9B35 SRI RAHAYU
Sewaktu malam hari terjadi kebakaran kamar yang diperkirakan kebakaran tersebut disebabkan oleh obat nyamuk, semua barang-barang yang ada di kamar tersebut ludes terbakar, seperti : motor, lemari + baju, ranjang + kasur, meja blajar, dll. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kerugian mencapai jutaan rupiah.
SMP Negeri 1 Gegesik, merupakan sekolah lanjutan tingkat pertama yang berada di pelosok negeri ini, namun tak membuat kami menjadi terbelakang, kami mampu memberikan yang terbaik, walau hanya minoritas...
Tampilkan postingan dengan label kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebakaran. Tampilkan semua postingan
Kamis, 28 Februari 2013
Rabu, 13 Februari 2013
Kebakaran akibat arus pendek listrik
9A16 MAULINA AWALIYAH
Selasa , 12 Februari 2013 pukul 06.30 WIB terjadi kebakaran di salah satu rumah tetangga . Kebakaran tersebut di sebabkan oleh arus pendek listrik . Kebakaran itu terjadi ketika seorang tetangga sedang menonton tv dan tiba - tiba dari arah belakang tv tersebut keluar percikan api kecil dan lama - kelamaan api itu menjadi besar . Orang tersebut langsung berteriak sekeras mungkin untuk meminta pertolongan dari warga agar memadamkan apinya . Datang para warga dan berusaha untuk memadamkan apinya dengan terburu - buru . Beruntung , api bisa di padamkan karena belum merambat ke tempaat lain .
Selasa, 05 Februari 2013
Genset Diduga Pemicu Kebakaran di Ruko Glodok
9E 28 RUSMINI


JAKARTA - Kebakaran Ruko di Komplek Glodok Jaya
Jalan Blustru, Tamansari, Jakarta Barat menghangus 22 ruko yang
menjajakan barang-barang kantor dan rumah tangga. Api diduga muncul
dari genset milik salah satu toko.
"Diperkirakan ruko yang hangus ada 22 ruko, karena rukonya saling berhadap-hadapan," ujar Kasudin Damkar Jakarta Barat, Abdul Karim dilokasi kejadian, Rabu (6/2/2013).
Karim menduga terjadi korsleting pada genset yang menyebabkan percikan api. "Kemungkinan sumber api dari genset," tuturnya.
Dugaan itu kemudian salah seorang pemilik Ruko, Antony, bahwa api bersumber dari genset yang terbakar dari ruko sebelah toko miliknya.
"Awalnya di sini, pada pukul 10.00 WIB, memang dipadamkan lampu. Nah salah satu toko ada yang pakai genset, kemungkinan korslet dan api langsung membesar," ujarnya kepada Okezone.
Pantauan di lokasi, ratusan warga maupun karyawan toko mulai berkerumum di sekitar lokasi kebakaran dan petugas pemadam kebakaran terlihat masih berusaha memadamkan api yang sudah menyebar ke ruko lain.
SUMBER : http://jakarta.okezone.com/read/2013/02/06/500/757628/genset-diduga-pemicu-kebakaran-di-ruko-glodok
"Diperkirakan ruko yang hangus ada 22 ruko, karena rukonya saling berhadap-hadapan," ujar Kasudin Damkar Jakarta Barat, Abdul Karim dilokasi kejadian, Rabu (6/2/2013).
Karim menduga terjadi korsleting pada genset yang menyebabkan percikan api. "Kemungkinan sumber api dari genset," tuturnya.
Dugaan itu kemudian salah seorang pemilik Ruko, Antony, bahwa api bersumber dari genset yang terbakar dari ruko sebelah toko miliknya.
"Awalnya di sini, pada pukul 10.00 WIB, memang dipadamkan lampu. Nah salah satu toko ada yang pakai genset, kemungkinan korslet dan api langsung membesar," ujarnya kepada Okezone.
Pantauan di lokasi, ratusan warga maupun karyawan toko mulai berkerumum di sekitar lokasi kebakaran dan petugas pemadam kebakaran terlihat masih berusaha memadamkan api yang sudah menyebar ke ruko lain.
SUMBER : http://jakarta.okezone.com/read/2013/02/06/500/757628/genset-diduga-pemicu-kebakaran-di-ruko-glodok
Sabtu, 26 Januari 2013
Kebakaran hanguskan 13 rumah di Samarinda
9I25 ROSIDAH
Kebakaran hanguskan 13 rumah di Samarinda
Kamis, 24 Januari 2013 05:09 WIB | 1663 Views
Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kebakaran hingga Kamis subuh menyebutkan, api mulai terlihat berkobar dari rumah warga bernama Haji Mare di RT 34 sekitar pukul 01.30 Wita.
"Saat itu, saya sedang bermain `play station` tiba-tiba anak saya berteriak ada kebakaran dan ketika keluar saya melihat api sudah berkobar membakar rumah warga," ungkap salah seorang warga, Yusuf yang mengaku rumahnya berhasil lolos dari kobaran api.
Dari pantauan, belasan mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan terlihat sempat kesulitan memadamkan kobaran api akibat lokasi kebakaran berada di kawasan rawa dan akses jalan berupa jembatan kayu yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Api akhirnya baru dapat dikuasai sekitar satu jam kemudian atau sekitar pukul 02.45 Wita setelah petugas pemadam kebakaran dibantu warga melakukan pemadaman dengan alat seadanya.
Kebakaran yang sempat membuat panik warga dan petugas pemadam kebakaran karena adanya informasi seorang balita berusia tiga tahun terjebak di dalam rumah yang terbakar.
"Berdasarkan keterangan Haji Mare, pemilik rumah asal api, cucunya yang baru berusia tiga tahun masih berada di dalam rumah saat kebakaran berlangsung. Namun, setelah dilakukan pencarian di puing-puing rumah yang hangus terbakar, ternyata tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban jiwa," ungkap Kapolsekta Samarinda, Utara, Komisaris Musliadi Mustafa, ditemui di lokasi kebakaran.
"Balita tersebut berhasil diselamatkan keluarganya sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa atas kebakaran ini," katanya.
Dugaan sementara kebakaran yang menghanguskan 13 rumah, satu diantaranya rumah kontrakan dengan lima pintu akibat hubungan pendek arus listrik.
"Berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek litsrik. Namun kami masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu," ungkap Musliadi Mustafa.
Sementara, Camat Sungai Pinang, Muhammad Fahmi, yang juga ditemui di lokasi kebakaran menyebutkan, sedikitnya 18 kepala keluarga atau 74 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa itu.
"Data sementara terdapat 18 KK atau 74 jiwa yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran itu. Namun, Ketua RT 34 masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah yang pasti," kata Muhammad Fahmi. (ANT)
sumber : http://www.antaranews.com/berita/354701/kebakaran-hanguskan-13-rumah-di-samarinda
Rabu, 23 Januari 2013
Kebakaran Hutan di Aceh
KEBAKARAN HUTAN DI ACEH
Ade Aan Aniyati 9C 01
BANDA ACEH, KOMPAS.com — Kebakaran hutan dan lahan di Aceh pada tahun 2012 menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Hingga awal September 2012 telah terjadi 745 kali kebakaran hutan. Jumlah tersebut setara dengan 65 persen dari keseluruhan kejadian kebakaran hutan di Aceh mulai tahun 2007 hingga 2011 yang totalnya 1.129 kejadian.Demikian data yang disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) terkait kebakaran hutan di Aceh, Selasa (11/9/2012).
Kebakaran hutan dan lahan di Aceh dari tahun ke tahun semakin meluas dan bertambah. Meskipun pada beberapa tahun sempat terjadi penurunan, pada tahun 2012 terjadi peningkatan yang sangat tinggi.
"Sepertinya, tahun 2012 ini merupakan tahun terbesar terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Aceh," kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh TM Zulfikar.
Walhi Aceh mencatat, pada tahun 2007 terjadi 170 kasus kebakaran hutan, tahun 2008 sebanyak 489 kali kejadian, tahun 2009 sebanyak 433 kali kejadian, tahun 2010 sebanyak 24 kali kejadian, dan tahun 2011 sebanyak 13 kali kejadian. Total kejadian dari tahun 2007 hingga 2011 telah terjadi 1.129 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan di Aceh.
"Kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi menunjukan bahwa instansi pemerintah terkait telah gagal menunjukan tingkat disiplin dan tanggung jawabnya di sektor kehutanan," kata dia.
Jika informasi tentang jumlah dan sebaran titik api serta prakiraan musim hujan dan kemarau serta kebakaran yang dilansir setiap bulan bahkan harian bisa merujuk secara seksama, semestinya pemerintah lebih siap dalam merespons bencana kebakaran hutan dan lahan.
Dengan demikian, sebaran dan luas hutan yang terbakar akan berkurang bahkan mampu dikendalikan. Namun, hingga saat ini masih terjadi kebakaran di lokasi yang sama dari tahun-ke tahun.
"Hal ini menunjukkan indikasi adanya kepentingan tertentu dalam urusan rehabilitasi kawasan," ujarnya.
Sebenarnya, lanjut Zulfikar, kebijakan pendukung untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan telah cukup memadai seperti termuat dalam UU Nomor 41 Tahun 1999, PP Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan, Permenhut Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan, dan Permen Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2010 tentang Mekanisme Pencegahan Kerusakan Lingkungan.
Sayangnya, berbagai macam regulasi tersebut belum dijalankan dengan baik. Bahkan, Presiden telah pula mengeluarkan Inpres Nomor 16 Tahun 2011 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.
Pengendalian kebakaran hutan dan lahan ini sangat penting untuk dilaksanakankan karena erat kaitannya dalam mewujudkan harapan Presiden untuk menurunkan emisi karbon sebesar 26 persen pada tahun 2020. "Tapi nyatanya kebakaran hutan terus terjadi," lanjut dia.
Sumber: KOMPAS
Langganan:
Postingan (Atom)
