Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

NASA Tangkap Suara Aneh Bumi dari Luar Angkasa

9C17 INNA FARHANIYAH 



VIVAnews -- Manusia yang tak henti berbicara, deru kendaraan, hembusan agin, rudal yang meledak, segala macam bunyi dan kebisingan ada di dalam Bumi. Tapi suara macam apa yang dipancarkan planet biru ke luar angkasa.


Suara aneh mirip dengungan ditangkap oleh satelit kembar Radiation Belt Storm Probe (RBSP) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang baru diluncurkan 30 Agustus 2012 lalu.

Dua satelit tersebut menangkap gelombang yang radio mirip kicauan dan siulan yang dipancarkan magnetosfer Bumi pada Rabu 5 September 2012 lalu. Menangkap suara "nyanyian" Bumi.  Dengarkan suaranya di tautan ini.

Suara ini juga bisa didengar telinga manusia di luar angkasa. Asal, orang tersebut melepas helmnya saat melayang di luar angkasa. Juga tak ada gangguan penerimaan suara di ruang hampa udara.

Craig Kletzing, dari University of Iowa, adalah peneliti utama Electric and Magnetic Field Instrument Suite and Integrated Science (EMFISIS), instrumen yang ada dalam dua satelit tersebut. Ia mengatakan, manusia sejatinya sudah mengetahui suara ini selama beberapa dekade.

"Penerima gelombang radio terbiasa menangkapnya, terdengar seperti kicauan burung," kata dia seperti dimuat Daily Mail.

Suara itu biasanya mudah didengar kala pagi, berbarengan dengan suara burung. "Itu mengapa kadang-kadang diumpamakan sebagai "nyanyian fajar"."

Suara tersebut dipancarkan oleh partikel energik di tingkat atas dari magnetosfer Bumi, sebelum akhirnya bunyi itu berbalik ke sabuk radiasi yang mengelilingi Bumi.

Satelit kembar RBSP mengelilingi Bumi dalam orbit elips, kadang-kadang melayang rendah 37s mil di atas tanah, terkadang hingga ketinggian 20.000 mil.

Tujuan dua satelit itu adalah untuk mempelajari Sabuk Van Allen yang mengelilingi Bumi, khususnya mengungkap partikel pembentuk sabuk radiasi.

sumber : VIVAnews

Kamis, 21 Februari 2013

Ini Bukti Keberhasilan NASA Mengebor Batu Mars

9I22 NURKHOLIFAH


CALIFORNIA, KOMPAS.com – Misi pendaratan di Bulan sering diragukan dan dianggap hoax? Bagaimana dengan misi pengeboran Mars? Jika ada yang menganggapnya hoax, mungkin perlu melihat foto yang baru saja dirilis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Rabu (20/2/2013).

Foto itu adalah hasil pemotretan kamera yang terpasang di wahana Curiosity pada hari ke-193 penjelajahannya di Mars (waktu Mars). Dalam gambar terlihat serbuk batuan disimpan dalam sebuah wadah kecil berukuran 4,5 cm, sebagai bukti hasil pengeboran batu Mars.

“Melihat serbuk hasil pengeboran ditempatkan dalam wadah memberikan kita keyakinan bahwa untuk pertama kalinya bahwa bor mengumpulkan sampel hasil pengeborannya,” kata Scott McClosekey, peneliti di Jet Propulsion Laboratory NASA, perekayasa sistem pengeboran untuk Curiosity, seperti dikutip Physorg, Rabu (20/2/2013).

Serbuk batu hasil pengeboran itu didapatkan dengan alat bor yang terpasang di lengan Curiosity. Alat bor membuat lubang sedalam 6,4 cm pada batu target yang dinamai John Klein. Pengeboran dilakukan 8 Februari 2013 lalu.

Dalam foto, serbuk batu berada di sekop yang merupakan bagian dari perangkat Collection and Handling for In-Situ Martian Rock Analysis (CHIMRA). Serbuk akan disimpan di CHIMRA dan disaring. Partikel berukuran lebih dari 0,006 inchi akan dipisahkan.

Ilmuwan akan menggunakan hasil penyaringan untuk menganalisis komposisi serbuk batu Mars itu. Mereka bakal menggunakan perangkat Chemistry and Mineralogy (CheMin) dan Sample Analysis at Mars (SAM).

Batu John Klein dipilih sebagai target pengeboran pertama di Mars sebab dipercaya menyimpan informasi tentang lingkungan basah Mars di masa lalu. Analisis serbuk batuan hasil pengeboran diharapkan dapat menguak misteri tersebut.

Sumber: KOMPAS.COM

Jumat, 15 Februari 2013

Ledakan Meteor Cederai Ribuan Penduduk Rusia

Meteor di langit Rusia (Foto: Abcnews.go)

9F32 SRI ANI




MOSKWA - Kabar terkini mengungkap ledakan meteor yang terjadi di langit wilayah Chelyabinsk, Rusia telah mengakibatkan ribuan penduduk setempat mengalami cedera atau luka-luka. Akibat gelombang kejut yang dihasilkan ledakan tersebut, tercatat lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

Dilansir Sfgate, Sabtu (16/2/2013), melesatnya meteor di langit Rusia ini memunculkan cahaya bola api dengan kecepatan hipersonik sekira 33.000 mph. Kabarnya, untuk mencegah dampak terburuk dari hantaman meteor, pasukan militer Rusia menggunakan rudal untuk menghancurkan benda luar angkasa tersebut.

Belum diketahui apakah terdapat korban jiwa akibat dampak dari ledakan asteroid tersebut. Hanya saja, ribuan orang mengalami luka-luka akibat pecahan kaca dari jendela serta menimbulkan kepanikan 1 juta penduduk kota.

NASA mengestimasi meteor ini berukuran sebesar satu mobil bus dan memiliki berat 7 ribu ton. Fenomena terjangan meteor ini bersamaan dengan informasi mengenai asteroid 2012 DA14 yang berada dalam posisi terdekatnya di Bumi pada 15 Februari 2013.

European Space Agency (ESA) mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara asteroid selebar 150 kaki yang melintasi pada jarak 28 ribu kilometer dengan meteor yang meluncur di langit Rusia. ESA mengungkapkan bahwa ini hanya fenomena kosmik yang secara kebetulan terjadi.

Meteor yang melesat di langit Siberia bagian barat ini memasuki atmosfer Bumi pada pukul 09:20 a.m waktu setempat (10:20 p.m EST Kamis). Ledakan asteroid menghasilkan kekuatan setara 20 bom atom dan terpecah menjadi puing-puing di ketinggian 30-50 kilometer.

Badan antariksa NASA mengestimasi kecepatan meteor ini 40.000 mph dan meledak di ketinggian 12-15 mil. Ledakan meteor ini mengeluarkan energi sebesar 300-500 kilotons serta meninggalkan jejak gumpalan asap tebal sepanjang 300 mil. (fmh)   


SUMBER : okezone.com

Senin, 11 Februari 2013

Teleskop Hubble Tangkap Objek Galaksi Berkilau

9E17 MAR'ATUS SHOLIKHAH
CALIFORNIA - Sebuah objek luar angkasa yang merupakan galaksi spiral ESO 121-6, telah ditangkap oleh teleskop luar angkasa Hubble milik National Aeronautics and Space Administration (NASA). Galaksi spiral ini berada di konstelasi atau rasi bintang bagian selatan, Pictor.

Dilansir Spacedaily, Senin (11/2/2013), objek galaksi spiral ini menampakkan hampir seluruh bagian sisi dengan struktur rumit. Ilmuwan dapat menentukan ukuran panjang galaksi, termasuk mengetahui intensitas cahaya dari tonjolan pusat serta daerah bintang muda.

Pada objek yang diabadikan teleskop tersebut, ilmuwan dapat menganalisis dan menemukan sulur atau pucuk debu gelap yang berada di bagian tepi. Debu gelap ini sebagian menutupi pusat terang galaksi dan keluar menuju bintang pada bagian ujungnya.

Sejumlah bintang dan galaksi dapat terlihat persis noda-noda kecil di langit sekitarnya. Selain itu, bintang-bintang terang yang berkilau menonjol ke bagian kiri bawah gambar.

ESO 121-6 dikatakan sebagai galaksi yang tidak merata, memiliki "lengan" longgar dan tonjolan pusat yang relatif lemah. Ini merupakan sekelompok galaksi, yang tidak lebih dari 50 struktur serupa yang terikat satu sama lain oleh gravitasi.

Milky Way atau Bima Sakti juga merupakan anggota dari kelompok galaksi, yang dikenal sebagai Local Group (Kelompok Lokal). Gambar tersebut ditangkap oleh teleskop Hubble yang berada di ketinggian orbit 354 mil (569 kilometer). (fmh)

                                                                                                            OKEZONE.COM