankan kepada siswa, agar waktu bermain nya di kurangi untuk belajar. Cara-cara seperti itu dilakukan agar siswa lebih fokus untuk UN.

Banyak Siswa SMP yang Bolos Pengayaan

9E06 AYU ZIHAN NABILLAH

Saat sekolah mulai mengadakan pengayaan yang bertujuan mempersiapkan UN, ternyata masih banyak siswa SMP yang membolos dengan alasan capai dan malas sehingga terkesan meremahkan kegiatan tersebut. Bahkan, yang hadir dalam satu kelas hanya beberapa orang saja, seperti yang saya saksikan di sekolah saya sendiri. Padahal, dengan adanya kegiatan ini sangat membantu mereka dalam mempersiapkan menjalani UN.

Hal ini dikarenakan, mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab sebagai seorang pelajar, jadi meremehkan kegiatan yang sebenarnya harus dilakukan. Parahnya lagi, pihak sekolah terkesan membiarkan hal tersebut terjadi, yang akhirnya merekapun tidak jera melakukan hal yang melanggar aturan dan merugikan diri mereka sendiri.



Sabtu, 02 Februari 2013

BIMBEL SALAH SATU CARA PALING AMPUH !

BIMBEL SALAH SATU CARA PALING AMPUH !

9G03 AFIF NADIDAH

Persiapan menghadapi Ujian Nasional sangat keras. Apalagi dilihat dari sebagian siswa memilih jalan untuk mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Para siswa mengungkapkan bahwa dengan mengikuti Bimbel bisa membantu mereka untuk lebih memahami materi yang sulit apalagi dengan adanya fasilitas yang memadai, suasana baru dan Tentor yang menyenangkan.

Para siswa berminat mengikuti Bimbel ini dikarenakan tentor yang bisa menjelaskan materi sesuai kemampuan  para siswa dan Bimbel tersebut dikenal masyarakat karena kualitasnya yang cukup bagus,walaupun sebenarnya kualitas itu tergantung dari siswanya sendiri

Afif Nadidah

Kamis, 31 Januari 2013

PEMBUBARAN RSBI

9C15 IIN INDAH KOMALASARI







JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan sekolah berstatus rintisan bertaraf internasional (RSBI/SBI), secara konsep bertentangan dengan falsafah pendidikan nasional. Karena itu RSBI harus dibubarkan, agar kekeliruan pendidikan tidak bertambah parah.
Saya menuntut pemerintah secepatnya membubarkan RSBI/SBI di Bumi Indonesia yang merdeka dan berdaulat. - Daoed Joesoef

    Hal ini dikatakan dua saksi ahli pemohon mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Daoed Joesoef, serta ahli filsafat dan manajemen pendidikan, HAR Tilaar, dalam sidang uji materi UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur RSBI/SBI, di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Selasa (15/5/2012).
   Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari pemohon dan pemerintah, dipimpin Ketua MK Mahfud MD.

     Daoed mengatakan, dia sangat menentang pengembangan sekolah RSBI/SBI. "Saya menuntut pemerintah secepatnya membubarkan RSBI/SBI di Bumi Indonesia yang merdeka dan berdaulat," kata Daoed.

    Menurut Daoed, dia menentang cara dan standar yang dipilih pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan sistem RSBI/SBI, yang menciptakan pengkastaan dan melegalkan pemakaian bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan.
"Saya bukan menolak peningkatan mutu pendidikan ke internasional atau pembelajaran bahasa asing. Tetapi jika yang dilaksanakan dengan RSBI/SBI, pemerintah terlalu simplistis," kata Daoed.

     Dalam pandangannya, Daoed menentang keras sikap pemerintah yang sengaja menciptakan kekastaan dalam masyarakat. Pemerintah mengembangkan kelompok anak yang ceradas sedemikian rupa, namun ada juga kelompok anak yang nantinya bakal sekadar jadi "penonton" dalam pembangunan.

     Sementara HAR Tilaar mengatakan, pendidikan RSBI/SBI Indonesia yang mengacu pada negara-negara industri maju yang tergabung dalam OECD, menunjukkan Indonesia tidak memiliki kemerdekaan budaya.
"Indonesia justru harus bisa menemukan kekuatan sendiri, dengan berlandaskan pada kebudayaannya, termasuk dalam pelaksanaan pendidikan," kata Tilaar.

   Menurut Tilaar, pendidikan RSBi/SBI hanya menghasilkan manusia yang pintar secara intelektual, bukan manusia yang berkarakter dan berbudaya.