Tampilkan postingan dengan label PD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Misi Demokrat Ganjal Prabowo & Ical, Golkar: PD Sedang Panik


9C17 INNA FARHANIYAH 


Jakarta - Partai Golkar merasa heran dengan misi menjegal pencapresan Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie yang diutarakan golongan muda Partai Demokrat (PD). Golkar menilai Demokrat sedang panik.

"Kami partai Golkar merasa heran dengan pernyataan itu. Karena tidak ada hak di negara pun mencegah orang menjegal jadi presiden. Mari menjaga demokrasi yang baik dan benar," kata Wasekjen PD, Leo Nababan, saat dihubungi, Rabu (27/2/2013).

Leo menilai pernyata golongan PD itu dilatarbelakangi kepanikan terkait kondisi internal PD saat ini. Dia pun menyayangkan pernyataan golongan muda PD itu.

"Boleh saja khawatir, tapi jangan mencegah calon lain. Jangan panik, jangan ngeluarin jurus cina mabok. Mari jalankan demokrasi dengan sehat," ujarnya.

Leo menegaskan pencapresan Ical sudah final. Golkar akan mengusung Ical apapun yang terjadi.

"Yang pasti pencalonan ARB sudah final, baik dari internal dan eksternal," tutupnya.

sumber : detikNews

Sabtu, 23 Februari 2013

Pilkada Jabar Pesan SBY ke Cagub Jabar: Menang Jangan Berpesta, Kalau Kalah Diterima

 9D19 LILIS




Jakarta residen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengimbau warga Jawa Barat untuk menggunakPan hak pilihnya di Pilkada. Kepada para calon gubernur dan wakil gubernur, SBY punya imbauan khusus.

"Yang menang tidak perlu berpesta pora, namun boleh bersyukur, tapi harus siap menjalankan amanat yang dijalankan oleh rakyat. Yang kalah diterima, seperti pepatah bijak, kekalahan adalah kemenangan yang tertunda," kata SBY.

Hal ini disampaikan SBY usai menggunakan hak pilihnya di TPS 05, Sekolah Alam, Cikeas, Jabar, Minggu (24/2/2013). SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan istrinya Aliya Rajasa.

Masyarakat Jabar diminta SBY mendukung siapapun yang terpilih. Para kandidat yang kalah, diminta SBY tidak menggunakan aksi kekerasan.

"Yang penting bagi masyarakat Jabar, mendukung penuh karena ini pemilihan rakyat karena tidak mungkin pemimpin menjalankan tugas kalau rakyat tidak mendukung. Saya ingatkan sekali lagi kalau ada perselisihan dan ketidakpuasan lakukan dengan proses hukum dan UU jangan sampai aksi kekerasan, selesaikan dengan damai dan tertib," imbau SBY yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Dalam Pilkada kali ini, jago yang diusung PD adalah Dede Yusuf-Lex Laksamana. SBY mengingatkan siapapun cagub yang terpilih nanti harus menjalankan amanah rakyat dengan benar.

"Siapapun nanti terpilih itu mandat yang diberikan harus dipertanggungjawabkan dan dibarengi dengan kerja keras dan upaya dan gigih untuk meningkatkan kesejahteraan di Jabar," tandasnya.





Sumber: detikNews

Berhenti Jadi Ketum PD, Anas Dinilai Tak Perlu Surat Pengunduran Diri

 9D19 LILIS



Jakarta - Anas Urbaningrum telah menyatakan dirinya berhenti dari jabatannya sebagai Ketum Partai Demokrat (PD). Pernyataannya tersebut dinilai sudah cukup dan tak perlu lagi dia mengajukan surat pengunduran diri kepada majelis tinggi PD.

"Pernyataannya itu saja sudah cukup, kan seperti Soeharto dulu kan juga berhenti. Ya tinggal kekuasaannya dilanjutkan orang lain saja," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Arisujito saat berbincang, Minggu (24/2/2013).

"Isi pernyataan Anas itu kan melawan, sudah mulai meniru Nazaruddin. Kita lihat saja nanti," tutur Arie.

Sementara dalam 7 poin pernyataan yang disampaikan para petinggi PD semalam, Majelis Tinggi PD masih menunggu surat pengunduran diri dari Anas.

"Tak perlu lagi itu. Permintaan itu hanya mereka mencari sesuatu yang bisa ditunggu, lalu akhirnya PD memiliki jeda. Biar ngambang dulu sambil dilihat. Karakternya memang seperti itu, yang selalu tidak langsung reaktif," lanjutnya.

Arie menambahkan bahwa dinamika internal PD yang terjadi sebelumnya menyebabkan penetapan Anas digiring ke arah politik. Menurutnya, KPK memiliki integritas, independen sehingga tidak mungkin direcoki oleh masalah politik.

"Pasti ada pertimbangan hukum, tidak sesimpel itu," kata Arie.

PD selanjutnya benar-benar memanfaatkan momen ini untuk membersihkan partai secara total. "Jangan sampai ini dianggap sebagai genderang perang. Tapi ya biarkan, siapa lagi yang terlibat ya sudah biarkan saja mengikuti proses hukumnya," tuturnya.


 Sumber: detikNews