Tampilkan postingan dengan label yang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

tempat parkir di sekolah saya belum terlalu memadai kondisinya yang sangat tidak teratur. membuat tidak nyaman untuk dipandang. alangkah baiknya jika sekolah segera memberi fasilitas tempat parkir yang lebih memadai supaya lebih teratur. dan anak-anak lebih nyaman untuk memarkirkan sepedanya.

 9E23 NIA DUNIATY

tempat parkir di sekolah saya belum terlalu memadai kondisinya yang sangat tidak teratur. membuat tidak nyaman untuk dipandang. alangkah baiknya jika sekolah segera memberi fasilitas tempat parkir yang lebih memadai supaya lebih teratur. dan anak-anak lebih nyaman untuk memarkirkan sepedanya.

SUMBER;KARYA SENDIRI

Wc Baru Sekolah ku Menjadi Alat Komunikasi

 9E23 NIA DUNIATY

Saya bersekolah di SMPN 1 GEGESIK sekolah yang sudah berstandar nasional. akan tetapi peraturan-peraturannya masih banyak yang di langgar para siswa. seperti wc yang seharusnya dijaga dan digunakan dengan baik akan tetapi malah digunakan sebagai media komunikasi antar siswa dengan bahasa yang kasar. sekolah perlu bertindak tegas dengan siswa yang sudah kelewatan melanggar aturan di sekolah.

SUMBER;KARYA SENDIRI

Kamis, 28 Februari 2013

Jokowi Kalkulasi Perkecil Jual Beli Nomor Pelat Ganjil-Genap

 9E31 SUPRIYATNA

Jakarta - Munculnya sejumlah pemohon pelat ganjil atau genap yang dikenakan pungutan hingga ratusan ribu rupiah membuat heran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sebab, kebijakan pembatasan kendaraan pribadi berdasarkan nopol belum dijalankan. Jokowi juga mencari cara agar warga tak mengakali sistem itu.

"Ganjil-genap mulai saja belum kok, kan masih proses kalkulasi," ujar pria yang akrab disapa Jokowi ini di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2013).

Menurut Jokowi, kalkulasi penerapan pembatasan kendaraan tersebut harus didiskusikan dengan Polda Metro Jaya. Hasil kalkulasi ini juga belum diterima Jokowi, sehingga ia cukup bingung dengan adanya kabar pungli permohonan plat nopol.

"Oleh sebab itu, Pemprov harus banyak bicara dan diskusi dengan Polda, sehingga bisa membuat perhitungan seperti itu. Jangan sampai kebijakan seperti itu tanpa kalkulasi. Wong kalkulasinya belum sampai ke meja saya kok. Hitung-hitungannnya harus jelas, berapa persen mengurangi kemacetan, mengurangi pengguna mobil, kemudian kemungkinan memperkecil adanya pesanan-peasanan nomor itu. Itu yang saya minta," ujar Jokowi menerangkan.

Mantan walikota Solo ini menambahkan kebijakan pembatasan plat ganjil-genap ini juga akan berlaku untuk para pejabat eselon DKI Jakarta. Tidak tanggung-tanggung, Jokowi berani menyatakan dirinya ikut aturan ini.

"Kena (eselon), Iya saya juga kena. Ya nanti kita juga naik angkutan umum, memberikan contoh," tutup Jokowi.

SUMBER;detikNews

18 Anggota Polda Sulteng Diperiksa Terkait Video Penyiksaan Teroris Poso

 9F13 HARTONO

Jakarta - Din Syamsuddin dan sejumlah ormas Islam menyerahkan video berisi rekaman penyiksaan terkait kasus terorisme yang diduga dilakukan oleh oknum polisi. Mabes Polri rupanya sudah mengetahui hal itu. Investigasi terhadap para pelaku sedang berjalan.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, video itu masih didalami. Namun dari dugaan sementara, ada kemiripan tayangan dengan kasus yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, akhir tahun lalu.

"Jadi kalau nanti tayangan itu hal dengan yang di Palu setelah terjadi adanya penembakan anggota Brimob ya saat ini yang di Palu ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 anggota Polri," kata Boy di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (28/2/2013).

Sejauh ini, ada 9 warga yang sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Namun polisi masih butuh lima orang warga lainnya untuk melengkapi berkas.

"Informasi yang kita terima informasi akan segera dilakukan sidang displin kepada mereka kemungkinannya awal bulan Maret yang diduga kemungkinan ada kekerasan terhadap orang yang diperiksa tim investigasi Propam yang menetapkan," jelasnya.

Boy mengakui ada sejumlah personel Polri yang terekam sedang melakukan penganiayaan di video yang diserahkan Din. Semua ciri-ciri di gambar mengarah ke insiden di Palu. Meski begitu, Boy menegaskan anggota yang terekam bukan dari Densus 88 antiteror.

"Nggak ada Densus. Itu bintara ya," tegasnya.

Kenapa prosesnya lama? Menurut Boy, ada anggota masyarakat yang masih belum mau bersaksi. Karena itu, diharapkan mereka bisa memenuhi undangan.

Sebelumnya, Din dan sejumlah ormas Islam menemui Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Mereka menyerahkan sebuah video yang berisi rekaman penyiksaan orang terkait kasus terorisme yang diduga dilakukan oleh oknum TNI. Aksi ini dianggap melanggar HAM.

SUMBER;detikNews





18 Anggota Polda Sulteng Diperiksa Terkait Video Penyiksaan Teroris Poso

 9F23 NUGRAHA DWI APRIYANTO

Jakarta - Din Syamsuddin dan sejumlah ormas Islam menyerahkan video berisi rekaman penyiksaan terkait kasus terorisme yang diduga dilakukan oleh oknum polisi. Mabes Polri rupanya sudah mengetahui hal itu. Investigasi terhadap para pelaku sedang berjalan.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, video itu masih didalami. Namun dari dugaan sementara, ada kemiripan tayangan dengan kasus yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, akhir tahun lalu.

"Jadi kalau nanti tayangan itu hal dengan yang di Palu setelah terjadi adanya penembakan anggota Brimob ya saat ini yang di Palu ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 anggota Polri," kata Boy di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (28/2/2013).

Sejauh ini, ada 9 warga yang sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Namun polisi masih butuh lima orang warga lainnya untuk melengkapi berkas.

"Informasi yang kita terima informasi akan segera dilakukan sidang displin kepada mereka kemungkinannya awal bulan Maret yang diduga kemungkinan ada kekerasan terhadap orang yang diperiksa tim investigasi Propam yang menetapkan," jelasnya.

Boy mengakui ada sejumlah personel Polri yang terekam sedang melakukan penganiayaan di video yang diserahkan Din. Semua ciri-ciri di gambar mengarah ke insiden di Palu. Meski begitu, Boy menegaskan anggota yang terekam bukan dari Densus 88 antiteror.

"Nggak ada Densus. Itu bintara ya," tegasnya.

Kenapa prosesnya lama? Menurut Boy, ada anggota masyarakat yang masih belum mau bersaksi. Karena itu, diharapkan mereka bisa memenuhi undangan.

Sebelumnya, Din dan sejumlah ormas Islam menemui Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Mereka menyerahkan sebuah video yang berisi rekaman penyiksaan orang terkait kasus terorisme yang diduga dilakukan oleh oknum TNI. Aksi ini dianggap melanggar HAM.

 SUMBER;detikNews



Rabu, 27 Februari 2013

Misi Demokrat Ganjal Prabowo & Ical, Golkar: PD Sedang Panik

 9E23 NIA DUNIATY

Jakarta - Partai Golkar merasa heran dengan misi menjegal pencapresan Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie yang diutarakan golongan muda Partai Demokrat (PD). Golkar menilai Demokrat sedang panik.

"Kami partai Golkar merasa heran dengan pernyataan itu. Karena tidak ada hak di negara pun mencegah orang menjegal jadi presiden. Mari menjaga demokrasi yang baik dan benar," kata Wasekjen Golkar, Leo Nababan, saat dihubungi, Rabu (27/2/2013).

Leo menilai pernyata golongan PD itu dilatarbelakangi kepanikan terkait kondisi internal PD saat ini. Dia pun menyayangkan pernyataan golongan muda PD itu.

"Boleh saja khawatir, tapi jangan mencegah calon lain. Jangan panik, jangan ngeluarin jurus cina mabok. Mari jalankan demokrasi dengan sehat," ujarnya.

Leo menegaskan pencapresan Ical sudah final. Golkar akan mengusung Ical apapun yang terjadi.

"Yang pasti pencalonan ARB sudah final, baik dari internal dan eksternal," tutupnya.

SUMBER; detikNews

Selasa, 26 Februari 2013

Benua yang hilang ada di Samudera Hindia?



 9f18 lucky fazriyani
 
Sebuah negara kecil bernama Mauritius ternyata tidak hanya menyimpan keeksotikan pantai dan pegunungannya saja. Ternyata, negara pulau ini juga diindikasikan menyimpan bukti-bukti tentang sebuah benua yang hilang.

Seperti yang dilansir oleh NBC News (26/2), pantai yang mengelilingi Mauritius diduga menjadi saksi bisu tentang keberadaan sebuah benua yang pernah ada. Hal ini terlihat dari adanya sebuah garis tipis berwarna putih dan tersebar mengelilingi seluruh pantai di sana.

Setelah diteliti, ternyata partikel putih tersebut berumur jauh lebih tua dari umur pulaunya sendiri. para peneliti memperkirakan bahwa pulau Mauritius sendiri masih berusia sekitar 8,9 juta tahun, sedangkan partikel putih ini sudah berusia minimal 660 juta tahun.

Para peneliti yang menemukan fakta ini menduga bahwa dulu pernah ada sebuah daratan sebesar benua yang dinamakan Mautitia. Bahkan, saking besarnya, diperkirakan ukuran benua ini sebesar Samudera Hindia yang memisahkan India dan Afrika.

Hilangnya benua ini sendiri diduga karena adanya kolom magma yang mengisi kerak bumi. Hal ini menyebabkan Mauritius menyembul ke atas permukaan dan menenggelamkan Mauritia yang mulai tertutup oleh air.

Hasil penelitian ini sendiri sudah ditulis dalam sebuah jurnal berjudul Nature Geoscience. Kabarnya, para peneliti yang digawangi oleh Björn Jamtveit dari the University of Oslo akan mencoba mengetahui apakah benar-benar ada bekas daratan di bawah Samudera Hindia.

sumber: merdeka.com

Balon udara jatuh tewaskan 19 pelancong di Mesir


 

 9f18 lucky fazriyani

Polisi Mesir tidak disebutkan namanya hari ini menyatakan 19 pelancong tewas setelah balon udara yang mereka tumpangi jatuh di Kota Luxor, 510 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia mengatakan para korban berasal dari Prancis, Inggris, dan beberapa negara lainnya.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (26/2), dia juga menjelaskan sebelum kecelakaan itu terjadi balon udara sempat mengalami percikan api dan ledakan. Hal ini membuat balon udara itu jatuh dan menghantam perkebunan tebu di sebelah barat Luxor.

Dia mengatakan dirinya tidak bisa mengungkap identitasnya lantaran dia tidak berwenang untuk mengungkapkan hal ini ke media.

Juru bicara perusahaan yang mengoperasikan balon udara itu, Ahmed Aboud, mengatakan satu orang pelancong dan pilot balon udara itu selamat dari kecelakaan. Dia menyebut insiden ini terjadi setelah gas untuk menaikkan balon itu meledak di atas ketinggian 300 meter dari permukaan tanah.
Aboud menambahkan para turis itu berasal dari beberapa negara. Namun, dia tidak mempunyai informasi detail dari negara mana saja para pelancong itu.


sumber: merdeka.com

Anas Bakal Bongkar Kebusukan Demokrat, Tapi...






















9F28 ROSIDAH B
Mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek olahraga Hambalang. Anas menyebut, penetapannya sebagai tersangka adalah buah dari tekanan politik. Dia menyebutnya sebagai rekayasa.

“Ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin halaman-halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama,” kata Anas kepada wartawan saat mengundurkan diri.

Menurut pengamat politik AS Hikam, pernyataan Anas tersebut merupakan upaya untuk menggiring opini publik. “Anas tentu akan mengelaborasi semuanya, bisa saja dia akan membongkar hal-hal yang lain, seperti membuka kasus Hambalang,  politik pembusukan,” kata Hikam saat berbincang dengan okezone, Minggu ( 24/2/2013).

Kendati demikian, kata Hikam, Anas saat ini tentunya masih berpikir untuk membongkar semua kebusukan Demokrat. “Anas saat ini hanya mengandalkan opini publik, kekuatan media, dan jejaring dia di HMI. Tentu semuanya tergantung semua itu. Bila Anas menguasai itu, maka dia baru akan membuka semuanya,” kata mantan Menristek itu.

Hikam mengatakan, usai turun dari jabatan Ketua umum, Anas kehilangan kekuatannya, mulai dari DPC-DPC maupun loyalis-loyalisnya. “Bahkan, seorang Gede Pasek saja yang merupakan loyalis Anas, kemarin ngomongnya hanya simple. Anas praktis, hanya mengandalkan kekuatan opini publik, dan jejaring di HMI, serta kekuatan media, kalau dia berhasil mendapatkan kekuatan itu, maka dia akan melawan,” katanya.


SUMBER : okezone.com

Selasa, 12 Februari 2013

MA Belum Tahu Ada Kasasi Lepaskan Terdakwa Korupsi Rp 19,7 M

9E23 NIA DUNIATY






Jakarta - - Mahkamah Agung (MA) mengaku belum tahu ada majelis kasasi yang memvonis lepas terdakwa kasus korupsi Rp 19,7 miliar, Khairudin. Mantan anggota DPRD Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur itu divonis 4 tahun di tingkat pertama dan banding.

"Saya belum lihat (putusan Khairudin)," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur kepada wartawan di gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (13/2/2013).

Majelis yang dimaksud yaitu Mansur Kertayasa selaku ketua majelis dan hakim anggota Sophian Marthabaya dan Mohammad Askin. Mansur sendiri pensiun 2 hari setelah putusan tersebut diketok.

Meski sudah diketok pada 5 Juli 2012 silam, hingga hari ini MA belum mengetahui putusan itu. "Itu baru kemarin kan putusannya? Nanti saya lihat dulu ya," janji Ridwan.

Sekadar diketahui, dari fakta persidangan terungkap Khairudin memegang peranan penting dalam penyaluran dana bansos bernilai puluhan miliaran itu. Sebanyak Rp 16 miliar di antaranya diduga dibagi-bagikan kepada 37 anggota DPRD Kukar periode 2004-2009 lalu.

Khairudin pada Pengadilan Tipikor Samarinda divonis 4 tahun penjara. Lalu putusan ini dikuatkan di tingkat banding. Lantas Khairuddin pun kasasi dan dikabulkan MA.

"Saya awalnya memperkirakan MA akan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi karena di tingkat pertama dan di Pengadilan Tinggi divonis. Tapi di MA kok seperti itu? Setelah di MA kenapa diputus onslaght (lepas)? Itu permasalahannya. Di MA putusannya bulat, tak ada hakim yang dissenting opinion," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tenggarong, Sofyan Latoriri.


SUMBER;DETIK.COM

Selasa, 05 Februari 2013

Genset Diduga Pemicu Kebakaran di Ruko Glodok

9E 28 RUSMINI









Kebakaran di Ruko Glodok (Foto: Awal/Okezone)


JAKARTA - Kebakaran Ruko di Komplek Glodok Jaya Jalan Blustru, Tamansari, Jakarta Barat menghangus 22 ruko yang menjajakan barang-barang kantor dan rumah tangga. Api diduga muncul dari genset milik salah satu toko.

"Diperkirakan ruko yang hangus ada 22 ruko, karena rukonya saling berhadap-hadapan," ujar Kasudin Damkar Jakarta Barat, Abdul Karim dilokasi kejadian, Rabu (6/2/2013).

Karim menduga terjadi korsleting pada genset yang menyebabkan percikan api. "Kemungkinan sumber api dari genset," tuturnya.

Dugaan itu kemudian salah seorang pemilik Ruko, Antony, bahwa api bersumber dari genset yang terbakar dari ruko sebelah toko miliknya.

"Awalnya di sini, pada pukul 10.00 WIB, memang dipadamkan lampu. Nah salah satu toko ada yang pakai genset, kemungkinan korslet dan api langsung membesar," ujarnya kepada Okezone.

Pantauan di lokasi, ratusan warga maupun karyawan toko mulai berkerumum di sekitar lokasi kebakaran dan petugas pemadam kebakaran terlihat masih berusaha memadamkan api yang sudah menyebar ke ruko lain.

SUMBER : http://jakarta.okezone.com/read/2013/02/06/500/757628/genset-diduga-pemicu-kebakaran-di-ruko-glodok