Tampilkan postingan dengan label sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sampah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Maret 2013

Pascabanjir, Sampah di Kalibata Mulai Dikeruk

9B27 NITA ANITA.JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mulai mengeruk dan mengangkat sampah yang tersangkut di bawah jembatan di kolong fly over Kalibata. Sampah yang terbawa banjir luapan Sungai Ciliwung itu menyebar di wilayah Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Prasetyo, Pelaksana Lapangan Dinas PU DKI Jakarta menuturkan, beberapa alat berat dan sejumlah truk dikerahkan untuk membersihkan sampah tersebut. "Kita menggunakan excavator long arm. Kemudian ada armada dump truck," kata Prasetyo di Rawajati, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1/2013).

Menurutnya, pembersihan sampah itu sudah dilangsungkan sejak Kamis (24/1/2013). Namun mengingat volume sampah yang sangat banyak, hingga hari ini proses pembersihan masih dilakukan. Ia memprediksi pengerjaan masih akan berlangsung paling lama dua hari lagi apabila kondisi sampah yang hanyut tidak bertambah banyak.

"Ini juga sudah beberapa pulu kali rit ya (diangkut truk). Kita secepatnya pembersihannya. Kalau enggak ada kiriman lagi (sampah hanyut), dua hari ke depan selesai. Karena memang sampahnya tebal jadi agak sulit," ujar Prasetyo.

Tujuh dump truck yang digunakan untuk proses pembersihan itu, per-truknya bisa mengangkut sampah sebanyak 10 meter kubik hingga 20 meter kubik. Dari Kamis hingga hari ini Prasetyo mengatakan puluhan rit sampah sudah diangkut menggunakan truk. Sampah tersebut selanjutnya dibuang di Bantar Gebang.

Pantauan Kompas.com, volume sampah saat ini tidak sebanyak banjir yang menerjang kawasan itu beberapa waktu lalu. Proses pembersihan sampah sedikit mengalami kesulitan lantaran terdapat kabel listrik milik PLN yang melintangi di atas sungai dan berdekatan dengan jembatan. Excavator yang bekerja tidak bisa menjangkau jauh akibat hal itu. 

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/26/20494872/Pascabanjir.Sampah.di.Kalibata.Mulai.Dikeruk

Kamis, 28 Februari 2013

mendaur ulang sampah

ZAKIAH RIZKI PUTRI 9C 40
teryata barang bekas bisa dijadikan peluang usaha yang menghasikan uang yang tidak sedikit. mungkin sekarang banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari sampah. sampah yang bisa didaur ulang contohnya kertas bekar yang bisa didaur ulang menjadi tisu, plastik bekas ciki dan sebainya bisa dijadikan dompet dan barang-barang lainnya. manusia memang harus mendaur ulang sampah karna banyak sampah yang susah untuk dicerna oleh bumi selain bumi menjadi lebih bersih juga dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi orang yang kreatif. kita harus jaga bumu untuk masa depan .
sumber artikel: zakiah rizki putri tanggal 1 maret 2013

Senin, 25 Februari 2013

Perubahan Iklim


9D03 Anwar Ibrahim

Perubahan Iklim
Dulu, iklim dibumi silih berganti antara penghangat dan pendingin. Namun, sejak terjadinya revolusi industri di Inggris abad ke-18, perubahan iklim cenderung terus menghangat atau yang lebih dikenal sebagai pemanasan global (Green House Effect). Selain dapat menaikan permukaan air laut, pemanasan global juga dapat menyebabkan perubahan pola iklim dibumi. Perubahan pola iklim akan berakibat rusaknya habitatsetempat dan dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup.
Pada tahun 1970-an, para peneliti menemukan adanya gejala penipisan lapisan ozon (O3). Kamu sudah mengetahui ozon merupakan lapisan pelindung dari ultra violet sinar matahari. Sinar ultra violet yang terlalu banyak dapat menyebabkan kanker kulit, penurunan system kekebalan tubuh, bahkan dapat mengubah struktur genetika makhluk hidup.
Kemajuan teknologi dan industry ternyata juga membawa dampak negative bagi kehidupan manusia. Hasil pembakaran bahan bakar fosil keperluan industry menghasilkan karbon monoksida, karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida, debu, jelaga. Semua itu mengganggu kehidupan manusia. Selain itu gas buangan kendaraan bermotor atau mobil bercampur dengan gas buangan industry atau rumah tangga membentuk asap kabut (Asbut). Asbut dapat menyebabkan iritasi mata dan gangguan pernapasan.
Pembakaran bahan bakar fosil juga dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Mengapa demikian? Awan pembawa hujan bersifat asam. Sementara itu, pembakaran bahan bakar menaikkan kejenuhan asam. Dengan demikian diawan itu terbentuk asam kuat. Jika akhirnya awan itu menghasilkan hujan, terjadilah hujan asam yang dapat membunuh tumbuh-tumbuhan, membuat air tawar menjadi terasa asam, merusak dinding tembok.
Oleh karena itu mari kita lestarikan Bumi kita agar tidak hancur yang disebabkan oleh kelemahan manusia dengan cara :
1.      Membuang sampah pada tempatnya
2.      Membedakan sampah organic dengan sampah anorganik
3.      Jangan terlalu banyak menggunakan kendaran pribadi, lebih baik menggunakan angkutan umum supaya dapat mengurangi pencemaran udara
4.      Lebih baik menggunakan sepeda bila jarak yang ditempuhnya deket, naik motornya jika jauh saja


SSumber : Anwar Ibrahim

Sabtu, 09 Februari 2013

MINIATUR GUNUNG DI SEKOLAH


Miniatur Gunung Berapi di sekolah



9C MUTHIA DIENA RAHMAH

SMP NEGERI 1 GEGESIK, merupakan salah satu “Sekolah Standar Nasional” yang sudah diakui prestasi – prestasinya. Bangunan sekolah yang terlihat gagah di samping ruang Lab. Komputer. Sekilas memang tampak sangat baik, tapi, coba lihat lebih dekat.

Yap!! Setelah melewati gerbang utama, hanya butuh beberapa langkah saja dan Anda akan disuguhkan dengan sebuah pemandangan unik. Sampah – sampah yang menggunduk, bahkan luber dari bak penampungnya. Gundukan itu sudah mirip seperti sebuah Miniatur Gunung Berapi yang siap memuntahkan berjuta penyakit.

Sangat disayangkan memang, kalau menyadari SMP ini mempunyai sekitar 1.080 siswa yang berpendidikan. Bayangkan kalau nanti sampai Gedung Perpustakaan sudah selesai di bangun, haruskah bangunan baru yang megah itu disandingkan dengan miniatur sampah? Tidakkah terfikit itu akan sangat mengganggu?
Karena itu, cobalah peka terhadap lingkungan. Sampah bukan hanya sekedar tugas Mang Bono dan Mang Eye, tapi ini juga tugas kita sebagai penghuni dan pemakai gedung sekolah. Sampah itu sebenarnya bisa diatasi. Bisa dengan cara mengurangi jumlah sampah plastic. Cara ini setidaknya dapat mengurangi sedikit demi sedikit sampah plastic.

Jangan sampai prestasi – prestasi SMP yang sudah sangat susah payah dicapai harus tercoreng hanya karena Miniatur Gunung ini. sebuah masalah yang biasa dianggap spele, tapi sebenarnya berdampak besar bagi sekolah itu sendiri.

PEMISAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI SMPN 1 GEGESIK YANG TIDAK BERJALAN SEMPURNA

9E30 SITI NURHARISA


Disediakannya 2 tong sampah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik seakan menjadi omongan belaka.Siswa membuang sampah organik dan anorgonik di tempat sampah yang sama.Beberapa kali mencoba dipisahkan antara sampah organik dan anorganik tapi hal itu sia-sia karena ditempat pembuangan sanpah hanya ada satu tempa.Hal itu menyebabkan sampah organik dan anorganik yang telah dipisahkan dibuang di tempat yang sama.



Sumber:pengen sekolah lebih baik.com

Jumat, 25 Januari 2013

PENCEMARAN LINGKUNGAN

9G06 ARIYANTI


Pencemaran ditandai dengan adanya bahan pencemar dalam suatu lingkungan yang berlebihan sehingga mengganggu kesehatan manusia. Bahan-bahan pencemar bisa dari sampah, zat kimia, virus, dan lain-lain. Pencemaran itu terjadi secera alami atau akibat ulah manusia.

Pencemaran sendiri terdiri dari pencemaran air, udara, dan tanah. Pencemaran air terjadi bila air terdapat bahan pencemar sehingga kualitas air tidak bisa di manfaatkan lagi. Syarat air yang layak untuk di konsumsi adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak mengandung zat yang berbahaya. Pencemaran udara terjadi bisa dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan peristiwa kebakaran. Pencemaran tanah bisa dari sampah terutama plastik, sisa botol, dan pecahan keramik.

Penyebab dari pencemaran ini akan berdampak pada manusia, tumbuhan, dan hewan. Cara mencegahnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, dan melakukan penghijauan. 

Cara agar lingkungan kita tidak tercemar dengan mengolahnya terlebih dahulu. Contoh: mengolah sampah plastik menjadi benda yang bermanfaat seperti menjadi tas, payung, dll, mengolah limbah pabrik sebelum di buang ke sungai, menam pohon atau tamanan kecil di pot.

MARI KENALI BANJIR!!

9C15 IIN INDAH KOMALASARI




      Banjir merupakan bencana yang sering terjadi Indonesia,yang sampai sekarang masih ada beberapa didaerah yang terkena banjir. Banjir adalah peristiwa meluapnya air yang menggenangi permukaan tanah dengan ketinggian melebihi batas normal. Berikut adalah beberapa penyebab banjir :
1. Pendangkalan sungai
2. Penanganan sampah yang buruk
3. Kurang nya daerah resapan air
4. Sungai yang tidak berfungsi karena banyak sampah
5. Hujan lebat
     Tindakan yang dilakukan saat banjir:
a. Padamkan aliran listrik dan gas dirumah ketika air menggenangi rumah
b. Pindahkan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi
     Akibat dari banjir:
- Hanyut nya benda-benda 
- Terhentinya kegiatan manusia, contoh: kegiatan belajar di hentikan karena bangunan sekolah tergengangi air.
- Biasanya akibat banjir yaitu menimbulkan berbagai penyakit, contohnya: penyakit kulit, diare, flu, demam berdarah.
- Korban harta,benda maupun nyawa
*** Untuk itu marilah kita menanam pohon sebanyak-banyak nya agar daerah resapan tidak berkurang, buanglah sampah pada tempatnya dan jagalah sungai jangan sampai tercemar oleh limbah !!!
        AWALI SEMUA DENGAN KEBAIKAN...... 

Rabu, 23 Januari 2013

Pantai Kuta Terus Dibanjiri Sampah Kiriman

9I22 NURKHOLIFAH

 DENPASAR, Pantai Kuta yang merupakan ikon pariwisata Bali terus dibanjiri sampah kiriman dari Tabanan dan Jawa Timur akibat musim angin barat. Ratusan hingga ribuan ton sampah berbagai jenis mulai balok kayu, rumput laut, hingga plastik berserakan di bibir pantai Kuta hingga Seminyak.

"Kemarin sampah banyak, kita kerja lembur sampai jam 10 malam. Hari ini juga kita lembur lagi," ujar Gusti Astawa, Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) DKP Badung di Pantai Kuta, Rabu (23/01/2012) siang tadi.

Dalam dua hari terakhir, puluhan petugas DKP Badung harus bekerja dari pagi hingga malam karena volume sampah yang terus meningkat. Dalam sehari, petugas bisa mengangkut sampah lebih dari 100 truk untuk dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung.

Namun karena jumlah truk terbatas, proses pengangkutan dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju TPA dilakukan secara bertahap.

Seperti diberitakan, sejak hari Minggu (20/01/2013), ratusan hingga ribuan ton sampah kiriman mengotori pantai Kuta. Masalah sampah kiriman dari Tabanan hingga Jawa Timur yang selalu terjadi setiap tahunnya ini disebabkan musim angin barat.

Untuk membersihkan sampah kiriman ini, puluhan petugas DKP Badung didukung 4 alat berat dan 30 truk turun ke pantai mengumpulkan, mengangkut dan membuang sampah ke TPA Suwung sejak pagi hingga malam.

  Sumber:KOMPAS

Senin, 21 Januari 2013

BANJIR SAMPAH DI OTISTA



9C28 ELISAH SAJAH

JAKARTA, KOMPAS.com — Banjir hampir satu pekan yang melanda Jakarta menyisakan sampah-sampah yang menggunung di Jalan Oto Iskandar Dinata (Otista), Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sampah yang terdiri dari kayu, plastik, gabus, kursi, sofa, kasur, sampai lemari pun tertumpuk di pinggir jalan.

Menurut Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Jatinegara Niman Kaning, sampah-sampah yang terdapat di Jalan Otista ini sejak Minggu (20/1) sore memang dikumpulkan di pinggir jalan untuk mempermudah pengangkutan.

"Dikumpulkan di sini supaya mudah diangkut. Dari kemarin sore pas banjir mulai surut warga gotong royong membersihkan rumah-rumah mereka kemudian mengumpulkannya di sini. Sampah-sampah ini, kan, bukan cuma dari warga, melainkan juga yang hanyut dari misalkan Depok atau Bogor," kata Niman, Senin (21/1/2013) di lokasi.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur Apul Silalahi mengatakan, sejak Minggu pihaknya sudah mulai mengangkut sampah yang terbawa genangan air saat banjir melanda Jakarta hampir satu pekan.

"Kemarin sore kami angkat 40 kubik sampah yang bertumpuk di depan Jalan Otista, sedangkan hari ini kami sudah angkut 160 kubik sampah dengan menggunakan 4 truk Sudin Kebersihan, 2 truk tronton, dan 5 pikap kebersihan," ujar Apul.

Dia memaparkan, terkait pengangkutan sampah di kawasan tersebut, pihaknya saat ini menurunkan sekitar 100 pekerja untuk mengangkat sampah. Pembersihan ini rencananya akan dilakukan sampai tuntas dan untuk mempercepat prosesnya akan digunakan alat berat.

"Kemungkinan pengangkutan sampah di Jalan Otista ini bisa mencapai satu minggu sebab sampah yang berada di jalan tersebut belum seluruhnya menumpuk, bisa saja terjadi sampah tambahan karena sebagian tenda darurat bagi pengungsi masih ada, dan juga sampah dari rumah warga," kata Apul.

Editor :Aloysius Gonsaga Angi Ebo

Sumber: KOMPAS