Samarinda (ANTARA News) - Kebakaran menghanguskan 13 rumah di Jalan DI. Panjaitan, Gang Pulau Indah I, Kelurahan Temindung, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis dinihari.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kebakaran hingga Kamis subuh menyebutkan, api mulai terlihat berkobar dari rumah warga bernama Haji Mare di RT 34 sekitar pukul 01.30 Wita.

"Saat itu, saya sedang bermain `play station` tiba-tiba anak saya berteriak ada kebakaran dan ketika keluar saya melihat api sudah berkobar membakar rumah warga," ungkap salah seorang warga, Yusuf yang mengaku rumahnya berhasil lolos dari kobaran api.

Dari pantauan, belasan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan terlihat sempat kesulitan memadamkan kobaran api akibat lokasi kebakaran berada di kawasan rawa dan akses jalan berupa jembatan kayu yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Api akhirnya baru dapat dikuasai sekitar satu jam kemudian atau sekitar pukul 02.45 Wita setelah petugas pemadam kebakaran dibantu warga melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Kebakaran yang sempat membuat panik warga dan petugas pemadam kebakaran karena adanya informasi seorang balita berusia tiga tahun terjebak di dalam rumah yang terbakar.

"Berdasarkan keterangan Haji Mare, pemilik rumah asal api, cucunya yang baru berusia tiga tahun masih berada di dalam rumah saat kebakaran berlangsung. Namun, setelah dilakukan pencarian di puing-puing rumah yang hangus terbakar, ternyata tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban jiwa," ungkap Kapolsekta Samarinda, Utara, Komisaris Musliadi Mustafa, ditemui di lokasi kebakaran.

"Balita tersebut berhasil diselamatkan keluarganya sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa atas kebakaran ini," katanya.

Dugaan sementara kebakaran yang menghanguskan 13 rumah, satu diantaranya rumah kontrakan dengan lima pintu akibat hubungan pendek arus listrik.

"Berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek litsrik. Namun kami masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu," ungkap Musliadi Mustafa.

Sementara, Camat Sungai Pinang, Muhammad Fahmi, yang juga ditemui di lokasi kebakaran menyebutkan, sedikitnya 18 kepala keluarga atau 74 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa itu.

"Data sementara terdapat 18 KK atau 74 jiwa yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran itu. Namun, Ketua RT 34 masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah yang pasti," kata Muhammad Fahmi. (ANT)