Tampilkan postingan dengan label bangkalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bangkalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Warga Desa Bilaporah Bangkalan Digemparkan Penemuan Mayat Bayi






9F12 FERLY PUTRIANY
Bangkalan, Seruu.com - Warga desa Bilapora Timur, Kecamatan Socah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (20/2/2013) digemparkan dengan penemuan mayat bayi lengkap dengan ari-arinya yang sudah dikubur di pemakaman umum setempat.
Namun, bayi yang diperkirakan berumur 4 bulan dalam kandungan tersebut dikubur tidak layaknya bayi yang meninggal secara normal, warga sekitar menduga lahir sembunyi-sembunyi karena hasil hubungan gelap.

"Janin bayi ini sudah dalam keadaan di kubur, karena ada yang janggal warga bersama tokoh masyarakat di sini berunding dan sepakat membongkarnya. Sebab, di desa sini tidak ada warga yang melahirkan dan meninggal," terang salah seorang warga setempat, Rosul, ketika dikonfirmasi di lokasi.

Dijelaskan Rosul, berdasarkan salah satu pengakuan warga. Bahwa, Selasa kemarin sekitar pukul 13.00 wib, ada dua orang dengan mengendarai sepeda motor menggunakan helm tropong yang masuk ke areal pemakaman.

"Warga menduga dua orang itu yang melakukan penguburan janin bayi ini, karena warga di sini tidak ada yang melahirkan," ujarnya.

Menurut Rosul, setelah dibongkar di dalamnya ada dua bungkusan, ada plastik hitam yang berisi ari-arinya, dan kain putih yang berisi janinnya.

"Untuk jenis kelaminnya saya gak bisa liat, soalnya dalam posisi didalam lobang belum diangkat," ungkapnya.

Sementara itu, kapolsek Socah, AKP Sumono, ketika ada di tempat kejadian perkara (TKP) bersama anggotanya, langsung melakukan olah TKP dan mengangkat janin bayi tersebut untuk di bawa ke RSUD Syamrabu.

"Atas informasi dari masyarakat langsung kami datang ke sini, untuk memastikan apakah ini benar janin bayi atau bukan, kami angkat langsung di bawa ke RSUD dan yang ngubur masih dalam lidik," tukasnya.

Sementara pantauan Seruu! ratusan masyarakat desa sekitar yang mendengar informasi tersebut langsung ber duyun-duyun datang ke TKP, untuk melihat secara langsung keberadaan janin bayi malang tersebut.

Sabtu, 16 Februari 2013

Geolog ITS dan ITB Teliti Pulau Baru Di Madura



9F22 NOORHAYATI

JAKARTA,KOMPAS.com - Geolog ITB Andang Bachtiar dan geolog ITS Amien Widodo membenarkan temuan warga dan nelayan tentang munculnya dua pulau baru di Madura. Dua pulau itu muncul di Arjasa, Kangean, Sumenep dan di Sepulu, Bangkalan.

"Sekitar satu bulan yang lalu, warga di Sumenep dan Bangkalan menemukan pulau baru. Secara ilmiah, temuan warga itu benar ada, karena itu kami berencana meneliti," kata Amien Widodo, di Surabaya, Senin (11/2/2013). Menurut Ketua Pusat Studi Kebumian LPPM ITS itu, penelitian penting untuk memastikan penyebab dan potensi yang dikandung pulau baru tersebut.

Geolog ITB Andang Bachtiar menduga pulau baru ini muncul akibat patahan atau rekahan di RMK (Rembang, Madura, Kangean). Sedangkan Amien menduga kemunculan kedua pula merupakan dampak dari aktivitas minyak dan gas yang masif. "Kalau aktivitas migas itu banyak, akan terjadi tekanan ke atas, sehingga mungkin saja muncul daerah baru, tapi teman saya juga benar ada kemungkinan ada patahan yang melintasi Madura, sehingga kawasan utara dari Madura terdongkrak dan akhirnya naik," papar Amien.

Dua pulau baru di Sumenep dan Bangkalan, turut Amien, tidak terlalu luas. Namun penelitian tetap diperlukan dan sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian juga dapat dipakai untuk memetakan potensi daerah."Pulau baru itu bisa dikembangkan untuk objek wisata atau potensi lainnya yang sangat ditentukan oleh penelitian detil," kata dia.

ITS, imbuh Amien, memiliki alat dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk melakukan penelitian terhadap kedua pulau. Penelitian akan dilakukan lewat udara, karena penelitian lewat darat atau laut akan ditentukan kondisi cuaca dan ombak.

Dalam kesempatan berkunjung ke Universitas Trunojoyo di Bangkalan, Madura pada akhir 2012, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta sivitas akademika Universitas Trunojoyo untuk melibatkan universitas meneliti pulau baru tersebut. "Saya kira, kalangan sivitas akademika dari berbagai universitas dapat melakukan KKN (kuliah kerja nyata, red) bersama di pulau baru itu, baik untuk kepentingan pengabdian masyarakat maupun penelitian, agar pulau baru di Sepulu dan Kangean itu dapat dikembangkan," kata dia.