Minggu, 27 Januari 2013

Ibu Jual Putrinya untuk Bayar Denda

 Ibu Jual Putrinya untuk Bayar Denda
   9G19 LILIS KHOLISAH

Seorang ibu di India ditangkap karena diduga telah menjual putrinya yang berusia 11 tahun agar bisa membayar denda adat.

Perempuan itu diperkirakan menjual putrinya seharga 650.000 rupee atau sekitar Rp 116 juta demi menyelesaikan masalah denda yang dikenakan terhadapnya oleh dewan desa di tempat tinggalnya di negara bagian Rajasthan di India barat laut.

Polisi juga menangkap pasangan suami-istri yang dituduh telah membeli gadis muda itu.

Ibu yang tega itu mengatakan kepada polisi bahwa dia menjual anaknya demi membayar denda sebesar 450.000 rupee atau sekitar Rp 80 juta yang dikenakan dewan desa sebagai hukuman karena dirinya telah melanggar tradisi lokal.

Polisi di Rajasthan kepada BBC News, Jumat (25/1/2013), mengatakan, penjualan itu, yang berlangsung sekitar sebulan lalu, terungkap saat anak perempuan itu mencoba untuk melarikan diri dari pasangan yang diduga telah membelinya dari ibunya. Pasangan tersebut mengejar anak itu. Namun, anak itu berhasil masuk ke sebuah restoran. Para pengunjung restoran kemudian memberitahu polisi.

Anak itu mengatakan kepada para petugas bahwa ia dipukuli pasangan itu. Ia juga melaporkan bahwa pasangan tersebut telah berencana untuk menjualnya ke seseorang di Mumbai.

Rakesh Verma, kepala unit anti-perdagangan manusia di Distrik Tonk, Rajasthan, mengatakan, "Kami telah menangkap ibu gadis muda itu dan kedua pembelinya, Tarachand Jat dan Santra Devi. Gadis itu telah diserahkan ke tempat penampungan dan dia aman sekarang," tambah Verma.

Polisi mengatakan, ibu gadis itu didenda dewan desa karena mundur dari sebuah kesepakatan pernikahan yang melibatkan putrinya. Perempuan itu diduga telah menikahkan putrinya dengan seorang pria dan, sesuai adat setempat, pengantin pria membayar sejumlah uang kepada sang ibu demi mendapatkan pengantin perempuan. Perempuan itu diduga kemudian melanggar perjanjian tersebut dan membawa pulang putrinya.

Ribuan anak di India jatuh ke tangan para pedagang budak setiap tahun. Banyak dari anak-anak itu dijual orang tua mereka sendiri yang miskin dan sudah putus asa. 


Sumber: KOMPAS.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar