Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Ekonomi Tumbuh Tapi Lapangan Kerja Masih Minim



Ilustrasi. (Foto: Okezone)
9F22 NOORHAYATI

JAKARTA - Indonesia pada 2012 lalu mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,23 persen. Meski mengalami kontraksi dari target sebesar 6,5 persen, namun pertumbuhan Indonesia ini tergolong tinggi.

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) ke-17 Johannes Baptista Sumarlin menilai, pertumbuhan ekonomi sekarang campur aduk. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum diimbangi adanya peningkatan lapangan kerja.

Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi saat ini memang terlihat besar. Hal tersebut dibuktikan dari bertahannya Indonesia dari masa krisis ekonomi yang terjadi pada periode 1997-1998 hingga sampai saat ini.

"Dan itu perkembangan ekonomi yang cukup bagus," kata Sumarlin saat mengadakan konferensi persnya usai acara ulang tahun ke-80 dan Launching Bukunya di Hotel Borobudur, Jakarta (16/2/2013).

Dia menambahkan, walaupun pertumbuhan ekonomi tinggi, sayangya Indonesia belum dapat menyelesaikan permasalahan lapangan kerja yang sempit. "Itu bisa menimbulkan makin besarnya kesenjangan pada rakyat," tambahnya.

Menurutnya, hal tersebut kerap terjadi setelah era reformasi. "Dulu itu saya ikut mempertahankan eksistensi di negara Indonesia ini," jelas dia.

Karenanya, Sumarlin berharap pemerintah Indonesia dapat mencari solusi untuk permasalahan ini. "Mudah-mudahan pemerintah Indonesia bisa bertahan dan berkembang untuk menjadi negara yang lebih baik," tutupnya.

Rabu, 23 Januari 2013

Ekonomi Global Segera Pulih

9I27 SRI ANISAH



DAVOS, Keseriusan para pemimpin dunia, politisi, akademisi, dan eksekutif puncak perusahaan mencari solusi untuk menangani krisis di Eropa dan Amerika Serikat mulai melahirkan sikap optimistis. Kondisi perekonomian global diyakini akan segera pulih dalam kuartal pertama tahun 2013.

Demikian hasil jajak pendapat Forum Ekonomi Dunia yang melibatkan 390 ahli berlatar belakang pemerintahan, bisnis, sampai akademisi yang diterima di Davos-Klosters, Swiss, Rabu (23/1/2013), seperti dilaporkan wartawan Kompas Hamzirwan dari Davos, pagi ini.
Forum Ekonomi Dunia merupakan lembaga nirlaba yang didirikan Profesor Clauss Schwab, penyelenggara pertemuan tahunan terkemuka yang melibatkan para pemimpin global.
"Keyakinan pertama hasil Indeks Ekonomi 2013 memberi kita beberapa alasan untuk optimistis walaupun angka tersebut masih di wilayah negatif secara keseluruhan. Kita membutuhkan kepemimpinan yang dinamis untuk mendorong perekonomian ke depan dan mengatasi tantangan," kata Direktur Senior Dewan Agenda Jaringan Global Forum Ekonomi Dunia Martina Gmur.
Indeks Keyakinan Ekonomi naik dari 0,38 menjadi 0,43 dalam skala 0-1. Poin ini mendekati sikap optimistis berkat beberapa sinyal positif dari Zona Eropa dan pengambilan keputusan berkait jurang fiskal di Amerika Serikat.
Responden yang pesimistis terhadap masa depan kondisi perekonomian global berkurang dari 56 persen dalam kuartal terakhir tahun 2012 menjadi 43 persen. Meski masih ada 34 persen responden yang bersikap netral, jumlah responden yang meyakini perekonomian segera pulih meningkat dari 17 persen menjadi 23 persen.
Indeks Keyakinan Global adalah inisiatif penelitian yang menargetkan satu kelompok besar pakar internasional yang fokus pada pemantauan tren kunci, mengidentifikasi risiko global, dan memetakan keterkaitan mereka.
Laporan pertama dirilis September 2011. Indeks ini diluncurkan menjelang pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia 2013 di kota tertinggi di Eropa, Davos-Klosters, yang mengambil tema "Kekenyalan Dinamis (Dinamism Resilience)".
Para peserta akan membahas sejumlah isu seperti tantangan globalisasi, pertumbuhan ekonomi, politik kawasan, hubungan antarwilayah, agenda pembangunan setelah tahun 2015, dan nilai-nilai kepemimpinan. Sedikitnya 2.500 peserta hadir dalam pertemuan tahun ini.
Sedikitnya 50 kepala negara atau pemerintahan juga hadir bersama lebih dari 1.500 pemimpin bisnis terkemuka dunia. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Chatib Basri, dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akan berbicara dalam forum ini.
Kementerian Perdagangan juga memanfaatkan forum yang dihadiri sedikitnya 1.500 pemimpin negara, politisi, perusahaan multinasional, akademisi, dan tokoh sosial ini dengan menyelenggarakan Indonesian Night.
Agenda pameran budaya sekaligus ajang temu bisnis tersebut diselenggarakan pada Kamis malam ini di Hotel Morosani yang berdekatan dengan gedung pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos Klosters.
Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan Arlinda Imbangjaya menjelaskan, Indonesian Night akan menampilkan pertunjukan seni budaya tradisional dan produk kreatif Indonesia.


Sumber:KOMPAS