Tampilkan postingan dengan label 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2013. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Yamaha Indonesia Optimistis Dominasi Musim 2013

9I32 SYARIFUDIN


JAKARTA, Kompas.com - Yamaha Indonesia optimistis menghadapi tahun 2013. Mereka yakin bisa menjuarai setiap kompetisi balap yang diikuti, sesuai dengan tema global korporat Yamaha Indonesia tahun ini, 'Bersatu Untuk Menang', yang diharapkan bisa menjadi inspirasi di Motorsport.

Setelah tahun lalu menjuarai hampir 100 persen gelar juara Motoprix, juara kelas 115 cc Indoprix, dan juara nasional Supersport, tahun 2013 Yamaha berharap pencapaian yang lebih sempurna.

"Dengan line-up tim dan pebalap tahun ini di tiga ajang yang diikuti yaitu Indoprix, Motoprix dan Kejurnas Supersport kami optimistis dapat tetap mendominasi gelar juara seperti tahun-tahun sebelumnya," ucap Supriyanto, Manajer Motorsport Yamaha Indonesia.

Target ini disuarakan dalam launching tim Motorsport Yamaha 2013 yang berlangsung Kamis (28/2/2013) di Gedung Utama Kantor Yamaha Pulogadung Jakarta Timur. Tahun ini Yamaha menjajal tiga event yaitu Indoprix, Motoprix (Region 1 sampai 5) dan Kejurnas Supersport dengan formasi 74 pebalap dan 36 tim.

Tim dan para pebalap Yamaha Indonesia akan bertarung di kompetisi yang kian ketat persaingannya. Mereka juga disemangati duo pebalap Yamaha MotoGP, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, yang Januari lalu berkunjung ke Indonesia. Di Indonesia, para pebalap didukung tunggangan baru Jupiter Z1 racing yang telah dikembangkan dan siap mengaspal di lintasan sirkuit.

Selain di trek balap, tahun ini para pebalap Yamaha Indonesia juga akan mengadakan aktivitas Yamaha Riding Academy (YRA) sebagai wadah edukasi menempa skill balap teori dan praktek, dan juga didaulat sebagai duta Yamaha Safety Riding, menjadi contoh dalam berkendara yang aman dan nyaman. Mereka juga mendukung aktivitas-aktivitas promosi Yamaha untuk meningkatkan penjualan.

Motoprix

Region 1 (Sumatera): 4 tim, 10 pebalap
Region 2 (Jawa): 9 tim, 18 pebalap
Region 3 (Bali): 4 tim, 10 pebalap
Region 4 (Kalimantan): 3 tim, 7 pebalap
Region 5 (Sulawesi dan Papua): 5 tim, 14 pebalap

Indoprix: 8 tim, 12 pebalap

Kejurnas Supersport: 3 tim, 3 pebalap


Sumber: KOMPAS.COM

Kurikulum 2013 Belum Disosialisasikan di NTT

9I22 NURKHOLIFAH


KUPANG, KOMPAS.com - Kurikulum baru 2013 yang direncanakan segera diberlakukan pada sekolah-sekolah di Indonesia, sampai saat ini belum disosialisasikan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur Yohanis Mau yang dikonfirmasi di Kupang, Kamis mengakui, sampai saat ini kurikulum 2013 belum disosialisasikan karena masih menunggu tim dari Jakarta.
"Sosialisasi pelaksanaan kurikulum 2013 akan dilakukan oleh tim yang dibentuk Kementerian Pendidikan Nasional. Sekarang memang semua masih berkonsentrasi dengan pelaksanaan ujian nasional," kata Yohanis Mau, di Kupang, Kamis (28/2/2013).
Dia menjelaskan, ada beberapa perubahan mendasar dalam kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya. Perubahan itu antara lain standar kompetensi lulusan (SKL) yang akan menjadi rujukan standar isi sampai ke mata pelajaran (mapel), sehingga posisi mapel berubah dari sesuatu yang diajarkan menjadi sumber kompetensi.
Selain itu, ada kompetensi inti yang mengikuti kompetensi dasar (KD) sehingga integrasi KD antar mapel (horisontal) dan antarkelas (vertikal) lebih terjamin. Perubahan lain adalah strategi pembelajaran dimulai dari mengamati, menanya, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan.
"Khusus untuk sekolah dasar (SD) digunakan pembelajaran tematik integratif sehingga anak dapat belajar secara utuh," katanya.

Sumber: KOMPAS.COM

Selasa, 26 Februari 2013

Pilgub Jabar masih mungkin berlangsung dua putaran






9f18 lucky fazriyani

Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 masih mungkin berlangsung dua putaran. Merujuk pada hasil real count KPU Jabar, kedua pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki masih bersaing.

"Meski cukup sulit, tapi persentase 1 dan 2 sangat mungkin terjadi perubahan sehingga masih bisa saja berlangsung dua putaran," kata Kepala Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Universitas Padjajaran (Unpad) Toni Toharudin di Bandung, Selasa (26/2).

Hasil Hitung Suara KPU Jabar sendiri hingga siang ini menempatkan Aher-Deddy di urutan nomor satu dengan persentase 31,7 persen atau 4,8 juta suara.

Sedangkan Rieke-Teten masih terus menguntit di urutan nomor dua dengan persentase 28,6 persen. Adapun jumlah suaranya adalah 4,3 juta.

Jumlah yang masuk itu sudah 75 persen persentase yang masuk atau sekira 56 ribu dari 74 ribu TPS yang ada di 26 kab/kota di Jawa Barat. Penghitungan masih bergulir hingga KPU merilisnya 3 Maret mendatang.

Dalam ketentuan KPU Jabar sendiri calon dinyatakan menang jika sudah mengantongi 30 persen plus satu.

Dia menambahkan tiga calon yang lainnya untuk meraih suara dengan angka yang cukup signifikan masih dinyatakan berat. Persaingan sepertinya akan menjadi pasangan nomor urut 4 dan 5.

"Meski berat nomor urut 4 untuk menjadi 30 persen, tapi masih memungkinkan," ungkapnya.
Dalam penghitungan yang ada pemilih yang masuk dari 32 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah masuk 15 juta suara.


sumber: merdeka.com

Sabtu, 23 Februari 2013

Jumlah DPS Pilgub Jawa Barat Menyusut


9D31 SITI NURBAITILLAH


BANDUNG,- Jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 menyusut dari Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Dari 36.636.312 pemilih di DP4, menjadi 32.346.161 pemilih di DPS yang dikumpulkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat dari 26 kabupaten/kota se-Jabar.

"Dari 36 Juta menjadi 32 Juta. Hal ini mungkin disebabkan karena terdapat pemilih ganda, atau ada alih profesi sehingga pemutakhiran data tidak sama dan berubah-ubah," kata Komisioner KPU Jabar Aang Ferdhiman kepada wartawan di kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, Jawa Barat, Jumat, (14/12/2012).

Menurut Aang, pada 26 Desember 2012 mendatang, kemungkinan perubahan DPS masih bisa saja terjadi sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 2-4 Januari 2013. Lalu pada 5 Januari mendatang akan dilanjutkan penetapan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Nanti setelah ditetapkan, KPU akan melakukan perbaikan data satu kali saja, karena sudah menjelang masa kampanye," katanya.

Lanjutnya Aang, pihaknya akan menyerahkan DPS ke setiap pasangan cagub-cawagub pada tanggal 18 Desember mendatang yang bertepatan dengan peluncuran dan pemberian nomor urut pasangan Cagub-Cawagub Jabar periode 2013 - 2018, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat. Hal itu dilakukan agar setiap pasangan calon bisa memeriksa secara teliti hasil DPS.

"Sengaja kita lakukan pada tanggal 18 Desember. Jadi jika pendukung tidak terdaftar dalam DPS, bisa mengadukan ke PPS," katanya.

Pada perhelatan Pilgub Jabar 2013 nanti, ada 5 pasangan cagub dan cawagub yang siap berkompetisi, antara lain pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Dede Yusuf Macan Efendi-Lex Laksamana, Irianto MS. Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul Hakim, dan pasangan independen, Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib.

sumber : KOMPAS.COM

Ujian Nasional SD akan Dihapuskan Tahun Ini


9F38 ULPIYANA

Jakarta - Akan diberlakukannya kurikulum 2013 dalam dunia pendidikan di Indonesia ternyata berdampak pada keberlangsungan Ujian Nasional (UN). Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, kemungkinan UN akan dihapuskan.

M. Nuh mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu proses evaluasi yang menentukan apakah UN akan dihapus atau hanya akan diubah posisinya.

"Kurikulum baru sudah jelas kami sampaikan, proses evaluasi atau tahap penilaian juga berubah. Oleh karena itu keberadaan UN harus di review kembali. Apakah hasilnya nanti dihapus atau posisinya dirubah," kata M. Nuh usai sosialisasi kurikulum 2013 dan meresmikan Gedung Pascasarjana serta peletakan batu pertama pembangunan Balairung Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang, Sabtu (23/2/2013).

Meski belum mengetahui hasil evaluasi tersebut, namun kemungkinan besar untuk UN tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dihapuskan. Penghapusan UN SD, lanjut M. Nuh tidak akan dilakukan tahun ini karena pelaksanaan UN yang tidak lama lagi yaitu pada bulan Mei 2013.

"Kemungkinan besar UN SD akan ditiadakan. Yang jelas bukan tahun ini soalnya tahun ini kan mau ujian," tandasnya.

Sementara itu untuk UN yang masih akan dilakukan tahun ini, dalam pengawasannya akan dilakukan sistim silang pengawas yaitu pengawas tidak dari sekolahnya sendiri.

"UN pengawasannya yang penting silang. Silang antar sekolah," tegas M. Nuh.

Selain itu dalam kurikulum 2013 akan ada beberapa perubahan di kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), contohnya pembelajaran agama dan budi pekerti yang akan ditambah jam belajarnya.

"Pelajaran agama yang sebelumnya hanya dua jam, nanti akan menjadi empat jam. Karena, penanaman budi pekerti, tata krama penting dan harus diajarkan agar anak-anak memiliki kepribadian yang baik," kata mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.


SUMBER:.detik.com

Kamis, 07 Februari 2013

ICW:Tahun 2013 Menjadi Tahun Korupsi


9I32 SYARIFUDIN



JAKARTA, Indonesia Corruption Watch mengatakan, tahun 2013 ini menjadi tahun dengan kemarakan kasus korupsi. Di dalam konferensi persnya yang diadakan di Jakarta, Kamis (7/2/2013), ICW memaparkan ada kecenderungan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), khususnya dari bantuan sosial dan hibah yang akan digunakan untuk kepentingan suksesi Pemilu 2014.

Ada tren peningkatan anggaran bantuan sosial-hibah yang akan rawan dibajak oleh fungsionaris partai yang masih menjabat.

Untuk meminimalisasi potensi korupsi ini, Divisi Korupsi Politik ICW Abdullah Dahlan merekomendasikan agar KPK memiliki program fokus untuk menyelidiki penggunaan dana terlarang yang rawan dilakukan partai politik.

Selain itu, ICW menyarankan KPU agar segera mengeluarkan peraturan tentang dana kampanye. KPU harus mampu menelisik ke persoalan dana-dana terlarang kampanye juga.

"KPU harus mampu menemukan fenomena itu. Mana dana-dana terlarang yang akan digunakan untuk kampanye," ujarnya.

Arief Nuralam dari Indonesia Budget Center mengatakan, banyak bendahara partai yang tersangkut kasus korupsi, di antaranya seperti Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin. Selain itu, dapat dilihat kepada kasus suap Presiden PKS Luthfi Hasan Isaaq. Kasus ini mendeskripsikan upaya memperkaya diri politisi dan partai politiknya.

"Sukar memisahkan dana yang dikorupsinya itu untuk kepentingan diri saja atau untuk kepentingan partainya juga," ujarnya.

Dia juga menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada keterkaitan suap Luthfi ini dengan kewenangan pemberian izin impor sapi yang berada di tangan Menteri Pertanian Suswono yang merupakan kader di PKS.

Dari data korupsi politik tahun 2012 yang dimiliki ICW, Partai Golkar menduduki peringkat pertama sebagai partai dengan kader paling banyak terjerat kasus korupsi (14 orang). Peringkat selanjutnya adalah Partai Demokrat (10 orang), PDIP (8 orang), Partai Amanat Nasional (5 orang), dan Partai Kebangkitan Bangsa (4 orang).

ICW juga menyarankan agar diberikan sanksi tegas bagi partai politik atau kader partai politik yang tersangkut kasus korupsi dan menggunakan dana terlarang untuk kepentingan suksesi partainya. Sanksi itu bisa berupa pelarangan kader tersebut untuk ikut dalam pemilihan legislatif atau bahkan yang lebih keras, partai politik tempat kader tersebut bernaung dapat dibubarkan.

Sumber:KOMPAS